Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 345 Semakin Lama, Semakin Tidak Tenang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Jiang Nan menanggung semua kesalahan pada dirinya sendiri, tetapi pada kenyataanya ada apa yang salah dengan dirinya?


Ketika sedang jatuh cinta dan pasanganmu meminta kamu melakukan “hal” itu, bukankah hal semacam ini seharusnya tidak menjadi masalah?


Hello! Im an artic!


Jiangnan tidak salah, yang salah adalah dirinya sendiri.


“Saya…. aku masih harus pergi ke sekolah, sekarang sudah waktunya bangun”


Gu Anran menunduk, mengemasi kotak obat, dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Gu Anran kamu tidak bisa terus menerus seperti ini!


Hello! Im an artic!


Keadaamu yang seperti ini tidak hanya merugikan dirimu sendiri, tetapi juga membuat orang-orang di sekitarmu menjadi sedih.


Mu Zhanbei adalah seorang manusia iblis. Kamu harus bangkit berdiri! Taklukkan dia! Kalahkan dia!


Kamu tidak boleh terus menerus menunduk seperti ini.


Gu Anran menepuk-nepuk sendiri wajahnya yang kaku dan mencoba tersenyum kecil di depan cermin


Hari-hari tetap harus selalu dijalani.


Ketika keluar dari kamar mandi, Gu Anran sudah memasang raut wajah yang santai: “Ayo jalan, ada kelas pagi.”


—–


Bunga kelas ini bisa kembali masuk kelas merupakan sebuah momen yang sangat jarang terjadi.


Para siswa laki-laki semuanya bersemangat bergegas masuk kelas ketika melihat Gu Anran datang, mereka layaknya sekumpulan lebah yang ingin datang menghisap madu.


“Lihatlah dulu ketika kamu jelek, bagaimana semua orang menolakmu. Namun sekarang ini kamu adalah bunga kelas.”


Su Xiaomi mendengus dan dengan ekspresi jijik berkata: “Cowok-cowok tidak tahu malu ini”


Gu Anran tidak berkomentar apa-apa. Hal-hal seperti ini nanti juga akan menjadi terbiasa.


Ketika kelas akan segera dimulai, He Lingzhi buru-buru datang dari luar.


“Ranran, nanti setelah selesai kelas, pergi sebentar ke Universitas Jiang.” Dia buru-buru mengatakannya.


“Untuk apa?” Gu Anran sedang membereskan buku-bukunya dan menyiapkan yang dibutuhkan kelas hari ini.


He Lingzhi menghela nafas dalam sebelum berkata: “Universitas Jiang sedang mengadakan bazar. Ada banyak barang-barang yang bagus dan murah!”


“Wow! Mahasiswi di Universitas Jiang adalah putri-putri keluarga terpandang. Setiap tahunnya pada saat pelelangan barang ada begitu banyak produk brand-brand ternama yang keluar.”


Ketika Su Xiaomi mendengarnya, dia langsung bersemangat berkata: “Aku dengar banyak barang-barang yang baru sama sekali belum pernah bekas dipakai.”


“Betul dikarenakan penjualannya untuk kegiatan amal kelas. Banyak dari mereka yang membeli produk baru dengan uangnya lalu langsung menjualnya kembali dengan harga yang lebih rendah demi penjualan amal.”


Mereka tahun ini baru memasuki tahun pertama di universitas dan ini adalah pertama kalinya mereka memiliki kesempatan untuk melihat bazaar luar biasa yang legendaris itu.


He Lingzhi sudah lama menantikan bazar ini. Lagipula putri-putri keluarga kaya raya sama sekali tidak peduli untuk kehilangan uang, mereka hanya peduli terhadap hasil reputasi.

__ADS_1


Masing-masing keluarga mereka memiliki tambang, apa masalahnya kalau harus kehilangan sedikit uang?


Sehingga apa yang nantinya kita beli di bazaar itu pasti menguntungkan.


“Tetapi, bukankah bazar amal itu baru akan diadakan minggu depan?” Su Xiaomi menariknya ke bawah.


Melihat guru yang akan mengajar sudah memasuki ruangan kelas, Su Xiaomi berkata dengan suara rendah, “Aku mendengar dengan jelas bahwa bazarnya akan diadakan minggu depan.”


“Berita yang baru saja aku dengar adalah bahwa ada seseorang yang super kaya raya datang ke Universitas Jiang dan berkata dia ingin menyumbang untuk membangun gedung laboratorium.”


He Lingzhi lalu merendahkan suaranya, dia takut jikalau guru yang ada di atas panggung sekarang ini mengetahui bahwa mereka sedang berbisik-bisik.


“Untuk orang yang super kaya ini, mereka lalu memutuskan untuk mengadakan bazar amal itu pada hari ini.”


“Siapa orang yang begitu hebat itu?”


“Siapa yang tahu? Lagipula Beiling tidak pernah kekurangan orang kaya.”


Melihat Gu Anran sama sekali tidak tergerak, Su Xiaomi dengan lembut menarik-narik ujung bajunya: “Ayo pergi sama-sama!”


“Tetapi aku tidak kekurangan barang apapun” terhadap barang-barang bermerek ternama Gu Anran juga sama sekali tidak ada ketertarikan.


Su Xiaomi menatapnya: “Kata-katamu itu sungguh sangat menyebalkan, tahukah kamu?”


“Aku tidak bermaksud begitu.” Gu Anran menjadi sedikit tidak berdaya “Maksud aku barusan, aku tidak kekurangan barang-barang yang bermerek ternama.”


“Kata-katamu itu bahkan lebih menyebalkan lagi!” He Lingzhi lalu menatapnya.


Keterlaluan! Sungguh sangat keterlaluan!


Gu Anran menggosok-gosok alisnya, “Aku juga tidak bermaksud demikian….”


“Tetapi kami menyukainya!” Orang yang punya pacar kaya seperti Tuan Muda Kedua Jiang kalau mau barang-barang bermerek ternama pastinya bisa langsung ada.


Tetapi kami sangat membutuhkannya, sangat membutuhkan barang-barang bermerek ternama dengan harga yang murah.


“Pokoknya temani saja kita jalan-jalan. Kelas selesai masih pukul 10, masih ada jarak waktu dua jam sebelum makan siang.”


“Setelah bekerja sekian lama, saraf kita semua menegang, tidak bisakah kamu merilekskan diri sejenak?”


Kedua orang itu masing-masing di sisi kiri dan kanan Gu Anran menarik sudut pakaiannya.


“Ranran, pergi kan? Pergi kan?”


Gu Anran benar-benar telah diganggu oleh mereka hingga kehabisan kata-kata. Kalau mereka masih terus mengganggunya lagi maka kelas yang sekarang ini sudah tidak bisa diikutinya lagi.


“Baik, aku akan pergi menemani kalian” Dia mengusap pelipisnya, “Sekarang, diamlah, aku ingin berkonsentrasi mendengarkan pelajaran.”


He Lingzhi dan Su Xiaomi saling tersenyum dan mereka segera menjadi tenang.


Sebenarnya mereka juga bukan sangat ingin membeli barang-barang bermerek.


Tetapi suasana hati Ranran sedang tidak baik, siapa yang tidak bisa melihatnya.


Jika mengajaknya pergi keluar berjalan-jalan kemungkinan suasana hatinya akan membaik.


Sendirian seorang diri bersusah hati apakah tidak lelah.


——

__ADS_1


Gu Weizi benar-benar tidak mengerti, mengapa Kakek ingin datang ke sini untuk menyumbagkan gedung laboratorium?


Sekolah jelek seperti itu, dia bersedia untuk bersekolah di sana sudah merupakan sebuah kehormatan bagi sekolah itu.


Yang sekarang dia lalukan membuat seolah-olah tampak karena sekolah itu menerimanya untuk bersekolah di sana maka harus berterima kasih terhadap mereka.


“Bukankah sudah disepakati kalau hari ini akan kembali ke Lingzhou?” Gu Weizi menggandeng lengan Tuan Besar Gu itu sambil bergumam.


Yang terpenting adalah masalah ini harus diselesaikan secepatnya.


Cepat kembali ke Lingzhou dan cepat umumkan kepada publik bahwa dia adalah Nona Sun dari keluarga Gu maka status sosialnya akan segera meningkat.


Tinggal di tempat seperti ini takutnya hanya akan membuang-buang waktunya saja.


“Masalah di Lingzhou sana telah diselesaikan, kalau agak terlambat sedikit pulang juga tidak menjadi masalah. Kakek pun belum berterima kasih dengan baik kepada orang tua angkatmu.”


Tuan Besar Gu menepuk punggung tangannya sambil memasang senyuman di wajahnya.


“Paman Gu dan Bibi Ye sudah berkata bahwa mereka nanti akan datang ke Lingzhou untuk menemuiku. Jadi pada saat itu, Kakek masih bisa berbincang-bincang dengan mereka.”


Lagipula Gu Weizi tidak ingin mereka untuk tinggal di tempat ini.


Dia nantinya bisa kembali sendiri, tetapi Kakek dan Kakak Sepupu sebaiknya kembali ke Lingzhou secepat mungkin dan jangan pernah datang ke Beiling lagi.


Semakin lama mereka tinggal di Beiling, dia semakin tidak tenang.


“Kakek, sebaiknya sekarang kita kembali ke Lingzhou, aku juga sangat ingin bertemu muka dengan semua anggota keluarga yang ada.”


Dia menarik-narik lengan baju Tuan Besar Gu itu, dilihatnya mobil yang mereka kendarai berjalan semakin dekat ke gerbang pintu masuk Universitas Jiang, dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya.


Yang pastinya dia ada merasa sedikit tidak tenang.


Namun, perempuan ****** itu ada di Universitas Ning, yang mereka kunjungi kali ini adalah Universitas Jiang.


Meskipun kedua universitas tersebut berjarak sangat dekat, namun keduanya bukanlah universitas yang sama.


Perempuan ****** itu semestinya tidak bakalan datang ke sini.


“Baiklah, karena cucu perempuanku yang baik ini sangat merindukan rumah, maka setelah kami makan bersama dengan orang tua angkatmu lalu kita lantas pulang.”


Kakek Tua Gu lalu tersenyum dan berkata: “Bukankah kamu masih memiliki seorang adik perempuan yang bernama Gu Anran?”


“Kakek! Kamu …untuk apa menanyakan ini?” Jari-jari tangan Gu Weizi mendadak menjadi kaku dan senyuman di wajahnya tiba-tiba menegang.


“Kakek awalnya mengira Ranran lah yang merupakan cucu perempuan aku. Oleh sebab itu aku sempat menyelidikinya dan mengira bahwa dia adalah cucu aku untuk beberapa saat.”


“Kakek…”


“Cucu kesayangku, jangan marah. Kakek sekarang tahu bahwa Kakek telah melakukan kesalahan, tetapi Kakek juga sangat ingin menemuinya.”


Bagaimanapun juga dia sempat mengira bahwa dia adalah cucu perempuannya, meskipun hasil tes DNA nya menunjukkan bahwa Gu Weizi barulah adalah cucunya.


Namun setelah sempat mengira bahwa dia adalah cucunya untuk kurun waktu yang lama, dia merasa kalau dia ingin bertemu muka dengannya.


“Dia … Dia agak pemberontak dan parasnya juga jelek. aku khawatir dia … akan membuat Kakek marah.”


Gu Weizi mengerutkan kening, mengapa wanita ****** sialan itu selalu harus muncul dan bertarung dengannya.


Tuan Besar Gu lalu tertawa dan berkata, “Kakek tidak pernah menganggap Ranran itu jelek, hanya ada beberapa flek-flek hitam di wajahnya. Tidak masalah, gadis kecil itu masih belum tahu apa-apa jadi kalau ada sedikit jiwa pemberontak di usianya yang seperti sekarang ini itu juga sangat wajar.”

__ADS_1


Gu Jingyuan yang duduk di depan tiba-tiba berkata: “Kakek, kita sudah sampai di Universitas Jiang”


__ADS_2