
Hello! Im an artic!
“Kenapa tidak percaya padaku?”, kata seorang wanita sehingga membuat Jiang Nan terkejut.
Ketika melihat dia lagi, mata dia tetap tertutup rapat dan tertidur nyenyak.
Hello! Im an artic!
Tatapan yang saling melihat tadi, langsung hilang.
Senyumannya juga hilang.
Sebenarnya tidak ada orang yang tersenyum padanya, semua itu hanya halusinasinya.
“Kenapa tidak percaya padaku?” Gu Anran yang tidur sedang berkata, “Tuan Besar Mu……”
Hello! Im an artic!
Jiang Nan menghela nafas lega, lalu kembali ke posisinya untuk duduk dan menutup mata.
Mengira menutup mata juga tidak melihatnya, tidak akan asal berpikir.
Tidak disangka setelah menutup mata, dalam pikirannya semua tentang penampilannya.
Senyumannya ketika senang, cemberut ketika sedih, saat dia percaya diri, saat dia kesepian…….
Kenapa semuanya adalah dia?
Tiba-tiba suara prank, Jiang Nan membuka pintu mobil dan turun dari atas ke bawah.
Sangat kesal sampai ingin merokok, tetapi baru teringat bahwa dirinya tidak ada kebiasaan merokok.
Tubuh juga tidak ada aroma rokok!
Apalagi setelah bersama dengan gadis ini, dia tidak akan menyentuh rokok karena takut dia tercium bau asap.
Bahkan mobilnya yang selalu serius ini, terkadang akan ada barang aneh.
Makanan ringan, minuman, semua yang tidak pernah dia sentuh.
Kehidupannya seolah-olah tanpa sadar, terjadi perubahan.
Dan dia sama sekali tidak tahu!
Dia bahkan bersedia menjadi pengasuh gadis kecil ini!
Apakah ini hal yang akan dilakukan oleh Tuan Muda Kedua Jiang? Benar-benar luar biasa!
Jiang Nan bersandar di pintu mobil untuk melihat laut biru yang jauh itu.
Tidak tahu berlalu berapa lama, tiba-tiba jendela mobil diturunkan.
Dia mengerutkan dahi sambil menolehkan kepala melihat gadis yang di dalam mobil.
Dia sedang mengusap mata, lalu menengadahkan kepala melihat dia, “Aku sudah menemukan jalan keluar, terima kasih pada laut ini, ayo kita pulang ke rumah.”
Pulang ke rumah!
Tampaknya perkataan ini sangat memukul hatinya!
Apa dalam hatinya apartemennya adalah rumah dia?
Gu Anran tidak memperhatikan keanehannya, alasan mengatakan kata pulang ke rumah, karena beberapa hari ini dia tinggal di tempatnya.
Baginya, dia hanya berbicara, tidak ada maksud lain.
__ADS_1
Tetapi karena kata “Kembali ke rumah” ini, membuat hati Jiang Nan gugup di sepanjang jalan ini.
“Apa yang ingin kamu makan?”, kata Jiang Nan sambil mengendarai mobil.
Gu Anran malah menundukkan kepala melihat celananya, lalu dengan ekspresi jijik berkata, “Apa kamu yakin ingin pergi makan malam denganku dengan penampilan seperti ini?”
Namun trik ini sangat berguna.
Membuatnya sangat sedih bahkan menangis.
Namun setelah menangis, dia bisa melihat laut ini dari dalam mobil dan tiba-tiba merasa jalan bukan hanya satu.
Dia masih ada jalan lain, harusnya ada jalan keluar lain.
“Jadi apa mau kamu? Apa kembali dulu untuk mengganti baju?” Jiang Nan tidak tahu apa yang dia pikirkan, tetapi bisa merasakan dia lebih ceria daripada sebelum tidur.
“Mataku sangat bengkak, juga tidak ingin keluar makan, kalau begitu……”
“Apa pesan makanan?” Ini satu-satunya cara yang bisa dipikirkannya.
“Tidak, aku ingin makan masakan sendiri.” Sudah lama tidak merasakan makan makanan rumah.
“Baik sekali, aku juga ingin mencicipi masakanmu.” Dia di depan memutar arah, langsung menuju ke Grup Jiang.
“Tidak, aku yang ingin mencoba makananmu, aku tidak pernah mencoba masakanmu.”
Gu Anran berpikir, kemudian dengan senang mengumumkan, “Malam ini, aku ingin mencoba masakan Tuan Muda Kedua Jiang!”
Jiang Nan hanya merasa di depannya menjadi gelap, tangan gemetar dan hampir tidak bisa memegang setiran.
“Mencicipi masakan aku?” Apa dia tidak salah mendengar?
Sudah hidup lebih dari 20 tahun, sejak kapan dia pernah memasak?
“Tenang saja, aku akan menjadi asistenmu, tidak membiarkanmu buat sendiri.” Gu Anran tersenyum padanya.
“Bukankah ini hanya permintaan sederhana, apa kamu tidak setuju?” Gu Anran langsung berekspresi sedih.
Melihat matanya seperti dia melakukan kesalahan yang tidak bisa dimaafkan sehingga membuat dia kecewa.
Dia berekspresi cemburut, sehingga membuat Jiang Nan tidak tega.
“Apa benar-benar tidak boleh? Tuan Muda Kedua…….Tuan Muda Kedua Jiang……Jiang Nan……Xiao Nannan……”
“……”
“Xiao Nannan……”
“Diam!” Ini panggilan apa, benar-benar lemah sekali!
“Ternyata kamu suka panggilan Xiao Nannan ini, bolehkah aku lain kali memanggilmu seperti ini?”
“…….”
“Xiao Nannan……”
“Aku buat.”
……jadi, satu jam kemudian, Tuan Muda Kedua Jiang memakai celemek baru.
Tidak disangka di belakang terdengar suara klik, sehingga penampilannya difoto!
“Apa yang kamu lakukan?” Sekejap Jiang Nan merasa panik, si gadis ini ingin mengirim fotonya ke mana?
“Aku tidak kirim, hanya dijadikan sebagai kenangan, untuk apa kamu panik?”
__ADS_1
Bukannya hanya memakai celemek? Apakah foto Tuan Muda Kedua Jiang memakai celemek, bisa membuatnya susah diterima?
“Sebenarnya sangat ganteng, ada rasa pria yang peduli dengan rumah, em, sangat tampan!”
Gu Anran terus menatap layar ponsel, semakin lihat semakin merasa baik.
“Tidak boleh, aku harus membuat poster, lain kali bisa digantung di kamarku, benar-benar tampan!”
“Apa kamu berani!” Si gadis gila! Jika dia berani lakukan, dia pasti akan memotongnya!
Gu Anran melihat pisau ditangannya, kemudian dengan takut memundurkan lehernya.
“Untuk apa kamu begitu marah? Kamu……apa kamu ingin memaki orang?” Ekspresi mulai sedih dan mengerucutkan bibirnya.
Jiang Nan benar-benar mengaku kalah padanya, kenapa dirinya tidak bisa tahan dengan ekspresinya yang mengerucutkan bibir?
Jelas-jelas tahu ini palsu!
“Aku tidak memotongmu, bisakah aku memotong diri sendiri?”
“Tidak boleh, aku tidak ingin makan jari tangan.”
“……”
Melayani putri tidak selelah ini, meskipun dia tidak pernah melayani putri.
Satu jam kemudian, dimeja terletak tiga piring barang hitam.
Mengatakan ini barang, karena Gu Anran tidak bisa melihat apa ini.
“Bukannya malam ini ada babi saus tiran dan ada sweet and sour?”
Di mana daging? Di mana tulang rusuknya? Sepotong-potong ini apa?
Gu Anran melotot mata melihat arang dipiring, lalu mengerutkan dahi.
Dia hanya pergi mandi, kenapa bisa berubah menjadi ini?
Jiang Nan merasa tidak nyaman, dia juga tidak tahu kenapa bisa menjadi seperti ini, sedetik lalu masih belum matang, beberapa detik kemudian sudah menjadi arang.
Gu Anran mengambil sumpit, lalu dari sepotong arang mengambil sepotong daging, daging di dalam masih mentah dan ada darah!
Benar-benar menjijikkan!
Dia mencoba piring yang satu lagi, akhirnya bisa mengenali bahwa isi di dalam adalah tulang rusuk.
Darah, arang, uh……hampir saja muntah.
Piring ketiga tampaknya lebih baik karena ini adalah sayuran, setidaknya tidak ada darah.
Tetapi, cacing……
“Apa kamu sudah mencuci sayur?” Dia memegang bagian lambung, sudah menahan sampai batas.
“Sayur ini diletakkan di dalam kotak, bukannya sudah dicuci?”
Sayur dalam supermarket dibungkus dengan kotak, ini pertama kalinya dia mengurus barang ini, ternyata perlu dicuci.
“Aku……”
“Em……” Gu Anran tiba-tiba mual, melempar sumpit dan berlari ke kamar mandi.
“Kenapa?” Jiang Nan bergegas meletakkan sumpit dan ikut ke sana.
Belum masuk sudah mendengar suara muntahnya.
__ADS_1
Apa masakannya sangat menjijikkan? Sehingga membuat dia muntah seperti ini!