Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 254 Apakah Kamu Rela?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Siang ini berita finansial dan ekonomi mendapatkan sebuah informasi mengejutkan dari distrik bisnis Bei Ling. Sangking mengejutkannya bahkan membuat sumpit yang ada di tangan Gu Anran jatuh ke lantai.


Mulai hari ini Grup Shi Ji milik Tuan Muda Pertama Mu telah di beli oleh Grup Mu.


Hello! Im an artic!


Tuan Muda Pertama Mu telah memilih pemimpin baru untuk Grup Mu dan Tuan Muda Pertama Mu secara resmi telah mengambil posisi di balik layar.


Gu Anran menundukkan kepalanya dan hanya melihat ke mangkuk nasinya tanpa berbicara apapun.


Jiang Nan juga tidak menyangka kalau televisi yang ada di dalam ruangan itu dapat menayangkan berita finansial dan ekonomi.


Dan lagi ini adalah ruangan yang suka ia gunakan. Semua karyawan yang ada di ruang makan juga tahu kalau dia suka melihat berita tentang finansial dan ekonomi.


Hello! Im an artic!


“Kamu…” dia menutup pintu lalu masuk ke dalam. Dia merapihkan sumpit yang ada di meja lalu meletakkan sumpit itu kembali ke rak.


“Kenapa? Apakah ada yang sakit?”


Gu Anran menggelengkan kepalanya, dia masih terlihat mengarahkan pandangannya ke bawah tanpa mengetahui apa yang sedang dilihatnya.


Semua yang ada di depan matanya tiba-tiba menjadi kabur.


Jiang Nan terus menatapnya dan baru menyadari ada butiran air mata besar yang mengalir dari wajahnya dan menetes ke atas meja.


“Kenapa? Kamu tidak senang mendengar berita itu?”


Tuan Besar ingin kembali ke Grup Mu dan dia sudah mengetahui hal ini sejak awal sehingga berita hari ini memang sudah sesuai dengan prediksi.


“Grup Shi Ji adalah bagian dari hidupnya, dia berusaha dengan sangat giat untuk waktu yang lama demi dirinya sendiri, hm…”


Gu Anran tidak bisa menahannya lagi, dia pun langsung berbaring di atas meja lalu menangis dengan suara yang kencang.


Dia sangat mencintai Grup Shi Ji, dia sangat sangat mencintainya.


Semua orang tahu kalau Tuan Muda Pertama Mu adalah orang yang gila kerja. Kalau dia tidak sungguh-sungguh mencintainya maka siapa orang yang bersedia bekerja seperti sebuah mesin.


Akan tetapi saat ini dia lebih memilih untuk menyerah atas Grup Shi Ji yang telah di bangun oleh tangannya sendiri dan kembali ke Grup Mu, dia bahkan menyerahkan Grup Shi Ji ke tangan Grup Mu.


Terdengar kabar bahwa pemimpin Grup Mu adalah orang yang sangat tinggi, sulit di gapai dan sangat membuat semua orang merasa iri padanya.


Tidak tahu ada berapa banyak anggota Keluarga Mu yang menatap lurus ke posisi itu.


Akan tetapi Tuan Muda Pertama Mu bukanlah orang yang seperti itu, dia sungguh bukan orang yang seperti itu.


Kenapa dia mau kembali? Kenapa dia mau menyerah atas hal yang sangat ia cintai?


“Apakah alasanku bisa keluar dengan lancar dari Keluarga Mu adalah karena kompromi yang dilakukan oleh Tuan Muda Pertama Mu?”

__ADS_1


Suaranya terdengar terisak-isak, matanya yang memerah juga tidak bisa merubah kenyataan ini.


Jiang Nan tidak menjawab pertanyaannya dan hanya tersenyum tipis, “Kenapa kamu tidak berpikir jika setelah Grup Mu di pegang oleh Tuan Muda Pertama Mu maka kedepannya akan menjadi semakin kuat?”


“Sebuah kerjasama bukankah terlihat lebih baik dari perjuangannya sendiri saat mengembangkan Grupnya itu?”


Ya saat ini sosok Tuan Muda Pertama Mu semakin dihormati, kedepannya Grup Mu juga akan menjadi bagian darinya sampai selamanya.


Akan tetapi apakah ini adalah kemauannya sendiri?


Gu Anran tidak tahu sudah menangis berapa lama hingga pada akhirnya dia baru menaikkan kepalanya dan melihat ke arah Jiang Nan dengan air matanya yang masih ada di sana.


“Alasan aku bisa keluar dari Keluarga Mu itu karena Tuan Muda Pertama Mu bersedia menerima tawaran ini dari Kakek?”


“Kamu sudah tahu. Apakah masih perlu ditanyakan lagi?”


Semuanya sudah berlalu. Tidak peduli apa yang dia lakukan saat ini pada akhirnya tetap tidak bisa merubah kenyataan yang ada.


Walaupun Grup Shi Ji adalah segalanya bagi Tuan Besar bahkan bagian dari hidup Tuan Muda Pertama Mu.


Namun sejak dia berinisiatif untuk memulai pembicaraan dengan Kakek maka Grup Shi Ji bukanlah segalanya bagi Tuan Muda Pertama Mu, sudah tidak ada maknanya lagi.


Karena sejak awal di hidupnya sudah ada seseorang yang lebih penting dari hidupnya sendiri.


“Kakek tidak akan membiarkanmu kembali ke sisinya. Kalau aku jadi kamu maka aku akan mematikan perasaan ini.”


Ada beberapa perkataan yang menyakitkan namun ini adalah sebuah kenyataan.


“Kamu adalah orang yang membawa Grup Shi Ji sampai bisa bertahan hingga saat ini. Di mata Kakek keberadaan inilah yang merupakan sebuah ancaman baginya.”


“Menurut orang sukses sepertu Tuan Muda Pertama Mu kamu ini hanya sebuah lelucon baginya. Dengan dia mengabaikan perasaannya dan melupakanmu maka dia baru bisa berdiri dan tak terkalahkan.”


Dia mengambil selembar tissue dan mengusap air mata yang ada di ujung matanya.


“Kali ini dialah yang berinisiatif membuangmu kepadaku. Untuk selanjutnya kamu jangan pernah berpikir untuk kembali.”


“Bukan dia yang jahat dan bukan dia juga yang tidak mau memperdulikanmu. Justru karena dia terlalu memperdulikanmu maka dia akan semakin tidak menginginkanmu, kamu…mengertikan?”


Gu Anran mencubit telapak tangannya. Dia tidak tahu apakah dia mengerti atau tidak akan tetapi dia bisa mendengar dengan jelas perkataan Jiang Nan.


Dia…sudah menjadi bahan leluconnya Mu Zhanbei. Berada di sisinya hanya membuatnya menyakiti diri sendiri dan orang lain.


Akhirnya dia rela untuk kehilangan posisinya yang selalu berada di sisi dia.


“Apa rencanamu selanjutnya?”


Anak ini pasti mengerti hanya saja dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya.


“Masih bisa merencanakan apa lagi?” Gu Anran menarik secarik tissue lagi lalu mengusap wajahnya sampai bersih.


“Hari-hari harus tetap dilalui.”

__ADS_1


…….


Mu Zhanbei mengambil alih posisi pemimpin Grup Mu. Dunia luar pun dapat melihatnya dengan sangat jelas.


Diantara semua generasi muda di Keluarga Mu, Tuan Muda Pertama Mu adalah sosok yang paling hebat. Kakek ingin memilih seorang pewaris, dengan memilih Tuan Muda Pertama Mu maka dia merasa lebih percaya diri.


Akan tetapi di Keluarga Mu ini adalah sebuah hal yang sangat mengejutkan!


“Bukankah dia berkata bahwa dia ingin keluar dan membuat dunianya sendiri? Kenapa dia malah kembali ke Keluarga Mu!”


Mu Zhenan merasa sangat emosi dan dia hampir saja hendak menghancurkan semua kursi yang ada di ruang tamu ini.


Di sisi yang tidak begitu jauh ada adik tiri yang duduk di sana. Beberapa tahun ini dia sangat jarang berada di rumah Keluarga Mu, dia adalah Tuan Muda Kelima, Mu Peitang.


Saat ini Mu Peitang sedang mencicipi koleksi anggur merah milik Mu Zhenan. Dia sama sekali tidak membawa rasa kesalnya ke dalam hati.


“Kak sesungguhnya kamu ini adalah si jenius dalam dunia bisnis dan sebenarnya semua orang sudah tahu akan hal ini. Sekarang kakak sudah kembali dan ini akan membuat Grup Mu menjadi semakin besar, bukankah ini adalah sebuah hal yang bagus?”


“Apakah ini adalah hal yang benar-benar ada di dalam pikiranmu? Tuan Muda Pertama Mu mengambil alih Tuan Mu ini berarti sampai kapanpun Grup Mu tidak akan pernah jatuh ke tanganmu!”


Mu Peitang melihat ke arahnya dengan raut wajah yang terlihat kacau.


Kemudian dia tertawa dengan kencang, “Kakak Kedua, sejujurnya itu…”


Dia terbatuk dengan ringan, “Jika Kakak tidak mengambil alih maka Grup Mu juga tidak akan pernah jatuh ke tanganku. Bukankah masih ada Kakak Kedua dan Kakak Ketiga?”


Dia tertawa dengan canggung, “Kakak Kedua kamu memintaku kemari untuk mencicipi bir bukan memintaku untuk bersekutu denganmu. Apakah kamu sedang ikut dalam sebuah konfrontasi?”


Mu Peitang merasa agak takut saat membahas hal ini, dia pun bergegeas menggerakkan kepala dan mengayunkan tangannya.


“Membicarakan masalah bisnis, kita ini bukanlah lawan yang sepadan bagi Kakak. Grup Mu sudah jatuh ke tangan Kakak dan semua orang menerimanya dengan tulus.”


“Kakak Kedua aku sarankan padamu untuk tidak melakukannya lagi. Nanti saat menjadi seorang Direktur di Bei Ling, keberadaannya akan menjadi salah satu orang tertinggi di sana.”


“Tapi jika terus-terusan berselisih dengan Kakak lalu selalu membuatnya kesal maka untuk kedepannya kamu pun tidak akan bisa bertahan di Grup Mu!”


“Kamu kira aku butuh sesosok Direktur yang tidak berarti itu!”


Mengapa Mu Zhanbei menjadi Direktur, bukankah dia hanya ingin menjadi seorang manajer saja?


Semua orang bermarga Mu lalu kenapa Kakek membuat sebuah perbedaan seperti ini?


“Beberapa tahun ini Tuan Muda Pertama Mu membawa semua hatinya untuk Grup Shi Ji. Kontribusi apa yang dia berikan untuk Grup Mu?”


“Beberapa tahun ini aku selalu memberikan segalanya untuk Grup Mu. Apakah Kakek tidak dapat melihatnya? Apakah matanya buta?”


“Diantara aku dan Mu Zhanbei siapa yang memberikan kontribusi terbanyak untuk Grup Mu? Lalu dia? Kenapa sangat pilih kasih?”


“Kakak Kedua kamu minum terlalu banyak. Jangan bicarakan hal ini lagi.”


Mu Peitang hendak menariknya akan tetapi siapa yang tahu jika Mu Zhenan akan merasa terganggu lalu menyingkirkannya.

__ADS_1


“Kamu sendiri? Sesungguhnya kamu ini adalah sosok yang hebat. Kamu sudah bisa mendapatkan gelar profesor di bidang ekonomi saat umurmu masih delapan belas tahun. Semua orang tahu kalau kamu ini adalah orang yang berbakat!”


“Tapi jika ada hari dimana Mu Zhanbei berada di Keluarga Mu maka sampai kapanpun kamu tidak akan memiliki kesempatan. Apakah kamu rela?”


__ADS_2