Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 323 Orang Asing Yang Paling Dekat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Siapa yang bilang Tuan muda Mu sangat dingin, siapa juga yang mengatakan dia tidak bisa dibandingkan dengan pria ini?


Di koridor jalan, seorang gadis yang berpakaian dan dandanan yang anggun, menggandeng tangan seorang pria, menatap mereka dengan raut wajah tanpa ekpresi.


Hello! Im an artic!


Ucapan “Oh ya?” cueknya tadi, adalah dari mulutnya.


Namun, yang membuat orang-orang terkejut bukanlah dirinya, melainkan, pria di sisinya.


Ada orang berkata, ia adalah pria serigala.


Serigala, sebutan ini, menjadi topik bahasan yang sering terlihat di Weibo hari ini.


Hello! Im an artic!


Namun melihatnya saat ini, baru menyadari mengapa orang-orang berkata sedemikian rupa.


Tatapan yang tajam dan dingin, seperti seekor raja serigala di malam hari.


Mungkin baginya itu hanyalah tatapan biasa, tanpa maksud tertentu, namun dapat membuat seluruh aliran darah di dalam tubuhmu membeku seketika.


Su Xiaomi dan He Lingzhi terkejut setengah mati, hampir saja membuatnya bersujud!


Siapapun tidak menyangka, di tempat seperti ini, di depan pintu toilet wanita, bisa-bisanya bertemu dengan… Tuan muda Mu!


Gu Anran mengepal keras tangannya, memaksa menstabilkan pernafasannya, perlahan-lahan menarik ke dua temannya.


Namun, dia tidak dapat berjalan sama sekali!


Kedua kakinya tidak bertenaga, bersandar pada dinding, satu langkahpun tidak dapat ia gerakan.


Siapa yang tidak tahu bahwa pilihan yang paling tepat adalah meninggalkan tempat ini sekarang, namun kedua kaki itu terasa sangat amat berat, sama sekali tidak bisa digerakan! Bagaimana?


Ranran, bagaimana?


Apa yang bisa dilakukan Gu Anran? Tidak mungkin meninggalkan mereka lalu pergi sendiri begitu saja.


Namun, kedua teman yang ia tarik saat ini, benar-benar tidak dapat bergerak!


Sudah dibilang jangan terlalu banyak makan biasanya, kenapa mereka tidak mengurangi makan terlebih dulu?


Dua-duanya beratnya bagaikan seekor babi, bagaimana bisa ditarik?


“Ranran, mengapa kamu juga disini? Kebetulan sekali.” Gu Weizi melihat Gu Anran, sangat terkejut.


Dia mengangkat kepala menatap Mu Zhanbei, sebenarnya merasa sedikit resah, yang paling ditakutkan adalah melihat tatapan atau raut wajah yang tidak mengenakan dari Mu Zhanbei.


Tidak peduli emosi, ataupun terkejut, semua adalah bentuk kepeduliannya.


Namun hari ini, raut wajah tampan Mu Zhanbei tetap dingin seperti biasanya, tidak ada tatapan bermakna yang ia keluarkan.

__ADS_1


Berhadapan dengan Gu Anran, sudah seharusnya dingin, dan sudah seharusnya tenang seperti biasanya, sama sekali tidak ada ekspresi apapun di raut wajahnya.


Dia sudah mati rasa, kepada wanita tidak tahu diri ini.


Gu Weizi menghela nafas perlahan, lalu menatap Gu Anran, bibir tipis tersebut mengeluarkan sebuah senyuman anggun.


“Sudah lama tidak berjumpa, apa kamu baik-baik saja? mengapa masih bersama dengan orang-orang kumuh ini?”


Su Xiaomu dan He Lingzhi sangat ingin berbalik memakinya, siapa yang ia katakan kumuh itu?


Namun, Tuan muda Mu berdiri dengan Gu Weizi, memaki? Benar-benar tidak berani!


Tatapan Gu Anran hanya mendarat sekilas di wajah Mu Zhanbei, menatap Gu Weixi, tertawa berkata: “Temanku memang tidak bisa berdandan, mungkin memang terlihat sedikit kumuh, namun setidaknya mereka berhati baik, dan bersikap jujur.”


“Dibandingkan hanya dengan luarannya saja, orang yang di luar baik busuk di dalam, aku lebih sennag berteman dengan mereka, apa ada yang salah?”


Sedikit diluar dugaan adalah, Gu Weizi tidak seperti dulu, disindir sedikit saja langsung seperti tersambar petir.


Gu Weizi kali ini, sangat anggun, sangat berwibawa, dibandingkan dengan Gu Weizi yang dulu, sepertinya sudah sangat jauh berbeda.


“Hehh, oh ya? Kalau begitu selamat, sudah menemukan teman dengan akhlak yang sama dengan dirimu.”


Mulutnya memang menyelamati Gu Anran, namun di dalam hatinya lebih banyak adalah merendahkannya.


Dia mengangkat kepala melihat Mu Zhanbei, mengeluarkan suara lembutnya bak air sungai yang mengalir.


“Zhanbei, aku pergi cuci tangan, sebentar lagi kembali, kamu tunggu sebentar.”


Gu Weizi merasa sedikit tidak rela, lalu melepaskan kedua tangan dari lengannya.


Tidak mudah baginya untuk mendapat izin mengandeng tangan tuan muda Mu, berjalan bersamanya, jika bukan karena keadaan yang mendesak, siapa yang rela melepaskannya?


Namun, semua orang juga pasti pernah di keadaan mendesak seperti ini, harus segera diselesaikan, sama sekali tidak dapat ditahan lagi.


Gu Weizi melirik dingin Gu Anran, dengan cepat masuk ke dalam toilet, satu detikpun tidak ingin disia-siakannya.


Hanya takut saat ia tidak ada, wanita tidak tahu diri ini mulai menggoda tuan Mu!


Kali ini, dia tidak akan mungkin memberinya sedikitpun kesempatan, untuk membiarkannya kembali ke sisi Mu Zhanbei.


Setelah Gu Weizi meninggalkan tempat, Mu Zhanbei mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya, menyalakan rokok tersebut.


Dia berdiri di koridor jalan, menghisap rokok perlahan.


Gerakan yang sangat biasa, namun selama yang melakukan itu adalah dirinya, setiap gerak geriknya terlihat sangat memikat.


Gu Anran menarik kembali Su Xiaomi dan He Lingzhi, saat ini, mereka masih saja belum meninggalkan tempat, rasanya sangat aneh sekali.


Namun, dua orang ini walaupun menopang dinding sekalipun, tetap saja tidak bisa berdiri dengan baik.


Gu Anran juga merasa sangat canggung, tiga orang berdiri disamping dinding, sama sekali tidak bersedia untuk pergi, terlihat sangat amat aneh.


Apa harus menyapa Mu Zhanbei? Jelas-jelas orang yang ia kenal, namun bertemu dengannya malah terasa seperti orang asing.

__ADS_1


Tapi, saat mereka terakhir kali bertemu, mereka berpisah layaknya seperti seorang musuh.


Sekarang, malah harus menyapanya?


Mu Zhanbei menghisap rokoknya dengan tenang, tubuh tinggi dan kekar itu berdiri di tengah koridor jalan, namun seakan memenuhi seluruh sudut ruangan.


Seluruh udara yang berada di dalam ruangan seakan menjadi miliknya, seakan tempat ini adalah miliknya sendiri.


Dengan keadaan seperti ini, ingin berjalan melewati dirinya, sepertinya bukanlah hal yang mudah.


Gu Anran menarik nafas dalam, memberitahu diri sendiri, jangan mengingat masa lalu.


Setidaknya, mereka pernah saling mengenal.


Tatapannya menatap kemeja hitam yang dikenakan oleh Mu Zhanbei, Jiangnan berkata bahwa ia terluka, namun hanya menginap semalam di rumah sakit dan meninggalkan rumah sakit keesokan harinya.


Entah bagaimana keadaannya?


“Kamu…” ragu sebentar, mengangkat kepalanya, dengan berani menghadapinya, “Tuan muda Mu, sudah lama tidak berjumpa, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?”


Tatapan Mu Zhanbei, akhirnya mendarat pada wajahnya.


Saat bertatap mata, Gu Anran mengira dirinya pasti akan merasa gelisah, namun kenyataannya, dia hanya meliriknya sekilas.


Tatapan itu, datar, asing, tanpa perasaan, seakan melihat seseorang yang tidak begitu akrab dengannya.


Maka, tidak membuatnya gelisah sama sekali, karena, dia tidak membuatnya merasa terbebani sedikitpun.


“Em.” Mu Zhanbei menganggukan kepala, menjawab.


Sangat datar, sangat amat datar.


Gu Weizi keluar di saat seperti ini, melihat dua orang tersebut saling bertatap mata, merasa resah seketika, dengan cepat berjalan menghampiri.


Saat berjalan kembali ke posisinya, kebetulan berjalan melewati kedua orang tersebut, memutuskan semua hubungan mereka dengan tubuhnya.


“Zhanbei, ayok kita pergi.” Gu Weizi mengeluarkan senyum lembut kepadanya, kedua tangan kembali menggandeng lengannya.


Pria ini tidak menolak, mengangkat tangannya kembali menghisap rokok.


Kepulan asap rokok perlahan menyelimuti wajahnya membuatnya terihat misterius dan penuh karisma, menggerakan jari tangannya, rokok tersebut dibuang tepat kedalam asbak di atas tong sampah yang tidak jauh darinya.


Lalu, dia dan Gu Weizi melangkah bersama meninggalkan tempat, tanpa perasaan apapun, dan tidak berniat untuk menyapa Gu Anran.


Sampai mereka berdua berjalan jauh meninggalkan tempat, jauh sampai tidak dapat mereka lihat lagi, Su Xiaomi dan He Lingzhi baru dapat menghela nafas legah, bersandar pada dinding, hampir terjatuh.


Apa yang mereka katakan tadi? Dibelakang tuan muda Mu, mengatakan dia tidak lebih baik dari pria lain.


Oh Tuhan! Tuan muda Mu tidak menerjang mati mereka, sudah merupakan berkat Tuhan yang sangat amat luar biasa.


Entah mengapa, setiap kali bertemu dengan pria ini, seperti bertemu dengan kaisar di jaman kerajaan.


Benar-benar, membuat orang merasa sangat segan!

__ADS_1


__ADS_2