
Hello! Im an artic!
Malam ini perasaan Gu Weizi menjadi sangat gembira hingga rasanya ingin meledak.
“Tuan” itu selalu saja punya caranya tersendiri, bahkan di hadapan anggota keluarga Gu, dia bisa melakukannya dengan sangat sempurna.
Hello! Im an artic!
Meskipun sampai saat ini, dia tidak tahu siapa “Tuan” yang berada di balik semua yang terjadi ini.
Tetapi selama dia bisa membantunya untuk menaklukkan keluarga Gu, tidak peduli siapa dia, dia sudah merupakan penolong yang paling berjasa baginya!
Sekarang ini, dia sudah menjadi Nona Sun dari keluarga Gu.
Sepanjang malam ini, Gu Weizi telah menunggu di ruangan depan Paviliun Wangjiang.
Hello! Im an artic!
Dia belum bisa memberitahu Mu Zhanbei tentang berita ini, tetapi sebentar lagi dia akan segera meninggalkan Beiling dan pergi ke Lingzhou.
Namun sebelumnya dia harus melakukan kontak “lebih lanjut” dengan Tuan Muda Mu.
Jika tidak maka kalau dia pergi saat ini dia akan merasa sangat tidak tenang.
Soalnya Gu Anran, orang yang menyebalkan itu berani-beraninya muncul di hadapan Tuan Muda Mu.
Pada dini hari, Mu Zhanbei pulang dengan membawa nafas dingin.
Ketika mobilnya berhenti di halaman, Gu Weizi yang berdandan cantik dan rapi telah hampir tertidur di sofa.
Mendengar suara mesin mobil, dia segera bangkit dan berjalan keluar dengan cepat.
Mu Zhanbei yang turun dari mobil tampak sangat angkuh dan bersikap dingin.
Lebih sulit untuk mendekatinya dibandingkan dulu, tetapi pesonanya lebih mematika dan menggoda dari dulu.
Gu Weizi yang berdiri di depan pintu menjadi terpana melihatnya.
Baru setelah Mu Zhanbei mendekat di hadapannya, barulah dia tiba-tiba tersadar dan menyapanya: “Zhanbei, kamu sudah pulang?”
“Ya” Mu Zhanbei menjawab singkat, dia hanya melihat sekilas kepadanya lantas pergi berlalu.
Gu Weizi menjadi sedikit kecewa. Untuk menunggunya malam ini, dia secara khusus mengenakan gaun berleher V yang besar.
Di awal musim dingin seperti sekarang ini, jika orang berdiri di depan pintu rasanya seperti hampir membeku.
Tetapi demi dirinya, bahkan jika dia tidak harus tidak memakai apa-apa pun, dia juga bersedia.
Tetapi dia masih sangat acuh terhadapnya.
Mengikuti Mu Zhanbei memasuki pintu, Gu Weizi menemainya hingga naik ke lantai atas.
“Zhanbei, aku akan pergi ke Lingzhou besok.” Gu Weizi berjalan di belakang Mu Zhanbei. Kali ini, dia akhirnya mengumpulkan keberanian dan mengikutinya memasuki pintu.
Mu Zhanbei sedikit mengernyit tanpa terlihat, dia tidak menyukai ruang pribadinya dimasuki oleh orang lain.
__ADS_1
“Ya.” Dia mengangguk-anggukkan kepala, tampak seolah-olah dia tidak peduli perihal kepergiannya ke Lingzhou.
Gu Weizi mendadak merasa kecewa, tetapi tidak ada gunanya menunjukkan perasaan kecewa di hadapan Tuan Muda Mu.
“Aku mungkin akan pergi untuk waktu yang lama …”
“Nanti suruh Li Ye untuk memesankan tiket pesawat untukmu.” Mu Zhanbei menarik kerah bajunya.
Setelah kembali ke kamar, sudah menjadi kebiasaannya untuk membuka kancing bajunya.
Namun setelah menyadari bahwa ada orang lain di ruangan itu dan terutama karena orang itu adalah wanita, maka dia segera menghentikan tindakannya itu.
Kata-kata Mu Zhanbei menyebabkan seketika darah Gu Weizi seperti tersangkut di tenggorokannya dan hampir muntah keluar.
Apa yang ingin dia dengarkan adalah bujukan untuk memintanya tetap tinggal dari Tuan Muda Mu.
Jika sesandainya Tuan Muda Mu memintanya untuk tinggal, dia bisa memberi tahu orang-orang keluarga Gu untuk menunda beberapa hari lagi baru pergi ke sana.
Meskipun maksud dari “Tuan” itu adalah menyuruhnya agar bisa segera pergi dan menginjakkan kaki di rumah keluarga Gu.
Tetapi dia benar-benar tidak rela untuk meninggalkan Mu Zhanbei, tetapi Tuan Muda Mu itu malahan ingin menyuruh Li Ye untuk memesan tiket untuknya!
“Apakah ada hal yang lain?” Mu Zhanbei melihat bahwa wanita ini tidak ada niatan untuk pergi dari sana, dia lalu menoleh dan menatapnya sambil mengerutkan kening.
“Zhanbei, aku ada merasa sedikit … tidak ingin pergi.” Gu Weizi bergumam dan menatapnya.
Mu Zhanbei menjadi sedikit tidak sabar, “Kalau begitu tidak usah pergi.”
“…” Dia hampir saja dibuatnya menjad sangat marah hingga matanya menghitam dan ingin jatuh pingsan rasannya, “Zhanbei, tidakkah kamu bertanya mengapa aku pergi ke Beiling?”
Mu Zhanbei berjalan ke meja kerjanya dan menelpon Li Ye: “Pesankan satu tiket pesawat untuk Nona Gu untuk pergi Lingzhou besok.”
Matanya tertuju pada jari-jarinya dan secara tidak sengaja dia teringat bagian tubuh Gu Anran mana yang jari-jarinya telah sentuh malam ini.
Tubuhnya yang tinggi besar mendadak menjadi menegang. Sialan! Tiap kali dia membayangkan gadis itu terbaring di bawahnya, dan dia mengintimidasinya hingga sampai merintih dan menangis, itu membuat nafsunya menjadi bangkit!
Awalnya dia berpikir asalahkan dia telah bermain dengannya beberapa kali maka dia akan segera bosan, tetapi malahan semakin sering dia bermain dengannya malahan membuatnya menjadi semakin ketagihan.
Dia seperti telah diracuni.
Hanya dalam sekejap mata Gu Weizi telah berjalan berada di sampingnya kini.
Malam ini dia sudah datang, dia tidak akan melewatkan kesempatan ini lagi.
Sudah beberapa hari berlalu !
Mu Zhanbei sudah menghilang selama hampir sebulan, dan dalam beberapa hari terakhir setelah dia kembali, Gu Weizi telah menghabiskan waktunya setiap hari untuk memikirkan bagaimana caranya agar mendapatkan perhatiannya.
Namun, perhatian Tuan Muda Mu tidak pernah jatuh kepadanya.
Gu Weizi merasa sangat tidak tenang, jika keadaanya terus seperti ini, bahkan jika Gu Anran telah pergi, dia tidak tahu apakah ada wanita lain lagi yang akan muncul di sisinya.
Dia harus membuat Mu Zhanbei jatuh cinta pada tubuhnya terlebih dahulu.
“Zhanbei, jika kamu berkata supaya aku tetap tinggal, maka aku tidak akan pergi.”
__ADS_1
Dia mendekati Mu Zhanbei diam-diam dann dengan berani menarik lengan bajunya, memegang tangannya, dan mendekatkan diri ke tubuhnya.
“Zhanbei, aku telah menyukaimu semenjak begitu lama, kamu telah mengetahuinya, bukan?”
Pria itu tidak berbicara namun matanya tertuju pada kerah di bagian lehernya yang terbuka, tetapi pikirannya membayangkan tubuh putih dan halus gadis lain.
Napasnya menjadi sedikit berantakan!
Gu Weizi terkejut saat mengetahui bahwa napas Mu Zhanbei menjadi berubah karena dirinya yang mendekatinya.
Ini jelas menunjukkan kalau pria ini telah tergoda.
Ternyata Tuan Muda Mu yang selama ini selalu tampak tidak terlalu peduli terhadapnya itu hanya tampak luarnya saja karena dia sangat pandai mengendalikan diri.
Sekarang ini, dia akhirnya bisa melihat dengan jelas bahwa Tuan Muda Mu tertarik terhadapnya.
“Zhanbei …” Jantungnya berdegup kencang seperti drum, menarik lengan baju Mu Zhanbei, dan dia hendak meletakkan tangannya di atas tubuh kebanggaannya.
Yang penting dia telah menyentuh tubuhnya Gu Weizi 100% yakin bahwa dia akan jatuh cinta pada tubuhnya.
Ujung jari seorang pria tidak lebih dari jarak satu jari dari tubuhnya!
Gu Weizi menjadi sangat gugup, sangat gugup hingga dia rasanya hampir susah untuk bernapas.
Tetapi dia juga tidak berani bertingkah terlalu liar, dia takut kalau dia terlalu liar akan membuatnya merasa jijik.
Oleh karena itu, dia menggeleng-gelengkan rambut panjangnya dengan hati-hati dan menatapnya sambal memperlihatkan dirinya dari sudut yang paling enak dipandang.
Pada akhirnya saat tangannya hendak menyentuh tubuhnya, Gu Weizi memejamkan mata dan menunggu langkah selanjutnya.
Malam ini, dia akan menjadi milik Tuan Muda Mu.
Setelah dia melakukan langkah ini, maka ke depannya di dalam hati Mu Zhanbei sudah tidak akan lagi ada apa-apa untuk Gu Anran!
Saat Mu Zhanbei menatap kerah lehernya yang terbuka, tatapan matanya perlahan mendingin.
Gu Weizi masih saja menarik lengan bajunya, menarik tangannya ke arah dirinya sendiri.
Mu Zhanbei sebenarnya juga masih ragu-ragu, apakah mungkin dia bisa mencoba wanita yang lain.
Mengapa dia tidak bisa melupakan tubuh gadis itu? Setelah melakukannya sekian banyak kali dengannya, namun setiap kali dia memikirkannya masih saja membuatnya menjadi sangat bernafsu.
Apakah dia benar-benar hanya bisa tertarik kepadanya atau hanya karena dia tidak pernah mencoba untuk menginginkan wanita lain?
Apabila dia mencoba untuk mengingkan wanita yang lain, apakah nafsunya terhadap Gu Anran itu akan menjadi berkurang?
Mu Zhanbei sangat membenci perasaan didikte oleh orang lain, tetapi Gu Anran telah mengendalikan emosi dan nafsunya.
Wanita itu tidak pantas!
Dia mengerutkan bibirnya dan menatap tubuh Gu Weizi dengan mata dingin.
Ujung jarinya perlahan-lahan mendekatinya.
Jari-jarinya pada malam ini telah menyentuh semua bagian tubuh Gu Anran …
__ADS_1