Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 343 Untuk Balas Dendam Atau Kenikmatan?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kamarnya sangat sepi.


Seolah-olah saat ini hanyalah suara detak jantung Gu Weizi yang tersisa, yang sedang berdegup kencang!


Hello! Im an artic!


Dia sedang menunggu, menunggu dengan penuh harap-harap cemas, menunggu dirinya digauli oleh Mu Zhanbei!


Dia bahkan terus berusaha untuk semakin kuat mencoba meletakkan tangan Mu Zhanbei ke atas tubuhnya.


Tetapi kenapa tiba-tiba berhenti? Mengapa dia tidak bisa menariknya lagi?


Gu Weizi membuka matanya sedikit dan menatapnya dengan sedikit keraguan: “Zhanbei …”


Hello! Im an artic!


Tangannya saat ini berhenti di dekat tubuhnya, namun belum sampai menyentuhnya, jaraknya sudah sangat dekat sekali!


Tetapi saat ini dia sudah tidak bisa menariknya lagi!


Dia menolaknya!


Mengapa?


Wajah Mu Zhan tampak tanpa ekspresi dan dia menarik tangannya kembali.


Ujung jari-jemari Gu Weizi hanya bisa menyentuh udara kosong di sekitarnya.


Gu Weizi menatapnya dengan bingung, matanya seketika berlinang air mata, tampak sangat menyedihkan.


“Zhanbei, kamu sudah berjanji kepada Nenek, jikalau nanti ke depannya…”


“Apa yang kamu inginkan?” Mu Zhanbei berbalik badan dan berjalan ke arah rak tempat penyimpanan minumannya, lalu mengambil sebotol anggur merah untuk dirinya sendiri dan berkata, “Jika kamu membutuhkan sesuatu, pergilah cari Li Ye.”


Karena dia telah berjanji kepadanya, jadi selagi apa yang dimintanya masih sesuai dengan kemampuan dan jangkaunya, maka dia pasti akan memberikan apa pun yang diinginkannya.


Gu Weizi sebenarnya telah menikmati kehidupan yang sangat nyaman sekali di sisinya selama beberapa waktu belakangan ini, apapun yang dia inginkan semuanya tersedia.


Tetapi apa yang sebenarnya paling dia inginkan adalah sesuatu yang Mu Zhanbei tidak ingin berikan, yaitu dirinya dan hatinya.


“Zhanbei….”


“Malam sudah larut, silahkan kembali.” Nada suara Mu Zhanbei sangat enteng namun lugas.


Mu Zhanbei setelah itu lalu mengambil pakaian tidurnya dan berjalan ke kamar mandi.


Melihat pintu kamar mandi ditutupnya dengan sangat rapat sekali, Gu Weizi menggigit bibirnya dan merasa sedih.


Tadi baru saja, dia bisa dengan jelas merasakan bahwa tarikan napasnya telah berubah, tampak kalau Mu Zhanbei juga memiliki perasaan terhadapnya.


Tetapi mengapa dia tidak menginginkan dirinya?


Lantas mungkinkah karena mereka berdua belum bertunangan sehingga dia tidak ingin menyentuhnya?


Tetapi dia sama sekali tidak pernah menyinggung mengenai pertunangan, jadi kalau harus terus menanti seperti ini, maka sampai kapan dia harus menunggu?


Di luar ruangan kamar, Li Ye kebetulan datang dan mengetuk pintu.

__ADS_1


Gu Weizi berjalan ke arah pintu dan membukanya.


Melihat kalau malasm sudah sangat larut dan Gu Weizi masih berada di kamar Mu Zhanbei, Li Ye sedikit terkejut lalu berkata: “Nona Gu, tiketnya sudah dipesan.”


Tidak tampak sosok Tuan Muda di dalam ruangan kamar itu, hanya ada suara percikan air dari dalam kamar mandi. Kelihatannya Tuan Muda sedang mandi.


Wanita ini tidak tidur di tengah malam seperti ini, malahan berniat ingin menggoda Tuan Muda! Benar-benar luar biasa!


Li Ye tampak tegas dan berkata dengan nada serius: “Nona Gu, sudah sangat larut malam, Tuan Muda juga butuh istirahat, silahkan kembalilah ke kamarmu sendiri, jangan mengganggu Tuan Muda!”


Li Ye berdiri di depan pintu kamar dan menatapnya, itu berarti kalau Gu Weizi tidak pergi jika maka dia juga tidak akan pergi.


Gu Weizi benar-benar ingin rasanya menamparnya bolak balik.


Li Ye ini benar-benar ada penyakit! Gu Anran sudah pergi lama pergi dan dia masih saja berdiri di pihak Gu Anran. Apa dia sudah gila?


Dia pikir Gu Anran masih punya kesempatan untuk kembali!


Tidak ada, sama sekali tidak ada! Dia masih belum mau menerima kenyataan!


“Kamar ini cepat atau lambat akan menjadi milikku!” Gu Weizi mendengus dan berjalan keluar dari kamar Mu Zhanbei.


Dagunya terangkat ke atas dan kepalanya menjulang tinggi. Dia berlagak angkuh seperti burung merak.


Li Ye tidak merasa marah sama sekali, bibirnya tampak komat-kamit dan hanya tersenyum menatap punggungnya.


“Karena Nona Gu sangat menyukai kamar Tuan Muda, aku akan memberitahukannya kepada Tuan Muda dan memintanya untuk memberikan kamar itu kepadamu.”


“Kamu …” Gu Weizi tiba-tiba menoleh dan memelototinya.


Dia merasa sangat ingin merobek senyuman yang ada di wajahnya itu.


Posisi bajingan satu ini yang berada di sisi Mu Zhanbei sangatlah penting sekali. Bahkan jika dia menggunakan trik kecil untuk menjebakknya, Tuan Muda Mu juga pasti tidak akan terpengaruh akan hal itu.


Tapi bagaimana mungkin dia terus membiarkan orang seperti itu tinggal di sisi Mu Zhanbei dan dia selalu melawan dirinya?


Dia menyipitkan matanya dan menatap Li Ye.


Suatu hari nanti, dia akan membuatnya berakhir seperti Gu Anran yang kepadanya dia sangat setia, dia akan membuatnya menghilang sepenuhnya dari sisi Tuan Muda Mu!


Tunggu dan lihat saja!


Li Ye sebenarnya tidak ingin bersitegang dengannya, karena baginya itu adalah hal yang sangat membosankan.


Namun dia berpakaian sangat terbuka di tengah malam begini dan ingin tinggal di kamar Tuan Muda untuk melakukan beberapa niatan jahatnya. Hal ini membuat Li Ye merasa tidak membiarkannya begitu saja.


Jika Tuan Muda benar-benar ingin bersama dengan pelacur licik semacam ini, dia Li Ye akan menjadi orang pertama yang menolaknya!


Hatinya penuh dengan niatan jahat dan tingkah lakunya penuh dengan kemunafikan.


Kalau bukan karena Tuan Muda telah berjanji kepada mendiang Nyonya Tua Gu untuk menjaganya seumur hidupnya, dia pikir dia benar-benar bisa memiliki kesempatan untuk tinggal bersama Tuan Muda kalau hanya mengandalkan dirinya sendiri saja.


Kelakuannya sudah sungguh sangat berlebihan!


Setelah melihat Gu Weizi telah kembali ke kamarnya dan masuk menutup pintu, barulah Li Ye menoleh membalikkan pandangannya.


Dia lalu melihat masuk ke dalam kamar dan didapatinya kalau Tuan Muda masih terus berada di dalam kamar mandi dan tidak kunjung keluar.


Li Ye menarik napas pendek, perasaannya merasa sedikit sedih, Tuan Muda belakangan ini benar-benar mengalami hari-hari yang sangat sulit.

__ADS_1


Dan baru-baru ini …


Jika keadaan ini terus berlanjut, tidak tahu apakah akan membaik atau memburuk.


Tetapi dia tidak bisa menghentikannya, dan dia juga tidak tahu apakah harus menghentikannya.


Setidaknya masih ada jalan lain, bukan?


Meskipun jalan lain yang seperti itu terlalu kejam dan terlalu … mengerikan!


Pada akhirnya, Li Ye menutup pintu kamar Mu Zhanbei dan pergi tanpa suara.


Ketika Mu Zhanbei keluar dari kamar mandi, ruangan itu terasa sangat hening.


Saat ini waktu menunjukkan hampir pukul 3 subuh.


Dia berbaring di tempat tidur, tetapi tidak mengantuk sama sekali.


Bayangan yang berkeliaran dalam pikirannya saat ini adalah bayangan Gu Anran yang bercucuran air mata ketika sedang tertindih di bawah tubuhnya.


Tubuh yang lemah itu terus-menerus bergemetaran di bawah tekanannya.


Dia jelas-jelas telah ketakutan setengah mati, tetapi masih menggigit bibirnya erat-erat dan mencoba untuk berpura-pura tenang.


Namun pada akhirnya, dia akan menggaulinya hingga menangis.


Mu Zhanbei menutup matanya dan saat sudah tidak tahu membedakan apakah saat ini dia sedang balas dendam atau sedang menikmati kenikmatan.


Namun, anaknya yang malang itu tidak memiliki kesempatan untuk datang ke dunia ini lagi …


Ketika dia membuka matanya lagi, di mata Tuan Muda Mu sudah tidak ada lagi bayangan nostalgia sama sekali.


Yang ada hanyalah nafsu liar seperti serigala yang sedang haus darah dan kebencian yang mendalam …


……


Ketika Gu Anran terbagun, dia sudah berada pada hari kedua pada saat matahari sedang terbit.


Sinar matahari masuk dari luar jendela, menyinari vas kristal yang tidak jauh dari sana dan pantulan cahayanya membuat matanya sedikit sakit.


Dia mengerutkan kening dan perlahan membuka matanya.


Dia merasa seperti ada seseorang di sampingnya, ada sebuah perasaan hangat dan sentuhan lembut sehingga membuatnya menjadi segera terbangun.


Setelah dia mendongakkan kepalanya melihat, paras menawan dan polos Tuan Muda Kedua Jiang langsung segera tampak terlihat.


Ini adalah pertama kalinya Gu Anran terbangun di atas ranjang yang sama dengan dirinya.


Dengan jarak yang sedekat itu, tanpa sengaja dia melihat matanya yang sedang tertutup dengan bulu matanya yang terurai Panjang. Hal itu seketika membuat hatinya menjadi bergetar sedikit.


Dan yang membuatnya semakin terpersona olehnya adalah kemejanya yang entah semenjak dari kapan terbuka kancingnya, sehingga garis lehernya tampak jelas dan terbuka dan dadanya yang seksi tampak jelas di hadapannya.


Setelah tidur semalaman, kesedihannya yang dari kemarin malam telah berhasil terlupakan sementara. Dan pagi-pagi ketika terbangun tiba-tiba di hadapannya disuguhkan pemandangan seorang pria tampan dan hal ini hampir saja membuat jiwanya melayang.


Gu Anran menarik napas dalam dan berusaha menemukan cara untuk melepaskan diri dari pelukannya.


Tidak disangka pria tampan yang masih tertidur itu tiba-tiba menutup lengannya dan menariknya kembali secara tiba-tiba.


Pria itu kemudian membalikkan badan dan menekan tubuhnya, perasaannya mendadak langsung menjadi kacau: “Pagi-pagi buta begini mau menggauliku?”

__ADS_1


__ADS_2