Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 296 Lelah Itu Sangat Normal


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Zhan Bei.” Gu Weizi melihat dia keluar dari kamar.


Jika sudah ditangkap, tentu saja tidak mudah untuk melepaskannya.


Hello! Im an artic!


“Zhan Bei, kamu juga sudah melihatnya tadi, wanita itu lancang sekali, Li Ye masih saja membantunya.”


Gu Weizi berjalan ke belakangnya, mengangkat kepala dan melihat wajahnya dari samping.


Lampu di balkon tidak dinyalakan, hanya terlihat setengah wajahnya di tengah malam ini.


Meskipun hanya terlihat setengah, ketampanan ini, pesona ini, auranya yang tenang ini, masih membuat Gu Weizi terpesona.


Hello! Im an artic!


Namun, akhir-akhir ini Tuan Besar Mu sangat diam, auranya yang biasanya kuat berubah menjadi pendiam.


Benar, akhir-akhir ini menjadi pendiam.


“Zhan Bei, apakah kamu lelah? Bagaimana jika kamu kembali ke kamar dan aku memijatmu? Aku pernah belajar teknik akupuntur, pasti bisa membuatmu nyaman.”


Dia baru saja mengambil alih Grup, banyak masalah, banyak staf dan masih ada sekelompok orang tua keras kepala yang terus bersaing.


Bukankah lelah itu sangat normal?


Saat dia kembali ke kamar, dia mencoba untuk menghiburnya dan membantunya memecahkan masalah.


Mulai sekarang dia terobsesi dengannya, tidak bisa meninggalkannya lagi.


Gu Weizi berjalan ke belakangnya, ingin mencoba menyentuhnya tapi dia tidak berani.


Dia melembutkan suaranya dan berkata, “Zhan Bei, ayo kembali ke kamar.”


“Baik.” Zhan Bei berbalik dan berjalan ke kamar.


Gu Weizi tidak mengatakan apa pun. Sebenarnya dia tidak menyangka Zhan Bei ingin masuk kamar dengannya!


Seorang pria dan seorang wanita masuk ke dalam kamar bersama, apa arti dari malam seperti ini?


Ini jelas-jelas sebuah petunjuk! Apakah dia masih belum mengerti?


Gu Weizi dengan bersemangat mengikuti Mu Zhanbei dari belakang.


Melihat sosoknya yang ramping memasuki ruangan, jari-jari tangannya gemetar kegirangan, langsung ingin ikut masuk.


Tapi… dengan suara yang keras, pintu di depannya itu tiba-tiba tertutup.


Ini…. apa maksudnya? Dia belum masuk! Mungkinkah Tuan Besar Mu salah menutup pintu?


Gu Weizi hendak membuka pintu, tapi tangan Li Ye meraih pegangan pintu duluan dan menghentikannya.


“Nona Gu, malam ini Tuan Muda Pertama harus bekerja lembur, masih ada rapat yang tidak terhitung jumlahnya, tolong jangan diganggu.”


“Aku… dia… dia berkata untuk kembali ke kamar.” Gu Weizi dengan tercengang menatapnya.


“Tuan Muda Pertama ingin menangani bisnis-bisnis resmi, tentu saja dia harus kembali ke kamar.”

__ADS_1


Li Ye ternyum menyindirnya, “Mana mungkin bekerja sambil berdiri di balkon?”


“Kamu… dia berkata agar aku kembali ke kamar bersamanya!” Gu Weizi hampir saja menangis.


Li Ye bajingan ini, kenapa selalu menghentikannya?


“Maaf, Tuan Muda Pertama tidak pernah mengatakan kamu kembali ke kamar bersamanya, tolong jangan bersikap hangat padanya.”


“Kamu!” Gu Weizi pasti akan terus berurusan dengan bajingan ini, pasti akan membuat dirinya sendiri kesal.


Kamu anjing yang ditaruh Gu Anran di sini, selalu saja bekerja sama dan membantu Gu Anran!


Tapi akhirnya dia kembali sadar, melihat Tuan Muda Pertama tidak memberinya kesempatan bersama dengannya.


Jika memang ada, pintu di depannya ini tidak akan tertutup rapat.


Dia sangat kecewa dan sangat sedih.


Pada akhirnya dia hanya bisa membanting pintu dan kembali ke kamarnya.


Apakah Tuan Besar Mu mempermainkannya? Sungguh keterlaluan!


Tapi jika Tuan Besar Mu keterlaluan, dirinya masih terpesona dengannya, jadi tidak bisa marah dengannya.


Bahkan, selama dia sendiri masih bisa memikatnya, dia akan mengikutinya ke mana pun seperti anak kecil.


Semuanya karena dia begitu menawan.


Dia menutup pintu dan berjalan ke tempat tidur, lalu teleponnya berdering.


Setelah dilihatnya sekilas, ternyata nomor tidak dikenal lagi, sepertinya dia sudah terbiasa dengan nomor tidak dikenal seperti ini.


Lawan bicaranya langsung berkata, “Carilah informasi Mu Zhanbei ada di sana atau tidak”


“Apa maksudnya?” Gu Weizi mengerutkan kening.


“Aku ingin kamu mencari tahu, dalam waktu ini Mu Zhanbei ada di Paviliun Wangjiang atau tidak.”


“Kamu gila? Aku baru saja berbicara dengannya!”


Suasana hati Gu Weizi sangat buruk, nada bicaranya berubah menjadi lebih tinggi.


Lawan bicaranya mengerutkan kening dan berkata, “Gu Weizi, perhatikan sikapmu.”


Gu Weizi menarik nafas dalam-dalam, memutar bola matanya, lalu menekan amarahnya.


“Apa maksudmu?”


“Kamu baru saja berbicara dengan Mu Zhanbei?” Lawan bicaranya sedikit ragu-ragu.


Gu Weizi berusaha sabar, dengan serius berkata, “Benar, aku baru saja berbicara dengan Tuan Besar Mu, kami berbicara lama sekali… Sudah selesai, sudah berbicara cukup lama, sekarang dia kembali bekerja.”


“Kamu yakin dia Mu Zhanbei?”


Perkataannya membuat Gu Weizi tidak sabar, “Aku berdiri di sampingnya. Dengan jarak sedekat ini, mana mungkin aku salah?”


Orang gila! Jika orang di sampingnya bukan Mu Zhanbei, mana mungkin hantu?


Lawan bicaranya terdiam sejenak, lalu berkata, “Baik, kamu harus memperhatikan gerak-gerik Mu Zhanbei, jika kamu menemukan ada sesuatu yang aneh, segera laporkan padaku.”

__ADS_1


“Baik.” Gu Weizi dengan tidak sabar menutup telepon.


Dia masih dikendalikan orang-orang ini, menuruti semua permintaan mereka, sampai dia sendiri mengeluh.


Bahkan sampai sekarang pun dia tidak tahu siapa lawan bicaranya itu.


Setiap orang yang berhubungan dengannya hanya orang tingkat bawah saja.


Tapi dia tidak ingin berurusan dengan mereka. Jika Tuan Besar Mu tahu dia membantu orang-orang ini untuk mengawasinya, apa yang dia lakukan?


Ketika tiba saatnya, dia akan diusir dan tidak pernah diizinkan masuk ke Paviliun Wangjiang.


Di sisi lain, mungkin dia menemukan seseorang untuk membantunya.


Tetapi, jika dia tidak membantu orang-orang itu, dia takut mereka akan menyebarkan masalah tentang dia menipu Tuan Besar Mu…


Gu Weizi membanting dirinya ke tempat tidur, dia tidak tahu harus bagaimana.


Apakah ada cara supaya Tuan Besar Mu tidak tahu tipuannya, juga supaya ada batassan yang jelas dengan orang-orang ini?


……


Setelah Gu Anran masuk mobil, dia terus menutupi perutnya dan meringkuk di kursi.


Tubuhnya sangat ramping, sedangkan kursi mobil sangat besar. Ketika tidak ada orang lain duduk di mobil, dia tampak kecil sekali seperti anak kucing.


“Sepertinya kamu tidak sehat, ada apa dengan perutmu? Apa kamu ingin ke rumah sakit?”


Jiang Nan mengamatinya lama sekali, wajahnya pucat seperti ini agak menakutkan.


“Tidak perlu.” Gu Anran mengerutkan kening sambil memegang perutnya erat-erat.


“Sepertinya aku… aku datang…”


“Datang ke mana?” Jiang Nan tidak mengerti, dia mengerutkan keningnya dan berkata, “Keadaan sulit seperti ini, masih harus datang ke mana?”


Gu Anran memutar bola matanya, berkomunikasi dengan pria merepotkan sekali.


“Datang bulan.”


“Bibi datang? Aku akan menyuruh orang untuk menjemputnya.” (Pengucapan “Datang bulan” dan “Bibi” dalam Bahasa Mandarin sama.)


Dia terkejut sampai setir mobilnya kehilangan kendali.


“Apa yang kamu lakukan? Kamu bisa mengemudi atau tidak!” Gu Anran terkejut olehnya.


Perutnya sangat sakit, badannya gemetar, sangat sakit sampai dia hampir berteriak.


Telinga Jiang Nan menjadi panas, dia kembali sadar dan memegang setir mobil.


“Aku… aku pikir…”


“Aku pikir Bibi akan datang, lalu harus menyuruh orang untuk menjemput dia benar bukan?”


Gu Anran menatapnya dengan marah, jika bukan karena perutnya sakit, dia pasti akan mengejeknya.


Pria ini, mengapa dia sangat lucu!


Tapi, karena pria ini sangat lucu, perasaannya menjadi lebih rileks.

__ADS_1


Dia menghela nafas, dengan ringan berkata, “Antarkan aku pulang untuk istirahat, cuman penyakit wanita biasa saja.”


__ADS_2