Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 259 Tidak Ada Dendam Besar Di Antara Kita


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tidak terpikirkan oleh Gu Anran, saat dia sedang mencurigai Shu Ran, Shu Ran ternyata datang mencarinya.


“Tuan Muda Kedua Mu ingin bertemu denganku? Gu Anran sedikit kaget dengan tujuan Shu Ran yang datang mencarinya.


Hello! Im an artic!


“Aku tahu permintaan ini sedikit kelewatan untukmu, tapi aku tidak punya pilihan lain lagi.”


Shu Ran menuangkan segelas teh untuknya, setelah selesai memesan makanan, dia kemudian menatap Gu Anran.


“Semenjak tahu Bei akan meneruskan posisi Direktur Grup Mu, dia menjadi sering mabuk-mabukkan.”


“Awalnya aku mengira karena dia merasa iri dan marah sehingga mabuk seperti ini, tapi akhirnya aku baru sadar, ternyata dia merasa tersakiti karena kamu.”


Hello! Im an artic!


Gu Anran hanya diam, kenyataannya, Mu Zhenan memang suka dengan dirinya.


Tapi rasa suka seperti ini, menurutnya, dia hanyalah pria kaya yang ingin memainkan wanita.


Tidak mungkin cinta sejati.


“Kamu adalah malaikat baginya, Ran Ran, dia benar-benar menyukaimu, aku tidak pernah melihatnya begitu menyukai seorang wanita seperti ini.”


Shu Ran ingin menggenggam tangan Gu Anran, tapi Gu Anran menghindar.


Dia merasa sedikit canggung, dengan segera berkata, “Maaf, aku tidak akan menyentuhmu, jangan salah paham, aku hanya…… hanya sedikit gelisah, aku mohon kamu lihat aku sebagai seorang ibu yang sedang mengkhawatirkan anaknya, aku……”


“Pagi itu ketika nenek mengalami kecelakaan, kamu pergi menemuinya, iya kan?”, ujar Gu Anran.


Shu Ran terkejut, ekspresi wajahnya seketika berubah.


Dia terlihat dengan jelas sedikit ragu, tapi tetap menganggukkan kepala.


“Aku mengira tidak akan ada orang yang mengungkit masalah ini, Cui Er yang memberitahumu kan? Kamu pergi mencari Cui Er?”


“Kenapa kamu memecat Cui Er? Apakah itu karena kamu tidak ingin dia mengungkit masalahmu dengan nenek?”


Gu Anran dengan wajah yang serius menatap padanya.


Kamu tidak tahu dia bertanya seperti ini, curiga atau sedang menyalahkan? Atau ada rencana atau tidak.


Shu Ran dengan tenang menatap dia, lalu berkata, “Sebagian alasannya karena aku tidak suka masalah aku bertemu dengan nenek diungkit.”

__ADS_1


Gu Anran terdiam, Shu Ran berkata lagi, “Kehidupan orang kaya tidaklah mudah, tidak heran jika ada sedikit masalah, mungkin suatu saat nanti kamu juga akan merasakannya.”


“Orang yang tidak punya hati akan curiga, orang yang mempunyai hati akan mengambil hikmat darinya, intinya tinggal di keluarga kaya, lebih baik jika tidak menimbulkan suatu masalah.”


“Jadi, menurut Nyonya Besar aku adalah orang yang punya hati atau tidak?”, tanya Gu Anran dengan ekspresi datar.


Shu Ran tersenyum dan menatap dia, “Kelihatannya kamu sangat penasaran dengan masalah ini.”


Dia menuangkan teh lagi.


Minum teh di kafe, terdengar sedikit konyol, tapi dia tidak suka aroma kopi.


Tapi kafe adalah tempat yang bisa membuat orang untuk duduk berngobrol dengan santai, hari ini dia datang untuk mencari Gu Anran, hanya untuk berbicara baik-baik dengannya.


“Aku tidak mencelakai nenek, aku juga tidak punya alasan untuk mencelakainya.”


Perkataan Shu Ran dipotong Gu Anran, “Jadi apakah kamu juga tidak punya alasan untuk menyakitiku?”


“Kamu?” Shu Ran terkejut melihat tatapannya.


Dua detik kemudian, dia tiba-tiba tertawa dingin, “Ternyata kamu mengira aku pergi mencari nenek hanya untuk mencelakai kamu.”


Gu Anran hanya diam, hanya saja lima jarinya yang memegang gelas, pelan-pelan dilonggarkan.


Shu Ran berhenti tertawa, tapi tetap dengan wajah yang santai.


Gu Anran tidak mengatakan apapun, dia juga tidak merasa ada dendam yang besar di antara dia dan Shu Ran.


Tapi, perkataan Ye Fangfang di Rumah Sakit Jiwa terus terlintas dalam pikirannya.


Ye Fangfang yang sudah menjadi gila itu pernah berkata, Shu Ran yang memberitahunya mengenai keterikatan dia dan Mu Fengjin.


Saat itu, awalnya dia merasa bahwa Ye Fangfang sedang membuat orang lain salah paham.


Tapi sekarang, dia tidak tahu pemikirannya sekarang benar atau tidak.


Ye Fangfang sampai sekarang terus berada di Rumah Sakit Jiwa dan belum ada perkembangan yang baik.


Jika Ye Fangfang hanya pura-pura gila, apakah dia bisa bertahan di tempat seperti itu?


Tapi jika yang dikatakan Ye Fangfang benar, maka ada masalah apa antara Shu Ran dan dirinya?


“Ran Ran, aku tidak tahu apa yang membuatmu mempunyai pemikiran seperti itu padaku? Apakah karena masalah Shu Lei?”


Shu Ran mengangkat gelas, menatapi teh dalam gelas dengan ekspresi datar.

__ADS_1


“Xiao Lei adalah putri kesayangan kakakku, aku juga sudah sangat menyayanginya sejak kecil.”


Kekecewaan dan tidak berdaya dalam dirinya tidak mirip seperti sedang berpura-pura.


“Kalau kamu adalah aku, dan tahu tangan saudara sendiri dirusak orang lain, aku rasa kamu juga akan seperti diriku yang tidak akan tahan untuk marah dan menggila.”


“Hanya saja, aku juga sudah menjadi lebih tenang setelah kejadian itu, dan tahu pasti Xiao Lei yang sudah bersalah, karena Bei adalah orang yang bisa membedakan sesuatu hal, tidak seperti Xiao Lei yang suka terbawa emosi, dia tidak mungkin akan menyakitinya.”


Shu Ran menghela nafas, mengangkat gelas dan meminumnya.


“Setiap orang pasti punya waktunya untuk melakukan hal-hal yang tak terduga, aku juga hanya manusia biasa, Ran Ran.”


“Kamu belum memberitahuku tujuanmu mencari nenek hari itu.”


Gu Anran terus menatap wajahnya dan tidak melewatkan satupun ekspresi dari wajahnya.


“Karena masalah Gu Weizi.” Shu Ran menatap mata dia.


“Sebenarnya aku tahu, Gu Weizi bisa tinggal di Paviliun Wang Jiang pasti karena nenek.”


Mu Zhanbei tidak pernah suka berhubungan dekat dengan wanita, jika bukan karena seseorang, dia tidak mungkin akan membiarkan Gu Weizi untuk tinggal di tempatnya.


Tapi, apakah nenek tahu Gu Weizi wanita seperti apa?


“Mengenai hubungan kakakmu dan Zhe Nan, aku tidak tahu kamu jelas atau tidak, tapi aku sebagai ibu setidaknya tahu sedikit.”


“Aku selalu mengingatkan Zhe Nan, tujuan wanita ini bukan dia, wanita ini hanya memanfaatkan dirinya untuk mendekati Bei, tapi dia tidak mendengarkannya.”


Pelayan mengantarkan dua potong kue, tiba-tiba Gu Anran mengambil garpu dan merasa dirinya lebih mempunyai nafsu untuk makan.


“Gu Weizi pernah berhubungan dengan Mu Zhenan, sekarang juga bersama dengan Bei, sebagai Nyonya Besar Mu, aku merasa ini bukanlah hal yang baik.”


Shu Ran mendorong kue itu menjauh dari dirinya karena dia tidak suka dengan makanan manis seperti itu.


Tatapannya tetap tertuju pada wajah Gu Anran, dia berkata, “Jadi, aku pergi mencari nenek untuk membicarakan masalah Gu Weizi dan Mu Zhenan.”


“Apakah nenek ada mengatakan sesuatu padamu?”


“Kamu ingin tahu?” Shu Ran tersenyum menatap padanya sambil bersandar di kursi.


“Ran Ran, Aku sudah membicarakan banyak hal padamu, tapi sepertinya kamu tidak menyetujui apa yang kukatakan tadi.”


“Kamu tidak suka Gu Weizi dan Mu Zhenan bersama dan juga pergi mengganggu Tuan Muda Mu, kenapa sekarang kamu datang menyuruhku untuk pergi menemui Mu Zhenan?”


Ini bukanlah hal yang seharusnya dia lakukan sebagai Nyonya Besar keluarga Mu, menyuruh seorang wanita untuk mendekati kakak beradik? Di mana otak Nyonya Besar?

__ADS_1


Shu Ran berkata sambil tertawa, “Itu tidak sama, Gu Weizi bertindak sendiri dan kamu tidak.”


Dia meletakkan gelas, menatap Gu Anran, “Yang paling penting adalah sekarang aku benar-benar tidak bisa menasehati anakku lagi.”


__ADS_2