Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 305 Tahu Kebenaran Sejak Kecil


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tidak ada apa-apa!” A Xin ingin sekali kabur.


Tapi, Yang Yi terus menghalanginya, membuatnya tidak bisa kabur.


Hello! Im an artic!


Berkali-kali dia mencoba untuk lari, tapi terus ditarik kembali olehnya.


Akhirnya, Gu Anran berkata, “Pergilah. Malam ini, pacarmu pasti akan tahu masalah pada saat 17 tahunmu.”


“Kamu punya bukti apa?” A Xin tidak ingin kalah.


“Kami bahkan tahu di mana putrimu. Menurutmu, aku tidak bisa menyelidiki hal itu?” Yang Yi mengejek dengan dingin.


Hello! Im an artic!


A Xin hilang semangat. Dia memelototi Gu Anran. Matanya berkaca-kaca.


“Kenapa kamu begitu kejam padaku? Kalian ingin membuatku mati!”


“Saat kamu dan Gu Weizi membohongi wanita tua itu bersama, kenapa kamu tidak merasa dirimu kejam?”


Terkadang, hati Gu Anran sangat dingin, sampai-sampai dia sendiri pun tidak bisa mempercayai hatinya sedingin itu.


“Meski kamu tidak berkata jujur, aku tetap punya cara untuk membuat sisa hidupmu menderita.”


“Gu Anran! Dasar wanita jahat!”


“Siapa wanita jahat yang sesungguhnya, kamu sendiri tahu jelas!”


A Xin patah semangat dalam sekejap.


Meski tidak ingin mengakui, tapi akhirnya tetap harus diakui. Kalau bukan karena hal yang pernah dilakukannya, mana mungkin Gu Anran mencari dirinya?


Orang-orang kaya ini memang tidak boleh diganggu.


Tidak hanya Gu Anran, atau Gu Weizi, bahkan orang-orang yang tidak dikenalnya juga.


“Aku tidak bisa mengatakannya.” Dia menatapi Gu Anran, tiba-tiba berlutut di hadapannya.


“Nyonya Muda, lepaskanlah aku. Aku tidak bisa mengatakannya, sungguh tidak bisa!”


“Kenapa tidak bisa? Apa sebenarnya yang kalian lakukan?”


“Aku tidak bisa mengatakannya, sungguh tidak bisa.”


A Xin menarik napas, mendadak menangis, “Kalau aku mengatakannya, mereka tidak akan melepaskan putriku. Putriku akan terancam.”


Gu Anran mengepalkan tangannya. Tidak disangka,mereka mengancam dengan cara ini.


A Xin mengusap air matanya, lalu berkata dengan terisak, “Meski sekarang aku memberitahumu kebenarannya, juga tidak ada gunanya. Kamu sudah diusir keluar dari Keluarga Mu. Apa lagi yang bisa kamu lakukan?”

__ADS_1


“Menyerahlah, Nyonya Muda. Tuan Besar Mu saja sudah bersama dengan Gu Weizi, tidak menginginkanmu lagi. Kamu tidak mampu menang dari mereka.”


Perkataan A Xin ini sama sekali bukan bermaksud menyumpahinya. Yang dikatakannya adalah fakta.


Jika hati seorang pria sudah berubah, tidak percaya padamu lagi, apapun yang kamu katakan juga sudah tidak ada gunanya lagi.


Apalagi, A Xin jelas tahu di belakang Gu Weizi ada kekuasaan besar yang menopangnya.


Meski Gu Anran menghadapi semua ini seorang diri, maupun ditemani dengan beberapa teman, juga tidak ada yang bisa mereka perbuat.


Menurut A Xin, ini sama saja dengan mencari masalah untuk diri sendiri.


Tapi, Gu Anran adalah seorang yang pantang menyerah.


“Apakah aku bisa menang dari mereka atau tidak, bukan urusanmu. Sekarang kamu hanya perlu memberitahuku, apa yang sebenarnya terjadi hari itu.”


“Jika aku mengatakannya, apakah kamu akan merahasiakannya?”


A Xin berdiri dan menatapinya, “Tapi aku hanya setuju untuk memberitahumu, aku tidak akan menjadi saksi bagimu di hadapan Keluarga Mu.”


“Nyawa putriku ada dalam kendali mereka. Bagaimanapun kamu memaksaku, aku tidak akan pergi. Kuharap kamu bisa mengerti.”


“Baik, selama aku tidak mampu menjamin keselamatan putrimu, aku tentu tidak akan memaksamu menjadi saksi.”


Tapi sekarang, harus memberitahunya, apa yang sebenarnya terjadi hari itu.


“Kamu harus berjanji dulu…”


“Aku janji, tidak akan memberitahukan hal ini pada pacarmu.”


Meski dia masih ragu-ragu, tapi setelah beberapa saat, dia akhirnya membuka mulut.


“Hari itu, Gu Weizi menyuruhku membawa Nyonya Tua ke taman belakang, berpura-pura seakan tidak sengaja mendengar ibu Gu Weizi sedang menelepon orang lain.”


“Ye Shuixin?” Bukankah wanita itu sudah diusir oleh Gu Minghao? Kapan dia kembali?


“Iya, tugasku adalah membawa Nyonya Tua ke tempat itu, membuatnya mendengar perkataan itu.”


“Apa isi percakapannya?” Karena Nyonya Tua mendengarnya, maka A Xin yang membawa Nyonya Tua ke sana pasti juga bisa mendengarnya.


A Xin berusaha keras mengingatnya, lalu berkata, “Intinya adalah berterima kasih pada orang itu karena telah membantunya. Dia juga berkata, kamu lah putri kandungnya. Dia bertahan selama bertahun-tahun, memberitahu orang lain bahwa Gu Weizi adalah putrinya, supaya suatu hari nanti, bisa membuatmu mengganti posisi Gu Weizi.”


A Xin sudah tidak bisa mengingat detail percakapan. Dia hanya mampu mengingat intinya saja.


“Pokoknya, identitas kamu dan Gu Weizi tertukar. Orang yang ditelepon itu berkata, dia sebenarnya tahu, tapi tidak memberitahukannya pada Nyonya Tua. Membuat Nyonya Tua keliru.”


Kenyataannya, ada banyak hal yang tidak diketahui A Xin. Tapi, dia berperan dalam hal ini.


Apa sebenarnya identitas yang ingin direbut Gu Weizi, A Xin sendiri juga sebenarnya tidak tahu jelas.


Pokoknya, Gu Weizi memberinya uang, menyuruhnya mengawasi setiap gerakan Nyonya Tua.


Kalau dia tidak melakukannya, atau mengatakan hal ini pada orang lain, putrinya akan dalam bahaya.

__ADS_1


Kenyataannya, diusir keluar oleh Gu Anran adalah sebuah kelegannya bagi A Xin.


Hanya saja, dia tidak menyangka, Gu Anran tetap pergi mencarinya pada suatu hari.


“Hanya ini yang kutahu, dan juga, Gu Weizi menyuruhku melaporkan semuanya tentang Nyonya Tua dengan detail padanya.”


“Tapi, Nyonya Tua hanya keluar untuk jalan-jalan kadang-kadang. Dia lebih sering istirahat. Tidak ada yang perlu dilaporkan.”


Setelah mengatakannya, dia menatapi Gu Anran dengan rasa tidak senang, tapi juga tidak berdaya.


“Gu Anran, ingat apa yang telah kamu janjikan padaku. Sekarang aku sudah boleh pergi kan?”


A Xin hendak pergi, namun Yang Li segera menghalanginya.


Gu Anran menggelengkan kepala, “Biarkanlah dia pergi. Dia tidak bersedia menjadi saksi, tidak ada gunanya menahan dirinya.”


Lagipula, nyawa seorang anak kecil tidak bersalah juga terlibat di belakangnya.


Sekarang bukan saatnya untuk menahan dirinya. Setidaknya, dia sudah tahu apa yang terjadi.


Yang Yi merasa kurang puas. Sudah menemukan wanita ini dan membuatnya mengaku dengan hal yang pernah dia perbuat sebelumnya.


Kaalu dia bisa menjadi saksi di hadapan Tuan Besar Mu, setidaknya Tuan Besar Mu bisa lebih mempercayai Gu Anran.


Dia sungguh tidak tahan melihat Tuan Besar Mu mempercayai Gu Weizi, dan tidak mempercayai Ran Ran!


“Biarkanlah dia pergi.” Gu Anran membalikkan tubuhnya, berjalan menuju ke arah lain dari gang tersebut.


Yang Yi tidak berdaya, terpaksa melepaskan A Xin, dan mengikutinya dari belakang.


“Ran Ran, kamu sungguh tidak mau menyuruhnya menjadi saksi di hadapan Tuan Besar Mu?”


Kesempatan ini sungguh sulit didapatkan!


Karena A Xin sudah bersedia membuka mulutnya, maka hanya butuh sedikit pekerjaan lagi untuk membuatnya bersaksi.


Sedikit memaksanya lagi, dia pasti akan menyetujuinya.


“Kamu tidak mendengar perkataannya? Orang-orang itu mengancam keselamatan putrinya.”


Kalau hanya memberitahu mereka, bisa mengembalikan pacarnya, maka A Xin bersedia juga masih bisa dimaklumi.


Tapi, jika mengorbankan putrinya sendiri, sebagai seorang ibu, Gu Anran percaya, tidak ada yang akan menyetujuinya.


Meski kehilangan pacar yang sekarang, A Xin juga tidak akan mengorbankan putrinya sendiri. Jadi, apa gunanya memaksa dirinya?


Apalagi, sebelum dia bisa menjamin keselamatan putri A Xin, dia juga tidak berani mengambil risiko ini.


Jika orang-orang itu tega mencelakai Nyonya Tua, maka dapat dibayangkan betapa kejamnya mereka.


Mereka pasti tidak akan bertindak lembut pada seorang anak kecil.


“Pergilah.” Dia memandang dengan kecewa. Dia memberitahu dirinya sendiri, setidaknya dia sudah mengetahui kebenaran.

__ADS_1


Yang Yi menghela napas, lalu berkata dengan tidak berdaya, “Baiklah. Sekarang, kita sungguh tidak punya…”


Sebelum dia selesai berkata, tiba-tiba sebuah suara yang sangat keras terdengar dari ujung gang.


__ADS_2