Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 310 Pria Yang Bagaikan Raja Serigala


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tiga hari kemudian, adalah hari dimana Gu Anran akan keluar rumah sakit.


Dokter bilang, dia harus jaga diri baik-baik sementara waktu. Jadi, Jiang Nan memintakan izin untuknya. Nantinya, dia akan langsung kembali untuk ujian.


Hello! Im an artic!


Tapi, tidak ada perlakuan khusus dalam ujian. Kalau tidak lulus, tetap harus ujian ulang.


“Mana Zhan Bei?” Karena tidak melihat Mu Zhanbei ketika bangun, Gu Anran merasa panik.


“Dia ada urusan, jadi pergi terlebih dulu. Aku antar pulang.” Jiang Nan mengerti apa yang dia khawatirkan. Dia tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, kamu akan segera bertemu dengannya.”


Gu Anran tidak tahu apa yang mereka rencanakan. Tapi, asalkan dia bisa segera bertemu Mu Zhanbei, dia jadi tenang.


Hello! Im an artic!


Jiang Nan tidak akan membohonginya. Dia tidak pernah membohonginya.


Administrasi untuk keluar rumah sakit diurus oleh Wen Si. Kali ini, meski tidak semeriah ketika keluar rumah sakit waktu itu, Jiang Nan juga tidak menggendongnya keluar dan mengundang gosip.


Tapi, dia tetap terus menemani di sampingnya, bagaikan pelindung yang paling lembut dan pengertian.


“Kamu sengaja ya?” Setelah naik mobil, Gu Anran memandanginya.


“Sengaja apanya?” Jiang Nan melihatnya. Dia selalu melihatnya dengan tatapan yang begitu lembut.


“Sengaja berlagak seperti kekasihku di hadapan semuanya?”


“Apa boleh buat, siapa suruh musuhmu banyak?” Jiang Nan tertawa pelan, membiarkan Wen Si yang menyetir.


Mobil keluar dari rumah sakit, tapi bukan menuju ke Keluarga Mu, tapi dermaga?


“Apa maksudmu?” Gu Anran panik dan segera menarik lengan baju Jiang Nan, “Kamu mau mengantarku pergi?”


Tidak! Dia tidak boleh pergi! Kalau dia pergi, Mu Zhanbei akan pergi ke Alihan tanpa ragu!


Sekarang, ada anak dalam perutnya. Meski dia tidak mempedulikannya, dia juga harus mempedulikan anak mereka!


Dia tidak boleh mengambil risiko. Dia harus bertanggung jawab akan anak mereka!


“Jangan panik. Tuan Muda Pertama sedang berada di kapal pesiar. Untuk apa kamu panik?”, kata Jiang Nan sambil tertawa.


“Kapal pesiar?” Gu Anran tercengang, lalu melihatnya, “Kamu tidak membohongiku?”


“Apakah aku sungguh tidak bisa dipercaya?” Jiang Nan sengaja membuat muka cemberut.


Gu Anran menggigit bibir bagian bawahnya. Bukannya tidak mempercayainya, hanya saja dia sungguh panik.


Dia selalu merasa, Mu Zhanbei tetap akan pergi ke Alihan.

__ADS_1


Rasa tidak tenang dalam hatinya begitu kuat. Karena itulah, hatinya berdetak sangat kencang.


Jiang Nan turun dari mobil, lalu berjalan ke arahnya untuk membukakan pintu baginya.


“Sudah. Cepatlah naik. Kamu tidak akan tenang jika tidak bertemu dengannya.”


Gu Anran tidak berkata apapun. Dia segera turun dari mobil dan mengikutinya naik ke kapal pesiar.


Ini adalah kapal pesiar milik Grup Jiang. Atas nama Jiang Nan. Kelihatannya seperti Jiang Nan hendak membawa pacarnya berlibur bersama.


Mu Zhanbei memang berada di atas kapal pesiar.


Tapi, dia tidak pergi menyambutnya. Dia hanya menunggunya naik ke kabin, lalu memeluknya.


“Kamu tidak ingin membiarkan orang lain tahu hubungan kita ya?”


Sejak kapan Gu Anran secerdas ini? Setelah hatinya tenang, dia jadi bisa melihat banyak hal dengan jelas.


“Sekarang belum saatnya.”, kata Mu Zhanbei dengan datar, lalu memeluknya berjalan ke kamar.


“Biasanya kamu tidak akan peduli jika ada yang hendak melawanmu. Zhan Bei, ini bukan gayamu.”


Memangnya, ada sesuatu di Pulau Tian Tang?


“Tidak.” Mu Zhanbei bisa melihat isi hatinya dengan mudah. Dia berkata, “Waktu itu, aku memberikan dua tanah pada mereka, dia juga menggunakan cara itu untuk melawanku. Sekarang sudah tidak ada dendam antara aku dan Pulau Tian Tang.”


Gu Anran tidak berbicara. Perkataan Mu Zhanbei ini terdengar sangat masuk akal.


Dengan adanya perdamaian, baru bisa makmur.


Kalau begitu, kenapa dia begitu waspada?


Baik di kehidupan lalu maupun sekarang, musuhnya selalu banyak. Tapi, Tuan Besar Mu selalu berada di atas, tidak pernah mempedulikan mereka.


Kenapa kali ini, dia malah sengaja bertindak agar orang lain mengira dirinya adalah pacar Jiang Nan, sedangkan dia bersembunyi di belakang?


Memangnya semuanya ini karena dia?


Hati Gu Anran terasa masam, tapi tidak tahu apa yang seharusnya dikatakannya.


Dia hanya bisa diam dalam pelukannya, menutup matanya dan istirahat dengan tenang sambil memegangi perutnya.


Pulau pribadi Jiang Nan segera tiba. Tapi, Gu Anran tidak menyangka, malam itu, mereka naik ke kapal lain lagi secara diam-diam.


Malam itu, ketika rembulan bersinar terang dan angin bertiup kencang, mereka diam-diam meninggalkan pulau Tuan Kedua Jiang, pergi ke tempat lain.


Meski angin tidak besar, tapi dia tetap saja mabuk laut. Dia muntah beberapa kali di atas kapal.


Setelah itu, entah sejak kapan, dirinya tertidur.


Setengah sadar, dia merasa dirinya seperti mengapung.

__ADS_1


Dia tertidur sangat pulas. Ketika bangun, Gu Anran menemukan dirinya tertidur di atas sebuah ranjang besar. Tidak ada seorang pun di kamar itu.


“Zhan Bei!” Dia panik dan segera duduk.


Mungkin karena dia bergerak terlalu cepat, kepalanya terasa sangat pusing. Dia hampir saja terbaring kembali.


Bayi… Gu Anran memegangi perutnya. Untung saja, kali ini tidak ada rasa sakit.


Dokter bilang, keadaan janin sangat tidak stabil. Untuk sementara, dia harus istirahat dengan tenang.


Dua hari ini, dia sangat tegang, tidak sama seperti dirinya yang dulu.


Dia menghela napas panjang, mendadak memandang rendah dirinya sendiri.


Mungkin karena sedang hamil, perubahan suasana hatinya sangat cepat dan tidak stabil.


Setelah tidur panjang ini, dia malah jadi lebih tenang.


Setelah mandi, Gu Anran keluar dari kamar. Dia baru sadar dirinya berada di salah satu kamar dalam sebuah rumah kayu.


Di depannya adalah alam liar yang bebas. Ada banyak sekali pria yang sedang berlatih.


Semuanya berpakaian baju kamuflase, bertubuh besar dan tinggi. Gerakan mereka sangat kuat. Baik yang memanjat tebing maupun memindahkan karung pasir, gerakan mereka sangat cepat!


Begitu banyak orang, bagaikan tentara yang sangat besar jumlahnya.


Bukan! Mereka lebih mirip dengan sekumpulan serigala!


Benar! Serigala!


Gu Anran melihat darah serigala dengan jelas di tubuh mereka!


Dia maju beberapa langkah ke depan, akhirnya bisa melihat dengan jelas pria yang berdiri di antara kerumunan itu.


Dia sama seperti yang lainnya, berpakaian baju kamuflase. Jelas-jelas berpakain sama, tapi malah sangat mencolok di antara lainnya!


Dia adalah raja serigala! Berkedudukan tinggi, membuat orang lain merasa kagum padanya!


Itu adalah, prianya.


Dia ingin pergi ke sana. Mendadak, terdengar sebuah suara dari belakang, “Tidak disangka, kamu muncul di sini.”


“Feng Jin?” Dia tertegun, lalu berbalik dan berhadapan dengan tatapannya yang dingin.


“Tahu tidak apa yang dialaminya selama ini?” Mu Fengjin berkata dengan dingin, lalu berjalan ke sampingnya, melihat ke sosok yang mulia itu.


“Benar, aku yang berpura-pura jadi Kakak Pertama. Aku juga yang mengatakan perkataan itu. Tapi, apa kamu tidak pernah berpikir, meski aku yang mengatakannya, tapi itu adalah isi hati Kakak Pertama?”


“Feng Jin…” Gu Anran tertegun. Kenapa dia berkata ini isi hatinya?


Tatapan dan suara Mu Fengjin sungguh sangat dingin!

__ADS_1


“Kamu adalah pencelaka, Gu Anran, apa kamu tidak tahu?”


__ADS_2