Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 357 Tiba-tiba, Menjadi Kesepian


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia sebenarnya sudah memiliki firasat.


Walau tanpa mengetahui mengapa dirinya bisa berpikir demikian, tetapi, ketika Gu An Ran keluar, bisa pulang rumah tanpa merasa bersalah, dalam hatinya sudah ada rasa tidak nyaman.


Hello! Im an artic!


“Dia sudah mencarimu, benar tidak?” Dia seharusnya terpikirkan dari awal.


Selain Mu Zhan Bei, siapa lagi yang bisa membuat Gu Wei Zhi mencabut tuntuntutan? Siapa lagi yang bisa membuat dia secepatnya keluar dari sana, kembali ke tempat sendiri?


“Kamu janji apa dengan dia? Dia mau kamu kembali ke sisinya?”


“Bukankah ini adalah keinginan aku?”


Hello! Im an artic!


Gu An Ran dengan perlahan mendorong dia, senyumannya terlihat datar dan dingin.


“Kenyataannya, saya dari awal adalah wanita dia, saat itu di atas pulau berpura-pura bersamamu, meniggalkan dia, juga demi dia.”


“Sekarang, kami sudah lama tidak berjumpa, dia rela untuk mengulangi kembali bersamaku, bukankah ini akhir yang indah?”


Perkataan Gu An Ran, Jiang Nan sendiri tidak dapat membantahnya.


Mereka berdua kembali bersama, kenyataannya, memang akhir yang indah.


Tidak salah, sedikit kesalahan pun tidak ada.


Tetapi mengapa, didalam hati merasa tidak enak? Begitu tidak nyaman?


“Kamu yakin, dia benar ingin mengulangi bersamamu lagi?”


Dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya, ingin dia berkata iya, ingin melihat dia bahagia.


Tetapi, lebih berharap dia mengatakan tidak, setidaknya.. Setidaknya dia masih memiliki kesempatan!


Gu An Ran tidak menjawab pertanyaan tersebut secara langsung, hanya melihat dia, dengan memegang bahunya, sekali lagi mendorongnya.


“Jiang Nan, kita hanya teman, kamu merupakan teman terbaikku.”


“Apakah hanya teman?” Jiang Nan merasa sedih.


“Bukankah sejak awal, kamu hanya membantu saya dan Zhan Bei?”


Dia tahu perkataan dia sangat melukai, tetapi hubungan mereka bertiga, pasti ada yang terlukai.


Tuan muda Mu tidak mungkin melukai dirinya sendiri, jika dia terluka, maka dia akan melukai semua orang.


Dia bisa membuat semua orang, turun ke neraka bersamanya, dia akan membuat semua orang membayarnya!


Jadi, lebih baik, melukainya.


“Minta maaf, saya pikir kamu sepenuh hati membantu saya.”


Raut wajah Gu An Ran seketika menjadi dingin, terlihat, sangat kecewa.


Pandangan mata yang kecewa itu, seperti pedang yang tajam, dengan kejam menusuk ke dalam hati Jiang Nan.


“Saya… ingin membantu kalian.” Dia seketika ingin tersenyum, tetapi hatinya terasa pahit, sedikitpun tidak dapat tersenyum.

__ADS_1


“Terimakasih.” Gu An Ran seperti tidak melihat rasa sakit di dalam matanya.


Setelah tersenyum lembut padanya, dia lanjut mengemas barangnya.


“Dia segera akan tiba menjemput saya, saya masih harus kembali ke apartemen sendiri mengemasi barangku.”


“Jiang Nan, terimakasih, beberapa waktu ini jika tidak ada kamu, saya sendiri tidak tahu bagaimana cara bertahan hidup.”


“Tetapi sekarang, hujan sudah berhenti, Zhan Bei memaafkan saya, kembali bersama denganku, kami lain hari akan baik-baik saja, kamu tidak perlu cemas lagi.”


Dia berpaling, ketika dia mengangkat ransel berjalan keluar, matanya terasa berat, dalam hatinya terasa musam.


Jiang Nan hanya melihat sosok rampingnya berjalan keluar selangkah demi selangkah.


Dia sampai lupa, bantu dia mengangkat ranselnya.


Dia juga lupa, bantu buka pintu, agar dia berjalan dengan santai bebas.


Dia melupakan segalanya, dikarenakan, dia menemukan semakin jauh dia berjalan, hatinya semakin terlukai.


Tangan Gu An Ran jatuh kepada gagang pintu, nafas berantakan, mata sangat tajam.


“Saya pergi, lain hari baru berkabar denganmu.”


Dia memutuskan untuk tidak melihat kebelakang, karena sekali melihat kebelakang, air mata mungkin akan jatuh, suara mungkin akan menjadi serak.


Dia, tidak dapat melihat kebelakang.


Pegangan pintu diputar olehnya.


Pria tersebut dengan bergegas kearahnya, sebelum dia membuka pintunya, dari belakang memeluknya dengan erat.


“Tidak pergi…. Boleh tidak? Bisa tidak tetap disini?”


Jiang Nan menaruh wajahnya didekat lehernya, lehernya terasa sangat dingin, serperti wajahnya.


“Maaf, saya tahu saya tidak pantas menghentikanmu, semua ini merupakan keinginanmu sejak awal.”


Mereka berdua sudah membaik, mereka melepaskan kecurigaan sebelumnya, dan mulai berdamai.


Mereka akan kembali ke kehidupan yang bahagia, kali ini, tidak ada lagi kekuatan lain yang bisa memutuskan mereka.


Kedepannya, kehidupan mereka hanya akan bertambah makmur dan puas!


Dia tidak sepantasnya menahannya, dia jika menahannya, dia adalah orang tidak baik!


Gu An Ran, merupakan jantung darinya.


Dia pergi, jantungnya juga sudah tidak ada lagi!


“Maaf… ” Nada Jiang Nan terasa rendah dan berat, seperti dirobek hidup-hidup.


Dia dengan sekuat tenaga memeluknya, dengan sekuat tenaga mendekatkan wajahnya ke lehernya.


“Maaf… tetapi jangan pergi, Ran Ran, jangan tinggalkan saya, maaf! Jangan tinggalkan saya!”


Tangan Gu An Ran bergemetar, pintu besar memantulkan kembali tangannya, pintu kamar kembali terkunci.


Dia mengetahui dirinya harus pergi, tetapi, suaranya begitu serak, badannya terasa getaran yang begitu hebat, dia… sangat menyedihkan.


Dia menggigit bibirnya, mengangkatkan kepalanya.

__ADS_1


Jika menundukkan kepalanya, maka air mata akan mengalir kebawah.


“Jangan pergi, Ran Ran!”


Dia tidak ingin menyerah! Dia sudah mengalah begitu lama, dia sekarang, tidak dapat mengalah lagi!


Badan ramping Gu An Ran seperti terjadi gempa bumi.


Seluruh badannya ditekan olehnya, suara keras terdengar, ditekan dibelakang pintu olehnya.


Bibir hangatnya menempel dengan erat, dia memutarkan arah wajahnya, tidak mudah menghindarinya, tetapi ciumannya sudah jatuh ke lehernya.


Secara samar-samar, dia melihat pancaran sinar dimatanya.


Itu adalah, sebuah air mata yang satu-satunya dimiliki seseorang yang penuh harga diri tinggi.


Gu An Ran merasa sangat terkejut, dia tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya, dia tidak mengetahui kepergiannya, bisa menyebabkan sakit yang begitu dalam baginya!


Tetapi.. Tetapi jika dia menetap, bisa menyebabkan kerusakan yang lebih besar kepada semua orang!


Apalagi, dia masih banyak urusan yang mau dibuatnya!


Dia masih mau balas dendam!


Mata Gu An Ran seketika tenggelam, tiba-tiba, dengan sekuat tenaga mendorongnya!


“Ran Ran…” Jiang Nan dengan wajah penuh tidak percaya, dia barusan… mendorongnya.


“Kamu sebenarnya tahu bahwa orang yang aku cintai adalah Tuan muda Mu, mengapa kamu melakukan ini?”


Gu An Ran melotot kearah dia, mata yang penuh dendam, “Kamu melakukan ini, hanya memaksa saya, kamu membuat aku tidak merasa nyaman! Kenapa?”


“Saya… ” tuduhan dingin dia, membuat dia tidak dapat merespon apa-apa.


Dia segalanya tidak paham, dia hanya ingin bersamanya..


“Aku berhutang padamu, Tuan muda Jiang kedua, diriku mengetahui aku berhutang banyak padamu, tetapi, jangan menggunakan belas kasihan dan ketidaknyamanan mengikat saya! Orang yang saya suka adalah Mu Zhan Bei, bukan dirimu!”


Terdengar suara pintu, pintu dibuka olehnya, kemudian, ditutup keras sama dia.


Yang tersisa untuk Jiang Nan, hanya pintu tanpa suhu, dan ruangan tanpa suhu.


Dia sudah pergi, berjalan tanpa ragu-ragu, berjalan tanpa ada rasa rindu!


Setelah dia berusaha dengan sekuat tenaga, mengungkapkan perasaan dia terhadapnya.


Dia bersandar di balik pintu, tanpa ada ekspresi diwajahnya, seluruh badan terasa diam.


Tidak tahu berapa lama, dengan hampa dia berjalan ke balkon, menundukkan kepala melihat ke arah parkiran mobil apartemen.


Seolah dia punya firasat, serpert bisa bertemu dengan orang yang ingin dia temui.


Menundukkan kepala, melihat ke arah mobil Maybach dengan warna kusam, berhenti di lapangan.


Dan wanita itu, dengan perlahan menyerahkan barang bawaannya kepada Li Ye, dengan perlahan, masuk ke dalam mobil.


Suara mesin hidup, mobil mengarah keluar lapangan, sekejap mata, hilang tanpa jejak.


Dia beneran sudah pergi, akhirnya, kembali kesisi Mu Zhan Bei.


Paling awal, paling akhir, mereka mempunyai sebuah kisah cinta kekasih.

__ADS_1


Hanya dia seorang, yang seketika, menjadi seorang yang kesepian…


__ADS_2