Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 218 Dia Hanyalah Anak Kecil


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Li Ye turun dari mobil, ia segera pergi jauh-jauh dari sana.


Juga tidak tahu berapa lama kemudian, pintu mobil baru terbuka, pria itu dengan santai turun dari mobil.


Hello! Im an artic!


Raut wajahnya begitu tenang, nafasnya teratur dan stabil, kemejanya rapi dan bersih, jelas terlihat tampang yang bermartabat dan dingin.


Di sisi lain, perempuan yang turun setelahnya, meskipun bajunya sudah dirapikan namun terlihat jelas beberapa jejak baju yang berantakan.


Rambut panjangnya juga terlihat sedikit berantakan, untung kualitas rambutnya memang bagus, dengan menggunakan jari tangan menyisirnya, rambutnya kembali lurus lagi.


Namun wajahnya sangat merah, kemudian nafasnya terburu-buru dan berantakan, di balik matanya tercemar beberapa niatan rasa memabukkan.


Hello! Im an artic!


Jika bukan karena minum terlalu banyak maka pasti adanya pergerakan di antara mereka berdua barusan tadi, suasana hati terlalu bergejolak dan berombak.


“Untuk apa melihatku? Melukai harga diri calon suamimu di depan umum, memangnya tidak perlu menerima sedikit hukuman?”


Jika dibandingkan satu sama lain, tampang Tuan Besar Mu sungguh seakan merasa puas dan terpenuhi akan sesuatu.


Gu Anran menatapnya dengan tajam, tidak disangka saat pria ini tidak tahu malu ternyata bisa begitu memalukan hingga tahap ini!


Tapi, hal seperti ini juga tidak bisa dikecam dengan keras.


Siapa suruh mereka masih berstatus calon suami istri?


Gu Anran kembali membereskan pakaiannya sendiri kemudian memimpin dulu untuk masuk ke dalam ruang tamu yang besar itu.


Tidak disangka, di tengah ruang tamu itu ada seorang wanita duduk termenung di atas sofa, Shu Ran.


Melihat Gu Anran pulang, Shu Ran langsung berdiri namun sorotan matanya malah mengabaikannya dan melihat ke arah Mu Zhanbei yang berjalan di belakangnya.


“A Bei, kamu sudah pulang?” Suaranya sedikit serak lalu terdapat sedikit rasa cemas dan panik di dalamnya.


“Hm.” Mu Zhanbei menganggukkan kepalanya kemudian bersama dengan Gu Anran berjalan ke sana, “Bibi Shu.”


“A Bei, lepaskanlah Xiao Lei, dia masih anak-anak masih belum mengerti apa-apa.”


Shu Ran membuka suara, air matanya hampir mengalir keluar.


Terjadi sesuatu dengan Shu Lei, dia masih belum sempat pergi melihatnya namun dia malah tahu bahwa tangannya sudah hancur, karier melukisnya di sisa kehidupan ini kemungkinan juga sepenuhnya ikut hancur.


Sebentar lagi dia akan pergi melihatnya namun sekarang harus mengatakannya dengan jelas pada Mu Zhanbei dulu.

__ADS_1


“A Bei, jika Xiao Lei berbuat salah padamu, Bibi Shu mewakilkannya meminta maaf padamu, bolehkah?”


“Aku tidak akan mencarinya.” Mu Zhanbei memperjelas sikapnya, “Kecuali, dia mencari masalah.”


“Dia tidak akan, dia sungguh tidak akan berbuat seperti itu lagi!” Shu Ran langsung menggelengkan kepala dan berjanji padanya.


“Kalau begitu, Bibi Shu sudah boleh pulang, aku sudah bilang aku tidak akan mencarinya.”


Masalah ini anggap saja telah berakhir.


Mu Zhanbei berjalan dan duduk di atas sofa, Shu Ran masih tetap berdiri di tempatnya, hanya memalingkan kepala dan melihatnya kemudian mengatupkan bibirnya.


“Bibi Shu, masih ada urusan?” Mu Zhanbei menaikkan alisnya.


Ekspresi seperti ini tidak ada bedanya dengan biasa, terjadi hal begitu besar menghancurkan kehidupan Xiao Lei namun dia terlihat tidak serius seakan tidak terjadi sesuatu.


Ujung jari Shu Ran gemetar melihat pria yang biasa memiliki hubungan yang tidak begitu buruk dengannya sedang duduk di atas sofa ini.


Panik, marah, sedih, namun tidak rela.


Akan tetapi dia masih tetap menahannya, menahan amarahnya sendiri meskipun hanya bicara juga masih memaksakan diri agar dapat berbicara dengan nada yang lembut dan halus.


“A Bei, Xiao Lei baru berumur 22 tahun, dia sungguh masih seorang anak-anak.”


22 tahun, bahkan belum meninggalkan sekolahnya, umurnya masih begitu kecil sulit terhindar dari berbuat kesalahan.


Mu Zhanbei meliriknya, jika tidak diperlukan dia tidak ingin bertindak gegabah dengan ibu tiri yang dinikahi masuk ke Keluarga Mu dan beberapa tahun selama ini terus menjaga dirinya tetap tenang.


Namun Bibi Shu yang biasanya tidak akan berdebat dengan orang lain, kelihatannya hari ini sungguh sudah terpancing.


Dia berjalan ke depan Mu Zhanbei meskipun dia marah hingga ujung jarinya bergetar namun masih tetap menahan amarahnya.


“A Bei, aku berharap kamu bisa memberikanku sebuah janji, selamanya jangan pernah ada orang datang menyakiti Xiao Lei.”


“Bibi Shu.” Gu Anran berjalan kemari dan berdiri di sisi Mu Zhanbei lalu menyambut sorotan matanya.


“Di matamu apakah aku adalah anak-anak?”, tanyanya.


Shu Ran saat itu tidak ingin melihatnya namun dia berdiri di sisi Mu Zhanbei, dia tidak bisa mengabaikannya.


“Aku tidak mengerti apa maksud dari Nona Gu.” Sudut bibir perlahan mengerut.


“Jika ada orang yang menyakitiku, tidak tahu apakah Bibi Shu juga bisa mengatakannya pada orang itu bahwa aku ini masih anak-anak lalu berharap dia bisa murah hati?”


Shu Ran melihatnya, dia hari ini sungguh tidak ingin ribut dia hanya berharap Mu Zhanbei bisa memberikannya sebuah janji.


Shu Lei adalah keponakan yang paling dia sayang, terjadi sesuatu dengan Shu Lei, kakak tertua dengan ayah dan ibu sudah cemas dan panik hingga hampir gila.

__ADS_1


Sekarang, seluruh Keluarga Shu sedang terjebak dalam keadaan yang suram, dalam hati semuanya merasa marah juga sedih namun sama sekali tidak ada cara untuk membalas Mu Zhanbei.


Saat seperti ini dia mana ada lagi suasana hati mempedulikan seorang perempuan yang masih belum termasuk Keluarga Mu ini?


“Nona Gu, aku tahu kamu juga dirugikan namun Xiao Lei keluarga kita sudah cukup menyedihkan, aku suka jika kamu bisa berbaik hati sedikit saja, jangan lagi mencampur aduk masalah ini.”


“Bibi Shu, aku hanya ingin bicara prinsip kebenaran denganmu.”


Gu Anran sama sekali tidak ada niatan untuk memprovokasinya lagi, dia juga bisa melihat meskipun Shu Ran sangat marah hingga hampir gila namun setidaknya dia masih begitu terpelajar terus menahan amarahnya sendiri.


Sikap seperti ini sungguh sangat langka.


“Saat itu, anak kecil yang dibilang Bibi Shu itu mencari 30-an kaki tangan kekerasan datang mencari masalah dengan kita.”


Raut wajah Gu Anran sedikit suram, bukan mencibir melainkan emosi.


Shu Ran malah tidak ingin mempedulikannya sedikitpun hanya melihat Mu Zhanbei, “A Bei, Bibi Shu hanya ingin janjimu saja!”


“Shu Ran menunjuk orang-orang itu lalu berkata ingin merusak tangan teman-temanku semua, lalu ingin aku dipukul hingga babak belur! Lalu ke mana aku harus pergi mencari janji itu?”


Gu Anran tiba-tiba menaikkan nada bicaranya, seluruh ruang tamu itu penuh dengan suara gema dari perkataannya.


Bisa dibayangkan seberapa kuat dan keras perkataan yang terlontar itu?


“Bila anak Keluarga Shu kalian melakukan kesalahan maka mereka adalah anak-anak, kita orang-orang yang tidak bersalah ini siapa yang umurnya lebih besar darinya? Memangnya kita bukan anak-anak?”


“Orang yang ingin dia hancurkan adalah pacar sebelumnya, dia terus memanfaatkan lukisan yang digambar untuknya malahan mengklaimnya atas nama orang lain.”


“Kamu sembarang bicara!” Shu Ran akhirnya tidak bisa menahan amarahnya lagi, melototinya, api amarah sedang terbakar di balik matanya.


“Memangnya ada apa denganmu sekarang ini? Apakah kamu terluka atau bagian mana sudah cacat? Kerugian apa yang kamu rasakan?”


Namun Xiao Leinya? Xiao Lei sekarang tangannya sudah rusak!


“Aku memang tidak terluka karena aku tahu bagaimana cara mengatasinya sebelum terjadi, menyuruh orang datang untuk membantu.”


“Namun Nona Shu keluarga kalian masih tetap tidak bersedia untuk menyerah, dia mengambil tongkat kayu dan ingin membuat temanku cacat jika bukan karena Tuan Besar Mu datang tepat waktu, sekarang orang yang terluka adalah aku.”


“Kamu…”


“Tuan Besar Mu sudah terluka, Bibi Shu, Xiao Lei keluargamu yang melukainya, bukankah kamu juga ingin berkata bahwa kulit dan daging Tuan Besar Mu tebal dan kasar, tidak masalah bila dipukul sekali dengan tongkat kayu?”


“Aku…” Shu Ran melihat Mu Zhanbei namun Mu Zhanbei tidak terlihat bekas lukanya sama sekali.


Akhirnya, dia melototi Gu Anran, sikap dan ajarannya sudah sepenuhnya tertelan oleh api amarah.


“Di sini bukanlah rumahmu, tidak sampai giliranmu bagi orang luar seperti dirimu untuk bicara di sini! Aku adalah nyonya besar Keluarga Mu, aku perintahkan kamu untuk keluar! Keluar dan kembali ke Keluarga Gu-mu!”

__ADS_1


Gu Anran membalas sorotan matanya dengan datar, akhirnya menyadari sama sekali tidak ada gunanya lagi berbicara prinsip kebenaran dengan dirinya.


Dia mendadak mengambil ponselnya dan menelepon sebuah nomor ponsel, “Pergi periksa mengenai masalah Shu Lei yang sebelumnya semena-mena dan melanggar aturan juga melakukan hal terlarang, bila ada bukti langsung publikasikan semuanya di internet.”


__ADS_2