Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 163 Melindunginya Dalam Pelukan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sepertinya sudah setengah abad berlalu.


Di dalam mobil, begitu sunyinya hingga suara jarum yang jatuh pun bisa terdengar.


Hello! Im an artic!


Ucapan permintaan maaf Mu Zhanbei itu membuat Gu Anran terdiam sesaat.


Napasnya berangsur-angsur menjadi kacau. Entah karena dia masih marah, atau dia sudah memutuskan untuk melepaskan semuanya setelah permintaan maaf ini.


Dia mendapati dirinya agak murahan.


Pria ini, hanya perlu memperlakukannya dengan lebih baik sedikit saja, semua hal-hal menyakitkan yang pernah dia perbuat bahkan sudah Gu Anran lupakan.


Hello! Im an artic!


Tapi, mana bisa dia terus-terusan begini murahan?


Tapi sekarang ini, dia sudah tidak bisa marah lagi.


Tiba-tiba mobil itu berhenti.


Gu Anran mengangkat kelopak matanya dan menyadari bahwa ini bukanlah tempat yang baik untuk parkir mobil, sepertinya tidak ada halte bus di sekitarnya.


“Sepertinya terjadi sesuatu.” Mu Zhanbei mematikan mobil dan membuka jendela agar Gu Anran bisa mengambil napas.


“Kamu istirahat di sini sebentar, aku akan segera kembali.”


“Apa yang terjadi?” Suara Mu Zhanbei sedikit serius, membuat Gu Anran seketika juga ikut menjadi serius.


“Tidak apa-apa. Patuh dan tetap di dalam mobil, jangan turun.”


Mu Zhanbei menyerahkan kunci mobil pada Gu Anran dan turun dari mobil.


Setelah dia turun, Gu Anran barulah melihat dengan jelas apa yang terjadi di depan sana.


Bukankah ini area yang dulu telah dibeli oleh Keluarga Mu sebelumnya? Digunakan untuk investasi dalam bidang properti.


Karena wilayahnya sangat luas, hal ini telah meramaikan lalu lintas ekonomi sejak lama.


Hanya saja, ini urusan Grup Mu. Gu Anran sudah begitu lama di sisi Mu Zhanbei, tahu sangat jelas bahwa bisnis ini bukan dikerjakan oleh Tuan Muda Mu yang pertama.


Tapi sekarang, kelihatannya situasi sedang tidak bagus.


Sekelompok orang berkumpul di lokasi konstruksi. Apa mereka sedang demo?


“Itu Tuan Muda Mu! Anak pertama dari Keluarga Mu!”


Akhirnya ada seseorang yang melihat Mu Zhanbei yang menuju ke sana.


Mereka yang sedang mengepung manajer proyek pun segera mengalihkan target dan menghambur ke arah Mu Zhanbei.


“Kalian memaksa kami untuk merubuhkan, kalian sudah keterlaluan!”


“Benar. Rumah leluhur mati tidak akan dijual. Kalian memutuskan aliran air dan listrik, memaksa kami untuk pergi!”


“Bukankah sudah sepakat agar masalah ini dibicarakan pelan-pelan? Atas dasar apa kalian memutuskan aliran air dan listrik? Kali ini pebisnis tidak bermoral!”


Semakin banyak orang yang pergi mengerubunginya. Ketika manajer proyek melihat Tuan Muda Mu, dia begitu terkejut hingga buru-buru menyuruh para pekerja ke sana untuk melindungi Tuan Muda Mu.

__ADS_1


“Ada apa?” Wajah Mu Zhanbei suram, suaranya dingin dan membawa keagungannya sendiri.


Para penduduk yang tadinya masih ribut, seketika menjadi diam secara misterius.


Tatapan Mu Zhanbei menyapu semua orang, akhirnya jatuh pada manajer proyek.


“Penduduk masih belum pindah, kenapa air dan listrik sudah diputus?”


“Ini…” Sang manajer tampak bingung, dia juga hanya menjalankan sesuai instruksi.


“Mereka tidak bersedia pindah dan harga sudah disepakati, mereka ingkar di akhir-akhir…”


“Bicara sembarangan! Yang ingkar di akhir itu kalian!”


“Benar. Awalnya sudah disepakati bahwa setiap rumah tangga akan mendapatkan tunjangan tempat tinggal. Hari ini malah bilang, tunjangan tempat tinggal telah dibatalkan!”


“Benar! Orang dari Keluarga Mu kalian telah mengatakan bahwa tunjangan tempat tinggal akan didapatkan oleh setiap rumah tangga, setidaknya 100.000 yuan per orang.”


“Kami percaya pada Keluarga Mu, tapi kalian malah menipu kami!”


“Apa tidak menandatangani perjanjian?” Mu Zhanbei berdiri di tengah kerumunan.


Meski orang-orang yang berkerumun itu berisik, tapi dia berdiri di dalam seperti seorang raja.


Semua orang secara sadar menjaga jarak darinya dan tidak ada yang berani mendekat bahkan setengah langkah.


“Di perjanjian tertulis 100.000 yuan, tapi yang kalian katakan secara lisan adalah 100.000 yuan per kepala! Kalian bilang tidak usah diubah, bisnis Keluarga Mu sangat besar dan tidak mungkin menipu orang. Kami tidak percaya!”


“Benar, kami semua percaya bahwa Tuan Muda Mu yang mengatakannya.”


“Keluarga Mu penipu! Tuan Muda Mu penipu!”


Sekelompok orang itu kembali emosi. Begitu teringat bahwa rumah mereka sudah tiada, uang juga kurang begitu banyak, semua mulai emosional.


“Tuan Muda, masalah ini aku akan tangani dengan baik. Anda pulang saja dulu.” Sang manajer mulai cemas.


Kalau terjadi sesuatu pada tuan muda di sini, pekerjaan dia ini pasti sudah melayang.


Dia berkata dengan lantang, “Semuanya jangan cemas. Bukankah masalah ini masih bisa kita bicarakan? Kami akan memberikan jawaban yang memuaskan kalian.”


“Bicarakan apa? Kalian sudah mulai pembangunan, apa masih akan berdiskusi dengan kami?”


“Keluarga Mu, bayarkan uang kami, bayarkan uang kami!”


“Ibuku begitu marahnya hingga dirawat di rumah sakit, semua ini dikarenakan oleh Keluarga Mu. Cepat bayarkan uangnya!”


“Anggota Keluarga Mu tidak bisa dipercaya, Tuan Muda Keluarga Mu itu orang jahat!”


“Benar! Kalian semua orang jahat!”


Entah siapa yang mengambil semua batu kecil dan sudah melemparkannya ke arah Mu Zhanbei.


“Awas!” Gu Anran yang sedang duduk di dalam mobil pun terkaget. Dia langsung membuka pintu mobil dan bergegas menghampiri.


“Hati-hati, jangan berkelahi!”


“Untuk apa kamu turun?” Wajah Mu Zhanbei menjadi suram, dia bergegas melewati kerumunan dan mendekati ke arah Gu Anran.


Tanpa diduga, saat dia berusaha keluar dari kerumunan itu, tanpa sengaja dia menabrak seorang lelaki tua.


Semua orang luar biasa emosi dan berteriak bahwa Tuan Muda Mu telah melukai orang.

__ADS_1


Di kerumunan, entah siapa itu, tiba-tiba mengambil batu bata dan melemparkannya ke arah Mu Zhanbei.


Mu Zhanbei menghindarinya dalam satu langkah, tapi batu bata itu jatuh tidak jauh dari kaki Gu Anran, membuat gadis itu ketakutan hingga tubuhnya lemas.


Astaga, orang-orang ini mulai menggunakan kekerasan!


“Tuan Muda Mu, hati-hati!”


Sepotong batu bata lainnya kembali terlempar ke arahnya! Gu Anran tanpa berpikir panjang, langsung berlari ke arah Mu Zhanbei dengan kecepatan kilat.


“Itu wanitanya Tuan Muda Mu! Itu mobil milik Tuan Muda Mu!”


“Mereka menghasilkan begitu banyak uang kotor, semuanya dihabiskan pada wanita dan mobil. Dasar pebisnis tidak bermoral!”


“Menghasilkan yang hasil jerih payah dari penduduk biasa, tidak tahu malu!”


“Tidak tahu malu!”


“Mati saja kalian!”


Terdengar suara teriakan dan kali ini batu bata itu tidak dilemparkan ke arah Mu Zhanbei, melainkan dilemparkan ke arah Gu Anran.


Gu Anran masih berlari dan saat batu bata terlempar kemari, dia sama sekali tidak sempat untuk melangkah mundur.


Ingin menghindar, tapi sudah terlambat.


“Tuan Muda Mu!”


Dia memeluk kepalanya sendiri dengan kedua tangan, masih tidak berhenti.


Terdengar bunyi debam keras dan dia menubruk dada seorang pria.


Tubuh ramping itu terhuyung, hampir saja dia terpental saat menubruk dada itu.


Telapak tangan besar itu mendarat di kedua lengannya dan tiba-tiba menariknya kembali dan membuatnya jatuh dalam pelukan pria itu.


Batu bata yang tadi tidak mengenai dirinya, rasa sakit yang dinanti-nantikan pun tidak kunjung datang.


Gu Anran menghela napas lega, tapi tiba-tiba dia melihat sebuah noda berwarna merah tua!


“Tuan Muda Mu!” Dalam sekejap, Gu Anran begitu ketakutan hingga jiwanya nyaris melayang!


Mu Zhanbei terluka! Apa karena batu bata barusan itu? Ternyata batu itu mengenai dahi pria itu!


“Jangan ribut! Semuanya jangan ribut! Kalian telah melanggar hukum jika seperti ini! Semuanya jangan buat masalah!”


Manajer membawa beberapa orang dan segera menghentikan orang-orang itu.


Tidak jauh dari sana, beberapa mobil tiba-tiba berhenti dan belasan pria dengan setelan jas hitam yang terlatih pun keluar dari mobil. Mereka segera berdiri di sekeliling Mu Zhanbei dan Gu Anran.


“Tuan Muda Mu, bagaimana keadaanmu? Jangan membuatku takut!”


Gu Anran mengangkat tangannya, mencoba untuk menyentuh luka itu, tapi dia tidak berani.


Dia panik dan berteriak keras, “Pengawal, cepat kemari! Tuan Muda terluka! Cepat tolong dia!”


Mu Zhanbei masih memeluknya erat, membungkus tubuh Gu Anran sepenuhnya dengan tubuhnya. Dia takut kalau orang-orang itu masih akan melemparkan batu bata ke arah Gu Anran.


Tapi tubuh Mu Zhanbei yang tinggi besar itu sedikit terhuyung. Tadi saat batu bata itu mengenai tubuhnya, sangat jelas bahwa lukanya tidak ringan!


Sekarang dia bahkan sudah tidak bisa berdiri tegak. Namun tanpa sadar, dia masih memeluk Gu Anran dengan erat!

__ADS_1


Hati Gu Anran terasa sedih. Melihat sebuah sosok yang turun dari mobil lain, dia segera berteriak dengan cemas, “Li Ye, Tuan Muda Mu terluka. Cepat bawa dia ke rumah sakit!”


__ADS_2