Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 255 Aku Menginginkan Gu Anran


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mu Peitang mengusap alisnya dan terlihat sedikit pasrah.


“Kakak Kedua aku ini hanya hebat dalam hal belajar akan tetapi aku tidak memiliki banyak pengalaman dalam pertarungan di dunia nyata.”


Hello! Im an artic!


“Ini semua karena Kakek yang tidak memberikan sebuah kesempatan padamu!” Mu Zhenan menghembuskan nafas lalu kembali berkata, “Dia memberikan semua kesempatan ini untuk Mu Zhanbei!”


Mu Peitang merasa lebih baik dia minum bir saja untuk berbicara lebih sedikit dan tidak melakukan kesalahan lebih banyak lagi.


“Aku tidak percaya kalau kamu tidak mempunyai gairah untuk melawannya sedikit pun!”


Mu Zhennan berjalan lalu mengambil sebotol bir dan meletakkannya ke depan Mu Peitang.


Hello! Im an artic!


“Jangan salahkan Kakak Kedua jika tidak memperingatimu ya. Kalau kamu masih tidak ingin berjuang untuk dirimu sendiri maka cepat atau lambat kamu akan dipaksa oleh Grup Mu dan tidak akan mendapatkan sepeser pun dari mereka!”


“Kakak Kedua, pengalamanku dalam pertarungan di dunia nyata ini tidak banyak. Kamu dan kakek sudah tahu akan hal ini.”


Mu Peitang kembali menghembuskan nafasnya sembari merenggangkan tangannya, “Waktu itu Kakek sudah memberikanku sebuah kesempatan. Dia memintaku untuk membeli lahan itu dan mengembangkan properti sendiri.”


“Kamu juga tahu kalau saat ini bisnis properti adalah sebuah bisnis yang paling menguntungkan. Bukannya kakek tidak memberikanku sebuah kesempatan, namun pada akhirnya aku bisa mengatasinya dan merubahnya menjadi seperti apa?”


Mu Peitang merasa sedikit patah semangat lalu dengan suara yang rendah dia berkata, “Kalau bukan karena Kakak yang turun tangan untuk menangani masalah itu maka aku pun tidak tahu sejauh mana keributan itu akan berlanjut.”


Dia telah selesai meminum bir terakhir yang ada di gelasnya. Dia pun langsung meletakkan gelas itu lalu berdiri.


“Kakak Kedua aku masih ada urusan. Aku pergi dulu, nanti aku akan kembali untuk mencarimu dan minum bir bersama.”


Tanpa menunggu balasan dari Mu Zhenan, dia sudah melambaikan tangannya dan bergegas pergi.


Jika tinggal satu detik lebih lama lagi maka akan menimbulkan sebuah kekacauan baru baginya.


Memang benar kalau bajingan ini takut untuk terlibat dalam sebuah kekacauan!


Ada apa dengan orang-orang ini? Satu per satu mulai takut pada Mu Zhanbei!


“Zhe Nan….” Turun dari tangga lalu melihat bayangan Mu Peitang yang meninggalkan tempat ini dengan cepat, dia pun tidak bisa berkata apa-apa lagi.


“Zhen Nan jangan berselisih dengan Kakakmu lagi. Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Saudara Kelima itu benar. Berselisih dengan Tuan Muda Pertama Mu tidak akan menghasilkan hasil yang baik.”


Sudah jelas terlihat bahwa Kakek paling memperhatikan Tuan Muda Pertama Mu.


Kali ini saat kecelakaan itu meninmpa nenek tentu dia memanfaatkan masalah ini dan memaksa Tuan Muda Pertama Mu untuk kembali ke Keluarga Mu.

__ADS_1


Menurut Kakek ini termasuk mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Saat kedudukan Tuan Muda Pertama Mu di Grup Mu adalah orang paling tinggi diantara banyak orang, jika sudah seperti ini maka siapa lagi yang berani berselisih dengannya?


“Aku tidak percaya jika Mu Zhanbei tidak pernah melakukan sebuah kesalahan, tidak pernah melakukan perbuatan yang membuat Kakek kecewa!”


Mu Zhenan masih sangat kesal. Sejak mendengar berita itu sampai saat ini, amarah yang ada di dirinya masih belum mereda.


Dia menuangkan anggur merah ke gelasnya sendiri lalu meminumnya.


Dia terlihat pasrah saat melihat wajah anaknya yang memerah itu sedang duduk tepat di depannya ini.


“Sebenarnya Anak Kelima itu pintar.”


“Anak itu hanya bisa belajar!” Pintar? Dia sudah menggunakan seluruh kepintaran yang ada di otaknya untuk mengerjakan ujian!


Mendengar semua perkataannya saat membahas peperangan di dunia nyata saja dia sudah jelas terlihat tidak akan sanggup.


Kakek harus mempunyai perasaan untuk mengajarinya kalau tidak mana mungkin memberikannya sebuah tugas sebesar itu padanya di usia mudanya yang berusia dua puluh dua tahun.


Akan tetapi kesuksesan apa yang dia berikan? Pada dasarnya tidak ada hal yang bisa dia lakukan dengan baik.


Apa yang ingin dia katakan pada akhirnya pun hanya akan kembali ke sebuah hembusan nafas.


Anaknya sedang berada di puncak emosi, tidak ada gunanya jika saat ini mengajaknya berbicara.


Ada beberapa orang yang sangat menakutkan di keluarga ini. Ada beberapa mata yang membuat orang benar-benar merasa ketakutan.


Sampai akhirnya siapa yang merupakan orang baik, orang jahat, polos, dan ada lagi yang kejam, semua sudah tertata seperti ini.


Tunggu sampai semua kebenarannya terkuak maka semua ini pasti akan membuat semua orang tidak punya cara untuk menanggungnya…


“Besok Grup Mu akan melaksanakan pemilihan ketua baru, kamu jangan minum terlalu banyak, bersiaplah karena pada saat itu datang kamu juga perlu berbicara.”


“Sudah ada Tuan Muda Pertama Mu di sana. Apakah aku masih perlu berbicara?”


“Anak baik, kamu jangan merasa bersalah. Kamu melakukan ini demi Grup Mu dan semua orang dapat melihatnya.”


Dia berjalan menghampirinya lalu mendorong pundaknya secara ringan, “Sudahlah, apakah kamu bisa berubah menjadi semarah ini karena Tuan Muda Pertama Mu berkencan dengan Gu Weizi yang kamu suka itu?”


“Siapa yang menyukai wanita serakah itu?” Sejak awal dia tidak suka pada Gu Weizi.


“Kalau begitu ini terlihat aneh. Anakku tidak mungkin merasa kesal hanya karena masalah bisnis seperti ini.”


Seorang ibu sangat mengenal anaknya. Dengan perlahan mendorongnya lagi dan semakin merasa bahwa masalah ini ada kaitannya dengan Gu Weizi.


“Sebenarnya saat ibu melihat wanita itu, benarkah seperti itu? Sedikit…hm, tidak tahu malu.”

__ADS_1


Cantik tapi orangnya tidak begitu baik.


“Anakku ingin mencari seorang gadis yang cantik, bagaimana jika ibu mencarikannya untukmu? Lagi pula semua orang juga dapat melihatnya dengan jelas kalau hati dan jiwa Gu Weizi itu hanya ingin berada di sisi A Bei.”


Dulu saat berkencan dengan anaknya, dia itu hanya ingin memanfaatkan anaknya saja.


Sesama wanita tentu dia bisa menebak apa yang ada di pikiran Gu Weizi.


“Jangan bertahan pada wanita seperti ini. Anakku, nantinya kamu harus bisa memperhatikan dengan baik, jangan mencari yang seperti ini lagi, jangan gunakan perasaanmu untuk wanita yang tidak baik.”


Mu Zhennan masih tidak berbicara dia hanya meredam emosinya dan berusaha untuk menenangkannya secara perlahan.


Sebenarnya setengah dari rasa kesalnya ini memang ada hubungannya dengan seorang wanita.


Akan tetapi bukan karena Gu Weizi si wanita munafik itu.


Sejak awal dia sudah tahu wajah asli dari Gu Weizi.


Hanya saja dia tidak bersedia, dia tidak bersedia menerima kenyataan kenapa baru saat ini dia tahu bahwa ternyata Gu Anran adalah seorang malaikat baginya!”


Saat Nenek mengalami kecelakaan waktu itu dia tidak berada di Bei Ling, dia juga tidak bergegas kembali ke sana.


Pada akhirnya Gu Anran telah di bawa oleh Jiang Nan. Karena masalah pemakaman Nenek, semua orang menjadi lebih sibuk dan dia juga tidak menaruh pikirannya pada Gu Anran.


Sampai hari ini saat berita mengenai Tuan Muda Pertama Mu hendak mengambil alih posisi direktur Grup Mu, ada orang yang meledek calon istrinya yang dulu itu sial. Kedepannya posisi Nyonya Direktur bisa saja di rebut oleh kakanya sendiri.


Orang-orang itu mengambil Gu Anran dan Gu Weizi lalu membuat sebuah perbandingan. Dia melihat foto Gu Anran lalu barulah dia tahu ternyata malaikat yang dicarinya sejak dulu tidak jauh di langit sana melainkan sangat dekat dengannya.


Pantas saja pada malam acara lelang itu, setelah Mu Zhanbei membawa pergi malaikatnya lalu di hari kedua langsung muncul berita bahwa Gu Anran telah ditemukan.


Ternyata semua orang tahu dan hanya dia saja yang bodoh karena masih diam dan terjebak di dalamnya.


Orang-orang ini telah menipunya!


Awalnya berkata hendak menyemangati dia namun setelah di pikir-pikir lagi ternyata anaknya ini hanya sendirian dan semua orang sudah tahu akan hal ini.


Faktanya menjadi orang yang terlalu hebat bukanlah hal yang baik. Saat ini dia malah bertemu dengan begitu banyak hal buruk yang seharusnya tidak dia lihat.


“Sudahlah, ibu akan memberikanmu beberapa gadis cantik untukmu. Kita lihat apakah kamu akan suka atau tidak, kita akan mengundangnya untuk makan bersama, oke?”


Mu Zhenan hanya bisa minum dalam tekanan.


“Nak, masa kamu juga tidak ingin menggubris ibumu sendiri?”


“Aku hanya ingin satu wanita.”


Akhirnya dia menanggapi perkataannya akan tetapi sekalinya dia berkata malah membuat orang terkejut dan sulit mengembalikan nyawanya untuk waktu yang singkat.

__ADS_1


Dia berbicara dengan serius, “Aku menginginkan putri ketiga Keluarga Gu, Gu Anran.”


__ADS_2