
Hello! Im an artic!
“Bukan, bagaimana mungkin aku merasa syarat Kak Jingyuan tidak cukup baik?”
Gu Anran dengan cepat menjelaskan.
Hello! Im an artic!
Dengan syarat Gu Jingyuan, ia bisa bersamanya pasti merupakan pendakian yang tinggi.
Namun, ini bukan inti masalahnya, yang paling penting adalah benar-benar tidak ada yang terjadi padanya dan Gu Jingyuan.
Masalah tadi, jelas ada yang merencanakannya.
Dia tidak bisa memikirkan orang lain, satu-satunya yang terpikir adalah Gu Weizi!
Hello! Im an artic!
Namun, Gu Jingyuan tidak ingin membicarakan masalah diberi obat di depan banyak orang, yang akan mengganggu ketenangan seluruh keluarga.
Lalu, bagaimana seharusnya masalah ini diselesaikan?
“Dengan syarat Tuan muda Gu, kau bisa dibilang mendaki tinggi.”
Sebuah suara rendah tiba-tiba terdengar.
Semua orang menoleh, tidak sangka, ternyata Mu Zhanbei yang terus diam.
Tuan muda Mu menyetujuinya juga?
Wajah Gu Weizi kaget, sama sekali tidak menduga, benar-benar kejutan!
Gu Anran menatapnya dengan cemas, tetapi perlahan menjadi tenang di bawah tatapannya yan tampak senyum.
“Tuan muda Mu juga merasa aku harus bertunangan dengan Kak Jingyuan?”
“Hal seperti ini tergantung perasaan kalian, kenapa harus bertanya padaku?”
Mu Zhanbei tersenyum, mengambil cangkirnya, lalu mencicipi teh yang harum.
Kemudian menatapnya lagi, ujung bibirnya masih tersenyum sangat tipis.
“Namun, Tuan muda Gu memang bagus. Jika kau bisa bersamanya, itu adalah berkahmu.”
Tangan Gu Anran mengepal tanpa sadar, kuku tajam hampir menancap ke dalam telapak tangannya.
Tapi wajahnya semakin tenang dan acuh tak acuh.
Dia menarik kembali pandangannya, menoleh untuk melihat Gu Jingyuan di sebelahnya.
Gu Jingyuan tersenyum tipis, berkata, “Kalian jangan memaksa Ranran lagi, nanti aku akan mendiskusikan masalah ini dengan Ranran…”
“Mengapa harus diskusi nanti? Sekarang, selagi semua orang ada di sini, bukankah sebaiknya membicarakan semuanya dengan jelas?”
Tuan tua tahu kebenaran tentang memukul besi saat masih panas, jelas melihat Gu Anran tidak begitu bersedia.
Tapi keinginan egoisnya ingin Gu Anran tinggal di sisinya.
Selain itu, tatapan gadis ini tampak sedikit aneh saat melihat tuan muda Mu.
__ADS_1
Tapi sekarang, tuan muda Mu jelas sangat baik pada Weizi, dia adalah adik perempuan Weizi, tentu tidak bisa menyukai lelaki yang sama dengan kakaknya.
Jika terus seperti ini, Ranran akan terluka.
“Kakek percaya, Kak Jingyuan-mu akan memperlakukanmu dengan baik lain kali, jangan panik.”
Gu Jingyuan tidak berbicara, hanya menatap Gu Anran dan tersenyum lembut.
Gu Anran bertemu dengan tatapan Gu Jingyuan, entah karena marah atau apa, dia akhirnya meraih tangannya.
Gu Jingyuan menggenggam tangan kecilnya dengan erat.
Dia tersenyum dan berkata, “Apa Kakek harus membicarakannya di depan begitu banyak orang? Besok aku akan pergi ke ruang kerja untuk berbicara denganmu, bolehkah?”
“Tapi…” Tuan tua masih merasa tidak aman. Akan lebih baik jika menetapkan tanggal tunangan malam ini.
Ini barulah solusi yang tepat.
Cepat bertungangan, maka Ranran tidak bisa lari!
Gu Qinghe berkata dengan ringan, “Pa, sekarang sudah larut. Jika ada sesuatu, bicarakanlah besok. Biar anak-anak istirahat dulu.”
“Benar, Tuan, sudah selarut ini, masih mau bicarakan apa? Anak-anak perlu istirahat.”
Kepala pelayan Ding mengedipkan mata padanya.
Apakah tidak melihat sebenarnya suasana hati Gu Anran sangat buruk? Orang tua ini, kenapa tidak tahu untuk kasihan pada gadis itu?
Tuan tua bukan tidak merasa kasihan, tapi takut melewatkan kesempatan yang begitu bagus.
Namun, sekarang semua orang berkata demikian, jika dia terus keras kepala, mungkin akan menyulitkan Ranran.
Dia memandang Gu Anran kemudian Gu Jingyuan, berkedip dengan kuat.
“Hiburlah Ranran kita dengan baik, jangan membiarkan gadis yang begitu baik lari.”
“Aku tahu,” Gu Jingyuan mengangguk, lalu berdiri.
Tapi yang dia lihat sekarang adalah Gu Weizi, “Weizi, terakhir kali kau menanyakan informasi manajemen perusahaan. Aku sudah menyiapkannya, ikut aku naik, aku akan mengambilnya untukmu.”
“Weizi menginginkan informasi manajemen?” Ini tidak hanya mengejutkan tuan tua, bahkan Gu Qinghe pun sedikit terkejut.
Gu Jingyuan malah tersenyum tipis, berkata, “Cepat atau lambat, Gu Group akan menjadi milik gadis ini. Lebih baik biar dia berinteraksi dengan urusan perusahaan secepat mungkin sehingga saat mengambil alih tidak bingung.”
Meskipun kata-kata Gu Jingyuan bagus, tapi tuan tua merasa sedikit bersalah saat menatapnya sekarang.
Jingyuan benar-benar anak yang baik.
Mengikutinya selama bertahun-tahun, telah melakukan banyak hal untuk Gu Group tanpa mengeluh dan menyesal. Dia akan melakukan apa pun yang diminta.
Selama bertahun-tahun, Gu Jingyuan tidak pernah mengajukan permintaan apapun, sama sekali tidak.
Tuan tua menghela nafas dan mengangguk, “Kalau begitu… kalian mengobrollah.”
“Kakek, aku sedikit ngantuk, aku ingin kembali istirahat dulu.”
Gu Anran berdiri, setelah tuan tua mengangguk setuju, dia berpamitan kepada semua orang lalu berjalan ke tangga spiral.
Dia tidak melihat Mu Zhanbei, melirik pun tidak.
__ADS_1
Karena pria ini sudah tidak layak ia kenang.
Sama sekali tidak layak.
Gu Anran melangkah dengan berat, kembali ke kamar tamunya.
Sebenarnya sudah mandi dan berganti baju, tapi entah kenapa ingin mandi lagi.
Mungkin merasa tubuhnya sungguh sangat kotor, kotor yang tak terlukiskan.
Bisakah tubuh yang pernah disentuh oleh tuan muda Mu tidak kotor?
Kalaupun sudah dicuci, masih sangat kotor.
Dia sangat, sangat kotor.
Masuk ke kamar mandi, tapi tidak membuka air hangat.
Tahun Baru Imlek akan segera tiba, air dingin sangat dingin hingga ia terus gemetar kedinginan, hampir pingsan.
Tapi rasa sakit yang menusuk di hatinya membuatnya tetap terjaga.
Tapi apa gunanya sakit?
Sesuatu yang bukan milik sendiri, pada akhirnya akan pergi.
Apa yang perlu disakitkan?
Setelah setengah jam, Gu Anran keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk.
Langkah kaki sedikit melayang, tubuh masih gemetar kedinginan!
Tetapi dia tidak menyangka, baru saja keluar, akan melihat di kamar bertambah seseorang.
Dia duduk di kursi, sedang menatapnya dengan dingin.
Wajah Gu Anran tenggelam, segera kembali ke kamar mandi, berencana menutup pintu kamar mandi.
Kecepatan pria itu lebih cepat dari yang ia kira, ia hanya mundur dua langkah, dan dia sudah tiba di depannya.
Dengan lengan mengencang, Gu Anran diseret dan masuk ke dalam pelukannya.
Tubuh gadis dalam pelukannya terasa dingin, seperti es loli.
Wajah Mu Zhanbei tiba-tiba berubah buruk, marah, “Kau mandi air dingin? Kau gila?”
Gu Anran hanya merasa konyol.
Kata-kata tuan muda Mu penuh dengan nada perhatian, dia sedang mengkhawatirkannya?
Bukankah ini konyol?
Terutama, dia bisa-bisanya menyeretnya, melemparkannya ke atas tempat tidur, lalu menarik selimut dan menutupinya rapat-rapat.
Takut dia masuk angin dan sakit?
Huh, beberapa saat yang lalu, pria ini masih berusaha mendorongnya kepada pria lain, tetapi sekarang malah berpura-pura perhatian.
Cara yang berbeda di waktu yang berbeda, semua hanya akting.
__ADS_1
Terus berakting, tidak lelahkah?