Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 242 Aku Akan Menghancurkanmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Alis Mu Zhanbei mengerut ringan, menundukkan kepala melihat wajahnya, tak disangka terlihat kegelisahan dan tidak tenang di balik matanya.


“Jiang Nan yang memberitahumu?” Hubungan si wajah cantik itu dengannya sudah begitu dekat sampai tahap ini?


Hello! Im an artic!


Gu Anran tidak bisa memberikan penjelasan padanya, sebenarnya siapa yang membocorkan informasi ini padanya.


Dari perkataan Tuan Muda Pertama Mu sudah memberitahunya, tempat yang hendak ia datangi sungguh adalah Ali Han!


“Bisa tidak kalau kamu tidak pergi?” Lintasan kehidupan ini sudah berbeda jauh dengan kehidupan sebelumnya.


Dia sungguh tidak tahu jika Tuan Muda Pertama Mu pergi ke Ali Han lalu mengalami kejadian itu lagi, apakah sungguh bisa kembali dengan selamat?


Hello! Im an artic!


“Kenapa tidak boleh pergi?” Tangannya mendarat di wajahnya, bahkan Gu Anran tidak menyadari bahwa wajahnya sudah digenggam oleh satu telapak tangannya.


“Berbahaya.” Dia sungguh merasa gugup.


Tuan Muda Pertama Mu pergi ke Ali Han di kehidupan yang lalu seharusnya bukanlah kejadian tahun ini melainkan tahun depan.


Sementara sekarang, rencananya menjadi lebih awal, takdir bisa berubah kapanpun juga.


Seandainya, bagaimana kalau dia tidak bisa kembali lagi?


“Kamu peduli padaku?” Suasana hati yang tertekan sepanjang malam ini, karena kegelisahannya, tiba-tiba menjadi antara ada dan tiada.


Mu Zhanbei merasa suasana hatinya sedikit membaik bahkan di matanya terdapat beberapa sinar dan cahaya.


Bahkan Gu Anran bisa merasakan hawa dingin pada tubuhnya sudah tidak begitu berat lagi.


Hanya saja pertanyaan ini, dia tidak tahu bagaimana seharusnya menjawabnya.


Jika tidak salah, pagi tadi dia baru saja mengumumkan pemutusan janji pernikahan mereka di koran, lalu malam ini malah menjeratnya.


“Tidak peduli apa tujuanku, tolong kamu jangan pergi.”


“Tidak bisa.”


“Tuan Muda Pertama Mu…”


“Demi masa depan.” Mengenai masa depan siapa, dia tidak berencana mengatakannya.


Gu Anran tahu dia tidak bisa mengubah keputusannya, di dunia ini sangat sedikit orang yang bisa mengendalikan pemikiran dan pertimbangannya.


Dia tiba-tiba merasa tertindas dan sedih, meskipun kamu begitu mempedulikannya namun dia sama sekali tidak peduli dengan pendapatmu, selamanya tidak akan peduli.


Gu Anran dengan kuat mendorongnya, “Aku berharap kamu jangan pergi, namun aku tahu aku tidak bisa ikut campur dengan urusanmu.”


Mu Zhanbei tahu dia sedang marah, dia sebenarnya ingin memberikan penjelasan padanya.


Namun bagi seorang yang tidak terbiasa menjelaskan sesuatu pada orang lain, penjelasan sungguh merupakan kata yang sangat sulit.

__ADS_1


Terdengar suara langkah kaki dari luar, ada orang yang sedang mendekat kemari.


Mu Zhanbei menundukkan kepala dan mencium pipi Gu Anran yang dingin, dengan pelan berkata, “Tunggu aku kembali.”


Dia berbalik badan dan hendak pergi.


Hati Gu Anran terguncang dengan hebat, setelah dia berinisiatif memutuskan janji pernikahan dengan dirinya, bukankah “tunggu aku kembali” kalimat ini terlalu mendominasi, angkuh dan tidak sopan?


Namun dia tahu, apa yang dimaksudnya.


Dia ingin agar dirinya menunggunya kembali dari Ali Han, namun sebenarnya untuk apa dia pergi ke tempat yang begitu berbahaya itu?


Melihat dia hendak pergi, Gu Anran seharusnya bisa rileks dan lega.


Tapi di detik dia membalikkan badan, dia mendadak merasa panik, dia bersikeras ingin pergi ke Ali Han, apakah ini merupakan perjumpaan mereka yang terakhir?


Hatinya merasa cemas, dia merasa takut, dia sungguh merasa ketakutan!


“Aku tidak akan menunggumu!”


Melihat bayangan punggungnya yang kabur, Gu Anran dengan suara seraknya berkata, “Kaki depanmu melangkah ke Ali Han, maka aku di belakang akan bersama dengan Tuan Muda Kedua Jiang!”


Langkah kaki Mu Zhanbei terhenti, membalikkan kepala dan menatapnya, sorotan matanya begitu dingin dan mencekam.


“Kamu tahu, aku tidak suka bercanda.”


“Kenapa tidak dengan, kamu tahu aku juga tidak suka bercanda?”


“Jiang Nan tidak akan menginginkanmu.”, katanya dengan datar.


“Gu Anran, jangan coba-coba memancing emosiku!” Dia sungguh marah.


“Apa yang aku katakan pasti akan kulakukan!” Suara Gu Anran sangat berat.


Dia tidak marah, hanya saja ia bertaruh sekali ini, bertaruh apakah dirinya memiliki sedikit posisi saja di dalam hatinya.


Jangan pergi ke Ali Han, jangan pergi ke tempat berbahaya itu, jangan…tidak akan kembali lagi…


Mu Zhanbei memegang telapak tangannya, dia tidak tahu pria lain namun Mu Tianyou dengan Mu Zhenan ingin memilikinya sampai hampir gila!


Asalkan dia bisa lebih agresif, kedua pria itu pasti tidak akan bisa menahannya lagi!


Dia, tidak disangka berani mengancamnya!


“Tuan Muda Pertama Mu, aku juga tidak bercanda denganmu, jika kamu sungguh pergi ke Ali Han, aku akan pergi mencari pria lain.”


“Kamu kira aku akan peduli?”


Mu Zhanbei tersenyum dingin, membalikkan kepala selangkah demi selangkah berjalan mendekat ke arahnya, hawa dingin dan mencekam itu membuat orang tidak tahan untuk merasa ketakutan.


Pada akhirnya, dia berhenti di hadapannya, jari tangannya yang panjang mendarat di dagunya, dengan erat mengangkat wajahnya.


“Dengan apa kamu pergi merayu dan menggoda beberapa pria itu? Wajah ini?”


Gu Anran tidak bicara, sekarang hawa di sekujur tubuhnya begitu menyeramkan seperti asura (iblis) dari neraka.

__ADS_1


Dia takut mulutnya ini akan mengeluarkan suara yang gemetaran dan membuat dia melihat ketakutan yang ia rasakan saat ini.


Mu Zhanbei tiba-tiba menundukkan kepala dan mendekat ke arahnya.


Nafas yang dingin itu terpapar di wajahnya, sangat dingin hingga pembuluh darah kapiler dan aliran darah yang mengalir di wajahnya seperti membeku sepenuhnya.


Tubuhnya begitu tegang, hanya saja dia menggigit bibirnya dengan kuat, berusaha agar dia sendiri tampak tenang.


“Gadis, jangan salahkan aku tidak mengingatkanmu, sehari kamu menjadi wanitanya Mu Zhanbei maka selamanya tetaplah kamu!”


Ujung jarinya meraba bibir tipisnya, begitu dingin, dingin sampai bibirnya perlahan gemetaran.


“Jika ada suatu hari aku menyadari kamu memiliki pria lain, aku tidak hanya akan membunuhnya namun juga menghancurkan dirimu!”


Nafas Gu Anran berhenti untuk beberapa detik, dia tidak tahu bagaimana Mu Zhanbei pergi meninggalkannya, dia hanya tahu setelah dia pergi, dirinya baru bisa kembali bernafas dengan normal.


Jika, dia memiliki pria lain, dia tidak hanya akan membunuh orang itu, namun juga…akan menghancurkannya…


Begitu dominan dan sombong, begitu biadab, begitu kejam!


Meskipun bukanlah barang yang diinginkannya, juga tidak mengizinkan pria lain untuk menodainya!


Haruskah dia memarahinya pria brengsek? Namun, kecemasan lebih mendominasi.


Benarkah dia sungguh akan pergi ke Ali Han?


Pintu jalan darurat itu tiba-tiba terbuka, seberkas cahaya masuk ke dalam.


Setelah terbiasa dengan kegelapan, tiba-tiba ada seberkas cahaya muncul, mata Gu Anran untuk sesaat tidak terbiasa, spontan mengangkat tangan dan menghadang matanya.


“Kenapa kamu…” Jiang Nan melihat sekilas tangga jalan darurat itu, semua pertanyaannya tiba-tiba terasa tidak ada gunanya.


Tidak tahu apakah helaan nafas ringan dokter itu benar-benar ada atau tidak, Gu Anran hanya merasa ada sesuatu terjatuh di badannya sendiri, membuat tubuhnya yang dingin perlahan mencari kembali sedikit demi sedikit kehangatan.


Menggengam pakaian luar tipis pria yang suhu tubuh hangatnya masih tersisa, dia mengangkat kepala melihat Jiang Nan yang berdiri di hadapannya.


Suara seperti tertahan di dalam tenggorokan, hendak mengeluarkan suara namun tampaknya sangat sulit.


“Tuan Muda Kedua Jiang, wawasanmu sangat luas, kamu tahu…bagaimana situasi sekarang di Ali Han?”


Sorotan mata Jiang Nan spontan kembali lagi diarahkan pada mulut tangga itu.


Terakhir dengan pelan memapahnya lalu berjalan keluar.


“Peperangan, kelaparan…sudahlah, intinya kekacauan yang tidak bisa kamu bayangkan.”


Tidak disangka bos memberitahukan anak ini bahwa ia akan pergi ke Ali Han? Ini sama sekali tidak sesuai dengan gaya bos dalam melakukan sesuatu.


Gu Anran mengenakan pakaian luarnya, tidak mengatakan apa-apa lagi.


Jiang Nan tidak membawanya kembali ke aula besar jamuan, melainkan membawanya ke mobil.


Hingga pintu mobilnya sudah ditutup, Gu Anran baru bereaksi, tidak tahu sejak kapan dia sudah duduk di dalam mobilnya.


“Tuan Muda Kedua Jiang?” Setelah dipikir-pikir, seketika ia merasa gelisah, tangannya memegang pintu mobil, suaranya menjadi dingin, “Tuan Muda Kedua Jiang, aku bukan wanita seperti itu, jika kamu ingin membawa wanita pulang ke rumah, tolong kamu pilih yang lain!”

__ADS_1


__ADS_2