Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 344 Hanya Kehilangan Kendali untuk Sementara Waktu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Menggaulinya?


Gu Anran tercengang dan buru-buru menggelengkan kepalanya: “Tidak, tidak …”


Hello! Im an artic!


Jiang Nan menyipitkan matanya dan berkata, “Kamu menatap tubuhku dengan mata terbelalak seperti itu masih mau bilang tidak?”


“Benar-benar tidak, kamu jangan memfitnah orang.” Gu Anran merasa tidak terbiasa dengan posisi mereka berdua saat ini dan mendorongnya dengan ringan.


“Kamu bangun dulu.” Posisi Jiang Nan sekarang ini benar-benar menekan tubuhnya!


Meskipun mereka berdua saat ini sedang mengenakan pakaian, namun sikap mereka terlalu canggung satu sama lain!


Hello! Im an artic!


“Mengapa harus bangun?” Jiang Nan tidak bangun, tetapi malahan semakin menekan tubuhnya.


“Jangan!” Gu Anran menjadi terkejut dan wajah kecilnya menjadi tersipu kemerahan.


Tubuh mereka berdua sudah akan saling menempel, meskipun masih ada pakaian yang membatasi, namun Gu Anran bisa dengan jelas merasakan setiap lekukan dan bentuk tubuhnya.


Lalu.. mengapa kancing bajunya bisa terbuka hingga tampak seperti sekarang ini? Sekarang dia bergerak turun dan dadanya menjadi benar-benar terbuka.


Biasanya dia terlihat begitu halus dan menawan, Gu Anaran sama sekali tidak menyangka kalau lekukan otot di dadanya begitu kencang.


Sangat padat dan berisi. Sungguh seksi sekali !


Ketika Gu Anran melihatnya secara tidak sengaja, dia menjadi panik sehingga dia bahkan tidak bisa bernapas dengan normal.


“Jangan… turun…” Gu Anran mencoba ingin mendorongnya, tetapi bajunya terbuka, dorongan ini pasti akan membuatnya menyentuh tubuh yang panas.


Panas…??? Yah benar ! Suhu tubuh orang ini naik dengan sangat cepat!


Jiang Nan sebenarnya hanya ingin bercanda dengannya dan menggodanya.


Tetapi dia tidak menyangka bahwa setelah dia menekan di atas tubuhnya, otaknya tiba-tiba berubah menjadi seperti mendadak kosong.


Setelah berubah menjadi kosong, kemudian pandanganya menjadi putih dan darah melonjak naik, membuatnya seperti minum sepuluh botol anggur!


“Jiang Nan…”


“Jangan bergerak.” Dia tidak pernah mencoba menindih seorang gadis dan membuatnya terangsang dalam waktu yang begitu cepat pada pagi-pagi buta seperti ini.


Sekarang jika menyuruhnya untuk turun itu artinya menyuruh agar tubuhnya tidak mendengarkan perintah kepalanya dan bahkan tangannya harus mengkhianati kesadarannya.


Telapak tangannya yang besar jatuh di bahu Gu Anran dan dia menyentuhnya dengan lembut.


Gadis yang berada di bawahnya tiba-tiba menjadi tegang dan kaku, tidak berani bergerak.


“Turunlah… Jangan …” Bicaranya sedikit tidak jelas.


Setelah menghabiskan waktu bersamanya sekian lama, ini adalah kedua kalinya dia menemukan bahwa dia sebegitu bernafsunya terhadap dirinya.


Wajah Gu Anran memerah dan dahinya berkeringat karena gugup.


Suara Jiang Nan merendah dan serak, alisnya mengerutkan kening, dan butiran keringat besar terlepas dari wajahnya.

__ADS_1


“Sebenarnya … kamu ingin aku turun atau tidak?”


“Jangan bercanda …” Gu Anran berpikir bahwa suaranya pasti terdengar sangat dingin dan tenang, namun setelah dia bersuara barulah dia menyadari kalau omongannya terbata-bata.


Jiang Nan ada sedikit tidak bisa menahan nafsunya lagi dan darahnya yang berdenyut-denyut mengalir ke atas!


Begitu dia melepaskan tangannya, tubuh yang berat itu semakin mendekat untuk menempel ke arah tubuhnya.


“Kamu….”


“Aku ada sedikit … tidak bisa mengendalikan diriku sendiri.” Dia menundukkan kepalanya dan membenamkan kepalanya di lehernya.


Jarak di antara bibir tipis dan lehernya hanya ada kurang dari setengah ruas jari.


Hanya melangkah maju sedikit lagi saja maka dia sudah bisa menciumnya …


Aroma khas di tubuh gadis itu membuatnya menjadi semakin terlena.


Telapak tangan besar yang memeganhg bahunya sepertinya juga tidak bisa menahan kesepian. Tangan itu telah berpindah ke garis lehernya dan dengan lembut menarik kerahnya.


Kulit seputih saljunya itu membuatnya menjadi menegang hingga wajahnya memerah.


Sekalipun dia berusaha menarik napas dalam-dalam, namun hal itu tidak bisa mengembalikan aliran darahnya yang sudah mengalir kencang!


Akhirnya setelah perang batin di dalam dirinya, napas Jiang Nan menjadi tidak teratur, lengannya menegang untuk beberapa saat dan memeluk gadis kurus itu dengan erat.


Dia menundukkan kepalanya dan menciumnya dengan sekuat tenaga.


Nafas seperti ini lagi, nafas liar yang membuatnya seperti ingin menelannya!


Adegan yang membuatnya panik tiba-tiba terlintas di benak Gu Anran. Seorang pria menindih di atas tubuhnya, mengabaikan tangisan minta ampunnya dan menggaulinya dengan liar…


Dia memalingkan wajahnya sehingga ciuman Jiang Nan sudah terlambat untuk mendarat di bibirnya dan jatuh di lehernya.


“Jangan! Jangan lakukan ini!” Adegan yang terjadi kemarin malam membuatnya merasa takut terhadap semua laki-laki.


Gu Anran menampar dadanya dengan panik, mendorongnya dengan keras, dan bahkan menggigit lengannya dengan sigap.


Pria yang dalam kebingungan itu hanya merasakan kesemutan di lengannya. Dia mendongak dari lehernya dan melihat gadis itu menggigit lengannya. Air mata mengalir dari sepasang matanya dan tubuhnya gemetaran.


Perasaannya kemudian menjadi tersentuh dan akhirnya dia menjadi benar-benar tersadar.


“Ranran…..”


“Cupcup…. Cupcupcup…..”


Penglihatan Gu Anran menjadi kabur dan matanya berkaca-kaca.


Menggigit lengannya dengan sekuat tenaga dan tangan-tangan kecil yang ketakutan itu terus-menerus memukulinya.


Dia ketakutan! Dia menjadi sangat takut sampai kehilangan akal sehatnya! Sangat takut sehingga dia bahkan lupa siapa orang yang ada di sampingnya!


Seluruh pikirannya membayangkan pria yang mengerikan itu.


Pria itu mengikatnya, menindihnya, dan menggertaknya dengan kasar…


“Cup….cup….”


“Ranran, ini aku! Ini aku! Jangan takut!” Jiang Nan turun dan mengangkatnya.

__ADS_1


Lengannya masih digigit olehnya dan darah merah mengucur dari bibirnya, lalu bau darah berangsur-angsur menjadi semakin kuat.


Jiang Nan tidak merasakan rasa sakit di lengannya, tetapi hatinya sakit karena kepanikan dan keputusasaannya.


Gu Anran pasti sedang membayangkan ketika dia sedang digauli oleh Mu Zhanbei. Dia pada waktu itu pastinya lebih panik dan depresi dibandingkan dengan sekarang ini.


“Ranran, ini aku, sadarlah, ini aku, aku adalah Jiangnan!”


Dia memeluknya erat-erat dan membujuknya dengan lembut: “Jangan takut, ini aku, aku tidak akan menyakitimu, selamanya tidak akan pernah, jangan takut.”


Mata bingung Gu Anran secara bertahap menemukan sedikit kesadaran.


Dia mengatupkan giginya yang menggigit lengan Jiangnan dan perlahan-lahan mengendurkannya.


Dia mengangkat kepalanya dan meliriknya sekilas dan dalam pandangan kabur itu, wajah lembut itu menjadi jelas sedikit demi sedikit.


“Jiang Nan….”


“Ini aku, jangan takut.” Jiang Nan ada sedikit merasa tidak enak hati, dia tidak menyangka kalau gara-gara dia kehilangan kendali untuk sementara waktu akhirnya membuatnya menjadi ketakutan seperti ini.


Setelah satu malam berlalu, Gu Anran akhirnya berhasil untuk berpura-pura melupakan hal-hal itu, tetapi pada akhirnya yang mengingatkannya kembali malahan adalah Jiang Nan sendiri.


“Mohon maaf….”


Mohon maaf? Apa yang harus dia maafkan?


Gu Anran masih sedikit bingung. Tadi dia jelas-jelas masih di dalam mobil dan ditangkap oleh Mu Zhanbei…


Ketika memikirkan pria itu, tubuh langsingnya mendadak menjadi gemetaran.


Tetapi dia telah melihat dengan jelas bahwa saat ini dia tidak berada di dalam mobil, tetapi di apartemen Jiangnan, di atas tempat tidur.


Aroma apa ini?


Dia mengangkat tangannya dan mengusapnya di bibirnya, dia tidak menyangka punggung tangan itu berlumuran darah!


Gu Anran menjadi sangat terkejut dan akhirnya teringat sesuatu. Ketika dia melihat ke bawah, dia menjadi benar-benar ketakutan!


“Tanganmu …” Oh Tuhan! Bekas gigitan di lengan Jiang Nan apakah dia yang melakukannya?


Dia menggigitnya dengan sangat keras! Menggigitnya hingga berlumuran darah!


“Tidak apa-apa.” Selama dirinya bisa menjadi tenang, Jiang Nan tidak peduli tentang apa pun itu, sedikit cedera bukanlah apa-apa.


“Jangan bergerak!” Gu Anran mencegahnya menarik lengannya.


Dia turun dari tempat tidur, mengambil kotak obat dan duduk kembali di sampingnya.


Dia mengeluarkan obat dan perban dari kotak itu dan merawat lukanya.


Kamu mungkin harus pergi ke rumah sakit untuk disuntik karena telah digigit hingga menjadi seperti ini.


Dia benar-benar menggigitnya hingga menjadi terluka seperti ini! Dia benar-benar sudah terlalu keterlaluan!


“Aku minta maaf….”


“Yang harus meminta maaf adalah saya….”


Saat dia selesai membalut lukanya, Jiang Nan mengangkat tangannya dan tersenyum lembut dengan bibirnya yang dikulum.

__ADS_1


“Jangan marah padaku, aku tadi hanya tiba-tiba tidak bisa mengkontrol diri.”


__ADS_2