Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 415 Jika Kau Benar-Benar Ingin Menebus


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kewaspadaan tuan tua sebenarnya tidak buruk, dia samar-samar telah mencium bau yang tidak beres.


Namun, karena satu adalah putrinya dan satu adalah cucunya yang baik, betapapun gelisahnya, dia tidak akan curiga bahwa mereka akan bekerja sama untuk melawannya.


Hello! Im an artic!


Gu Weizi tersenyum lembut, tetapi kata-katanya dingin.


“Kakek, bukankah kau bilang Gu Group memang milikku?”


Tuan tua terkejut, tidak tahu apa yang dia maksud dengan tiba-tiba mengatakan ini?


“Kakek, besok adalah hari perjamuan makan diadakan, tapi sekarang aku masih bukan apa-apa.”


Hello! Im an artic!


“Kau adalah cucu kakek!” Dengan identitas cucu keluarga Gu, bagaimana bisa berkata dia bukan apa-apa?


“Tetapi orang lain berpikir aku hanyalah anak adopsi liar.”


“Siapa yang berani berpikir begitu?” Wajah tuan tua tenggelam, berkata tidak senang, “Siapa yang berbicara sembarangan?”


Gu Weizi duduk di samping tempat tidur, menatapnya santai.


Tatapan seperti itu benar-benar membuat hati tuan tua tidak tenang, “Weizi, apa yang sebenarnya ingin kau katakan? Sebaiknya, katakan langsung kepada kakek.”


“Kakek berjanji akan memberiku saham.” Karena dia ingin berbicara terus terang, maka ia menjelaskan.


Tuan tua buru-buru berkata, “Aku memang berjanji, bukankah sedang berencana untuk mengajak pengacara pada hari Senin, mentransfer saham kepadmu?”


“Besok kau akan mengumumkan bahwa aku adalah cucumu. Semua orang akan tahu bahwa aku cucu dari keluarga Gu.”


Gu Weizi jelas tidak puas dengan pengaturannya.


Dia mendengus, wajahnya suram.


Ini benar-benar berbeda dari cucu perempuan yang lembut di hadapannya dulu.


“Jika besok seseorang bertanya kepadaku, berapa banyak saham Gu Group yang ada di tanganku, apa yang akan kukatakan?”


Tuan tua tidak berkata apa-apa, diam.


Dia sudah mengerti maksud Gu Weizi.


Sebenarnya, kalaupun mentransfero sekarang, tidak masalah.


Seperti yang dia katakan, Gu Group, cepat atau lambat akan menjadi miliknya.


Hanya saja, menggunakan cara seperti ini; membujuknya pergi ke laut, dan membawanya ke sini, hanya untuk saham ini.


Sebenarnya hati tuan tua merasa sangat dingin, merasa direncanakan.


Dan kasih sayang keluarga yang seharusnya ada menjadi semakin dangkal karena penipuan dan rencana berulang kali ini.


Tapi, dia adalah anak Jingxu, bisa bagaimana?

__ADS_1


“Weizi, lalu apa yang kau ingin kakek lakukan?”


Tuan tua menghela nafas pelan, sangat tidak berdaya, dan sangat… lemah.


Gu Weizi benar saja mengeluarkan perjanjian yang telah disiapkan sebelumnya dan membawa kepadanya.


“Kakek, aku telah menghubungi pengacara. Kau memiliki 30 persen saham Gu Group. Asal kau menandatangani perjanjian ini, lain kali aki adalah cucu keluarga Gu yang sebenarnya.”


Tatapan tuan tua semakin suram.


Bahkan perjanjiannya sudah disiapkan!


Meskipun memang sudah berencana akan memberikannya, tetapi sekarang merasa seperti dipaksa, siapa pun akan merasa tidak nyaman.


Tuan tua Gu memandang Gu Weizi, bukan ragu, tetapi sedih.


Gu Weizi mengerutkan kening, tidak senang.


“Kenapa, Kakek, apakah yang kau katakan sebelumnya hanya menipuku? Kau sama sekali tidak menganggap aku cucumu!”


“Bagaimana bisa?” Tapi kata-kata ini sudah tidak begitu antusias.


“Jika bukan, kenapa masih tidak menandatanganinya?” Gu Weizi harus membiarkannya menandatangani hari ini!


Tuan tua menghela nafas lagi, mengambil persetujuan itu, mengambil pulpen.


Tapi ketika dia melihat lebih teliti, raut wajahnya benar-benar berubah.


“Kau ingin semua sahamku? Tiga puluh persen?”


Bukankah yang ia katakan sebelumnya adalah sepuluh persen?


“Kenapa? Tiga puluh persen, apakah ada masalah?”


Gu Weizi tampak tidak bersalah, memiringkan kepala dan menatapnya, “Kakek, kau enggan?”


Tuan tua tidak tahu harus berkata apa, tiga puluh persen, itu berarti mengambil semua saham Gu Group dari tangannya!


Tidakkah… nafsunya terlalu besar?


Melihatnya tidak menandatangani kontrak untuk waktu yang lama, Gu Weizi menjadi tidak senang, wajahnya, raut wajah semakin gelap.


“Kakek, kau pernah bilang, Papaku yang akan mewarisi Gu Group-mu, tapi semua salahmu sehingga Papa meninggal!”


Tuan tua terkejut, tiba-tiba menatapnya.


Tidak sangka dia akan mengatakan hal seperti ini!


“Bukankah begitu? Kakek, dulu kau tidak mengizinkan Papa dan Mamaku bersama sehingga mereka kawin lari.”


Gu Weizi tidak sia-sia tinggal di kediaman Gu selama sebulan ini.


Demi saat ini, kejadian dulu telah diselidiki dengan baik.


“Apa kau tahu kehidupan seperti apa yang dilalui setelah Papa kawin lari? Kakek, apa kau sama sekali tidak menyesal?”


“Weizi, jangan katakan lagi.” Dia menyesal, bagaimana mungkin dia tidak menyesalinya?

__ADS_1


Tangan tuan tua jatuh di tempat di mana jantungnya berada, dadanya agak sesak.


“Kenapa jangan mengatakannya? Kakek, kau membunuh orang tuaku, tapi sekarang tidak mengizinkan aku mengatakannya.”


Gu Weizi mendengus, tidak menunjukkan simpati pada wajahnya yang pucat.


“Karena kau telah melakukannya, tidak boleh menyangkalnya. Kakek mengaku berhutang padaku, apakah benar-benar begitu sulit?”


“Aku memang berutang padamu, Weizi. Semua ini telah berlalu, kakek pasti akan sangat mencintaimu di masa depan.”


Dia benar-benar tidak ingin menyebutkannya lagi, memikirkannya lagi!


Jantungnya seperti terbelah, rasa sakitnya berdarah.


Dia berutang pada keluarganya. Ini adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya, rasa sakit terbesar di hatinya.


“Kau mencintaiku, apakah hanya tahu membicarakannya?”


Gu Weizi menghina rasa bersalahnya.


“Weizi…”


Dia tidak mengerti mengapa cucu kesayangannya tiba-tiba menjadi seperti ini.


Apakah dia benar-benar begitu membencinya? Apakah dia benar-benar tidak mau memaafkannya?


“Kakek, jika merasa malu padaku, mengapa tidak mau menandatangani perjanjian ini?”


Gu Wei membungkuk dan menatapnya menghina, matanya penuh penghinaan dingin.


“Kau membuat keluargaku hancur. Jika sekarang bahkan tidak bersedia membayar harga ini, maka cintamu untuk Papaku, Gu Jingxu, tidak lebih dari itu.”


“Kalau begitu lain kali jangan katakan apapun tentang Papaku dan aku adalah cucu kesayanganmu!”


“Karena di dalam hatimu, semua orang tidak sepenting dirimu!”


Hati tuan tua mencelos, napasnya memberat lagi.


Dia terengah-engah, menatap Gu Weizi, entah sakit hati atau kesusahan, dia tidak tahu.


Melihat kertas perjanjian di tangannya, hatinya bergetar dan terasa dingin.


“Kakek, jika kau benar-benar ingin menebusnya, tanda tanganlah.”


Suara Gu Weizi masih ada di telinganya, bahkan melekat di hatinya.


Seperti suara ajaib, terus bertahan.


“Kakek, jangan ragu lagi. Kau bilang akan menyayangiku, ingin menebusku, bukan?”


Sebatang pena dijejalkan ke tangan tuan tua, lembar perjanjian kembali terbuka di depannya.


Gu Weizi mengambil tangannya dan meletakkannya di atas kertas perjanjian.


Ujung pena menghadap ke lembar perjanjian.


Dia mengangkat bibir, menatap mata tuan tua yang tidak terlalu cerah.

__ADS_1


“Kakek, tanda tanganlah.”


__ADS_2