Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 264 Kamu Mencurigaiku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Gu Anran tidak tahu bagaimana dia berhasil melakukannya, Jiang Nan tidak melewati batas kecepatan, juga tidak mengendarai mobil di luar batas jalan.


Tapi ternyata bisa meninggalkan mobil di belakangnya itu begitu jauh dalam seketika di tengah kota yang ramai ini, sungguh sangat ajaib!


Hello! Im an artic!


Benar, dia juga melihat mobil itu.


Saat Jiang Nan menginjak pedal gas, dia memutar kepala dan melihat mobil itu langsung mengikuti mereka.


Tapi, setelah lewat dua persimpangan jalan, mobil itu tertinggal sampai hampir tidak terlihat bayangannya lagi.


“Kita dibuntuti?” Hatinya sedikit takut.


Hello! Im an artic!


“Tidak apa-apa, mungkin dia membuntutiku.” Jiang Nan tidak ingin dia khawatir.


“Ini di tengah kota, mereka tidak akan berani sembarangan. Mungkin mereka hanya wartawan, ingin menulis berita menggemparkan.”


Penjelasan ini, sepertinya juga masuk akal.


Orang penting seperti Tuan Muda Kedua Jiang ini, bisa dikejar oleh wartawan, juga bukan hal yang aneh.


Gu Anran menjadi lega, lalu melihat Jiang Nan lagi. Wajahnya tampan dan enak dilihat, rambut panjangnya yang diikat di belakang kepala, alami dan menarik perhatian, sungguh sangat cantik.


Tiba-tiba, dia tersenyum, “Dengar-dengar, selama ini tidak pernah ada gosip tentang dirimu?


“Kenapa?” Grup Jiang sudah di depan mata, Jiang Nan memperlambat kecepatan mobilnya, berkendara masuk dari pintu besar.


Gu Anran sedang mengambil handphone dan melihat kabar terbaru, berkata dengan santai, “Tak disangka, anak orang kaya, banyak uang, wajah tampan, postur tubuhnya juga luar biasa bagus, ternyata tidak ada gosip sama sekali?”


“Semua orang luar sedang membicarakannya, Tuan Muda Kedua Jiang tidak……Uhuk, punya hobi khusus, kan?”


Dia terus melihat kabar baru, tidak menyadari wajah Jiang Nan menjadi sedikit tidak senang.


Anak kecil ini masih tenggelam dalam dunianya sendiri, dia hanya asal berbicara, “Sebenarnya jika dipikirkan memang masuk akal, sungguh sangat aneh.”


“Jadi, ada masalah menurutmu?” Suara pria itu tidak termasuk dalam, tapi jika didengar dengan teliti, masih sedikit menakutkan orang.


“Kalau aku bilang iya, kamu akan marah?”


Suara berdecit, mobil tiba-tiba berhenti.


“Ah!” Tangan Gu Anran tergoyang, handphonenya langsung terbang dari tangannya, jatuh ke bawah.


“Kenapa tiba-tiba berhenti?” Dia ingin mengambil handphone di bawah, tapi tidak disangka baru mengulur tangannya, tiba-tiba ditahan oleh seseorang dengan satu tangan.


“Kamu……”


Dia bingung, detik berikutnya, tak disangka pria itu menekannya, ditekan di atas kursi kulit asli yang luas.

__ADS_1


“Jiang Nan, apa……apa yang kamu lakukan?”


“Kamu juga merasa ada masalah denganku?” Tidak ada gosip, menyatakan dia tidak menyukai wanita, tapi menyukai pria?


Hal lainnya bisa tidak dia pedulikan, tapi, hal seperti ini, bagaimana bisa membiarkannya menebak dengan asal-asalan?


“Aku, aku hanya bercanda……”


“Hal seperti ini, apa boleh kamu bicarakan dengan santai?” Wajah Jiang Nan semakin tidak senang.


Senyuman Gu Anran terlihat sedikit canggung, “Ini……bukannya ini yang dikatakan di internet? Bagaimana aku tahu……”


“Jadi kamu juga ikut meragukanku?” Dia tiba-tiba menekannya, mengejutkannya sampai nafasnya hampir berhenti.


Keduanya menempel terlalu dekat, tubuhnya hampir menempel jadi satu.


“Atau, kamu sendiri juga menganggapnya seperti itu?”


Dia sendiri tidak tahu mengapa dia harus peduli, juga bukannya tidak pernah melihat orang meragukannya di internet sebelumnya.


Dia tidak pernah mengomentarinya, sekalipun melihatnya juga tidak ada perasaan apapun.


Tapi, ternyata anak kecil ini juga ikut meragukannya, tiba-tiba dia jadi sedikit jengkel.


Dia mana ada seperti gay? Jangan-jangan, dia merasa dirinya tidak cukup maskulin?


“Aku……” Gu Anran melihat wajahnya, menggerak-gerakkan bibirnya, tapi tidak mengatakan apapun.


Sebenarnya, memang ada sedikit seperti itu……Uhuk, pernah ragu juga.


Yang paling penting, Tuan Muda Kedua Jiang memang sangat enak dilihat. Wajah ini, sempurna sampai tidak ada kecacatan sedikitpun, bahkan jika dilihat oleh wanita, semua akan luar biasa iri.


Ini kenyataan, setelah dilihat dia juga bisa iri. Seorang pria, bagaimana mungkin bisa lebih cantik daripada seorang wanita?


Jika dilihat memang tidak ada aura manis dan menawan seperti wanita, justru malah dingin dan kuat, luar biasa maskulin.


Tapi, wajah ini, bagaimanapun dilihat tetap cantik.


Ya, sungguh sangat cantik.


Pernah ketika keluar makan bersama, dia menyadari, bukan hanya wanita saja yang akan termenung ketika melihat Tuan Muda Kedua Jiang. Kadang-kadang, jika dilihat oleh pria mereka juga bisa jadi linglung.


Pria yang begitu cantik, itu……sungguh mudah menggoda orang untuk membuat dosa.


Kemampuan menaklukkan pria dan wanita, sama hebatnya!


Dari matanya, Jiang Nan membaca sesuatu yang hampir membuat dirinya menjadi gila.


Dia juga merasa ada masalah dengannya, dia juga berpikir, dia bukan seorang pria yang normal?


Anak kecil ini, keberaniannya begitu besar, sungguh berani berpikir!


“Tuan Kedua Jiang……Kamu! Apa yang kamu lakukan?”

__ADS_1


“Bukankah kamu curiga bahwa aku tidak menyukai wanita?”


Bunyi suara “bang”, sabuk pengaman di tubuh Gu Anran dilepasnya.


Jiang Nan mengatur posisi kursinya, lengannya dieratkan, Gu Anran bahkan tidak sempat untuk terkejut, dirinya digendong ke sana olehnya.


“Jiang Nan!” Dia sangat terkejut, dirinya diangkat ke atas tubuhnya dalam sekejap, bahkan, duduk terpangku di atas kakinya!


Tubuhnya karena beratnya sendiri, hampir menekan di atas tubuhnya.


Gu Anran mengulurkan tangannya dengan kelabakan dan menahan di atas dadanya, menggunakan tenaga untuk mempertahankan dirinya.


“Tuan Muda Kedua Jiang, aku tidak curiga, sungguh tidak! Kamu tidak perlu membuktikan apapun padaku!”


Dia sungguh familiar dengan situasi seperti ini, tanpa disengaja, membaca novel romantis terlalu banyak!


Dan dalam novel romantis, terkadang akan muncul kesalahpahaman seperti ini.


Tokoh wanitanya mencurigai milik tokoh pria itu……tidak normal, tokoh pria dibuat marah.


Untuk membuktikan kemampuannya lengkap dan tidak berbeda dengan pria lainnya, tokoh pria akan marah hingga……menelan tokoh wanita dalam sekali lahap!


Tapi, Jiang Nan bukanlah prianya, dia juga bukan wanita Tuan Muda Kedua Jiang. Situasi ini, sangat tidak wajar!


“Aku percaya, aku sungguh percaya! Tuan Muda Kedua Jiang, hentikan permainan yang begitu kekanak-kanakkan ini, aku memang bersalah!”


Wajah Jiang Nan sangat tidak senang, lengan panjangnya jatuh di pinggangnya, Gu Anran tidak bisa melarikan diri sama sekali.


“Percaya?” Tapi ekpresi wajahnya, hanya kelihatan panik.


Percaya yang dia maksudkan, juga hanya karena takut, asal berbicara, benar tidak?


“Seharusnya aku tidak melihat hal-hal yang tidak benar itu, lebih tidak boleh asal mencurigai hasratmu, aku……Ah! Maaf, aku tidak sengaja!”


Astaga! Astaga! Apa yang dia sentuh!


Tanpa disengaja, dia duduk di tempat yang tidak seharusnya, menyentuh tempat yang seharusnya tidak disentuhnya!


Tak disangka pria ini……Apa yang dia lakukan? Kenapa bisa di saat seperti ini, tubuhnya malah merespon terhadapnya?


“Jangan asal gerak!” Jiang Nan menekan tubuhnya, tidak membiarkannya bergerak kesana kemari di atas tubuhnya.


Hantu juga tahu apa yang dipikirkannya, di saat dia menarik anak kecil ini kemari, sudah tidak dapat menahan……seluruh tubuhnya menjadi kaku!


Jika sekarang dia asal gerak, akan seperti ada seekor binatang buas yang bangun dari dirinya. Kalau dia bergerak lagi, binatang buas itu akan mengeluarkan taring dan kukunya, bahkan dia sendiri juga sudah tidak dapat menahannya.


Gu Anran benar-benar tidak berani bergerak, juga bukannya dia tidak pernah punya pengalaman dengan pria. Dia bukan lagi wanita muda yang tidak mengerti apapun seperti dulu.


Tapi dia masih khawatir sampai bagian keningnya mengalirkan selapis keringat yang tipis, menundukkan kepala melihat pria yang ditekan di bawah tubuhnya, berwajah gelisah.


“Aku tidak bergerak lagi, kamu……lepaskan dulu, biar aku turun.”


Jiang Nan juga ingin membiarkannya turun, tapi lengannya tidak mendengarnya sama sekali.

__ADS_1


Tak disangka setelah memeluk lengannya, dia tidak rela melepaskannya.


Apa karena dia tidak pernah memiliki wanita, jadi, sekali menyentuhnya, langsung hilang kendali?


__ADS_2