
Hello! Im an artic!
Walaupun dia sudah siuman akan tetapi jiwanya masih tidak sadarkan diri, dia terlihat seperti tidak bernyawa.
Dia duduk di atas ranjang dengan tubuhnya yang lemah dan matanya yang tak bertenaga.
Hello! Im an artic!
Dia sudah tidak bisa bertemu nenek. Semua yang ada di matanya hanyalah orang asing.
Pria itu membantunya untuk merebahkan dirinya di atas ranjang, dia pun kembali menutup matanya. Dengan rasa panik dia berkata, “Gu Anran kamu tidak boleh tidur lagi!”
“Dokter cepat periksa dia!”
Semua dokter dan asisten dokter bergegas menghampirinya. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, tangan mereka kini sibuk menggantungkan air infus dan mempersiapkan oksigen.
Hello! Im an artic!
Di tengah kekacauan ini terlihat dua butir air mata menetes dari sudut mata milik Gu Anran yang sedang terpejam ini. Air mata itu kini telah membasahi sarung bantalnya.
Ya, walaupun dia memejamkan matanya akan tetapi dia benar-benar sudah siuman.
Dia juga sudah tahu dengan jelas bahwa nenek tidak akan kembali lagi.
Dokter dan suster sibuk memberikannya sebuah suntikkan. Gu Anran tetap memejamkan matanya dan tidak bicara.
Pada akhirnya Jiang Nan melambaikan tangannya lalu dokter dan suster pun pergi meninggalkan mereka.
Hanya tersisa mereka berdua di dalam ruang rawat inap ini.
Jiang Nan menarik kursi lalu duduk di sebelahnya.
Dia mengambil selembar tissue dari atas rak yang ada di atas ranjang lalu mengusap ujung matanya.
“Karena kamu telah siuman maka berusahalah untuk berani menghadapi ini semua. Gu Anran, menghindar bukanlah karaktermu.”
Bulu mata wanita itu terlihat bergetar secara perlahan akan tetapi dia masih tidak membuka matanya.
Jiang Nan tidak ingin memaksanya. Siapapun orang yang telah menghadapi hal seperti ini jika dia ingin bangkit lagi maka itu bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan.
Namun karena semuanya telah terjadi maka tidak peduli sesulit apapun itu semua tetap harus dihadapi.
Dia bisa memberinya waktu. Bagaimana pun juga dia sudah berada dalam kondisi koma selama sepuluh hari sepuluh malam dan saat ini dia baru saja siuman.
Saat ini kondisi tubuhnya sangat lemah bahkan dia pun tidak bisa minum dan hanya bergantung pada cairan nutrisi untuk bertahan hidup.
Di saat seperti ini dia harus menghadapinya walaupun memang sangatlah sulit.
Jiang Nan menghembuskan nafasnya lalu menyenderkan tubuhnya di kursi sembari melihat ke arahnya dengan tenang.
Ia mengira bahwa dia tidur lagi namun tak disangka Gu Anran mulai berbicara, “Aku…kenapa aku bisa keluar dari Keluarga Mu?”
Suaranya terdengar sangat serak. Dengan suaranya yang sangat ringan ini jika saja Jiang Nan tidak menatap wajahnya dari tadi maka mungkin saja bahwa dia akan melewatkan hal ini.
Sesungguhnya dia merasa terkejut dan dapat terlihat jelas bahwa dirinya merasa bersemangat. Sebuah cahaya terpancar dari sorot matanya.
__ADS_1
Dia takut bahwa rasa semangatnya ini akan membuat orang yang telah koma selama sepuluh hari terkejut maka dari itu dia pun merubah suaranya menjadi lebih lembut.
“Tuan Mu memintaku untuk menjemputmu lalu akulah yang membawamu kembali.”
Lipatan mata Gu Anran perlahan mulai melirik ke bawah hingga pada akhirnya dia pun membuka matanya dan berkata, “Dimana dia?”
Jiang Nan tidak mempunyai jawaban atas pertanyaan ini dan hanya berkata, “Kata dokter empat jam kemudian kamu baru boleh minum, kamu tahan dulu ya.”
Gu Anran sangat gigih, “Dimana dia?”
“Dia sudah datang untuk melihatmu.” Jiang Nan tertawa, “Tuan Mu sangat sibuk, ada banyak hal yang harus dia urus.”
Ia tahu bahwa dia sangat sibuk hanya saja masih ada perasaan menanti di dalam hatinya. Ia sangat menantikan saat ia sedang koma, di bawah langit malam ada pria itu yang menemaninya dan itu adalah dia.
Kalau memang benar dia lalu kenapa di saat dia sudah sadar yang dia lihat adalah Jiang Nan?
Dia menghembuskan nafasnya dan kembali memejamkan mata, “Kembalilah, aku akan pergi mencarinya dan berterima kasih secara langsung padanya.”
Tidak peduli bagaimana caranya akan tetap di saat seperti ini jika dia bisa pergi dari Keluarga Mu dengan lancar maka ini adalah suatu hal yang sangat luar biasa.
Dengan adanya masalah yang menimpa Nyonya dari Keluarga Mu yang tenggelam itu pada akhirnya hal yang ditakutkan adalah jika ini semua hanyalah sebuah “kecelakaan”.
Tidak peduli apapun hasil dari pemeriksaan ini yang pasti semuanya akan menguntungkan bagi Keluarga Mu dan Grup Mu.
Ini adalah masalah keluarga di dalam keluarga besar ini dan lagi masalah keluarga ini terkadang akan berpengaruh pada keuntungan keluarga besar ini.
Dia kembali membuka matanya dan kali ini Gu Anran sudah terlihat jauh lebih baik.
Dia melihat ke arah pria yang sedang duduk di samping ranjangnya, dengan perlahan dia pun menggerakkan mulutnya, “Terima kasih.”
Menemaninya selama sepuluh hari sepuluh malam.
Walaupun pada kurun waktu itu dia berada dalam kondisi koma namun setelah dia sadar pun ada orang yang menjaganya.
Rasa terima kasih ini akan selalu ia ingat di dalam hatinya.
Jiang Nan hendak mengatakan sesuatu namun pada akhirnya dia tidak mengatakannya.
Hanya menganggukkan kepalanya lalu menarik selimut untuknya, “Tidur lagi saja.”
“Baik.”
…….
Tiga hari kemudian Gu Anran sudah keluar dari rumah sakit.
Di saat seperti ini ada banyak kerabat yang datang menjenguknya namun kelihatannya mereka sangat sibuk sehingga mereka tidak tinggal untuk waktu yang lama di sini.
Menunggu Gu Anran keluar dari rumah sakit lalu saat tiba di Grup Jiang akhirnya dia pun tahu kenapa mereka terlihat sangat sibuk.
“Ran Ran kamu lihat gedung utama kantor ini, apakah kamu puas?”
Ternyata alasan mereka sibuk dan tidak ada waktu untuk pergi ke rumah sakit adalah demi mengejar waktu Gu Anran keluar dari rumah sakit lalu berharap agar dia dapat melihat Agensi Jiu Mei yang telah selesai tertata ini.
Gu Anran merasa agak tersentuh, dia pun berjalan masuk ke lobi. Dia bisa merasakan sebuah ketegasan yang menjadi bagian dari perusaan besar ini.
__ADS_1
Benar-benar di luar dugaan ternyata suatu hari nanti dia berkemampuan untuk mengelola sebuah divisi yang besar ini seorang diri.
Gu Anran yang dulu bahkan tidak berani memikirkan hal seperti ini.
Dulu dia hanyalah sebuah parasit. Parasit yang melekat pada tubuh Tuan Mu.
“Ran Ran, aku akan mengajakmu untuk melihat-lihat ruang kerjamu.”
Ruang kerja Gu Anran berada di lantai delapan. Ruangannya tidak termasuk sangat besar hanya saja sangat luas dan indah.
Sederhana dan bersih adalah sebuah model yang disukainya.
“Bagaimana cara kalian melalui wawancara waktu itu? Apakah sungguh-sungguh menggunakan rumor dari Tuan Muda Kedua Jiang?”
Hari ini dia masih agak lemas. Begitu dia masuk ke dalam dia pun langsung duduk di kursi yang ada di dalam ruang kerja ini.
Su Xiaomi menggelengkan kepalanya, ia terlihat tidak tahan untuk melirik ke arah pria yang sedang minum kopi di atas sofa sana.
Dia mendekat ke Gu Anran lalu dengan suara yang kecil ia berkata, “Tuan Muda Kedua tidak bersedia membagi rumor itu denganku. Jika kita membicarakan hal ini maka dia akan langsung menolaknya.”
“Bukankah wawancaranya…”
“Tidak apa-apa. Tuan Muda Kedua Jiang hanya mengatakannya saja. Apakah kamu tertarik untuk melihat ruang kerja pribadiku? Semua wartawan sudah bergegas ke sana.”
Ruang kerja pribadinya?
Gu Anran melihat ke arah pria yang ada di dalam ruang kerja itu. Dia terlihat sedang duduk di atas sofa sembari tangannya menggenggam sebuah ponsel. Dia sedang meminum kopi sambil membaca berita.
Melihat perawakkannya sepertinya dia terlihat tidak peduli dengan mereka.
Akan tetapi Gu Anran tahu bahwa dia cukup baik untuk dirinya sendiri, kebaikannya itu bahkan membuatnya merasa tidak tahu bagaimana cara untuk membalasnya.
Kalau bukan karena membantunya maka orang seperti Tuan Muda Kedua Jiang tidak mungkin bersedia untuk menunjukkan ruangan pribadinya kepada semua orang.
Dan lagi, setelah dia mengantarnya pulang dia tetap tinggal di sini.
Waktu yang dimilikinya sangat berharga namun dia masih bersedia untuk membuang waktunya demi dia.
Di saat sepert ini Gu Anran ingin mengucapkan terima kasih namun Jiang Nan sama sekali tidak memperdulikan percakapan yang ada diantara mereka.
Jadi kata terima kasih sepertinya adalah sebuah kata yang mungkin tidak disukainya kan?
“Baiklah Ran Ran hari ini ada wawancara untuk karyawan baru, aku harus pergi untuk melihatnya.”
Su Xiaomi memutar kepalanya dan melihat sekilas, dengan hati-hati ia berkata, “Tuan Muda Kedua Jiang…”
“Kamu pergilah biar aku yang menjaga dia.”
Walaupun hari ini Gu Anran sudah boleh keluar dari rumah sakit akan tetapi karena dia melalui koma selama sepuluh hari sepuluh malam maka tubuhnya saat ini masing sangat tidak baik.
Dokter sudah mengatakannya kalau untuk saat ini harus ada orang yang menjaganya untuk menghindari dia pingsan atau terjadi hal yang lainnya.
Su Xiaomi menganggukkan kepalanya lalu saat dia melihat ke Gu Anran lagi dia tidak bisa menahan tatapannya yang membawa sebuah sorot janggal.
“Tuan Muda Kedua….” Dia mendekat ke Gu Anran, dengan suara kecil ia berkata, “Benar-benar bersikap baik padamu, kamu harus tau itu dan menghargainya.”
__ADS_1
Selanjutnya dia tidak memberikan kesempatan kepada Gu Anran untuk membalasnya. Dia pun mengambil sebuah langkah ringan lalu pergi.