
Hello! Im an artic!
Kedua pelayan perempuan lekas berdiri di hadapan Gu Anran, salah satu di antaranya berkata, “Nona ini, nyonya sudah ingin istirahat, mohon kamu sekarang pergi.”
“Aku sedang menemani nenek bicara, atas dasar apa kalian mengusirku pergi?”
Hello! Im an artic!
Gu Anran tidak pernah berpikir untuk menganggu Nyonya istirahat tapi, tampang mereka yang lagak itu sungguh membuat orang tidak nyaman.
Yang terpenting, kenapa ada sebuah perasaan Nyonya dibatasi gerakannya?
“Wei Zi, aku dengan Ran Ran hanya…”
“Nenek, sudah begitu malam tidak beristirahat, jika kakek tahu hal ini dia pasti akan sangat marah!”
Hello! Im an artic!
Gu Weizi memotong pembicaraannya, membalikkan kepala dan melototi Gu Anran, dengan marah berkata, “Kamu sudah diusir keluar oleh Zhan Bei dari rumah Mu, sekarang bukan lagi orang dari rumah Mu.”
Kedua pelayan perempuan itu segera mendekat Gu Anran, di antaranya ada yang menjulurkan tangan hendak meraih lengannya.
“Silahkan pergi dari sini!”
Gu Anran tidak bergerak sama sekali, pada saat tangan pelayan itu meraih lengannya, dia tiba-tiba berbalik badan, tangan kanan menahan pergelangan tangan pelayan itu kemudian dengan kuat menariknya.
Suara benturan, tidak disangka pelayan itu ditariknya dalam sesaat terjatuh di atas lantai!
Gu Weizi tercengang, sejak kapan skill bocah sialan ini berubah menjadi sangat baik!
Gerakan begitu akurat tajam dan cepat! Sungguh persis seperti pernah mengikuti pelatihan!
Gu Anran juga tidak menyangka bahwa ia sendiri masih bisa ingat dengan ilmu boxing china yang ia pelajari dari Tian You di kehidupan masa lalu.
Tepat ketika pelayan yang satunya lagi dengan waspada mendekat hendak mendorongnya, dia teringat kembali dengan pengalaman di kehidupan masa lalu, berjalan selangkah dan menghindar darinya.
Kelima jari mencengkram pergelangan tangan pelayan itu, lagi-lagi menariknya.
Kasihan dengan pelayan sebelumnya yang masih belum sempat berdiri, lalu ditimpa lagi oleh pelayan satunya yang jatuh dari belakang.
Suara benturan, kepalanya terbentur di atas lantai, sakit hingga air mata pun mengalir.
“Meskipun aku bukan orang rumah Mu, namun sekarang aku juga termasuk tamu dari Nyonya, kecuali Nyonya membiarkan aku pergi maka kamu tidak ada memenuhi hak untuk mengusirku keluar dari sini.”
Gu Anran tanpa ketakutan sedikitpun menyambut sorotan mata Gu Weizi yang terguncang dan emosi.
Gu Weizi sudah emosi, dengan keras berkata, “Sini, usir perempuan liar yang sembrono ini keluar dari sini!”
Dari luar segera masuk dua orang bodyguard.
Dia bahkan sudah membeli bodyguard di sini!
__ADS_1
Gu Anran mempererat kepalan tangannya, sudah mengatur postur untuk menghadapi kedua bodyguard ini.
Nyonya merasa panik dan cemas, sibuk berkata, “Ran Ran, karena kamu sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan A Bei, maka…maka lain kali kurangi datang ke sini lagi.”
Bagaimana situasi sekarang, nyonya sudah melihatnya dengan jelas.
Jika diteruskan perkelahian ini maka Ran Ran pasti akan terluka.
Tuan besar beberapa hari ini tidak di tempat, A Bei akhir-akhir ini juga sangat sibuk, sekarang di sini hanya Gu Weizi yang berkuasa.
Meskipun dalam hati nyonya masih ada banyak sekali pemikiran, namun orang yang bijak pasti akan menghindar dari situasi yang tidak menguntungkan.
Dia melihat Gu Anran, melambaikan tangan, “Prinsip dan etika sudah aku katakan padamu dengan jelas, jika dalam hatimu masih merasa tidak puas maka berapapun yang kamu inginkan untuk ganti rugi, keluarga Mu akan menggantikannya untukmu.”
Wajah Gu Anran tanpa ekspresi, di detik pertama dia tidak mengerti perkataan Nyonya.
Namun dua detik selanjutnya, dia sudah mengerti.
“Aku tidak perlu ganti rugi apapun, karena Nyonya merasa tidak ada masalah dengan cara Tuan Muda Pertama Mu, maka aku juga tidak akan memaksa apapun lagi.”
Dia dengan dalam melihat ke arah Nyonya, menganggukkan kepala, “Kalau begitu, aku pergi dulu, anda istirahatlah dengan baik.”
Tuan besar tidak di tempat, Tuan Muda Pertama Mu juga sama, jika sekarang terus menjeratkan diri di sini, maka juga bukanlah hal yang baik bagi Nyonya.
Setidaknya dia bisa memastikan, meskipun seberapa liar dan lancangnya Gu Weizi, juga tidak akan menyakiti Nyonya.
Karena, tidak ada alasan untuk menyakitinya.
Sebaliknya Gu Weizi melihat sosok bayangan punggung Gu Anran pergi dan merenungkan sesuatu.
Dasar orang tua sialan tengah malam tidak tidur memanggil Gu Anran kemari hanya untuk menasihatinya meninggalkan Tuan Muda Pertama Mu?
Tampaknya, memang tidak ada yang aneh namun dalam hatinya selalu merasa tidak tenang.
Ketika Gu Anran sudah pergi, dia menundukkan kepala melihat Nyonya, wajahnya tanpa ekspresi berkata, “Nenek, aku antarkan kamu kembali istirahat.”
Melihat kedua pelayan itu sekilas, kedua orang itu segera bangkit dan berdiri lalu menahan Cui Er, pelayan yang biasanya menjaga dan merawat Nyonya.
“Nyonya sudah ada Nona Wei Zi yang menjaganya, kamu pergilah tidur.”
“Tapi,” Cui Er sedikit merasa kesulitan, “Nyonya biasanya selalu aku yang menemaninya…”
“Apakah kamu merasa posisi Nona Wei Zi di dalam hati Nyonya tidak sebegitu penting dibandingkan dengan dirimu?”
Pelayan yang tampak gagah itu dengan dingin mendengus, tidak senang berkata, “Kamu kira kamu siapa?”
“Bukan!” Cui Er segera menggelengkan kepalanya dan menjelaskan, “Aku tidak berpikir seperti itu, sungguh tidak ada.”
“Lalu masih tidak segera pergi dan istirahat? Saat memerlukanmu, tentu saja akan memanggilmu!”
Cui Er tidak berdaya, hanya bisa melihat pojokan ruang tamu yang dalam sekilas baru kembali ke kamarnya dengan tidak ikhlas.
__ADS_1
Gu Weizi mendorong dan membuka pintu kamar Nyonya kemudian mendorongnya masuk.
Di saat pintu kamar ditutup, nyonya hanya merasa punggung belakangnya tiba-tiba terasa dingin.
“Nenek.” Suara Gu Weizi terdengar dari atas kepalanya.
Nyonya merasa kaget dan terguncang, sibuk mengeluarkan senyuman yang memaksa, “Ada apa?”
“Kamu menyuruh Gu Anran datang kemari sungguh hanya untuk menasihatinya untuk meninggalkan Zhan Bei?” Gu Weizi mendorongnya dan berjalan masuk ke dalam.
Senyuman nyonya semakin bertambah kaku, ujung jarinya terus menegang, dia menganggukkan kepala, “Ya.”
“Nenek, bukankah kamu sangat menyukai perempuan itu?”
“Wei Zi…”
“Nenek, bagaimana kalau menyuruh Zhan Bei tunangan denganku?” Gu Weizi tiba-tiba memutar kursi rodanya agar dia dapat berhadapan dengannya.
Senyuman di bibir nyonya langsung membeku, dengan heran melihat dia, “Wei Zi, ini… A Bei baru saja memutuskan janji pernikahan dengan Ran Ran…”
“Justru karena mereka sudah memutuskan janji pernikahan, bukankah sekarang di sisi Zhan Bei kekurangan seorang wanita?”
Gu Weizi menarik kursi kemudian duduk di hadapannya.
Dia menatap wajah nyonya, tidak melepaskan ekspresi apapun yang tampak dari wajahnya.
“Nenek, bukankah kamu mengatakan ingin agar aku selalu berada di sini untuk menemanimu?”
“Wei Zi…”
“Karena seperti itu, maka sekalian saja biarkan Zhan Bei bertunangan denganku, kelak aku bisa menetap di keluarga Mu dengan sempurna, selamanya bisa menjaga dirimu.”
Nyonya tidak berkata apa-apa, raut wajah Gu Weizi menjadi dingin.
“Nenek, kenapa kamu tidak bicara lagi? Apakah kamu menyukaiku, ingin aku seumur hidup berada di sampingmu, kata-kata ini semuanya hanya untuk membohongiku?”
“Bagaimana…mungkin?” Gu Weizi yang sekarang raut wajahnya begitu dingin suram, tidak ada lagi kelembutan darinya seperti saat pertama kali berjumpa.
Patuh dan taatnya waktu itu, perasaan ditindasnya waktu itu, dewasanya saat itu…ternyata semuanya palsu.
Keseluruhan kejadian ini, hingga pada langkah sekarang ini sebenarnya asli atau palsu sudah tidak perlu lagi untuk diperdebatkan dan dibedakan lagi.
Dia menganggukkan kepalanya, dengan pelan berkata, “Baik, hal ini aku pasti akan membicarakannya dengan A Bei nanti.”
“Nenek, memangnya sekarang tidak bisa mengatakannya?” Gu Weizi mengambil ponsel nyonya kemari, lalu menaruhnya di tangan nyonya.
“Nenek, kamu sekarang teleponlah Zhan Bei.”
Nyonya mengenggam ponselnya kemudian mengangkat kepala melihat sorotan matanya, akhirnya mengangkat ponselnya.
Dia menelepon nomor telepon Mu Zhanbei, namun saat telepon akan segera tersambung, Gu Weizi tiba-tiba tersenyum dan berkata, “Nenek, lupa memberitahumu, Gu Anran…aku sudah mengatur orang untuk mengantarnya pergi.”
__ADS_1