Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 39 Ada Aku, Tidak Boleh Panik


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sebelum jalan Tian Yun Gang sangat jelas terjadi kecelakaan, jalan untuk pejalan kaki di pinggir pantai sudah hancur sebagian.


Supir sudah di antar ke rumah sakit, ada pekerja yang sedang membersihkan tempat kejadian, namun malah tidak melihat bayangan Su Xiao Mi.


Hello! Im an artic!


“Ponsel Xiao Mi!” Mata Gu An Ran sangat tajam, disaat pekerja mengeluarkan barang-barang, menyadari ponsel Su Xiao Mi yang hilang.


Gu An Ran ingin mengambilnya, namun dihalangi oleh pekerja.


“Barang-barang ini untuk sementara masih tidak boleh disentuh.”


“Itu adalah barang temanku!” Gu An Ran buru-buru berkata: “Apakah kalian yakin hanya ada kedua supir yang diantar ke rumah sakit? Dimana satu gadis lagi? Disalah satu mobil ada seorang gadis yang seumuran denganku!”


Hello! Im an artic!


“Maaf, mobil ambulan hanya mengantar kedua supir saja, semuanya pria, tidak akan gadis yang kamu katakan.”


“Tidak mungkin! Temanku ada di dalam mobil!” bahkan ponselnya juga ada di sini, kenapa orangnya malah hilang?


“Coba kalian tanyakan dengan lebih jelas lagi, apakah masih ada seorang gadis yang berusia 18-19 tahunan? Ini adalah ponselnya, dia ada di dalam mobil!”


“Benar-benar tidak ada.” Saat diantar, mereka semua ada di sana, hanya mengantar 2 orang saja.


“Tidak mungkin! Coba kalian periksa lagi! Coba tanyakan lagi! Dia pasti ada di sana!”


Pekerja tidak ingin menghiraukannya, Gu An Ran ingin mengejar mereka, namun malah ditarik kembali oleh Mu Zhan Bei.


Kaki Gu An Ran langsung lemas, tidak sengaja masuk ke dalam pelukannya.


Mu Zhan Bei secara refleks menyodorkan tangan dan memapangnya, lengannya malah menahan pinggul Gu An Ran, tidak membiarkannya lanjut berdebat dengan pekerja lagi.


“Tuan muda Mu, kamu lepaskan aku dulu, aku masih ada banyak urusan….”


Mu Zhan Bei tetap tidak menghiraukannya, mengubungi sebuah nomor, dia dengan tenang memberikan perintah: “Cek semua CCTV di daerah ini, periksa ada mobil apa saja yang lewat pukul 7.30 malam.”


Dia menutup telepon, menundukkan kepala melihat wanita yang ada didalam pelukannya.


“Mereka tidak akan membohongimu, mereka bilang tidak ada maka pasti tidak ada, menanyakannya lagi juga percuma.”


Gu An Ran tahu! Sebenarnya dia mengerti!


Tapi, sekarang setelah Xiao Mi mengalami kecelakaan, Xiao Mi tiba-tiba menghilang begitu saja, dia khawatir, dia sudah sangat kacau.


“Jangan-jangan Xiao Mi diculik?” Gu An Ran tidak menyadari dirinya sudah lemas dan bersandar di dalam pelukan Mu Zhan Bei.


Dia mengangkat kepala menatapnya, saat ini, seakan pria ini sudah menjadi sandarannya.

__ADS_1


Dia yang begitu lemah ini membuat hati Mu Zhan Bei tersentuh.


Mu Zhan Bei tidak ingin menakutinya, tapi dengan keadaan sekarang ini, kemungkinan inilah yang paling besar.


“Bagaimana keadaan keluarga temanmu ini? Apakah ada musuh?”


“Keluarganya sama sekali tidak kaya, selain itu sikap keluarganya padanya juga biasa saja, tidak di sayang, mengenai musuh……”


Xiao Mi bisa memiliki musuh apa? Di sekolah dia juga bukanlah orang yang menonjol, tidak akan menyinggung orang.


Kalau benar-benar ada musuh, palingan hanya musuhnya saja.


Biasanya Su Xiao Mi suka mengikutinya, dia menyuruh Xiao Mi ke timur, Xiao Mi tidak akan berjalan ke barah selangkahpun.


Jangan-jangan….. “Musuhku?”


Di kehidupan sebelumnya, penculik itu awalnya ingin menculik dirinya, adalah Xiao Mi yang menyelamatkannya dan malah menjadi Xiao Mi yang diculik.


Tapi di kehidupan ini dia sama sekali tidak menemui penculikan, kenapa Xiao Mi tetap menghilang?


Tidak lama, ponsel Mu Zhan Bei berdering, dia pun langsung mengangkatnya.


“Tuan muda, di jalan ini tidak ada CCTV, tapi kami melihat ada banyangan yang sangat mirip dengan Su Xiao Mi di CCTV dermaga Tian Yun Gang.”


Orang itu mengirimkan video, ternyata memang adalah Su Xiao Mi, satu pandangan Gu An Ran sudah mengenalinya!


Tapi, Su Xiao Mi yang berjalan sendiri ke dermaga, bukan diculik orang, sebenarnya apa yang terjadi?


“Tidak!” agar Gu An Ran juga mendengar kabar terbaru, ponsel Mu Zhan Bei dibuka loudspeaker, barusan mendengar kabar ini, kedua kaki Gu An Ran langsung lemas, hampir saja pingsan.


Mu Zhan Bei langsung menariknya kembali, memeluknya ke dalam pelukan: “Jangan panik.”


“Tidak, tidak boleh ke laut, tidak boleh ke laut….”


Seluruh tubuh Gu An Ran sedang gemetaran, di kehidupan sebelumnya, mayat Xiao Mi di temukan di pinggir pantai.


Tidak boleh ke laut, tidak boleh, Xiao Mi tidak boleh pergi ke laut!


Mu Zhan Bei tidak pernah melihatnya begitu putus asa, memeluknya dengan semakin erat, berkata: “Aku bilang, ada aku, tidak boleh panik!”


Gu An Ran tercengang, mengangkat kepala menatapnya, sepertinya terkejut karena suara Mu Zhan Bei ini.


Mu Zhan Bei tetap memegang ponsel, dengan tenang berkata: “Siapkan speed boat, pergi mencari orang.”


Setelah itu, dia menutup telepon dan menggendong Gu An Ran.


“Tuan muda Mu……” Mu Zhan Bei ingin membawanya kemana?


“Pergi ke laut untuk mencarinya, aku temani kamu.” Saat ini kaki Gu An Ran tidak ada tenaga, walaupun Mu Zhan Bei tidak tahu kenapa gadis ini begitu panik, tapi, Mu Zhan Bei percaya dia pasti memiliki alasannya sendiri.

__ADS_1


Kalau kakinya lemas dan tidak bisa berjalan, maka Mu Zhan Bei hanya bisa menggendongnya berjalan ke dermaga.


“Perhatikan ponselmu, mungkin akan ada kabar.”


Ucapan pria membuat Gu An Ran langsung mengeluarkan ponselnya.


Tidak menduga, disaat dia mengeluarkan ponselnya, sebuah pesan pun masuk, adalah sebuah video.


Di dalam video, Su Xiao Mi diculik dan dan dilempar ke pantai.


Setelah itu, adalah sebuah pesan, menyuruhnya pergi ke pantai untuk menebus orang, hanya boleh dia sendiri!


Tidak mengatakan pantai mana, juga tidak mengatakan berapa banyak uang…..


Mu Zhan Bei melirik jamnya, pukul 7.50, acara tunangan masih belum dimulai, mengirim pesan pada Gu An Ran pada saat ini…..


“Belakangan ini kamu menyinggung siapa?” Mu Zhan Bei bertanya.


Tangan Gu An Ran masih sedang gemetaran, tapi tatapan Mu Zhan Bei malah membuatnya mulai tenang.


Akhirnya, akal sehatnya sudah kembali.


“Tidak mengatakan berapa banyak uang, juga tidak mengatakan dimana, mereka….hanya ingin memancingku keluar?”


Lalu melihat jam di ponsel, pukul 7.51.


Gu An Ran menggerutkan dahi! “Mereka tidak ingin membiarkanku bertunangan denganmu! Mereka ingin membuatku melarikan diri dari pernikahan!”


Gadis ini akhirnya sudah sadar, kelihatannya akal sehatnya sudah kembali, hanya saja barusan dia memang sangat terkejut.


“Sekarang, apa yang ingin kamu lakukan?” Mu Zhan Bei menggendongnya berjalan ke pinggiran dermaga.


Angin laut meniup, terasa sedikit dingin, membuat hati Gu An Ran yang kacau mulai tenang.


Dia kembali melihat video yang dikirimkan padanya, lalu bertanya: “Tuan muda Mu, aku tidak fasih dengan daerah ini, apakah di sekitar ini ada pulau seperti ini?”


“Ada, yang paling dekat adalah pulau Su Lei di sebelah timur, menggunakan speed boat mungkin sekitar 20 menit, yang lebih jauh sedikit adalah pulau Li He, kira-kira 40 menit…”


“Pasti adalah pulau Su Lei! Merekaa tidak sempat ke pulau lain lagi.”


Gu An Ran menghela nafas, ingin memikirkan lingkungan sekitar dengan jelas, setelah bergerak, dia barusan menyadari dirinya sedang berada di pelukan Mu Zhan Bei.


Wajahnya langusng memerah dan buru-buru mendorongnya: “Tuan muda Mu, sekarang aku sudah bisa jalan, turunkan aku.”


Kali ini Mu Zhan Bei tidak mempesulitnya, barusan menurunkannya, di kejauhan, ada belasan kapan sudah tiba.


Sebelum naik ke speed boat Gu An Ran malah melihat Mu Zhan Bei dan berkata: “Tuan muda Mu, bisakah menyuruh orang untuk membantu mengirimkan kabar ke media sosial, katakan aku sudah melarikan diri dari pernikahan, kamu ingin membatalkan pernikahan?”


“Nyonya, tuan muda sudah mengatakan, walaupun menunggu sampai matahari terbit juga tidak boleh membatalkan acara tunangan!”

__ADS_1


Li Ye yang barusan tiba terlihat begitu panik: “Ini sudah kedua kalinya! Kalau dibatalkan lagi, nyonya besar pasti akan pingsan.”


“Tidak masalah.” Mu Zhan Bei menatap tatapan Gu An Ran yang tegas itu, walaupun nada bicaranya kecil, tapi tidak bisa dibantah: “Lakukan sesuai yang dia katakan.”


__ADS_2