Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 340 Aku Pernah Katakan, Kalian Akan Masuk Neraka Penderitaan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah dua jam berlalu, seluruh proses ini tidak ada percakapan sedikit pun.


Dia dari awal terus menahannya. Pada akhirnya, dia mengeluarkan suara rintihan dan kekecewaan.


Hello! Im an artic!


Tangannya hanya diletakkan di pinggangnya. Sepertinya selain tertarik dengan tubuhnya, dia tidak peduli sedikitpun dengan dirinya.


Bahkan, satu ciuman bibir pun tidak ada.


Setelah semuanya berlalu, Gu Anran bernafas sesak, melihat pria yang ada di atas tubuhnya, berkata dengan suara serak: “Sudah cukup?”


Mu Zhanbei tidak mempedulikannya, dia memakai baju dengan perlahan. Selain nafasnya sesak dan tubuh dan wajah yang penuh dengan keringat panas, auranya tetap saja dingin.


Hello! Im an artic!


Sekarang, seluruh kegilaan dan rangsangan seperti tadi tidak lagi meninggalkan jejak.


Setelah Mu Zhanbei kembali berpakaian, dia kembali menjadi tuan muda besar yang berpakaian yang sangat rapih dan elegan.


Dia kemudian menyalakan rokok. Di dalam ruangan yang remang-remang, dia menyalakan cahaya yang membuat orang merasa dingin.


“Sebenarnya bagaimana agar kamu bisa melepaskanku?”


Aku sudah seperti ini, apakah masih belum cukup?


Mu Zhanbei tetap tidak memberikan respon. Gu Anran tidak tahan lagi!


“Mu Zhanbei, sebenarnya apa yang kamu mau?”


Kehidupan seperti ini, apakah tidak akan ada akhirnya?


Dia tidak tahan lagi!


Mu Zhanbei bersandar di pintu mobil. Dia menoleh kepala melihatnya, wajah yang dingin, bahkan tidak ada kehangat sedikit pun.


“Kamu tebak.”


Ucapan seperti ini lagi! Dia mau membunuh dia ya!


Tubuh yang barusan ditindasnya. Sekarang masih ada di hadapannya. Di kepalanya sekarang penuh dengan jejak yang ditinggalkannya.


Dia tiba-tiba meringkuk bibir tersenyum, jari tangan panjang itu diletakkan di pinggangnya.


Gu Anran spontan merinding, baru teringat tubuhnya sekarang begitu menyedihkan.


Dia ingin sekali menyembunyikan tbuhnya, tapi sepasang tangannya itu terikat di atas kepala. Bagaimana bisa menyimpannya? Dia tidak bisa.


Bisakah jangan menatapku seperti itu lagi? Jangan menindasku lagi!


Sebenarnya kesalahan apa yang telah dirinya perbuat?


“Apa yang kamu mau, aku akan menggantikannya untukmu! Aku mohon kamu jangan seperti ini terus!


Dirinya dilihat hingga dipelototi, dipelototi seperti sebuah mainan. Cara penghinaan ini sungguh membuat dirinya remuk.


“Mu Zhanbei, sebenarnya apa yang kamu mau?”

__ADS_1


“Apa yang kumau, aku tidak pernah menutupinya.” Masalah yang sudah jelas jawabannya ini, apa perlu dipertanyakan lagi?


Bocah ini, setelah diperlakukan oleh beberapa pria, apakah dia masih tidak mengerti?


Haha! Sangat polos!


“Aku tidak mengaborsi anak kita, aku tidak sengaja…… Uh!”


Lehernya dicengkram, tangan dinginnya itu mencekik lehernya.


“Jangan pernah ungkit masalah ini lagi! Gu Anran, semua ucapan tipuanmu tidak akan berlaku bagiku. Aku pernah bilang akan memasukkan kalian ke dalam neraka penderitaan. Kamu kira aku hanya bercanda?”


Dia tidak bisa bicara, karena, tenggorokannya hampir tidak bisa bernafas lagi.


Meskipun tenaganya itu kuat, tapi tidak menyakitinya, bahkan dia masih bisa bernafas jika dipaksa.


Ada nafas dingin dari tubuhnya, hingga membuat dia ditindih hingga tidak bisa mengatakan apa pun.


Mungkin saja, sekarang ucapan apa yang dia keluarkan tidak akan berarti, karena, dia tidak percaya.


Dia tidak akan pernah percaya padanya lagi.


Pada akhirnya, Mu Zhanbei menarik kembali tangannya, jari tangan yang dingin itu menggores wajahnya.


Seperti ingin memainkan mainan yang tidak bernyawa. Menunggu hingga dia sudah bermain puas, dia melambaikan tangan, kemudian tali yang mengikat sepasang tangannya itu terlepas.


“Apakah kamu tahu mengapa kamu bisa dibawa ke mobil ini?”


Melihat tubuhnya yang terbaring lemah di kursi mobil itu, dia tertawa, tertawa dengan sangat kejam.


“Karena aku sudah bilang pada mereka. Jika melihat kamu keluar sendiri, maka mereka akan menangkapmu kembali.”


Sakit sekali, tidak tahu sakitnya di mana. Hatinya sangat sakit.


Asalkan melihat dia sendirian maka mereka akan menangkapnya kembali…… Bukankah ini berarti dia ditakdirkan untuk tidak pernah bisa kabur dari cengkraman monster?


Agar mereka masuk neraka penderitaan, ternyata bukan bermaksud ingin meraup nyawa mereka, juga bukan ingin melawan Jiang Nan.


Melainkan, menggunakan cara ini dengan membuatnya tidak bisa kabur selamanya, dan untuk menghanyutkan segala miliknya.


Ditambah lagi dia ingin membuat orang yang peduli padanya untuk dapat menerima penderitaan saat menemaninya.


Menemaninya bersama-sama jatuh ke neraka, merasakan penderitaan……


Hatinya, sangat sakit……


Setelah itu, Mu Zhanbei melakukan sesuatu lagi kepadanya, namun Gu Anran sudah tidak ingat lagi.


Saat ingatannya sudah kembali dan terbangun, dia sadar dirinya sedang tertidur di atas ranjang di dalam apartemen.


Di dalam apartemen Jiang Nan.


“Kamu sudah bangun?” Melihat dia terbangun, pria di samping ranjangnya itu termenung, kemudian segera menuangkan segelas air hangat.


“Minum air dulu.”


Gu Anran tidak bicara, lalu duduk dengan bantuan dia. kemudian meminum habis segelas air itu.


Setelah itu, dia sepertinya teringat pada sesuatu, dan tergesa-gesa menundukkan kepala melihat dirinya.

__ADS_1


Baju, ada di tubuhnya……


Saat melihat baju itu, hatinya seketika remuk, air mata mengalir, namun tidak bersuara sedikit pun.


Dia hanya meneteskan air mata, tapi tidak ada isakan nangis.


Jiang Nan meletakkan gelas itu, kepalan tangannya itu bergetar, seketika, dia menariknya untuk mendekat, memasukkannya ke dalam pelukan.


“Maaf, aku tidak menjagamu dengan baik.”


Dia tetap tidak bersuara, ekspresinya sangat menderita, tapi tetap saja menangis tanpa mengeluarkan suara.


Jiang Nan sangat membenci diri sendiri, bahkan ingin sekali membunuh diri sendiri!


“Maaf, aku tidak seharusnya membawamu pergi, ataupun membuat dia marah!”


Kakak tertua selamanya tidak akan menerima hubungan mereka, selamanya tidak akan!


Mereka seharusnya tidak perlu menghadapinya, karena, orang yang tidak mau menghadapinya adalah Mu Zhanbei!


“Maaf……”


Gu Anran tetap tidak berbicara, dia menarik erat pakaiannya, lalu mendekatkan wajahnya ke dadanya, menangis dengan tenang.


Jiang Nan lebih mengharapkan dia menangis dengan bersuara, daripada tidak bersuara sama sekali seperti ini.


Mungkin saja, jika ditangisi keluar, dia tidak akan semenderita ini.


Tapi dia dari awal hingga akhir tidak bersuara, hanya ada air mata yang panas membasahi bajunya, membuat panas dadanya, sehingga dia bisa merasakan sesedih apa yang dia rasakan.


Telapak tangan Jiang Nan diletakkan di bagian belakang kepalanya, saat ini, ucapan hiburan tidak ada gunanya.


Entah berapa lama, Gu Anran baru melepaskan pelukannya itu.


Menghapus air mata, lalu melihatnya lagi. Dia tampak tidak berekspresi: “Aku tidak bisa tinggal bersamamu.”


Jiang Nan terkejut, hatinya seperti telah disobek-sobek.


Dia menatap matanya yang telah membengkak, bertanya dengan suara serak: “Kamu takut?”


“Iya, aku takut. Mungkin, dengan kita berpisah, dia akan melepaskan aku dan juga kamu.”


Dia benar-benar ketakutan, tidak berani keluar sendirian lagi.


Dia meragukan, jika dirinya tetap berada di dalam rumah, selamanya tidak keluar rumah, apakah Mu Zhanbei akan bisa datang kapan pun untuk menghinanya, menindasnya, memperkosanya.


Dia sungguh takut. Kehidupan ini terlalu penuh was-was, dia sungguh sudah putus asa.


“Lain kali, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian. Gu Anran, beri aku kesempatan sekali lagi.”


Jiang Nan menekan bahunya dengan kuat, meyakininya: “Ini terakhir kalinya. Percaya lah padaku, ini terakhir kalinya!”


Gu Anran menggelengkan kepala. Dia tidak ingin melukainya. Tapi dia yakin ini tidak akan menjadi yang terakhir kalinya.


Dia sangat yakin dengan sifat dan emosi Mu Zhanbei. Jika ada orang yang berani menyinggungnya, dia pasti akan menghabiskannya!


Sedangkan mereka juga akan menerima hukuman itu, dengan cara yang mereka tidak bisa terima!


Dia menatap Jiang Nan, dengan ekspresi tenang: “Kita putus.”

__ADS_1


__ADS_2