
Hello! Im an artic!
Terdengar kabar bahwa semalam terjadi sebuah kecelakaan di area tak jauh dari kampus Jiang.
Han Mingzhu ditabrak oleh seseorang.
Hello! Im an artic!
“Dari kabar yang aku terima, Han Mingzhu sendiri yang mencari masalah, dan sampai akhirnya dia sendiri yang terluka.”
Berita dari He Lingzhi memang selalu menjadi yang tercepat, di saat semua orang masih belum berangkat ke Universitas Jiang, berita ini telah berhasil disebar olehnya.
“Dengar-dengar terjadi perselisihan dengan tim Shu Lei. Dan akhirnya, dengan tidak sengaja dipukul.”
“Murni sebuah kecelakaan?” lagi-lagi dipukul! Bagaimana mungkin bisa begitu banyak hal yang tak terduga? Su Xiaomi sama sekali tidak bersedia mempercayainya.
Hello! Im an artic!
“Benar-benar sebuah kecelakaan, orang yang mengemudi itu… dia adalah pemimpin dari Universitas Jiang, dia sungguh tidak sengaja.”
Awalnya He Lingzhi juga curiga, jangan-jangan “kecelakaan” ini dirancang oleh orang-orang dari Shu Lei.
Tapi, ini semua tidak masuk akal! Bagi Shu Lei, kelompok melukis dari Han Mingzhu itu sama sekali bukan ancaman baginya.
Dan sekarang, Qin Zhizhou mundur dari kompetisi dan tanpa sedikit keraguan tim dari Shu Lei sudah pasti akan menduduki peringkat pertama.
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi Shu Lei untuk menyerang Han Mingzhu.
“Dengar-dengar, orang dari Han Mingzhu yang mencari masalah, tapi aku juga tidak tahu persis apa yang sudah terjadi. Aku hanya tahu, bahwa saat Han Mingzhu sedang terlibat dalam perselisihan, entah siapa yang mendorongnya hinga keluar dan secara tidak langsung ditabrak oleh mobil yang ada di jalan.”
“Bagaimana keadaannya?” Gu Anran bertanya.
“Dia sudah dibawa ke rumah sakit. Dia dijaga ketat oleh orang-orang dari Keluarga Han dan aku masih belum mempunyai kesempatan untuk mencari tahu.”
Sepertinya lukanya cukup serius, sampai-sampai orang-orang dari Keluarga Han ikut turun tangan.
Su Xiaomi menghelakan napas setelah berpikir sejenak, “Sepertinya pengunduran diri Qin Zhizhou dari tim kita juga bukan suatu hal yang buruk.”
“Kenapa bukan suatu hal yang buruk? Hari ini kita sudah pasti kalah.” He Lingzhi segera berkecil hati begitu mengungkit Qin Zhizhou.
Meskipun Su Xiaomi juga demikian, tapi untungnya dia tahu bagaimana caranya untuk menyenangkan dirinya sendiri.
“Setidaknya, setelah Qin Zhizhou mundur, kita semua telah aman, bukankah seperti itu?”
Karakter orang yang hebat cenderung mudah memprovokasi orang untuk berbuat jahat. Lihatlah sisi Shu Lei, Qin Zhizhou baru saja bersama dengan Shu Lei, tapi masalah segera bermunculan.
Dan mereka, Tian You sudah berkata, orang-orang yang mengintai mereka kemarin telah hilang setelah Qin Zhizhou mundur dari tim mereka.
Oleh karena itu, mereka sangat aman dan tentram hingga saat ini.
“Sudahlah, anggap saja ini berkah yang tak terduga.”
Gu Anran juga tersenyum dan mendorong mereka keluar.
Yang Yi juga berusaha tersenyum kecil dan berkata, “Lalu harus bagaimana, kompetisi sudah di depan mata, apa yang bisa kita lakukan lagi?”
Benar juga, kompetisi sudah di depan mata dan tentu tidak boleh memasuki area kompetisi dengan raut wajah menyedihkan seperti ini.
__ADS_1
“Tapi, penulis utama kita…” Su Xiaomi melihat ke arah Gu Anran, “Maksudmu, kamu ingin aku menjadi penulis utama hari ini?”
“Menurutmu, jika kamu sebagai penulis utama, apakah kita memiliki peluang untuk masuk di tiga besar?” Gu Anran meliriknya sekilas.
Su Xiaomi mengerutkan bibir mungilnya dan berkata, “Tidak.”
“Jadi, untuk persoalan penulis utama kamu tidak perlu pikirkan. Ayo kita pergi.”
Gu Anran keluar terlebih dahulu dan yang lainnya hanya bisa mengikutinya dari belakang berjalan ke halaman Universitas Jiang.
“Tapi, jika kamu tidak membiarkan aku menjadi penulis utamanya, maka, tim kita tidak memiliki penulis utama, lalu bagaimana ini?”
“Pasti ada jalan di depan gunung.”
“Tapi, gunung sudah di depan mata, jalan dari mana?” Su Xiaomi sungguh tidak mengerti apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Ran Ran?
Dari sini ke Universitas Jiang, paling lama hanya akan menghabiskan waktu sepuluh menit.
Gunung sudah di depan mata, di manakah jalannya? Jangan-jangan dia berpikir, setelah tiba di area kompetisi, seorang penulis utama akan muncul begitu saja?
Atau, dia berpikir pertandingan tim hari ini meskipun tanpa penulis utama, akan ada orang lain yang bisa kembali mengejar poin-poin yang tertinggal?
Apakah mungkin? Tidak ada penulis utama, bahkan susunan saja tidak punya.
Sebagus apa pun jiwa tanpa adanya sebuah susunan, itu juga pasti akan seperti jiwa hantu yang bergentayangan.
“Ayo pergi, sungguh cerewet.”
Halaman Universitas Jiang masih terlihat sepi dan tenang.
Terdapat banyak bunga dan tanaman lain yang dirawat dengan begitu baik di mana-mana, membuat orang merasakan sejuknya angin musim semi begitu memasuki kawasan ini.
“Mobilnya Han Mingzhu.” He Lingzhi langsung mengenalinya.
Han Mingzhu? Bukankah dia masuk rumah sakit? Apa dia sungguh kembali berpartisipasi dalam kompetisi?
Hanya terlihat beberapa pengawal yang membuka pintu mobil dan mendorong Han Mingzhu keluar.
Iya benar, dia didorong keluar, karena kakinya telah terluka dan hari ini dia hanya bisa duduk di atas kursi roda.
Kemudian, belasan anggota tim berjalan di sisi Han Mingzhu dan menuju ke lapangan olahraga bersama.
Melihat Gu Anran mereka ada di depan matanya, Han Mingzhu melambaikan tangannya begitu melewati mereka.
Para tim berhenti dan Han Mingzhu menatap Gu Anran dengan lekat, seketika wajahnya perlahan-lahan mulai berubah.
“Hei jelek, kenapa kamu tidak menahan Qin Zhizhou?”
Gu Anran seperti merasa menginjak sebuah kotoran anjing tanpa alas kaki, tanpa merasa bersalah, “Lagi-lagi urusanku?”
“Jika bukan karena kamu yang terlalu jelek dan Qin Zhizhou kabur, mungkin hari ini dia masih berada di dalam timmu, dan hari ini Shu Lei pasti tidak akan menang!”
Han Mingzhu menggertakkan giginya dan mengepal tangannya dengan erat, dia sungguh ingin melayangkan tinjunya ke arah wajah Gu Anran yang penuh dengan bintik-bintik itu!
“Jika bukan karena kamu, apa mungkin si ****** Shu Lei akan sesombong ini? Tampang sudah seperti kotoran anjing! Bajingan jahat!”
Gu Anran melongo dan tidak bisa berkata apa-apa.
__ADS_1
Su Xiaomi dan He Lingzhi segera bergegas maju dan membentenginya.
“Cuih! Sendiri tahu kalau tidak bisa menandingi Shu Lei, sekarang bukankah sudah diejek dan diintimidasi orang lain?”
“Benar sekali! Sendiri yang tidak mampu, buat apa kamu mencari Ran Ran kami dan melampiaskan padanya? Jika kamu memang punya nyali, kamu saja yang pergi mencari Shu Lei!”
“Mana mungkin dia berani mencari Shu Lei? Lihat saja kakinya, bukankah ini semua bayaran dari dirinya mencari Shu Lei?”
“Benar juga. Han Mingzhu, ke depannya jika kamu bertemu dengan Shu Lei mungkin kamu harus menghindar, haha…”
“Kalian!” Han Mingzhu menggertakkan giginya.
Dua pengawal dari belakang mulai melangkah maju dan berpose seolah-olah siap untuk memukuli orang.
Mu Tianyou melangkah maju dengan acuh tak acuh, meskipun sedari tadi dia tidak melontarkan sepatah kata pun, tapi ekspresi di wajahnya tampak sangat ganas.
Namun, dia memang memiliki penampilan seperti ini, selama dia melirik dengan mata dinginnya, pihak lain seketika bisa merasakan tekanan berat seolah-olah kekuatan tinjunya akan melayang ke arahnya.
“Di sini adalah Universitas Jiang dan aku tidak ingin berdebat dengan orang-orang seperti kalian.”
Han Mingzhu melambaikan tangannya dan kedua pengawal itu segera mundur dari posisinya.
Dia mendengus dingin, “Mulai sekarang, jangan biarkan aku melihat kalian di luar sana.”
“Cuih! Hanya bisa menggertak saja.”
“Benar, jika memang berani, sana cari Shu Lei.”
Han Mingzhu menggertakkan giginya dan meminta orang lain untuk mendorongnya pergi.
Melihat bayangan mereka semakin menjauh, Gu Anran segera mengumpat, “Wanita ini memang sedikit gila! Mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati lagi jika berada di luar.”
Shu Lei masih bisa dianggap sebagai orang yang berakal sehat, meskipun dia memiliki siasat lain dalam bertindak, tapi setidaknya dia tidak gila.
Lain dengan Han Mingzhu, jika dia telah benar-benar diprovokasi, dia akan langsung menyerang orang tanpa adanya persiapan.
Su Xiaomi dan He Lingzhi saling memandang, di waktu yang sama mereka mengangkat bahunya dan tidak berkata apa-apa.
Semua ini karena terlalu kesal, Han Mingzhu memang gila!
Dia kesal dengan Shu Lei, tapi dia malah datang mencari Ran Ran dan melampiaskan padanya, jika bukan gila, lalu apa lagi?
“Masuklah.”
Gu Anran seperti tidak memiliki perasaan bercanda sama sekali, dia langsung berjalan masuk ke lapangan olahraga.
Katakanlah jika dia sedih, tapi dia tampak sangat percaya diri.
Tapi jika katakan dia memiliki percaya diri, terkadang tatapan matanya tersirat pandangan sedikit suram.
Tidak ada yang bisa menebak apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Ran Ran.
Pintu masuk lapangan ada di depan mata, tapi tepat sebelum memasuki lapangan, terdengar semua orang bersorak dengan keras dari belakang.
Ada jeritan, bahkan ada juga yang napasnya terengah-engah, seolah-olah ada kedatangan dari orang penting.
Gu Anran menoleh, hatinya seketika kembali bergidik.
__ADS_1
Hari ini adalah babak final, buat apa dia datang?