
Hello! Im an artic!
Gu Anran? Apakah dia Gu Anran yang dia kenal?
“Namamu … Gu Anran?”
Hello! Im an artic!
Dengan ekspresi terkejut di wajahnya, Tuan Besar Gu segera mengeluarkan ponselnya dan mencari foto-foto Gu Anran yang dulu sempat dikirimkan oleh asistennya kepadanya.
Namun, meskipun anak perempuan yang ada di foto itu tidak jelek, tetapi dia memiliki flek-flek di wajahnya, tampak sangat berbeda dengan gadis cantik yang ada di depannya kini.
Lantas apakah namanaya sama?
“Aku adalah Gu Anran. Kakek, apakah kamu mengenalku?”
Hello! Im an artic!
Gu Anran mengikuti tangannya dan melihat ke bawah.
Ketika dia melihat foto yang ada di layar ponsel, suasana hatinya menjadi sedikit rumit: “Kamu …”
Bagaimana kakek tua ini bisa memiliki foto lamanya?
Tuan Besar Gu melihat foto-foto tersebut lantas melihat lagi anak perempuan yang ada depannya, barulah dia menyadari kalau ternyata parasnya semakin dilihat semakin mirip.
Gu Jingyuan sudah menyadarinya: “Nona Gu, nama ayahmu adalah Gu Minghao, bukan?”
Gu Anran yang ada di foto itu memang jelek, tapi Gu Anran di depannya merupakan salah satu dari wanita-wanita cantik yang ada.
Di wajah yang putih dan halusnya sama sekali tidak sedikitpun polesan kosmetik. Ini adalah wajah aslinya.
Mengapa foto yang diambil oleh detektif itu sangat jelek?
Lantas apakah dia mengambil fotonya pada saat menghadiri acara pesta riasan wajah?
Jika bukan karena fotonya tidak cocok dengan orangnya. Pada saat terakhir kali mereka bertemu, dia juga tidak bisa mengenalinya.
“Gu Minghao memang adalah ayahku.” Gu Anran menatap Gu Jingyuan dengan tatapan yang tajam.
“Kamu jangan panik, kami tidak ada niatan jahat, selain itu, lihatlah kedua orang ini …”
Gu Jingyuan memandang Kakek lalu Paman Ding yang juga memiliki kepribadian yang mirip dengan kakeknya lalu berkata: “Apakah mereka terlihat seperti orang jahat?”
Gu Anran menjadi sedikit tercengang, bagaimana mungkin yang lebih muda bisa berkata seperti itu kepada orang tua?
Ditambah lagi kedua orang tua ini sama sekali tidak memiliki tampang penjahat.
Dari kejauhan, Gu Weizi berjalan cepat datang menghampiri mereka dan dengan ekspresi dingin: “Kakek, ada apa? aku merasa tidak enak badan, ayo kita pulang dulu!”
Dia memelototi Gu Anran lalu segera membawa Gu Anran pergi.
Tuan Besar Gu berkata dengan penuh semangat, “Bukankah sebelumnya aku telah memberitahumu bahwa aku pernah bertemu dengan seorang gadis kecil yang baik hati pada saat aku datang ke Beiling? Tak disangka ternyata dia adalah adikmu.”
Tuan Besar Gu menarik Gu Anran dan Gu Anran tanpa sadar ingin menarik tangannya kembali, tetapi langsung ditangkap olehnya.
__ADS_1
“Wah! Kakek sekarang merasa seperti mempunyai dua cucu sekaligus, sungguh sangat senang sekali!”
Kakek? Cucu Perempuan?
Gu Anran memandang Gu Weizi lalu kemudian menatap ke Tuan Besar Gu.
Mengenai Gu Weizi, dia tanpa sadar menolak: “Kamu siapa… siapa? Dia … memanggilmu Kakek?”
“Ini tidak ada hubungannya denganmu!” Gu Weizi segera menyela, tidak tahu apakah karena terlalu panas atau karena sesuatu, dahinya menjadi berkeringat.
“Kakek, dia wataknya tidak baik. aku takut dia akan menyakitimu. Ayo kita pulang dulu! ”
“Tidak Weizi, Ranran memiliki karakter yang sangat baik. Kakek sangat menyukainya.”
Tetapi aku tidak menyukainya.
Wajah Gu Weizi menjadi dongkol, lelaki tua ini sudah dibilangin mengapa tidak masuk otak juga?
Tetapi Gu Anran ketika melihat tatapan cemas Gu Weizi, dia tiba-tiba menjadi bersemangat.
Dia juga menarik tangan Tuan Besar Gu sambil tersenyum: “Kakak memanggilmu Kakek, kalau begitu, aku juga memanggilmu Kakek!”
Dia tersenyum manis sambil memasang tampang yang sangat menggemaskan dan berkata: “Kakek!”
Sebutan Kakek ini terdengar sangat manis di hati Tuan Besar Gu.
Sebelumnya dia telah menganggap untuk jangka waktu yang lama kalau Gu Anran adalah cucunya, tetapi ternyata itu adalah salah dugaan. Hal itu akhirnya membuatnya tampak seperti kehilangan seorang cucu sungguhan.
Sekarang, Ranran juga memanggilnya dengan sebutan Kakek. Hal ini seolah-olah cucunya sudah kembali lagi.
Tuan Besar itu menjadi sangat bahagia sekali dan dia mengangguk-angguk sambil berkatai: “Tentu saja kamu juga cucu dari Kakek. Mulai sekarang, kamu dan Weizi adalah sama-sama cucu Kakek!”
Wanita jahat seperti Gu Weizi pasti memiliki tujuan tertentu untuk mengakui bahwa dia adalah kakeknya. Entah apa yang dia inginkan dari kakek ini.
Setidaknya memberinya sedikit peringatan juga adalah hal yang wajar. Dia tidak mungkin melihat orang tua yang jujur dan baik hati ini dibodohi oleh Gu Weizi!
“Kakek, bagaimana mungkin kamu bisa asal-asalan mengakui orang sembarangan sebagai cucu perempuanmu?”
Gu Weizi menjadi tidak senang. Dia tidak ingin membiarkan Gu Anran juga memanggilnya dengan sebutan kakek.
Ketika Gu Anran memanggil dengan sebutan kakek, dia merasa jengkel.
Tuan Besar Gu menatapnya dan mendapati raut wajahnya yang dipenuhi dengan rasa benci.
“Weizi, mengapa kamu berkata seperti mengenai Ranran, dia adalah adik perempuan, itu berarti dia juga adalah cucu perempuan kakek.”
Jika bukan karena keluarga Ranran yang membesarkan Weizi nya. Maka sekarang, dia tidak akan punya kesempatan untuk melihat cucunya kembali ke sisinya.
Keluarga Gu Anran bagi Tuan Besar Gu adalah orang-orang yang kepada mereka dia telah berhutang budi.
Terlebih lagi, dia sangat menyukai Ranran gadis kecil ini.
Ungkapan Gu Weizi yang menyebutnya sebagai “orang yang sembarangan” itu agak sedikit keterlaluan.
“Pokoknya … aku tidak suka orang lain memanggilmu dengan sebutan kakek!”
__ADS_1
Gu Weizi tidak bisa menemukan alasan yang tepat, jadi dia hanya bisa bersikap ngotot.
Orang-orang di sekitar mereka yang menyaksikan adegan itu merasa bahwa Gu Weizi telah bersikap berlebihan.
Tuan Besar Gu dan Paman Ding saling memandang, lalu Paman Ding tersenyum dan berkata, “Nona Muda, Tuan Besar karena dia terlalu menyukaimu, barulah dia bisa…..”
Mereka semua mengira Gu Weizi sedang cemburu.
Tentu saja karena tidak mudah baginya baru akhirnya dapat menemukan kakeknya dan tiba-tiba ada orang lain juga yang memanggil dengan sebutan kakek. Jadinya sangatlah wajar kalau gadis kecil sepertinya bersikap seperti itu.
Namun bagaimanapun Gu Weizi juga sudah merupakan anak perempuan yang berusia delapan belas atau sembilan belas tahun. Tetapi sikapnya masih seperti bocah kecil yang tidak tahu sopan santun.
Sepertinya…. ada sesuatu yang salah dengan temperamennya.
Gu Anran mengangkat bahu, dia merasa malas untuk berurusan dengan wanita ini karena hal itu akan menjadi hal yang memalukan.
Dia menatap Tuan Besar Gu dan tersenyum lembut: “Kakak perempuan aku hanya ada sedikit…. sensitif. Kakek harap memakluminya.”
Perselisihan antara dua saudara perempuan adalah hal yang umum terjadi. Gu Anran tidak takut menjadi bahan pergunjingan orang-orang.
Wajah Gu Weizi langsung memerah dan berkata dengan marah: “Gu Anran, apa maksudmu?”
“Waktu yang akan membuktikan isi hati seseorang. Maksudnya apa aku tidak perlu menjelaskannya.”
Gu Anran tidak memandang Tuan Besar Gu, tetapi memandang ke arah Gu Jingyuan dan berkata: “Tuan, tolong jaga orang tuamu, jangan sampai ditipu orang.”
Dia masih ada hal yang harus dilakukan, jadi dia tidak ingin ikut campur lagi dengan urusan Gu Weizi.
Ketika baru saja dia akan pergi, Gu Jingyuan berkata, “Adikmu adalah anak keluarga Gu kita, oleh sebab itu dia memanggil kakek aku dengan sebutan kakek.”
Peringatan yang disampaikan oleh Gu Anran, Gu Jingyuan bisa memahami maksudnya.
Dia memiliki kesan yang baik terhadap anak perempuan yang ada di depannya ini.
Namun mengenai Gu Weizi, dikarenakan usianya yang sudah tidak terlalu muda lagi, namun sikapnya masih sangat manja dan kekanak-kenakan, dia ada sedikit merasa terpaksa harus menghadapinya.
“Anak keluarga kalian?” Apa maksudnya?”
Mereka juga adalah anggota keluarga Gu? Namun mengapa dia tidak tahu bahwa keluarga Gu mereka masih memiliki kerabat yang seperti itu?
“Kami adalah….”
“Kami dari Lingzhou.” Gu Jingyuan berkata dengan lembut, “Keluarga Gu dari Lingzhou”
Keluarga Gu dari Lingzhou!
Ada banyak keluarga yang bermarga Gu di Lingzhou, tetapi mereka yang berani menyebut diri mereka keluarga Gu dari Lingzhou hanya ada satu keluarga.
Keluarga farmasi itu! Keluarga Gu!
Meskipun sama-sama bermarga Gu, namun keluarga Gu mereka dan keluarga Gu dari Lingzhou sama sekali tidak memiliki hubungan kekerabatan.
Belakangan ini Gu Anran banyak belajar banyak teknik peracikan obat demi mengambil hati Tuan Muda Mu.
Dan keluarga farmasi yang paling dia kaguminya adalah keluarga Gu dari Lingzhou.
__ADS_1
Mereka ternyata adalah anggota keluarga Gu dari Lingzhou.
“Dan tadi kamu bilang…” Dia melirik sekilas Gu Weizi lalu kemudian melirik ke arah Gu Jingyuan, dengan ekspresi terkejut di wajahnya: “Gu Weizi adalah anggota keluargamu?”