Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 219 Hidup Terlalu Singkat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Apa yang mau kamu lakukan?” Shu Ran hampir saja gila.


Mu Zhanbei juga melihat Gu Anran, dengan sedikit kaget dan terkejut.


Hello! Im an artic!


Gadis ini, tidak disangka taktiknya…juga bisa begitu kejam sampai tahap ini!


Meskipun sangat kejam, namun entah kenapa membuat orang merasa begitu senang dipandang.


Ini baru wanitanya Mu Zhanbei.


Menutup teleponnya lalu menyimpan kembali ponselnya, dengan datar melihat ke arah Shu Ran.


Hello! Im an artic!


“Aku tidak melakukan apa-apa, hanya ingin menggunakan cara ini membuktikan kepada para tetua yang terus mengatakan tidak masalah bagi seseorang yang berusia 22 tahun karena dia masih anak-anak, dia sudah lama bukan anak-anak lagi.”


Setelah seseorang melakukan kesalahan masih merasa dirinya benar dan berkata dia masih seorang anak-anak, selamanya jangan pernah melakukan hal seperti ini.


Juga jangan pernah menggunakan perasaan sendiri untuk menyeimbangkan dan mengukur kepedulian orang lain terhadap “anak-anak” yang kamu bicarakan itu.


Meskipun nak-anak maupun anak nakal juga bisa secara tidak sengaja menarik “ajaran” dari masyarakat dan sosial, terlebih lagi orang dewasa!


“Siapa yang kamu telepon, suruh dia berhenti! Cepat!”


Shu Ran berjalan kemari hendak merebut ponselnya.


Sisi tubuh Gu Anran menghindar, dia langsung duduk di hadapan Mu Zhanbei.


Shu Ran masih ingin menariknya, Mu Zhanbei mengangkat tangan kemudian menepis tangannya kembali, “Bibi Shu, cukup sudah!”


“Kamu tidak menghentikannya? Kamu tahu apa yang sedang ia perbuat?”


Shu Ran hampir menangis, anak yang ia sayang bertahun-tahun ini sekarang malah membantu orang luar untuk berhadapan dengannya?


“A Bei, aku ini Bibi Shu! Meskipun bukan ibumu namun beberapa tahun ini kapan aku berbuat salah padamu?”


“Dia berbuat seperti ini bukankah sama saja dengan memaksa Xiao Lei untuk mati! A Bei, apakah kamu sungguh ingin membantu wanita yang jahat dan keji ini?”


“Jika keponakanmu tidak pernah melakukan hal tersebut melainkan dia dengan temannya yang memfitnahnya maka aku berjanji padamu aku pasti akan menghukumnya.”


Mu Zhanbei perlahan menepis tangannya, Shu Ran masih ingin mendekat namun Li Ye menasihatinya untuk pulang.


“Nyonya, karena tuan besar sudah memberikanmu janji kenapa masih harus berbuat seperti ini?”


“Tidak bisa, kamu harus hentikan dia, A Bei, kamu harus hentikan dia, dia bisa membuat Xiao Lei tersudutkan hingga mati!”


Mu Zhanbei malah menaikkan mata dan melihatnya, wajah tanpa ekspresi berkata, “Kalau begitu maksud bibi bahkan bibi sendiri juga percaya bahwa keponakanmu pernah melakukan hal memalukan seperti itu?”


“Aku…” Raut wajah Shu Ran tertahan dan membeku, “Xiao Lei masih anak-anak dia tidak mengerti apapun.”

__ADS_1


“Kalau begitu tunggu sampai kamu telah memahami masalah ini dengan jelas, jika sudah mengerti bahwa dia sudah bukan lagi seorang anak-anak, kembali dan cari aku.”


Mu Zhanbei melambaikan tangannya.


Li Ye segera melihat Shu Ran dan berkata, “Nyonya besar, waktu sudah tidak awal, segeralah pulang untuk istirahat lebih awal.”


“A Bei, tidak boleh seperti ini, kamu bisa mencelakai Xiao Lei, A Bei, Bibi Shu memohon padamu, hentikan dia, hentikan dia…”


Shu Ran di rumah ini meskipun selalu tidak dihormati oleh dua nona Keluarga Mu namun dia juga memiliki posisi yang tetap di sini.


Terutama, Mu Zhanbei selalu bersikap hormat padanya.


Posisi dan identitas seperti ini namun “disarankan” keluar dari Paviliun Wang Jiang, bagaimana bisa harga dirinya dipertahankan lebih lanjut?


Namun hal yang paling ia sedihkan bukanlah ini melainkan A Bei sama sekali tidak bersedia memberikan sedikitpun muka untuk dirinya.


Dia mendengar Gu Anran ingin segera menghabiskannya tanpa sisa.


Tidak boleh seperti ini, Xiao Lei kehidupan ini sungguh akan dihancurkan oleh mereka!


Setelah Shu Ran diantar keluar, Li Ye kembali dan melihat Gu Anran, “Nyonya muda, apakah kamu sungguh…”


Dia tidak bertanya lebih lanjut lagi, namun masalah seperti ini dia berharap nyonya muda hanya sekedar bercanda saja.


Jika tidak begitu masalah ini terkuak maka kehormatan dan martabat kedua keluarga ini akan sangat sulit dipandang.


“Nyonya muda, kamu…hanya menakuti Nyonya besar saja bukan?”


“Apakah tuan besar keluarga kalian melakukan sesuatu juga bisa seperti ini hanya menakuti orang lain saja?”


“Ini…” Li Ye melihat ke arah Mu Zhanbei.


Tuan besar melakukan sesuatu sungguh tidak pernah seperti ini.


Apa itu menakuti, dia sama sekali tidak mengerti.


Kecuali tuan besar tidak ingin melakukannya, begitu mengatakan akan melakukannya maka pasti akan dilakukannya.


Tetapi, ini sungguh bisa membuat harga diri kedua keluarga terluka, kelak di rumah ini apakah semuanya masih bisa berinteraksi dengan tenang?


“Li Ye, jika kamu merasa aku berbuat seperti ini akan melukai kehormatan dan harga diri Keluarga Mu, kalau begitu masalah ini anggap saja aku Gu Anran sendiri yang melakukannya.”


Dia sedikitpun tidak peduli lalu meletakkan cangkirnya dan berdiri.


“Di balik setiap anak nakal akan ada seseorang bahkan sekumpulan tetua yang congkak dan tidak bijaksana, sementara nyonya besar keluarga kalian juga merupakan salah satu di antara tetua tidak bijak ini.”


“Bagaimana bisa nyonya besar…”


“Terlalu memanjakannya, pada dasarnya memang sudah salah jika Shu Lei tidak melakukan hal itu jika memang sungguh aku yang memfitnah dan sengaja mencemari nama baiknya maka tidak perlu kamu nasihati, tuan besar keluarga kalian akan menarik tendon dan mengelupas kulitku.”


“Tidak sepadan.” Pria itu juga meletakkan cangkirnya, paling ia hanya menggunakan cara lain untuk membereskannya.


Gu Anran naik ke atas, Mu Zhanbei juga mengikutinya.

__ADS_1


Li Ye melihat sosok bayang punggung kedua orang itu lalu menghela nafas pelan.


Nyonya muda berkata di balik setiap anak nakal pasti ada seorang tetua yang congkak.


Jika kata-kata ini diletakkan pada mereka berdua bukankah kebetulan juga cocok?


Li Ye percaya jika nyonya muda melakukan kesalahan apapun atau menindas siapapun takutnya, tidak ada yang bisa melebihi tuan besar untuk melindunginya.


Tuan besar memang merupakan seorang iblis yang melindunginya mati-matian!


Gu Anran berhenti di depan kamarnya, ia memalingkan kepala dan melihat pria yang berdiri di belakangnya.


“Tuan Besar Mu, kamarmu ada di ujung jalan sudah kelewatan.”


“Kamu tidak ke sana maka aku hanya bisa berkeras hati datang ke kamarmu.”


Gu Anran malah berdiri di depan pintu dan menghalangi jalannya, “Tuan Besar Mu, ini sudah sangat malam.”


“Lalu?” Dia melangkah maju selangkah, Gu Anran mundur selangkah, dia segera mendominasi tempat antara pintu tersebut kemudian bersender pada sisinya.


“Mandi dan tidur?” Pemikiran menarik seseorang mulai muncul, seakan membuatnya merasa sangat menarik, “Sama-sama mandi?”


“Sama-sama…mandi?” Gu Anran menghabiskan waktu setengah detik untuk meresponnya kembali, langsung membalikkan badannya dan mundur.


“Tidak…”


“Tidak pernah mencobanya, aku merasa sedikit penasaran bagaimana rasanya.” Dia melankgkah masuk kemudian mengunci pintunya.


Gu Anran melototinya, “Tuan Besar Mu, terlalu banyak hal yang belum pernah kamu coba di dunia ini, memangnya kamu ingin mencobanya satu per satu?”


“Jika aku merasa tertarik maka aku akan mencobanya satu per satu.” Dia menjulurkan tangannya.


Gu Anran segera menghindari dari tangan iblisnya, langsung mundur hingga ke tempat yang sangat jauh.


Apa yang terjadi dengan orang ini? Saat pulang tadi suasana hatinya masih tidak begitu baik, sekarang tampaknya suasana hati sudah sangat baik?


Dia terpaksa harus mengingatkannya, “Aku tadi melakukan sesuatu yang sangat kejam.”


“Ya.” Dia sudah mendengarnya lagipula bukannya dia tidak berada di tempat.


“Kamu tidak marah?” Meskipun dia tidak buka suara membantahnya namun pada akhirnya melukai hubungan dan perasaan antara Keluarga Mu dengan Keluarga Shu.


“Apakah kamu merasa sudah melakukan kesalahan?” Mu Zhanbei tidak menjawab melainkan berbalik bertanya.


“Tentu saja tidak ada.” Dia sama sekali tidak merasa bahwa dirinya adalah orang yang baik hati.


Seorang yang tidak baik hati saat merasa dirugikan maka reaksi pertamanya adalah berbalik melawannya.


Sementara itu apa yang salah dari melawan?


“Karena kamu tidak merasa salah, maka kenapa aku harus marah?”


Mu Zhanbei berjalan ke arah dia, sambil berjalan sambil membuka kerah bajunya, “Lebih baik kita lanjutkan pembicaraan kita tadi.”

__ADS_1


Bagaimana kalau mencoba hal-hal yang tidak pernah dicoba sebelumnya?


Hidup ini terlalu singkat bukan?


__ADS_2