Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 59 Tidak Pernah Sebahagia Ini


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Bunga ini…..” Gu An Ran menatap seikat bunga mawar yang ada di ditangan pelayan, tidak tahu kenapa, detak jantungnya tiba-tiba menjadi cepat.


Di villa Mu Zhan Bei, kenapa ada barang….pasangan kekasih?


Hello! Im an artic!


Li Ye langsung berkata: “Ini adalah mawar yang tuan muda pilih semalam, pagi ini barusan dikirim kemari.”


“Dia yang memilihnya?” Gu An Ran tercengang, benar-benar tidak bisa dipercaya!


Memikirkan Mu Zhan Bei yang memegang ponsel, menatap setangkai demi setangkai bunga mawar di layar dan dengan serius memilihnya….um! Tidak bisa dibayangkan!


Bagaimana mungkin tuan muda Mu melakukan hal yang begitu membosankan?


Hello! Im an artic!


Li Ye buru-buru berkata: “Semalam tuan muda dan nyonya…seperti ada sedikit masalah, setelah kembali tuan muda sepertinya ngambek, tapi, dia dengan cepat menenangkan dirinya sendiri.”


Masalah semalam, tidak peduli bagaimanapun, tuan muda memang salah.


“Tuan muda yang memilih dan memesan bunga ini sendiri, tapi, pagi ini saat bunga di kirim kemari, kalian berdua….sepertinya bertengkar lagi, tuan muda pun kesal dan langsung menyuruhku membuangnya.”


Karena takut Gu An Ran salah paham, Li Ye buru-buru menjelaskan: “Tuan muda sepertinya marah karena nyonya, makanya menyuruhku membuangnya, aku buru-buru keluar, jadi menaruhnya di ruangan samping dan belum sempat membuangnya.”


Gu An Ran benar-benar tidak bisa mengungkapkan perasaannya sekarang.


Dari di kehidupan sebelumnya sampai sekarang, dia tidak pernah melihat Mu Zhan Bei memberikan bunga kepada wanita mana pun, apalagi dia memilihnya sendiri.


Ternyata, setelah perang dingin semalam, Mu Zhan Bei bahkan masih memikirkan untuk baikan dengannya.


Pagi ini Mu Zhan Bei menyuruhnya minum susu, kalau dipikir-pikir juga bukanlah hal yang keterlaluan, sebaliknya, meminum susu baik untuknya.


“Kalau begitu, tuan Li, bunga ini….”


“Jangan buang!” Gu An Ran langsung mengambil bunga itu dari tangan pelayan.


Menatap mawar yang indah di dalam pelukannya, hatinya terasa sangat manis, tidak pernah merasa begitu bahagia.


Dia bahkan menerima bunga pemberian tuan muda Mu, pria yang berhati dingin, yang seumur hidup tidak mengerti apa namanya cinta itu, benar-benar bersedia memberikan bunga padanya.


Rasa sakit hati di kehidupan sebelumnya, hal tidak di duga yang terjadi di kehidupan ini, membuat matanya memanas, air mata hampir saja menetes.


Menatap bunga yang ada di pelukannya, dia merasa seperti sedang bermimpi.


Pelayan ingin mengatakan sesuatu, Li Ye melambaikan tangan, pelayan juga hanya bisa pergi.


“Tuan muda ada di atas.” Li Ye mengingatkannya.


Setelah Gu An Ran sadar, di ruang tamu selain dirinya sendiri, tidak ada orang lain lagi.


Mu Zhan Bei….ada di atas.


Kedua kaki sepertinya tidak mendengar perintah dan langsung berjalan ke atas.


Mu Zhan Bei ada di dalam kamar, sedang bekerja.

__ADS_1


Saat Gu An Ran masuk, 10 jari Mu Zhan Bei sedang berada di atas keyboard, tidak tahu sedang sibuk apa.


Pintu kamar terbuka, Gi An Ran langsung masuk ke dalam.


Tidak menduga barusan masuk sudah mendengar suara Mu Zhan Bei yang dingin: “Apakah tidak ada yang mengajarimu untuk mengetuk pintu sebelum masuk?”


Gu An Ran tercengang, menatap wajahnya yang dingin.


Anak ini, apakah tidak sombong dia akan mati?


Gu An Ran mendesah, mundur ke belakang pintu, mengangkat tangan dan mengetuk pintu.


Mu Zhan Bei barusan menatapnya, tidak menduga dia melihat Gu An Ran membawa seikat bunga mawar.


Saat itu juga, wajah tampan yang terlapisi es mulai retak.


Memberikan bunga benar-benar adalah hal yang tidak pernah dia lakukan selama 27 tahun hidupnya!


Mu Zhan Bei memalingkan kepala, pura-pura tidak melihatnya, ucapannya tetap terdengar begitu dingin: “Ada urusan apa mencariku.”


“Apakah tidak ada urusan tidak boleh mencarimu?”


Gu An Ran berjalan masuk, meletakkan bunga mawar itu di samping, lalu duduk di kursi, menatap tubuhnya yang tinggi.


Mu Zhan Bei tidak berbicara, sepertinya tidak begitu ingin menghiraukannya.


Gu An Ran terdiam sejenak, tiba-tiba berdiri, berjalan ke belakangnya.


“Kalau rahasia perusahaan Shi Ji bocor, dipenjara 10 tahun sudah pasti.” Mu Zhan Bei dengan dingin berkata.


Keterlaluan, awalnya ingin datang baikan dengannya, tapi, dia malah begitu dingin, membuatnya merasa malu!


Namun, begitu cepat sudah menyerah sepertinya bukan stylenya.


Sebenarnya kalau dipikirkan baik-baik, selain melindungi orang di balik masalah ini, tuan muda Mu juga tidak melakukan hal buruk terhadapnya.


Bahkan, dia sekali demi sekali mengorbankan diri demi menyelamatkannya, hanya dengan hal ini, sudah cukup membuat orang sangat terharu.


Menyelamatkan orang, kalau di zaman kuno harus menyerahkan diri sebagai imbalannya.


Memikirkan gambaran itu, wajah Gu An Ran langsung memerah.


Gu An Ran buru-buru menyimpan pemikiran itu, dengan suara kecil berkata: “Itu, aku….datang untuk mengatakan….terima kasih.”


“En?” bukankah barusan saat di mobil sudah mengatakannya?”


Dia tahu, tuan muda Mu sama sekali tidak menyukai 2 kata “Terima kasih”.


Dia mengigit gigi, ragu sejenak, lalu berkata, suaranya sepertinya semakin pelan: “Ma….af.”


“Apa yang kamu katakan? Aku tidak dengar.” Jari pria yang panjang terus melompat diatas keyboard, terlihat sangat indah.


Tapi, dari sudut pandang ini memang sedikit dingin.


Gu An Ran barusan dengan tidak mudah memberanikan diri, setelah menghadapinya, dia pun mulai menciut.


Gu An Ran menarik nafas, lalu berkata: “Aku bilang….maaf.”

__ADS_1


Orang itu sama sekali tidak ada reaksi, seolah-olah dia sedang berbicara dengan udara.


1 detik, 2 detik, 3 detik…10 detik sudah berlalu, Mu Zhan Bei tetap tidak menjawab.


Sekuat apapun hatinya, juga tidak bisa menahan kedinginannya ini.


Gu An Ran mengigit bibir: “Kalau tidak ada urusan lain, aku kembali dulu.”


Memalingkan tubuh dan hendak pergi.


Namun saat dia barusan melangkahkan kakinya, tiba-tiba pergelangan tangannya digenggam, tubuhnya tiba-tiba ditarik kembali olehnya.


Wanita benar-benar terkejut, hanya dalam sekejap mata, Mu Zhan Bei bahkan sudah menekannya di depan rak buku.


“Kenapa mengatakan maaf?” Mu Zhan Bei menundukkan kepala, aroma nafas yang hanya dimiliki olehnya jatuh di wajah Gu An Ran.


Sedikit panas, juga sedikit geli, sebuah rasa yang tidak bisa diungkapkan.


Gu An Ran hanya merasa jantungnya berdetak kencang karena kedekatan mereka, dag dig dug, kecepatan itu tidak terkendali.


“En?” suara pria seolah-olah terdengar di telinganya, suara yang menggoda, membuat seluruh tubuhnya tidak bertenaga.


“Apa….yang kamu katakan?” apa yang barusan dia tanyakan? Hanya dalam sekejap mata, Gu An Ran bahkan sudah melupakannya.


Mu Zhan Bei tiba-tiba menundukkan kepala, Gu An Ran terkejut dan buru-buru memalingkan wajahnya.


Kenapa dia terlihat seperti ingin menciumnya? Tapi barusan, bukankah dia masih tidak ingin menghiraukannya?


Perubahan yang begitu besar, benar-benar sangat mengejutkannya.


“Aku, semalam aku tidak seharusnya marah denganmu, sebenarnya….sebenarnya aku hanya sedikit kecewa…”


Tidak peduli bagaimanapun, 2 kali ini Mu Zhan Bei benar-benar menyelamatkannya dengan mengorbankan keselamatan dirinya sendiri.


Asalnya Gu An Ran tidak idiot, dia pasti mengerti, tuan muda Mu sama sekali tidak ada maksud buruk terhadapnya, bahkan, sangat baik.


Tapi dia malah mengatakan Mu Zhan Bei menjebak dirinya karena merasa kecewa.


Saat Mu Zhan Bei berinisiatif datang berbicara dengannya semalam, dia masih ngambek dan mengatakan hal yang menyakitinya.


Tapi kalau Mu Zhan Bei ingin menjebaknya, untuk apa dia mengambil resiko pembatalan acara tunangan dan menemaninya keluar mencari orang?


Di Beiling acara tunangan orang keluarga Mu termasuk hal besar, tidak bisa dibatalkan dengan seenaknya saja.


Kalau sebuah acara tunangan bisa diulang beberapa kali, maka reputasi grup Mu selama ini juga akan memburuk.


Dia sebagai tuan muda keluarga Mu, tidak mungkin tidak peduli pada hal ini.


Intinya, Mu Zhan Bei tidak ada maksud itu.


Setiap orang memiliki rahasia yang tidak bisa dikatakan, dia ingin melindungi orang itu, tidak berarti dia akan jahat padanya.


“Aku…”


“Aku juga ada salah.” Suara tuan muda Mu begitu dingin, tapi, tidak pernah selembut ini.


“Ada hal yang tidak bisa aku katakan, tapi, aku berjanji padamu, aku sama sekali tidak ada maksud untuk menyakitimu.”

__ADS_1


__ADS_2