
Hello! Im an artic!
Gu Anran tidak menyangka Jiangnan juga hadir, saat ia ingin membayar hidangan tersebut.
“Untuk apa kamu datang?” Dia sedikit heran, jika memang datang untuk makan, di jam seperti ini sudah melewati jam makan.
Hello! Im an artic!
“Lapar, makanya kemari.” Sekalinya Jiangnan datang, Yangyi langsung menambah tempat duduk untuknya disamping Gu Anran.
Setelah ia terduduk, Su Xiaomi juga dengan cepat memberikannya sebuah mangkuk dan sumpit.
He Lingzhi dan Su Xiaomi hanya dalam waktu dua bulan, sudah mampu menanam kekompakan dan kerja sama yang tinggi.
“Tuan kedua, bisa anda lihat apa yang ingin anda makan, aku akan menyuruh mereka segera membuatkannya.”
Hello! Im an artic!
Jiangnan hanya melirik sekilas menu makanan, dengan tenang berkata: “Tidak perlu, masih banyak sayur.”
Su Xiaomi dan He Zhiling bagaimana bisa membiarkan bos besar mereka menyantap makanan sisa?
Bahkan Yangyi dan Qin Zhizhou mereka pun tidak berani!
Liu Shangye berkata: “Tuan kedua, coba lihat dulu apa yang ingin kamu makan, aku menyuruh mereka membereskan sayur sisa.”
“Tidak perlu…”
“Pesan saja.” Gu Anran melihat menu makanan, berkata dingin: “Kalau tidak, bagaimana mereka bisa enak hati untuk menyuruhmu membayar?”
“Oh!”
“Ehmm!”
“Ehmm!”
Beberapa orang lainnya seketika tertegun, seketika seolah ingin menggali sebuah lubang besar dan masuk ke dalamnya.
Gu Anran ini, bukannya mereka ingin membantunya untuk sedikit berhemat?
Bisa-bisanya mengatakan isi hati semua orang, sangat keterlaluan!
Bibir tipis Jiangnan terangkat, menundukan kepala melihat tatapan dingin gadis tersebut.
“Sepertinya semua orang tahu, kamu ini sebagai bos terlalu miskin kan?”
Walaupun perusahaan media Jiuyue hanyalah sebuah perusahaan yang sangat kecil dibawah naungan Jiang Clan, namun bagi mereka, memang benar tidak begitu besar.
Namun, karena koneksi yang dimiliki oleh Gu Anran, Jiangnan sangat memperhatikan perusahaan media Jiuyue.
Akhir-akhir setelah sebuah program reality show mereka ditayangkan di televisi, lalu mendapat rating yang sangat tinggi, tentu saja harus merayakannya.
Merayakan, tentu saja harus dibayar oleh dirinya selaku bos besar, sudah merupakan hal yang sangat wajar.
“Ehmm, itu… hehe, hanya ingin agar tua muda kedua ikut hadir, untuk merayakannya bersama.”
He Lingzhi melirik Gu Anran diam-diam, bocah ini, semoga tidak mencari gara-gara lagi.
__ADS_1
Gu Anran menunduk meneguk minumannya, tidak lagi berkata-kata.
Namun, Tuan muda kedua Jiang bukanlah orang bodoh, tentu saja mengetahui maksud hati mereka.
Apalagi dia mempunyai uang, apa arti ribuan dan puluhan ribu baginya?
“Baik, kalau begitu pesan sepiring babi kecap, cah caixin udang, tumis teratai.”
Jiangnan mendorong kembali menu makanan kepada He Lingzhi, berkata: “Ini saja.”
He Lingzhi tertegun seketika, bahkan Shuxiao pun dibuat heran.
“Mengapa?” Jiangnan mengangkat alisnya.
“Tidak, tidak apa-apa.” He Lingzhi memanggil pelayan dengan sigap, memesan menu tambahan yang dipesan oleh Jiangnan.
Pada saat Jiangnan pergi untuk mencuci tangan, He Lingzhi memelototi Gu Anran, dengan raut wajah terkejut: :”Ranran, kalian… yakin tidak lagi berpacaran ?”
Siapa yang percaya dengan ucapan ini?
“Iya kan! Sudah pasti pacaran!”
Shu Xiaomi memelototinya, dengan wajah kesal: “Boleh juga ya kamu, begitu bisa menjaga rahasia? Apaan hanya sekedar teman saja? mau membohongi siapa coba!”
Makanan yang dipesan oleh Jiangnan tadi, masih ada di meja! Jelas-jelas sama dengan yang dipesan oleh Gu Anran sebelumnya!
Setiap orang memesan dua porsi menu makanan, karena Gu Anran yang mentraktir, maka dia memesan satu porsi lebih banyak.
Tiga menu makanan, tidak ada yang berbeda, benar-benar sama.
Ini semua adalah makanan kesukaan Gu Anran!
Mengenai hal ini, Gu Anran juga sangat tidak berdaya.
Sebelumnya karena keguguran, Jiangnan berkata bulan ini anggap saja sebagai masa nifasnya, mengharuskannya untuk tinggal bersamanya.
Dalam satu bulan, apa makanan yang ia suka, apa yang ia tidak suka, Jiangnan sangat amat tahu, apa yang aneh dari ini?
Namun, belum ada yang tahu bahwa mereka tinggal bersama, Gu Anran juga tidak ingin mengatakannya.
Satu bulan telah berakhir, dia kembali untuk tinggal di apartemen miliknya sendiri, hanya saja belum mendapatkan kesempatan untuk mengatakannya dengan Jiangnan.
Setelah kembali pindah ke tempat tinggalnya, maka ia tidak perlu mengkhawatirkan gosip-gosip buruk yang beredar, maka, lebih baik tidak mengatakannya, daripada hanya menambah masalah saja.
Mu Tianyou menuangkannya segelas minuman, dia sendiri tetap duduk di posisinya tanpa bersuara.
Yangyi mengetahui suasana hatinya kurang baik, namun, tidak ada yang bisa ikut campur, terhadap masalah Ranran dan tuan muda kedua Jiang.
Tianyou juga tidak ingin membuat Gu Anran kesulitan, maka selama ini, dia hanya melindunginya secara diam-diam, tidak banyak berkata-kata.
Saat Jiangnan kembali, semua orang terdiam.
Dihadapan tuan muda kedua Jiang, tidak ada yang berani macam-macam.
Bercanda ataupun yang lainnya, saat ini masih belum berani, karena, walaupun tuan muda kedua terlihat lemah lembut, namun tetap memberikan sebuah jarak tersendiri kepada orang-orang yang melihatnya.
Semua memiliki hubungan karyawan dan atasan, siapapun tidak ada yang berani melewati batas.
__ADS_1
Tentu saja, tidak dengan Gu Anran.
“Mengapa sekalinya aku datang, tidak ada yang berbicara lagi, apa aku begitu menakutkan?”
Jiangnan bertanya seperti ini termasuk cukup ramah kepada Gu Anran dan teman-teman kecil ini, sepertinya hampir tidak pernah meluapkan emosi di depan mereka?
“Kamu adalah bos besar, hanya dalam waktu sekejap saja sudah bisa membuat mereka angkat kaki, siapa yang berani berbicara keras di hadapanmu?”
Gu Anran meliriknya sekilas, “Kecuali kamu bersumpah, tidak peduli kesalahan apa yang mereka perbuat, tidak akan mungkin memecat mereka.”
“Jangan jangan jangan! Tidak perlu!” He Lingzhi hampir saja tidak mampu menahannya, sangat ingin menendang betis Gu Anran.
Anak ini, pasti kedatangannya hari ini untuk merusak suasana?
Menyuruh tuan muda kedua Jiang bersumpah? Tidak ingin hidup lagi?
“Baik, setelah jam pulang kerja, tidak peduli apa candaan yang dikatakan oleh kalian semua, selama tidak merusak nama baik perusahaan, tidak akan mungkin dipecat.”
Jiangnan melihat semua orang, tertawa berkata: “Bagaimana jika seperti ini, apa puas?”
Semua orang tertegun seketika, hampir tidak mampu merespon.
Tuan muda kedua Jiang ini, apa tidak terlalu ramah?
Su Xiaomi tertawa, sengaja bertanya: “Benarkah… semua candaan boleh dikatakan?”
“Bukan ingin memakiku kan?” karyawan memerahi bos dari belakang, bukanlah hal yang jarang ditemui.
“Bagaimana mungkin?” Bos yang begitu baik, memohonpun belum tentu bisa didapatkan, bagaimana bisa tega untuk dimaki?
Su Xiaomi hanya merasa sangat penasaran, sangat amat penasaran, benar-benar penasaran.
“Itu,tuan muda kedua Jiang, anda dan Ranran… kalian… itu… kamu dan dia….”
“Ehmmm!” He Lingzhi sudah tidak mampu melihat ini semua lagi, membantunya menyelesaikan perkataan: “Dia ingin bertanya, apa anda dan Ranran sedang menjalin hubungan?”
Gu Anran memelototinya, namun, hal ini, tidak begitu ia masukan ke dalam hati.
Tatapan semua orang, mendarat pada diri Jiangnan.
Hanya melihat Jiangnan meneguk minumannya, menaruh gelasnya secara perlahan, menolehkan kepalanya melirik sekilas gadis disampingnya.
Bibir tipis itu tiba-tiba terangkat, tertawa berkata: “Aku sedang berpikir, apa bocah ini akan memberikanku kesempatan itu.”
“Uhukkkk!” Gu Anran hampir saja dibuat tersendak saat meminum.
Orang ini, pasti sengaja kan?
Saat keluar tadi, Gu Anran di cegat di depan toilet wanita oleh Su Xiaomi dan He Lingzhi, hampir saja disidang mati oleh mereka!
“Kamu masih saja bilang kalau kalian berdua tidak ada hubungan spesial! Orang tuan muda kedua Jiang sudah mengatakannya, sedang menunggu jawabanmu!”
“Dia hanya bercanda, benar, aku bersumpah.” Gu Anran hampir dibuat pusing, mengapa tidak ada yang mempercayai ucapannya?
“Aku tidak percaya! Tatapannya kepadamu, sangat penuh dengan kasih sayang, pasti sudah pernah menyatakan cinta, mengapa kamu tidak menerimanya! Pria sebaik itu!”
“Benar! apa karena masih memikirkan Tuan muda Mu? Namun mengapa kamu tidak pernah memikirkan? Tua muda kedua Jiang orangnya begitu lemah lembut, apa bisa dibandingkan dengan Tuan muda Mu yang super dingin itu?”
__ADS_1
Seketika, sebuah suara dingin, terdengar dari luar koridor jalan: “Oh ya?”