
Hello! Im an artic!
Tuan muda kedua Jiang datang.
Tiga wanita itu pun terdiam. Yang awalnya suasana di area ini sangat ribut, seketika berubah menjadi sangat tenang.
Hello! Im an artic!
Entah mengapa, belum pernah ada perasaan seperti ini.
Tapi, kali ini melihatnya berjalan mendekat, Gu Anran tiba-tiba merasa tidak berbas.
“Kenapa tidak bicara lagi?” Jiang Nan mendatangi ke hadapan mereka bertiga.
Su Xiaomi menggigit jari tangannya, tiba-tiba teringat dengan yang ia katakan tadi.
Hello! Im an artic!
Seketika, matanya bercahaya dan terkejut: “Apakah ini berarti, tuan muda kedua, kamu akui telah berpacaran dengan Gu Anran?”
Jiang Nan tidak berbicara, dia hanya tersenyum, dan terus menatap wajah Gu Anran.
“Dia saja sudah hamil, aku mana mungkin tidak mengakuinya? Aku tidak ingin disebut sebagai pria brengsek.”
“Apa katamu? Aku ini kan hanya ingin membantumu menyelesaikan masalah?” Wajah Gu Anran memerah.
Dia membelalakkan mata, Gu Anran seketika menjadi panik: “Gimana? Apakah sudah selesai bahas kerja sama itu? Mengapa cepat sekali berakhir? Atau jangan-jangan dia tetap tidak menyetujuinya?”
“Bekerja sama dengan Perusahaan Jiang akan membawa banyak manfaat bagi mereka. Kenapa mereka tidak menyetujuinya?”
“Jadi kamu……”
“Bos Zheng tiba-tiba ada urusan mendadak, jadi dia pulang dulu. Tapi untuk urusan kontrak kerja sama, Wen Si dan manajer utama mereka sedang mendiskusikannya. Proyek ini sudah dipastikan akan berjalan.”
Ucapan Jiang Nan yang sederhana ini, dibandingkan dengan nilai jumlah proyek besar ini, seketika membuat dia terlihat sangat mempesona!
Pria ini sangat kaya, ini jelas merupakan suatu kharisma pria.
Pria yang kaya, dan tampan, memiliki bentuk tubuh yang ideal, bahkan kelasnya level atas. Kharisma nya ini sungguh tidak ada batasnya.
Bahkan Su Xiaomi dan He Lingzhi terpukau dengan pesonanya ini, bahkan hampir tidak bisa terbangun.
Gu Anran menepuk jidat mereka, karena melihat gaya mereka yang seperti tergila-gila olehnya itu.
“Bisa serius sedikit tidak?”
“Siapa yang tidak serius?” Su Xiaomi melindungi kepalanya, “Aku ini kan hanya melihatnya agak lama! Begitu saja tidak boleh!”
“Lihat apa! Dia itu sekarang sudah menjadi miliknya Gu Anran, tidak boleh lihat!” kata He Lingzhi ganas.
“Bukankah kamu juga melihatnya?” Tadi, siapa yang tergila-gila menatap tuan muda kedua Jiang ini?
Wajah He Lingzhi memerah, tidak berani menjawab tidak.
Setiap manusia memiliki sifat menyukai estetika. Pria tampan, pria yang dapat menyejukkan mata, sayang sekali jika tidak dilihat.
“Tapi, tuan muda kedua Jiang, makan malam kemarin untuk merayakan penilaian tinggi dari acara kita. Hal ini tidak ada hubungannya dengan pacaran kalian!”
__ADS_1
“Itulah. Setelah pacara harus mentraktir makan. Ini adalah peraturannya. Tidak boleh dilewatkan.”
“Oh ya?” Jiang Nan dari awal hingga akhir hanya menatap Gu Anran seorang.
Gu Anran ingin sekali menghindar dari dia: “Jangan dengarkan omong kosong mereka.”
“Kamu ini tidak tega pacarmu mengeluarkan uang ya? Gu Anran, tidak disangka kamu orang seperti itu. Ada pacar, tidak mau teman lagi!”
“Itulah, kamu ini hanya mementingkan pacar dari pada teman. Gu Anran, aku mau putus hubungan denganmu!” Su Xiaomi meletakkan tangannya di pinggang, marah.
“Aku memang seperti itu, jadi kenapa?” Gu Anran juga tidak mau tampak lemah, lalu menunjuk mereka: “Kemarin kalian mengerjainya tanpa ada alasan apa pun. Sekarang, masih mau melakukannya?”
“Apakah uang yang dihasilkan orang lain bukan hasil jerih payah? Uang bukan jatuh dari langit pun!”
“Gu Anran, kamu cepat sekali membantu pacarmu berbicara, kamu keterlaluan!”
“Itulah, apakah kita masih menjadi berteman?”
Kedua wanita itu menjadi sekutu, dan beradu mulut dengannya.
Gu Anran dari awal hingga akhir berdiri di pihak Jiang Nan, posisinya ini sangat tegas.
“Aku tidak membantu siapa pun. Yang pasti, kalian tidak boleh sembarangan mengerjai orang!”
“Dasar pelit!” Su Xiaomi kesal.
Gu Anran tidak peduli: “Aku pelit lalu kenapa?”
He Lingzhi kesal: “Kita bukan menghabiskan uangmu pun!”
Gu Anran menjawab dengan sangat percaya diri: “Miliknya, adalah milikku!”
“……”
Ketiga wanita itu terkejut, dan karena ucapan ini juga, seketika tidak berani berbicara.
Gu Anran bilang apa tadi?
Dia sendiri sepertinya lupa. Apa yang dikatakannya tadi?
Miliknya…… adalah milikku?
Astaga, bukankah ini berarti telah memberitahu mereka hubungan yang tidak bisa disebut?
“Bukan, aku tidak bermaksud begitu, aku……”
Tiba-tiba, pria itu dari belakang, memeluknya perlahan.
Dia menundukkan kepala, meletakkan wajah di lehernya, tersenyum pelan, seperti ingin memanjainya.
“Iya, milikku, adalah milikmu.”
……
Suasana di malam ini tidak beres.
Hanya saja tidak tahu kalimat mana yang tidak beres. Perasaan ini sangat aneh, seperti ada aura yang tersirat.
__ADS_1
Jiang Nan hanya pergi seperti biasa. Setelah pulang, mengganti baju, kemudian cuci tangan dan mulai membuat kuah.
Dia lupa bilang, Gu Anran sebulan “masa nifas” ini, tuan muda kedua Jiang terbiasa membuat bumbu gelap, seketika naik tingkah menjadi juru masak tingkat tinggi.
Setiap malam dia bisa membuat 3 lauk dan 1 kuah. Bukan hanya warnanya dan aromanya lezat, ini juga sesuai dengan selera makan Gu Anran.
Kuah juga selalu berubah-ubah, mulai dari menghangatkan rahim, menghangatkan lambung, menambah energi, menenangkan pikiran, dan kecantikan.
Kuah bergizi dengan beraneka rupa, dibuat lebih mahir dari pada menyewa pembantu.
Katanya, ini semua dipelajari dari internet. Dia sungguh seorang yang punya bakat autodidak.
Hanya dalam satu bulan, di waktu singkat ini kemajuannya signifikan. Dia sungguh luar biasa.
Setelah Gu Anran mengganti pakaian rumah, dia berjalan ke dapur, dan seperti biasanya membantunya melakukan sesuatu.
Gu Anran baru saja meletakkan sayur hijau di dalam baskom sayur, Jiang Nan langsung menghentikannya: “Dokter sudah bilang, kamu tidak boleh kena air dingin. Letakkan saja, jangan bantu.”
Ucapan dokter dijadikan seperti titah dari raja. Tentu saja, hanya dipakai setiap kali untuk menghadapi Gu Anran.
“Waktu itu dokter bilang lambungmu tidak sehat, jadi kamu harus makan tepat waktu. Kenapa kamu sering lembur dan lupa makan?”
Gu Anran memonyongkan bibirnya, ini jelas memperlakukannya spesial.
“Aku makan tepat waktu.” Jiang Nan tersenyum, lalu merebut sayur hijau yang ada di tangannya.
“Jika kamu bosan, kamu pergi nonton saja di ruang tamu. Tunggu aku satu jam. Makanan akan segera selesai.”
“Jadi menontonku tidak bosan ya?” Dia tertawa, “Pantas saja, pasti karena aku terlalu tampan?”
“……” Dasar, tingkat kepercayaan dirinya semakin tinggi lagi?
Yang penting, belakangan satu bulan ini selalu seperti itu.
Dia sibuk di dapur, sedangkan Gu Anran menatapnya dari samping, sesekali curi-curi makan lauk.
Hari-hari dilalui dengan tenang, tapi justru ketenangan ini, menjadikannya merasa bahagia.
Terkadang, Gu Anran juga bisa berpikir, sebenarnya kehidupan seperti ini juga sudah cukup baik.
Tidak perlu heboh, yang penting tenang, harmonis, nyaman. Sesekali, ada sedikit kehangatan.
Setelah Gu Anran makan kenyang, dia kembali ke kamarnya.
Sebenarnya dia memiliki rencana untuk malam ini. Dia sudah memikirkannya lama. Hari-hari “masa nifas” telah berlalu. Bukankah sudah saatnya dia kembali ke apartemennya sendiri?
Lagi pula tempat ini bukanlah miliknya. Mereka berdua tidak ada hubungan spesial apa pun.
Tidak peduli bagaimana pun, tinggal bersamanya ini benar-benar ini illegal…..
Gu Anran tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya, kenapa bisa terpikir hal ini illegal?
Hanya teman, untuk apa berpikir lebih jauh?
Ketika dia baru mau keluar pintu, dia berbalik badan, melihat di tepian ada sosok bertubuh tinggi.
Gu Anran terkejut, spontan ingin menutupi wajah, menghindari tatapan matanya.
__ADS_1
Jiang Nan justru tampak serius, “Gu Anran, ada suatu hal yang ingin kubicarakan denganmu.”