Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 364 Hanya Seorang Pelayan Wanita


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mu Zhan Bei tidak menunjuk siapa, tetapi disini, yang bisa dipanggil barang kecil, hanya dua orang.


Gu An Ran umurnya lebih kecil, delapan belas tahun, bagi Mu Zhan Bei yang berumur dua puluh tujuh tahun, memanglah kecil.


Hello! Im an artic!


Walaupun Gu Wei Zi lebih besar dari Gu An Ran, tetapi tidak jauh bedanya.


Panggilan barang kecil tersebut, bisa juga mengarah ke dirinya.


Tuan besar dan Gu Jing Yuan tentunya tidak paham siapa yang dipanggil tuan muda Mu, harusnya, cuman orang yang dipanggil yang mengerti maksudnya.


Gu An Ran mengeratkan telapak tangannya, berharap yang dipanggil bukan dirinya.


Hello! Im an artic!


Tetapi malam kemarin, dia dipanggil dengan panggilan tersebut.


Bisa beranggapan dia tidak ada?


Setelah dihabisi sepanjang malam, sekarang, melihatnya saja kakinya menjadi lemas.


Gu Wei Zi juga tidak paham siapa yang dipanggil, Lagi pula, tuan muda Mu tidak pernah memanggilnya dengan nama tersebut.


Tetapi Gu An Ran sama sekali tidak ada reaksi!


Dia tidak bereaksi, maka dari itu, Gu An Ran juga tidak pasti apakah yang dipanggil dirinya, benar tidak?


Gu Wei Zi menunggu beberapa detik, Gu An Ran masih tidak memiliki ekspresi apapun.


Dia seketika mengambil langkah cepat mengejar dia.


Gu An Ran tidak tahu isi hati orang lain.


Kali ini, walaupun tuan muda Mu memanggilnya, bisa karena dia tidak mendengarkannya, menjadi emosi.


“Zhan bei, saya temanin…”


Mu Zhan Bei berhenti sejenak, tatapan setelah membalikan kepalanya, membuat semua perkataan Gu Wei Zi, terhambat di tenggorokannya.


Setelah itu, satu kata pun tidak bisa keluar.


Pandangan matanya tidak jatuh kepadanya, dengan jelas dia sedang melihat ke arah Gu An Ran!


Orang ini, satu reaksi pun tidak ada, sengaja memancing emosi dia?


Mu Zhan Bei menyipitkan matanya, “Mau saya gendong kamu ke atas?”


Gu An Ran menelan nafasnya, dengan tidak rela, berjalan keluar dari belakang tuan besa Gu.


Tuan besar Gu dan tuan Gu ada disini, orang ini sedikit muka pun tidak diberi.


Bukankah dia akan malu jika dia tidak mengetahui hal ini?


“Saya, saya beberapa saat ini menjadi pelayan disini.”


Gu An Ran mencari alasan, sekejap berjalan menuju tuan muda Mu dengan senyuman canggung, setelahnya, mengikuti gerak langkah Mu Zhan Bei.


Mu Zhan Bei menyimpan pandangannya, terus melangkah ke atas.


Orang itu dengan malang mengikuti dari belakang, entah kenapa kakinya, setiap langkahnya tidak terlihat benar.


Maka dari itu, dia tidak dapat berjalan dengan cepat, harus mengeluarkan sedikit tenaga.


Aula dibawah, sekejap menjadi sunyi.


Ada sedikit firasat yang tidak benar.

__ADS_1


Pada akhirnya, Li Ye dengan nada pelan mengembalikan seluruh konsentrasi orang.


“Itu, tuan besar Gu, sebaiknya makan dulu.” Li Ye dengan sopan membujuknya.


Ran Ran disini menjadi pelayan… apakah benar?


Tetapi, Wei Zhi disini, terlihat jelas ada posisi nyonya muda…


“Itu, dia bilang mau mencoba kehidupan, maka dari itu, saya memintanya kesini menjadi pelayan, biar dia mencobanya!”


Gu Wei Zi tidak dapat mencari alasan yang lebih bagus, hanya bisa mengikuti alur perkataan.


Dia tidak mengakui hubungan tuan muda Mu dan Gu An Ran, dia juga tidak ingin siapapun mengakuinya!


Gu An Ran disini, adalah pelayan!


Perkataan ini, kemarin malam dikatakan oleh Mu Zhan Bei sendiri.


“Tidak salah, dia hanya seorang pelayan saja!”


Tuan besar Gu masih dipenuhi penasaran.


Hubugan tuan muda Mu dan Ran Ran…. Jika benar hanya seorang pelayan, ada sedikit keterlaluan.


Sikap Mu Zhan Bei yang baru saja meminta Gu An Ran naik ke atas, seperti memanggil orang terdekatnya naik bersamanya.


Benar hanya seorang pelayan?


Seorang tuan muda, masih berpikir mau menggendong seorang pelayan…. Naik keatas?


“Kakek, saya sedikit tidak enak badan, saya ingin naik ke atas istirahat sebentar.”


Gu An Ran mengikuti Mu Zhan Bei naik ke atas, sekarang Gu Wei Zi sama sekali tidak dapat menelan makanan.


Dia ingin naik ke atas, melihat mereka berdua berbuat apa.


Walaupun, dirinya tidak ada nyali, membuka pintu kamar tuan muda Mu.


Mengapa tuan muda Mu yang begitu benci wanita mendekatinya, selalu ingin bersamanya?


“Dimana tidak enak badan? Apa mau kakek bawa kamu ke rumah sakit?”


Tuan besar masih khawatir sama cucu perempuan dia.


Melihat tangannya yang terlukai, dengan nada lembut mengatakan , “Apakah karena lukamu masih sakit?”


“Benar, pagi tadi tidak sengaja, disenggol sama Gu An Ran”


Bohong! Perkataan dia, itu disengaja, bukan tidak sengaja.


Tetapi, tuan besar mendengar perkataannya, tidak ada pikiran menyalahkan Gu An Ran.


Gu Wei Zi menggigit bibirnya, dipenuhi kebencian.


Mengapa orang tua ini, begitu toleran sama Gu An Ran?


Apakah benar dia sudah tidak percaya padanya? Dia merupakan cucu kandung darinya!


Jika dilanjutkan terus, Gu An Ran akan merebut posisinya, menjadi nyonya muda dari keluarga Gu.


Harus bagaimana, baru bisa membuat orang tua ini membenci Gu An Ran?


…….


Gu An Ran dengan tidak tahu malu, mengikuti dari belakang Mu Zhan Bei, masuk kedalam pintu.


“Tutup pintu.” Pria tersebut berjalan masuk, melepas baju yang dipakainya.


Gu An Ran menutupi pintunya, saat berpaling, terlihat punggungnya yang besar dan gagah, tersajikan di hadapan dia.

__ADS_1


Seluruh badan dipenuhi otot yang keras, begitu terasa kuat!


Tubuh dipenuhi keringat badan yang belum kering, sangat seksi!


Tentunya seperti diracuni!


Mu Zhan Bei tiba-tiba menoleh, tatapan tajam jatuh di wajahnya.


Gu An Ran tidak menyangka dia akan tiba-tiba menoleh, melihat ke punggungnya belum sempat mundur.


Detik selanjutnya, tatapannya melihat ke arah otot dadanya.


Seketika, dia tidak bisa berpaling, seluruh badan terpaku.


“Setelah melihatnya sepanjang malam, belum puaskah?” Mu Zhan Bei tidak ada ekspresi, sedikitpun tidak terlihat seperti lagi bercanda.


Wajah Gu An Ran memerah, dengan cemas menundukkan kepalanya, menutup matanya.


Tubuhnya yang tinggi dan sempurna memanglah sangat mempesona, tetapi yang dilihatnya tadi, bukanlah tubuhnya yang mempesona.


Melainkan, luka ditubuhnya.


Tuan muda Mu yang dulu, walaupun berlatih sejak muda, badannya ada juga sedikit luka.


Tetapi, tentunya tidak separah sekarang.


Bekas luka di tubuh ini terjalin erat! Jelas lukanya baru sebulan lalu.


Lukanya sangat parah, lukanya sangat padat!


Selama sebulan lebih, bagaimana dia bisa bertahan hidup?


“Kamu..” rahang Gu An Ran jatuh, kedua telapak tangan menempel ke wajahnya.


Dia sama sekali tidak mengetahui bagaimana cara dia datang kemari, kecepatan yang tidak terukur ini, membuat dia tidak terbiasa.


Dulu hanya tau dia melukainya, sekarang, sudah melukainya sampai tidak terbayangkan lagi.


Tuntutan terhadap dirinya sepertinya semakin tinggi.


Langit belum cerah sudah berlatih dibelakang gunung, membawa sekucur keringat pulang.


Pria ini, semakin kuat!


“Sedang pikir apa?” pertanyaan dia, seperti sedang memberi titah.


Jika tidak diikutin, maka pasti akan dihukum!


Gu An Ran menelan nafasnya, dengan sedikit merasa bersalah mengatakan ,”Sedang melihat luka dibadanmu…”


“Kamu tidak pantas melihatnya!” dia dengan kejam melepasnya, membalikkan badanya dengan dingin.


“Masuk!”


Luka ini, merupakan keberadaan yang tidak bisa disebutkan.


Karena, semua demi dirinya!


Gu An Ran menggigit bibirnya dan berjalan dibelakangnya tanpa suara.


Bukankah membiarkan dia melayani mandi? Menggunakan ujung kaki pun bisa memikirkannya!


Awal pikir bisa tenang, tetapi melihat dia berdiri dihadapnya, menunggu dia dilayani, tidak tahan wajahnya memerah.


Membantu tuan muda Mu… membuka celananya, sepertinya ini… pertama kali?


“Tidak segera melakukannya?” pria menundukkan kepalanya melihat dirinya, anggung diatas.


Gu An Ran menggigit bibirnya, mengetahui tidak bisa melawannya, terpaksa berlutu dihadapanya.

__ADS_1


Menarik nafas, kemudian dia mengulurkan tangannya yang kaku, membuka resleting untuknya…


__ADS_2