
Hello! Im an artic!
Mobil MayBach berhenti di halaman depan Paviliun Wang Jiang.
Li Ye turun dari mobil, membuka pintu untuk dua orang yang duduk dikursi belakang.
Hello! Im an artic!
Gu Wei Zhi dari pintu sebelah kiri, turun mobil dengan anggun.
Tetapi, Gu Wei Zhi yang hari ini terlihat sangat lemas, ada kain kasa yang melilit lengannya, bahkan langkah dia berjalan terlihat berantakan.
Sama seperti, lemas hingga kapan saja bisa ditiup angin.
“Nyonya muda Gu, luka masih terasa sakit?” Qin melihatnya terus mengerutkan kening, dalam hati merasa sedikit enggan.
Hello! Im an artic!
“Sakit…” Gu Wei Zhi melirik kearah Mu Zhan Bei.
Tuan muda Mu sudah mengarah ke aula, dan tampaknya tidak peduli bagaimana luka dia.
Gu Wei Zhi merasa tidak senang, tetapi, hari ini Tuan muda Mu membiarkan dia istirahat didalam kantor dia seharian, menurut Gu Wei Zhi, sudah terasa ada kemajuan.
Awal berencana setelah makan bersama Gu Ming Hao, langsung mengikuti tuan besar kembali ke Ling Zhou.
Tetapi sekarang, dia ada luka, juga ingin berdiam disisi Mu Zhan Bei beberapa hari, menikmati rasa dimanjakan.
“Siapkan secangkir teh buat Tuan besar dan Nyonya Gu.” Li Ye memerintah setelah memasukin ruangan.
Pelayan langsung menyeduh teh, membawakannya kepada kedua orang tersebut.
Mu Zhan Bei punya kebiasaan pada saat pulang, minum secangkir teh di aula.
Tetapi malam ini, entah mengapa ingin langsung naik kelantai atas.
Tetapi, dia menahan keinginan untuk naik ke atas dia, duduk diatas sofa, menikmatin secangkir tehnya.
Li Ye ingin mengatakan apa, tetapi Gu Wei Zhi ada disini, terlihat sangat tidak bagus untuk membahas masalah ini.
Dia tidak berharap menyulitkan Gu An Ran disini, tetapi sekarang, terlihat sangat jelas Tuan besar sangat ingin berpihak kepada Gu Wei Zhi.
Gu An Ran di paviliun WangJiang, memang terlihat tidak ada kuasa.
Dia hanya berharap, beberapa hari ini, Gu An Ran bisa hidup lebih santai sedikit.
“Tuan besar, jika tidak ada masalah lain…”
Perkataan Li Ye belum sempat selesai, dengan ekor matanya, melihat kearah sudut tangga, ada sosok kurus turun dari tangga.
Dia mengenakan baju tidur berwarna pink dan putih, kerah bentuk V yang sedikit rendah.
Bagaikan leher angsa putih begitu lembut dan rapuh, seolah akan patah jika dicubit, rapuh hingga membuat para pria menginginkannya, dan melindunginya.
Tulang bahunya menjulang dalam gaun tidurnya, rok tidurnya mengikuti setiap langkahnya perlahan-lahan terbuka, bahkan kulit di bawah bagian lehernya, semuanya terlihat jelas.
Gu An Ran…. Mengapa mengenakan gaun tidur yang begitu seksi turun kebawah?
Li Ye hampir tercengang, setelah sadar, seketika langsung mengalihkan pandangannya.
Perlahan melirik ke arah Mu Zhan Bei, untungnya, tuan besar melihatnya hingga kehilangan kesadaran, belum menemukan bahwa diri sendiri juga sedang melihatnya.
“Tuan besar, saya… saya pulang istirahat dulu.”
__ADS_1
Gu An Ran mengenakan baju seperti ini, Li Ye merasa jika dia tidak segera pergi, tidak tahu lagi apakah bisa menjaga bola matanya.
Mu Zhan Bei tidak mengatakan sepatah kata, Li Ye segera menundukkan kepalanya, berjalan ke atas tangga.
Saat berpapasan dengan Gu An Ran, dia bahkan tidak berani mengangkatkan kepalanya, dengan nada kecil mengatakan, “Ran Ran, saya naik dulu.”
“Baik.” Gu An Ran menganggukan kepalanya.
Li Ye setelah naik ke atas, langsung segera telepon ke pelayan mengatakan, semua pelayan pria, segera meninggalkan aula, termasuk kepala pelayan sendiri.
Dengan cepat, seluruh aula, hanya tersisa dua pelayan wanita, dan juga Gu An Ran dan Mu Zhan Bei, Gu Wei Zhi bertiga.
Gu Wei Zhi terdiam beberapa detik, baru kembali bereaksi.
Tiba-tiba dia berdiri, menunjuk kearah Gu An Ran, tangan jarinya gemetaran, “Dia… dia mengapa bisa disini? Apa yang sedang terjadi?”
Apakah, Gu An Ran dibawa ke penjara, sekian lama tidak dapat keluar?
Dia mengapa bisa keluar sekarang?
Jika hanya sekedar keluar tidak apa-apa, kenapa bisa muncul di pavilion Wang Jiang?
Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Ini….
Tiba-tiba, wajah dia menjadi gelap, langkah cepat mengarah ke Gu An Ran.
“Buat apa kamu datang sini? Kamu ingin melukai siapa? Kamu ingin melukai saya lagi bukan?”
Gu An Ran melihat kearah dia, tatapannya dingin tidak ada ekspresi.
Gu Wei Zhi dengan langkah cepat berjalan ke depan muka dia, menggenggam tangan dia.
Sebenarnya, kekuatan Gu Wei Zhi ada batasnya, tetapi dia sangat emosi, kecepatan dia menangkapnya menjadi cepat.
Dia dengan erat menggenggam pegangan tangan tangga kayu kuno yang diukir, dengan begitu dia tidak membiarkan dirinya terguling ke bawah.
Sebenarnya, baju tidur yang dikenakanya, dirobek oleh Gu Wei Zhi.
Bahunya yang tipis rapuh tersebut sekejap terlihat dihadapan semua orang, tidak ada kata untuk menjelaskan keindahannya lagi.
Ada juga baju tidur serupanya di dalam, tergeserkan, sebagian besar kulit putih lembut keluar, diatasnya, terlihat samar-samar bekas luka yang ditinggalkan pria.
Gu Wei Zhi terlihat panik dan cemburu, apakah luka di atas tersebut, apakah ditinggalkan oleh Mu Zhan Bei?
Karena emosi, dia mengangkatkan tangannya ingin menampar Gu An Ran!
Tetapi saat tangan menjulur keluar, langsung disimpan kembali olehnya.
Dia lupa, Mu Zhan Bei masih disini.
Dia tidak bisa dihadapan Mu Zhan Bei, mengeluarkan sifat dia yang kasar dan penuh amarah.
“Saya hanya… ingin kebawah mencari sedikit makanan.”
Gu An Ran menatap dia tanpa ekspresi, kemudian melihat Mu Zhan Bei, tetapi dengan cepat kembali mengarah balik.
Siapapun bisa melihatnya, dia takut sama tuan besar, takut hingga tidak berani untuk muncul dihadapanya.
Gu Wei Zhi menghentakan kakinya dengan penuh amarah, apakah sengaja dia menjadi lemes dan rapuh?
Orang secerdik tuan muda Mu, apa bisa tidak melihatnya?
“Kamu jangan disini berpura-pura, kamu datang demi apa? “tempat ini apakah bisa didatangin Gu An Ran?
__ADS_1
Dia sudah dari awal dihusir tuan muda Mu, dia masih berani pulang?
Gu An Ran dengan perlahan mendorongnya, Gu Wei Zhi demi menunjukkan dirinya lembut, sendirinya tidak dapat menggenggamnya terus.
Tetapi dia mendorongnya dengan tenaga yang kecil, tidak bisa berpura-pura jatuh karena dorongannya.
Bagaimanapun, Tuan muda Mu juga bukan orang yang bodoh.
Dikiranya Gu An Ran akan seperti dulunya, dengan arogan bertengkar dengan sendiri, tetapi tidak terpikirkan, dia secara diam-diam melihat Mu Zhan Bei, terlihat seperti terkejut melihatnya, dengan segera membalikan badan ingin naik ke atas.
Gu Wei Zhi dengan segenggam tangan menangkapnya, “Kamu tidak boleh pergi, katakan dengan jelas! Tujuan kamu datang sini buat apa?”
Gu An Ran menggigitkan bibirnya, tidak menjawabnya, tatapan mata tidak berekspresi tersebut jatuh kepada punggung sosok yang duduk di atas sofa.
“Sini.”
Suara Mu Zhan Bei terdengar sangat dingin, pandangan mata melihat kearah baju tidur dia yang kacau tersebut.
Hawa dingin tadi, sudah ditekan sama dia.
Dia menjelaskan tanpa ekspresi , “Dia datang sini menjadi pelayan.”
Pelayan?
Gu Wei Zhi melihat Gu An Ran, Gu An Ran menundukan kepalanya, dengan perlahan berjalan kearah Mu Zhan Bei.
Pelayan apa! Gu Wei Zhi orang pertama untuk tidak mempercayainya!
Pelayan bisa mengenakan pakaian seperti ini, di hadapan pemilik rumah pria sembarangan?
Ini jelas-jelas ingin merayu tuan muda Mu!
Apalagi, pelayan mengapa tidak bekerja? Mengapa bisa naik ke lantai dua?
Gu An Ran datang kesini, pastinya bukan untuk menjadi pelayan!
Gu An Ran berjalan kehadapan Mu Zhan Bei, mengeratkan tangannya, jelas karena gugup.
“Tuan besar Mu, apa ada hal mencari saya?”
Mata Mu Zhan Bei menatap kebadannya.
Bibirnya yang merah dan giginya yang putih, rias yang terbuat dari giok, sama seperti seorang bayi.
Kulitnya yang halus, seolah dicubit sedikit, dapat mengalirkan air!
Orang ini, berpakaian seperti ini, ternyata untuk menggodanya!
Ingin berpura-pura tidak melihatnya, tetapi tatapan mata tidak tahan menatap ke badan dia.
Gu An Ran merasakan tatapan dia yang hangat, dengan cepat membenarkan baju tidur dia.
Perlahan berjalan mundur seperti ingin melarikan dirinya, membuat badan pria menjadi kencang, tenggerokan terasa kering!
Orang ini! Ingin melarikan diri?
Dia tiba-tiba berdiri!
Gu Wei Zhi belum sempat bereaksi, berpaling kembali, melihat Mu Zhan Bei mengangkat Gu An Ran sampai ke pundaknya, dengan langkah besar berjalan ke atas.
Sedangkan Gu An Ran, berbaring di bahu Mu Zhan Bei, lembut seperti domba kecil.
Ketika Mu Zhan Bei ke atas, Gu An Ran tiba-tiba mengangkatkan kepalanya, melihat Gu Wei Zhi.
__ADS_1
Bibirnya disertai senyuman dingin, bibirnya terbuka sedikit, dengan jelas menyatakan perang dingin ini kepada Gu Wei Zhi–Pria ini, milik saya!