
Hello! Im an artic!
Di dalam seluruh counter terdiam beberapa saat.
Tuan Muda Kedua Jiang menyerang dan melukai Qin Yi.
Hello! Im an artic!
Para pengawal di sisi Qin Yi bergegas masuk, dan WenSi juga bergegas masuk dengan membawa sekelompok orang.
Kedua belah pihak berkumpul bersama, dan tidak ada yang beraksi terlebih dahulu.
Jiang Nan buru-buru ingin berjalan menuju ruang pas, tetapi suara dingin dengan santai dari belakangnya.
“Ada masalah apa yang pantas bagi Tuan Muda Kedua Jiang untuk menggerakkan begitu banyak orang, dan menyakiti orangku?”
Hello! Im an artic!
Tuan Muda Mu!
Tempat ini, saat ini! Mengapa Mu ZhanBei bisa datang ke sini?
Wajah Jiang Nan marah, dan begitu dia menoleh, dia mendengar suara lain : “Jiang Nan, mengapa kamu ada di sini?”
Tatapan Jiang Nan melintasi Mu ZhanBei dan jatuh pada pria yang sedang berjalan kemari, tidak jauh di belakangnya.
Dia mengerutkan kening : “Jing Yuan?”
“Ada apa?” Gu JingYuan datang bersama kakek tua Gu.
Mereka awalnya sedang menunggu di tempat istirahat, setelah bawahan mereka melaporkan situasi di sini, keduanya pun bergegas kemari.
Jiang Nan awalnya telah berjanji dengan seorang teman baiknya untuk makan malam hari ini. Dan orang itu adalah tuan muda dari keluarga Gu, Gu JingYuan.
Keduanya adalah teman dekat selama bertahun-tahun. Setiap kali Gu JingYuan datang ke BeiLing atau Jiang Nan ke LingZhou, keduanya pasti akan bertemu.
ika bukan karena terjadi insiden Su XiaoMi hari ini, mereka berdua pasti sudah berkumpul.
Jiang Nan kemudian berkata bahwa dia tidak bisa memenuhi janji untuk bertemu karena suatu masalah, dan Gu JingYuan pun hanya bisa terus mengikuti ayahnya untuk menemani Gu WeiZipergi berbelanja.
Awalnya sudah merasa cukup membosankan, tetapi dia tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan Tuan Muda Kedua Jiang yang mengingkar janji di sini.
“Tuan Muda Mu, Anda juga di sini?” Dunia ini benar-benar sangat kecil.
Awalnya dia berencana untuk pergi mengunjungi Mu ZhanBei bersama kakek tua setelah bertemu Jiang Nan.
Ketika mereka pergi ke WangJiangGe, Tuan Muda Mu kebetulan sedang pergi, jadi mereka pun langsung mengklarifikasikan masalah dengan Gu WeiZi dan membawa Gu WeiZi ke rumah sakit untuk melakukan tesi identifikasi DNA.
Bagaimanapun, Gu WeiZi selalu tinggal di tempat Tuan Muda Mu. Yang dimaksud kakek tua adalah tidak peduli apapun hubungan antara Gu WeiZi dan Tuan Muda Mu, dia juga harus mengunjunginya dengan formal.
Tetapi tidak menyangka, mereka semua malah telah berkumpul bersama sekarang.
kakek tua Gu memandang Mu ZhanBei, pemuda ini kelihatan sangat energik, dan pesonanya sangat sulit untuk dijelaskan, begitu melihatnya dia pun tahu bahwa dia bukanlah orang biasa.
Bahkan dia, seorang lelaki tua yang telah bergerak di dunia bisnis selama bertahun-tahun, juga tidak bisa menahan diri untuk melihat Mu ZhanBei beberapa kali begitu dia melihat temperamennya, dan tidak tahan ingin berseru untuknya!
Tuan Muda Mu memang lebih tenar di pertemuan daripada rumor, sangat unggul!
__ADS_1
Namun, apakah WeiZi keluarga mereka berpacaran dengan Tuan Muda Mu?
Tetapi aura ini sepertinya sama sekali tidak cocok.
Akankah Tuan Muda Mu benar-benar menyukai WeiZi mereka?
kakek tua itu telah melihat banyak orang selama puluhan tahun, dia pun sudah bisa termasuk orang yang pintar.
Temperamen kedua orang ini sangat sulit untuk disatukan, dan dari sisi manapun mereka tidak terlihat seperti pasangan.
“Tuan Muda Mu, ini adalah kakek tua dari keluarga Gu kami,” Gu JingYuan memperkenalkan.
Mu ZhanBei pernah memiliki hubungan bisnis dengan keluarga Gu di LingZhou, tetapi orang yang mereka hubungi selalu adalah Gu JingYuan.
kakek tua Gu, benar-benar tidak sering dijumpai.
Dia mengangguk dan mengulurkan tangannya, tidak rendah hati dan juga tidak sombong, hanya terbiasa dengan sikap yang dingin dan tidakpeduli.
“kakek tua Gu, beruntung bisa bertemu.”
kakek tua Gu segera mengulurkan tangannya dan menjabat tangannya : “Beruntung bisa bertemu, Tuan Muda Mu benar-benar unggul di antara orang-orang, bagus, bagus.”
Mu ZhanBei tersenyum tipis dan menerima pujiannya dengan murah hati.
Gu JingYuan memandang Jiang Nan lagi dan memperkenalkannya kepada kakek tua Gu : “Kakek, ini adalah teman yang sering aku sebutkan kepada Anda, tuan muda kedua dari keluarga Jiang.”
“Kami telah pernah bertemu, Nak, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?” kakek tua itu memandang Jiang Nan dengan senyuman di wajahnya.
Jiang Nan memikirkan Gu AnRan di dalam hatinya, dan hanya menjawab dengan senyum lembut : “Aku sangat baik, kakek tua, apakah tubuh Anda sehat-sehat saja?”
“Lumayan.”
Mengapa orang-orang dari Tuan Muda Mu dan Tuan Muda Kedua Jiang saling melawan?
Jiang Nan tidak memiliki banyak tenaga untuk menjelaskan lebih banyak, dan buru-buru berkata : “Temanku ada sedikit masalah, aku akan …”
Tetapi sebelum dia selesai berbicara, tiba-tiba terdengar teriakan wanita dari sana.
Hati Jiang Nan menegang dan berjalan cepat ke arah tersebut.
Namun tidak menyangka akan ada yang lebih cepat darinya, sosok hitam misterius itu langsung melewatinya dan datang ke ruang pas secepatnya.
“Ah … sakit!”
Di depan ruang pas, Gu AnRan memegang sebuah pisau kecil di tangannya, dan darah merah masih ada di ujung pisau.
Sedangkan Gu WeiZi, lengannya terluka, darah mengalir di sepanjang lengan gaun, mengalir setetes demi setetes ke atas lantai.
Dia mengerutkan kening dengan erat. Ketika melihat Mu ZhanBei datang, dia langsung memasukkan kepalanya ke dalam pelukannya tanpa berpikir.
“ZhanBei, tolong aku, tolong aku! Dia … dia ingin membunuhku!”
Gu WeiZi terhuyung dan hendak menabrak ke pelukan Mu ZhanBei.
Mu ZhanBei memapahnya, menopang bahunya dengan kedua tangan, dan memapahnya dengan stabil.
Mata Gu WeiZi menjadi gelap, Tuan Muda Mu masih tidak ingin membiarkannya bersandar di pelukannya, tidak boleh sekalipun.
__ADS_1
Pria ini benar-benar sangat menghindari wanita, tidak pernah membiarkan wanita mendekatinya!
Namun, mengapa Gu AnRan yang dulu, tidak hanya bisa masuk dalam pelukannnya, tetapi juga ditekan di bawah tubuh olehnya, dan disayang sesukanya?
Pria ini terlalu pilih kasih!
Namun, wajah Gu WeiZi yang sekarang menjadi pucat karena kesakitan.
Cemburu dan kekesalannya tidak berani ditunjukkan sama sekali, dia sangat rapuh sekarang.
“ZhanBei, dia ingin membunuhku, dia ingin membunuhku, sakit sekali, Uh…”
Tatapan Mu ZhanBei yang suram menyapu seluruh tubuh Gu AnRan, dan akhirnya dia melihat kedua matanya yang merah karena marah.
Tangannya masih gemetar, dan dia memang benar sedang memegang pisau di tangannya, di ujung pisau tersebut bertetesan darah.
Dia benar-benar menusuk Gu WeiZi!
“RanRan, itu berbahaya, letakkan pisaunya.” Jiang Nan bergegas mendekat, dia takut dia akan melukai dirinya sendiri, dan dengan cepat mengambil pisau dari tangannya.
“RanRan!” He LingZhi dan Mu TianYou pun menerobos masuk.
Depan toko yang awalnya masih bisa dikatakan luas tiba-tiba menjadi ramai.
“RanRan, apa… apa yang terjadi?” He LingZhi melihat luka di lengan Gu WeiZi, dan dia tiba-tiba langsung terkejut.
Namun, tidak peduli seberapa impulsifnya RanRan, dia juga tidak mungkin akan melakukan hal seperti itu.
Itu pasti Gu WeiZi! Pasti dia yang mengatakan kata-kata yang keterlaluan pada RanRan!
“Dia mengakui, dia mengakui …”
Gu AnRan meraih lengan baju Jiang Nan, dan berkata dengan mata merah : “Dia mengakui bahwa merekalah yang membunuh XiaoMi!”
“Kamu…” He LingZhi mengepalkan tinjunya, ingin sekali meninju wajah Gu WeiZi.
Tetapi Gu WeiZi sekarang dilindungi oleh banyak orang, mereka tidak punya kesempatan sama sekali!
“Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan!”
Gu WeiZi memucat karena kesakitan, bibirnya gemetar, dan menangis : “Dia langsung berkata bahwa aku telah merebut lelakinya begitu dia datang, tetapi … Tetapi aku tidak melakukannya. ZhanBei dan aku benar-benar saling mencintai.”
Dia memandang Mu ZhanBei, tetapi Mu ZhanBei tetap tanpa ekspresi.
Gu WeiZi berhenti menangis padanya dan menoleh untuk melihat kakek tua Gu yang cemas.
“Kakek, dia melukaiku tanpa alasan, kakek, aku sangat sakit …”
Entah mengapa kakek tua itu merasa sangat kesulitan.
Cucu perempuannya terluka, dia seharusnya segera membawanya ke rumah sakit, dan orang yang melukai cucunya harus segera dibawa ke pengadilan.
Namun, orang yang menyakiti WeiZi ternyata adalah RanRan!
Gadis ini, entah mengapa, dia tidak ingin mempersulitkannya sama sekali.
“Pergi ke rumah sakit untuk berobat dulu.”
__ADS_1
Suara Mu ZhanBei selalu dingin, seperti aliran air yang dingin.
“Li Ye, panggil polisi.”