Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 308 Pria Itu, Seakan Berasal Dari Neraka


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika kembali ke apartemen, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.


Raut wajah Jiang Nan terlihat jauh lebih dingin dari biasanya.


Hello! Im an artic!


Setelah kembali, dia segera masuk ke kamarnya dan tidak keluar lagi.


Gu Anran merasa bersalah. Dia kembali ke kamar, mandi dan mengganti pakaian, lalu melihat jam di dinding.


Sudah hampir jam 12, entah apa yang sedang dikerjakan Jiang Nan.


Dia sebenarnya hanya ingin memberitahunya, tidak ingin menyembunyikannya darinya. Tapi, masalah ini terlalu rumit, tidak tahu harus dimulai dari mana.


Hello! Im an artic!


Yang Yi tahu, karena dia terlibat dalam semuanya.


Kalau bukan karena hal ini, sepertinya dia juga tidak akan memberitahu Yang Yi juga.


Dia duduk sejenak. Sudah pukul 12. Dia keluar dari kamar, sengaja mengambil air untuk berjalan ke arah pintu kamar Jiang Nan.


Terdengar suara percakapan dari dalam. Dia sedang menelepon orang lain?


Pintu kamar tidak terutup rapat. Cahaya lampu terpancar samar-samar ke luar.


Dia tidak ingin mencuri dengar, tapi kenapa ada namanya?


Dia sedang berbicara dengan siapa? Ada hubungan dengannya?


Gu Anran berjalan mendekat. Samar-samar, terdengar Jiang Nan sedang berbicara, “… sedang perang di sana… bahaya… kapan kembali?”


Tanpa sengaja, kepala Gu Anran terbentur pintu kamar.


Suara dari dalam langsung terhenti seketika. Lalu, pintu kamar dibuka. Wajah Jiang Nan yang murung muncul di hadapannya.


Belum sempat Gu Anran menjelaskan kenapa dirinya mau mencuri dengar, dia sudah langsung menahan pergelangan tangan Jiang Nan. Jarinya gemetaran.


“Dia… dia itu palsu kan? Dia sekarang… ada di Alihan ya? Benar tidak?”


“Aku tidak tahu apa yang sedang kamu katakan.” Tidak ada ekspresi di wajah Jiang Nan.


Gu Anran menggigit bibirnya, panik sampai sekujur tubuhnya berkeringat dingin.


“Jiang Nan, jangan membantunya merahasiakan ini dariku lagi! Sekarang, Tuan Besar Mu di Keluarga Mu itu palsu, bukan?”


Tapi, saat ini sedang perang di sana. Api peperangan di mana-mana, sangat berbahaya!


Apa yang ingin dia lakukan?


“Kamu berpikir terlalu banyak. Kembali dan istirahatlah.” Jiang Nan menarik pergelangan tangannya, menarik kembali ke kamar.

__ADS_1


Gu Anran berusaha keras melepaskan cengkeramannya. Tapi, dia terlalu kuat, dia tidak mampu melawannya.


Gu Anran segera berkata, “Jiang Nan! Aku hanya ingin tahu kebenaran. Sebenarnya betul atau tidak?”


“Tidak!” Jiang Nan cemberut, dan memandanginya, “Kamu hanya tidak ingin menerima kenyataan, Tuan Besar Mu sama sekali tidak ingin percaya padamu. Orang yang tidak berperasaan padamu, juga adalah dia!”


“Tidak! Orang itu bukan dia! Pasti bukan!”


Dia tidak ingin percaya. Perkataannya tadi terdengar jelas olehnya!


“Mu Zhanbei pergi ke Alihan. Sekarang, orang yang ada di Bei Ling adalah dia! Kamu jangan membohongiku lagi!”


“Gu Anran, tenanglah. Jangan berimajinasi lagi tentang Mu Zhanbei! Dia tidak suka padamu, tidak percaya padamu, juga tidak ingin bersamamu!”


“Aku tidak percaya!” Gu Anran mengerahkan seluruh tenaga, akhirnya lepas dari dia!


“Jiang Nan, kalau kamu tidak memberitahukan kebenaran padaku, aku akan pergi sendiri ke Alihan untuk mencarinya!”


“Kamu…”


Gu Anran tidak ingin mendengarkannya lagi. Dia kembali ke kamar dan mengambil kunci, hendak keluar.


Paspor dan dokumen lainnya masih ada di apartemennya. Dia hanya tinggal beberapa hari di sini.


Jiang Nan tahu apa yang hendak dilakukannya. Sebelum Gu Anran keluar, dia segera mengejarnya, menariknya kembali.


“Dilarang pergi! Mu Zhanbei di Bei Ling, kamu melihatnya sendiri!”


“Aku tidak melihatnya sendiri…” Gu Anran ditarik. Tanpa sengaja, kepalanya terbentur dinding.


Jiang Nan mengeryitkan alis, menatapi wajahnya yang berkerut, “Perutmu masih sakit?”


Kenapa kelihatannya, dia seperti sedang sangat kesakitan?


Gu Anran tidak dapat berkata-kata. Perutnya memang sakit sekali. Rasanya seperti ditarik oleh sesuatu.


Wajahnya pucat. Tangannya juga terus bergetar.


Jiang Nan panik. Lalu, dia segera memapahnya, dan berkata, “Kuantar ke rumah sakit.”


“Jangan…” Dia ingin mendorongnya, tapi tidak punya tenaga sama sekali.


Dia tidak ingin ke rumah sakit, dia ingin ke Alihan!


Di kehidupan sebelumnya, Tuan Besar Mu hampir tidak bernyawa di Alihan.


Di kehidupan sekarang, semuanya sudah berbeda. Tapi, dia tetap saja pergi ke Alihan.


Dia sangat takut, sangat takut kalau terjadi sesuatu pada Mu Zhanbei…


“Aku mau… mencarinya.”


Perutnya terasa sangat sakit. Tubuhnya melemah dan dia terjatuh.

__ADS_1


“Ran Ran!” Jiang Nan menggendongnya, baru sadar bahwa matanya sudah tertutup rapat. Dia pingsan.


Dia tidak berani menunda-nunda. Dia segera menggendonnya keluar dan menuju ke parkiran.


Kenapa menstruasi saja bisa membuatnya menderita begini? Kenapa perutnya sesakit ini?


Dia pernah mencari tahu. Meski sungguh sedang menstruasi, juga tidak akan sakit sampai pingsan begini.


Apakah karena, terlalu khawatir?


…Saat tiba di rumah sakit, sudah jam 1 subuh lewat.


Pernyataan dokter membuat Jiang Nan terbengong.


Dia mengambil ponsel, hendak menelepon. Tapi, jarinya bergetar dengan hebat. Jarinya hanya berjarak 1 mm dari layar ponsel, tapi akhirnya memutuskan untuk tidak menekannya.


Di depan pintu ruang gawat darurat, dia berdiri sendirian. Tiba-tiba, dia sadar bahwa ada hal yang ditakutinya juga.


Takut terjadi apa-apa padanya, takut terjadi apa-apa pada perutnya. Takut sekali!


Setelah lewat beberapa lama, dia akhirnya memutuskan untuk menghubungi nomor itu.


“Ada apa?” Di sisi lain dari telepon itu, terdengar sebuah suara pria yang serak.


Jiang Nan menggigit bibir, lalu berkata dengan suara rendah, “Dia… hamil. Ada masalah dengan janinnya, sekarang sedang dilakukan pertolongan pertama di rumah sakit. Janin belum tentu… bisa dipertahankan.”



Gu Anran tidak sadarkan diri semalaman. Sampai keesokan harinya pukul 12 siang pun, dia masih belum tersadar.


Saat tubuh yang tinggi besar itu muncul di rumah sakit, semuanya terkejut.


Dia datang dengan tergesa-gesa. Tubuhnya dipenuhi dengan kotoran. Warna gelap di pakaiannya, jelas-jelas merupakan bekas darah yang telah mengering.


Wajahnya pucat. Kelihatannya, dia sudah kehilangan banyak darah.


Pada kemeja hitamnya, masih ada jejak darah yang masih basah. Sepertinya, lukanya terbuka, sehingga darah mengalir lagi. Keadaannya sangat tragis.


Meski wajah tampan itu sangat menawan sampai membuat orang tidak mampu berpaling, tapi tubuh yang dipenuhi darah itu sungguh menakutkan.


Para suster pun tercengang melihatnya.


Tampan, sungguh sangat tampan.


Tapi, tubuh yang dipenuhi darah itu malah membuatnya jauh lebih dingin dari biasanya, bahkan terlihat menakutkan.


Jiang Nan juga tidak menyangka, keadaannya begitu menyedihkan. Kalau tahu begitu, dia pasti tidak akan mengganggunya.


Tapi, dengan keadaan Gu Anran sekarang, kalau tidak menyuruhnya kembali, kalau terjadi sesuatu, dia pasti akan menyesal seumur hidup.


“Di mana dia?” Suara Mu Zhanbei terdengar sangat parau dan sedikit terengah-engah. Sangat jelas disebabkan karena terlalu khawatir saat berjalan.


“Sekarang kondisinya sudah lebih stabil. Janin terselamatkan, tapi sangat lemah. Tidak ada yang tahu bagaimana kondisinya kelak.”

__ADS_1


Jiang Nan melihatnya, lalu berkata, “Hamil belum genap sebulan, sudah ada gejala keguguran. Sekarang, disinari ultrasonik tipe-B pun belum bisa terlihat hasil apapun. Hanya bisa menunggu beberapa saat, baru bisa memutuskan apakah mempertahankan anak atau tidak.”


__ADS_2