Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 41 Lagian Juga Sudah Mau Mati


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Xiao Mi tidak bisa berenang, dia adalah bebek kering, melompat seperti itu, kalau tidak ada orang yang menyelamatkannya, dia pasti akan mati!


Oleh karena itu, Gu An Ran sama sekali tidak ingat kalau dia sendiri sepertinya juga tidak bisa berenang.


Hello! Im an artic!


Dia hanya tahu, harus ada orang yang menyelamatkan Xiao Mi, kalau tidak, Xiao Mi akan mati.


Dia akan mati….


Terdengar suara dentuman, kepalanya terbentur ke permukaan air dan membuat kepalanya pusing.


“Xiao Mi….” barusan berkata, air laut sudah masuk ke dalam mulutnya, sama sekali tidak bisa bernafas!


Hello! Im an artic!


Tapi dia masih berusaha keras untuk berenang ke arah Su Xiao Mi, dia bahkan tidak tahu sejak kapan dirinya bisa berenang!


“Xiao Mi, Xiao Mi….”


Ombak besar datang, mengangkat tubuhnya yang ramping itu dan menggulungnya ke dalam.


Gu An Ran hanya merasa pusing, nafasnya juga menjadi sulit.


Semakin banyak air laut yang masuk dari mulut dan hidungnya, dia malah tetap berenang ke depan dengan sekuat tenaga.


Tidak pernah ada yang mengajarinya bagaimana berenaang, juga tidak ada yang memberitahukannya bagaimana bertahan di dalam laut.


Dia hanya tahu, harus berenang ke sisi Xiao Mi, harus menariknya keluar dari laut.


Akhirnya, dia menyentuh tubuh Su Xiao Mi!


Gu An Ran mengigit gigi, menggunakan seluruh sisa tenaganya untuk menarik Su Xiao Mi ke atas permukaan laut.


Disaat dia menarik Su Xiao Mi keluar dari air, dia malah tidak bisa bernafas, tubuhnya langsung membeku.


Tidak memiliki tenaga untuk membiarkan dirinya terapung diatas air lagi, semakin berusaha semakin tenggelam ke dalam.


Dia sudah tidak bisa bernafas, sedikitpun udara segar juga tidak ada, apakah dia benar-benar sudah mau mati?


Kesadarannya semakin tidak jelas, orangnya juga semakin tidak nyaman.


Tidak bisa bernafas, sama sekali tidak bisa bernafas! Membuka mulut, yang masuk bukan udara, semuanya adalah air laut asin yang membuat orang meneteskan air mata.


Dia benar-benar sudah mau mati….


Samar-samar, sepertinya dia melihat sebuah wajah, tatapannya yang kabur semakin jelas.


Gu An Ran berusaha menyodorkan tangan, barusan menyadari tubuhnya hampir tidak bisa bergerak lagi.


Nafasnya sudah hampir berhenti, kelopak matanya sangat berat, begitu berat sampai tidak bisa dibuka….


Tiba-tiba, tubuhnya terus tenggelam tidak tahu dipeluk oleh apa, setelah itu, ada dua bibir lembut yang menekan bibirnya.

__ADS_1


Gu An Ran membuka sepasang matanya dengan lebar, menarik nafas dalam-dalam.


Dia sudah bisa bernafas!


Dia sepertinya melihat wajah Mu Zhan Bei, wajah ini terlalu dekat, sampai wajahnya tidak bisa terlihat jelas.


Tapi dia tahu, adalah Mu Zhan Bei.


Tuhan, dia sudah tahu kalau pria ini adalah sebuah momok, momok yang bahkan menganggu sarafnya disaat dia sudah akan mati.


Kenapa di detik akhir kehidupannya masih berimajinasi tuan muda Mu sedang menciumnya?


Gu An Ran, dasar wanita ******, setelah hidup di 2 kehidupan, bahkan masih begitu ******.


Namun, tubuhnya benar-benar tidak ada tenaga lagi, walaupun sangat ingin menghirup sedikit udara segar, dia juga tidak bisa bertahan lagi.


Akhirnya dia benar-benar sudah akan mati, kalau sudah akan mati, maka…..lakukan sesuai keinginannya saja.


Gu An Ran menutup mata, menggunakan seluruh tenaganya yang tersisa untuk memeluk leher pria, menciumnya dengan kuat…..


…..


Dingin sekali, kepalanya sakit sekali.


Gu An Ran tidak tau dirinya sudah mati atau belum, dadanya sepertinya terus tertekan oleh sesuatu, sangat sulit bernafas.


Xiao Mi…….


“Xiao Mi!”


“Xiao Mi……” dia bergerak sekali, tangannya seperti ditarik oleh sesuatu, sangat sakit.


Tapi dia tidak bisa memperdulikan apapun lagi, menggunakan seluruh tenaga untuk mencabut barang itu.


“Ran Ran, jangan asal bergerak!” Su Xiao Mi menghampirinya dan langsung memeluk lengannya, tidak membiarkannya mencabut jarum yang ada di telapak tangannya.


“Jangan asal bergerak, kamu akan melukai dirimu sendiri!”


“Xiao Mi?” Gu An Ran akhirnyaa melihat orang yang ada di depannya dengan jelas, langsung memeluknya, dia begitu senang sampai hampir menangis.


“Xiao Mi! Kamu tidak mati! Kamu masih baik-baik saja! Kamu tidak mati!”


“Aku tidak mati, aku masih hidup, hidup dengan sangat baik.”


Begitu teringat dengan keadaan saat itu, mata Su Xiao Mi juga memerah.


Memeluk balik Gu An Ran, dengan suara serak berkata: “Ran Ran, biasanya aku selalu mengatakan kamu menganiyayaku, sebenarnya aku tahu, kamu paling baik padaku.”


Uh uh, Ran Ran sama sekali tidak bisa berenang, namun malah melompat dari batu yang begitu tinggi demi dia, dan juga menariknya ke atas laut.


Saat itu dia benar-benar mengira dirinya sudah mati, siapa tahu dia malah ditarik ke permukan air oleh orang yang tidak bisa berenang.


Namun disaat menariknya ke permukaaan air Gu An Ran malah kehilangan tenaga dan tenggelam ke dalam laut.


Saat itu dia sangat pusing, untungnya diselamatkan oleh orang tuan muda Mu, setelah memalingkan kepala, malah tidak melihat bayangan Gu An Ran.

__ADS_1


Yang lebih tidak dia duga adalah, tuan muda Mu yang di matanya sangat arogan dan mengerikan itu bahkan langsung melompat ke dalam untuk menyelamatkan An Ran.


Jika dipikir sekarang, walaupun semuanya sudah berlalu, tapi betapa bahayanya keadaan saat itu, hanya orang yang ada di sana yang mengetahuinya.


“Tidak apa-apa, aku sudah tidak apa-apa, kalian jangan menangis lagi, bukankah semuanya sudah baik-baik saja?”


Melihat kedua gadis kecil yang terbebas dari kematian itu menangis, Yang Yi juga hampir meneteskan air mata.


Dia tidak tahu betapa mengerikannya keadaan saat itu, hanya tahu saat Su Xiao Mi mengabari mereka untuk datang kemari, Gu An Ran masih tidak sadarkan diri.


Dengar-dengar karena menelan terlalu banyak air laut, hampir saja mati—pei pei pei! Orangnya masih baik-baik saja, untunglah jika baik-baik saja.


Mu Tian You juga menatap mereka berdua, melihat Gu An Ran sudah sadar, tangan yang sudah dikepal semalaman barusan mulai dilepas.


Semuanya masih hidup, akhirnya sudah tidak apa-apa.


“Kenapa aku bisa hidup kembali?” setelah menenangkan diri, Gu An Ran dengan heran berkata: “Bukankah aku sudah tenggelam?”


Dia jelas-jelas masih ingat kalau dirinya tenggelam, disaat dia sudah mau mati, dia masih berimajinasi sedang berciuman dengan tuan muda Mu.


Itu adalah ciuman di dalam air yang romantis, Gu An Ran berinisiatif memeluk tuan muda Mu, sangat romantis.


Lagian sudah mau mati, pria yang sudah dicintainya seumur hidup namun tidak bisa dia dapatkan ini, dia ingin menciumnya sampai puas!


Namun, kenapa dia bisa kembali?


“Kamu sudah lupa?” Su Xiao Mi menggedipkan mata, melihat Gu An Ran yang masih tidak begitu sadar, dia pun panik, “Tuan muda Mu yang menyelamatkanmu!”


“Tuan muda Mu?” Gu An Ran menggerutkan dahi, menggelengkan kepala.


Su Xiao Mi teringat dengan keadaan saat itu, dan terlihat tergila-gila: “Tuan muda Mu sangat keren sekali! Kamu bahkan sudah tidak kelihatan, dia sendirian terus mencarimu di dalam laut dalam waktu yang lama.”


“Setelah itu, disaat semua orang sudah hampir menyerah, tuan muda Mu bahkan menggendong dirimu yang tidak sadarkan diri keluar dari laut.”


“Saat itu tuan muda Mu benar-benar seperti dewa perang, dia yang sedang menggendongmu itu benar-benar sangat tampan! Aduh! Benar-benar seperti film, sangat tampan sekali!”


“Tunggu, tunggu sebentar.” Gu An Ran selalu merasa ada yang tidak beres, “Kamu bilang tuan muda Mu yang menggendongku kembali?”


“Iya, saat itu kamu sudah tidak sadarkan diri…..”


Setelah berpikir, mata Su Xiao Mi tiba-tiba bersinar: “Oh iya, saat itu kamu masih terus memeluk tuan muda Mu, tidak peduli bagaimanapun juga tidak ingin melepaskannya!”


“Apa?”


“Dokter bahkan sudah datang untuk menyelematkanmu, kamu tetap tidak ingin melepaskannya, akhirnya tuan muda Mu lah yang melakukan CPR padamu.”


“Aku……tidak ingin melepaskannya?” ada sedikit ingatan yang perlahan muncul di benaknya.


Siapa yang terus berpikir kalau dia sudah akan mati, walaupun mati juga harus menciumnya sampai puas?


Dia tidak ingin melepaskan, dia ingin menciumnya sampai puas….


Jangan-jangan, itu bukanlah imajinasi, itu adalah kenyataan?


Disaat dia hampir mati, dia memeluk tuan muda Mu dan terus menciumnya?

__ADS_1


__ADS_2