Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 258 Biarkan Kami Menambah 1 Cucu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Cui Er pergi, Jiang Nan kembali ke sisi dia, “Bagaimana?”


“Tidak bilang apa-apa, dia sudah dipecat, sekarang sama sekali tidak tahu lagi masalah keluarga Mu.”


Hello! Im an artic!


Gu Anran berdiri, berjalan sama dengannya menuju ke arah gunung.


“Tidak berkata tentang yang lainnya?” Jiang Nan sedikit terkejut, ini berbeda dari sifat Gu Anran.


“Aku sudah bertanya, tapi Cui Er hanya mengurus nenek sebentar saja, banyak hal yang dia tidak tahu, yang mengurus nenek dulu adalah A Xin.


Jiang Nan masih tetap tidak percaya, sesuai dengan sifat Gu Anran, bagaimana mungkin dia akan membiarkan Cui Er pergi tanpa mendapatkan informasi apapun?


Hello! Im an artic!


Tapi karena dia tidak ingin membicarakannya, Jiang Nan juga tidak menanyakannya lagi.


Menurutnya semua masalah ini sudah berlalu.


Kedepannya yang terpenting dia bisa hidup dengan bahagia, semua itu sudah cukup.


Keduanya berjalan turun ke kaki gunung, sebelum sampai di parkiran, di depan mereka terlihat beberapa orang berjalan menghampiri mereka.


Mu Zhanbei berpakaian jas hitam dan Gu Weizi selalu dengan penampilan anggunnya.


Li Ye berjalan di belakang mereka, dia merasa kaget ketika melihat Gu Anran dan Jiang Nan.


“Tuan Muda…… Nona Gu, bagaimana kabar kalian?”, tanya Li Ye.


“Baik, terima kasih atas perhatiannya.” Gu Anran tersenyum padanya.


Setelah kejadian ini terjadi, dia masih bisa dengan tenang berhadapan dengan mereka, tiba-tiba dia merasa dirinya lebih dewasa dari sebelumnya.


Setidaknya tidak emosi seperti dulu lagi, dan juga tidak akan terbawa emosi dan keinginan lagi.


Dia melihat Mu Zhanbei, dengan lembut berkata, “Tuan Mu, apakabar?”


“Baik.”, ujar Mu Zhanbei dengan ekspresi datar, wajahnya yang tenang, membuat orang tidak bisa menebak apa yang sedang dia pikirkan.


“Tuan Mu, apakah aku bisa bicara sebentar dengan anda?”


Gu Anran berdiri cukup lama di luar, kedua kakinya gemetaran karena kelelahan.


Tubuhnya belum seluruhnya pulih, sebenarnya dokter memintanya untuk tinggal 3 hari lebih lama di rumah sakit.


Tapi dia bersikeras ingin segera keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


Kalau tidak seharusnya dia sekarang masih tetap istirahat di rumah sakit.


Mu Zhanbei belum membuka mulut untuk bicara, Gu Weizi sudah dengan wajah muram berdiri di sampingnya, berkata dengan tidak senang, “Gu Anran, kamu masih belum cukup menyakitinya?”


Gu Anran tidak mempedulikannya dan hanya menatap Mu Zhanbei.


Tatapan mata Mu Zhanbei yang dingin juga tertuju padanya.


Tidak lama kemudian berkata, “Aku masih ada urusan.”


“Hanya minta waktu 5 menit saja…… tidak, 3 menit.”


“Kedepannya, buat janji dulu dengan Li Ye.” Mu Zhanbei berjalan meninggalkan dia tanpa berbalik.


Li Ye tidak bisa apa-apa, hanya bisa tersenyum canggung pada Gu Anran, “Tuan Muda sangat sibuk hari ini, setelah sembahyang nenek, harus segera kembali ke kantor untuk mengurus sesuatu.”


“Nona Gu, biar kubantu untuk cek jadwal Tuan Muda, selanjutnya……”


“Tidak perlu lagi.” Gu Anran menggelengkan kepala, dia tidak bisa menahannya lagi, kemudian memegang lengan Jiang Nan.


Dia tidak bisa berdiri dengan tegak, jika tidak ada sesuatu yang menahannya, pasti dia sudah jatuh.


Jiang Nan melihat wajahnya yang pucat dengan segera mengulurkan tangan untuk menopangnya.


“Bagaimana kalau aku menggendongmu pulang? Dari sini ke parkiran masih sedikit jauh.” Suara Jiang Nan lebih lembut dari angin yang berhembus di sekitarnya.


Gu Anran yang awalnya sedikit ragu pun menganggukkan kepala.


Jiang Nan langsung menggendongnya sampai ke parkiran.


Li Ye tidak bisa mengatakan suasana hatinya sekarang, suasana hati Tuan Muda terlihat sangat tidak baik, terlihat sangat lemah.


Benar juga, koma selama belasan hari di rumah sakit, walaupun orang lain, tidak mungkin juga akan pulih secepat itu.


Hanya saja, Tuan Muda jelas-jelas ada di sini, tapi Nyonya Muda lebih memilih orang lain untuk menggendongnya……


Gu Weizi berbalik melihat bayangan mereka yang pergi, tidak tahan untuk tersenyum dingin, “Cepat sekali dia mendekati Tuan Muda Jiang, kenapa aku tidak tahu adikku bisa sehebat ini?”


Langkah kaki Mu Zhanbei berhenti, membalikkan badan dan melihat mereka.


Melihat sebentar kemudian lanjut berjalan lagi menuju ke makam.


Mu Zhanbei tidak berhenti sedikitpun, Gu Weizi tentu saja juga tidak akan berhenti dan dengan cepat mengejar langkah kakinya.


“Zhan Bei, aku bukan dengan sengaja ingin mengatakan hal buruk tentang Gu Anran, aku hanya merasa dia bersama dengan pria lain di depan matan calon suaminya yang dulu……”


Berhenti sebentar, kemudian dengan sedikit sulit, “Perkataan seperti ini, tidak baik juga untuk mengatakannya.”


Mu Zhanbei terus berjalan ke sisi gunung, dia sedikit pun tidak tertarik pada hal ini.

__ADS_1


Li Ye berjalan di belakang keduanya, dia merasa semakin lama semakin benci melihat Gu Weizi.


Wanita ini semakin hari semakin sering mencoba untuk menarik perhatian Tuan Muda, tidak hanya di Paviliun Wang Jiang, dia juga sering pergi ke Grup Mu untuk mencari Tuan Muda.


Tuan Besar benar-benar membingungkan, menjodohkan Tuan Muda dengan dia.


Bahkan mempekerjakan Gu Weizi di Grup Mu, menjadikan dia sebagai asisten manajer pribadi Tuan Muda.


Sekarang Gu Weizi tidak peduli ada urusan atau tidak, pasti akan tetap tinggal di ruangan Tuan Muda, benar-benar menyebalkan.


Tuan Muda tidak merasakan apapun, dia hanya ingin bekerja dengan tenang, dengan begitu dia bisa sepenuhnya berada dalam dunia miliknya sendiri.


Dia merasa sangat tidak nyaman melihatnya, selalu ada sebuah perasaan yang membuatnya merasa sekelilingnya sudah diganggu.


Gu Wei melihat Mu Zhanbei tidak ingin untuk membicarakan tentang Gu Anran, dia juga tidak mengungkitnya lagi.


Sampai di depan makam nenek, mata Gu Weizin langsung memerah dan langsung berlutut.


Mengambil uang kertas yang diberikan Li Ye, sambil membakarnya untuk nenek, menangis berkata, “Nenek, apakah kamu baik-baik saja di sana?”


“Nenek kamu tidak perlu mengkhawatirkanku, Zhan Bei sangat baik padaku, dia pernah janji akan menjagaku, dia pasti akan menepatinya.”


“Nenek, kamu tenang saja, aku dan Zhan Bei akan baik-baik saja, huhu……”


Li Ye menyingkir ke samping untuk menjauhi suara tangisan itu.


Perkataan ini dia katakan untuk nenek atau sedang mengingatkan Tuan Muda untuk baik-baik padanya?


Li Ye sekarang sedikit pun tidak suka pada wanita.


Gu Weizi masih tetap menangis sambil berbicara dengan nenek, sedangkan Mu Zhanbei seperti patung yang berdiri tegak di depan makam.


Dia menatap foto nenek yang ada di batu nisan, menatap senyum yang ada pada bibirnya, terlihat menjadi sebuah garisan yang dingin.


Tidak tahu sudah menangis berapa lama, Gu Weizi baru mengangkat kepala melihat dia, dengan pelan berkata, “Kemarin malam, aku memimpikan nenek.”


Mu Zhanbei tetap diam, Gu Weizi menghapus air mata, sepertinya sedikit ragu dan malu.


“Nenek dia…… bertanya padaku kapan akan memberikan cucu untuk keluarga Mu……”


“Tuan Muda, ada panggilan telepon dari sana.”


Gu Weizi belum selesai bicara, Li Ye langsung mematikan telepon dan menghampiri Mu Zhanbei.


Mu Zhanbei berbalik melihat dia, Li Ye berkata, “Mereka bilang rute sudah diatur dalam 3 hari sudah bisa berangkat.”


“Iya.” Mu Zhunbei menganggukkan kepala, kemudian memberikan hormat yang dalam di depan makam nenek, lalu berbalik dan berjalan turun dari gunung.


Gu Weizi merasa kesal, tadi dia hampir saja selesai mengatakannya.

__ADS_1


Semua karena Li Ye! Datang khusus untuk merusak rencananya, iya kan?


Sialan ini! Cepat atau lambat harus mengusirnya pergi dari sisi Zhan Bei!


__ADS_2