Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 260 Barang Sama Orang Berbeda


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ini adalah pertama kalinya Gu Anran masuk ke rumah keluarga Mu semenjak nenek meninggal.


Karena sebelumnya kakek pernah berkata bahwa yang terjadi pada nenek hanyalah sebuah kecelakaan.


Hello! Im an artic!


Jadi, walaupun kemunculan Gu Anran sedikit membuat pembantu di sana sedikit kaget, tapi kemunculannya tidak membuat sebuah kehebohan yang besar.


Shu Ran terlebih dahulu membawa dia pergi ke halaman belakang dengan mobil wisata, dengan jelas mereka bisa melihat pemandangan buatan itu.


Sekarang danau sudah dipenuhi dengan tanaman yang baru ditanam.


Masih butuh yang lama untuk bisa tumbuh menjadi lebih indah lagi, pemandangan di sana sudah sangat berbeda dari sebelumnya.


Hello! Im an artic!


Barang Sama Orang Berbeda


“Sudah, aku sudah bawa kamu ke sini, tidakkah seharusnya kamu sekarang pergi bersama denganku untuk menemui Zhe Nan?”


Shu Ran terus mengingat tentang anaknya, tidak sabar untuk mengajak Gu Anran untuk pergi.


Gu Anran mengalihkan pandangannya dari danau, menggenggam dengan erat kelima jarinya.


Dengan datar berkata, “Baik.”


Mobil wisata berbalik arah, bergerak ke arah Paviliun Teng Long tempat Mu Zhenan tinggal.


Mu Zhenan dua hari ini terus minum dan mabuk, Shu Ran tidak bisa tenang karena dua hari ini Tuan Besar juga tidak berada di rumah.


“Tuan Muda Kedua?”, ujar Shu Ran saat berjalan masuk.


Pembantu langsung menjawab, “Di kamar.”


Shu Ran melihat Gu Anran sekilas kemudian naik ke lantai atas.


Gu Anran mengabaikan tatapan terkejut pembantu yang melihatnya dari belakang.


Shu Ran naik ke lantai atas dan membuka pintu kamar Mu Zhenan.


Saat dia membuka pintu, tercium aroma bir sangat pekat dari dalam kamar.


Kalau dibilang Mu Zhenan mabuk seperti ini karena dirinya, jujur saja, Gu Anran tidak percaya.


Bagi orang seperti Mu Zhenan, wanita sama sekali tidak ada bedanya dengan baju.


Hanya saja karena dia tidak bisa mendapatkannya, jadi terus mengingatnya.


Shu Ran berjalan masuk dan melihat Mu Zhenan terbaring di atas ranjang.


Dua hari ini, pembantu di sana sedikitpun tidak berani mendekati Tuan Muda kedua.


Selain minum bir, dia akan tidur, setelah bangun dia akan lanjut untuk minum bir.


Terlihat sangat hancur!

__ADS_1


Semua orang mengira Tuan Muda Kedua Mu tidak pergi ke kantor karena Tuan Muda Mu akan menggantikan posisi Direktur.


Mungkin berita ini sudah tersebar keluar, walaupun Tuan Besar sedang tidak berada di rumah, tapi dia pasti tahu.


Shu Ran merasa tidak berdaya, menghampirinya dan mengambil botol bir dari tangannya.


Baru saja dia ingin mengambilnya, Mu Zhenan terbangun dan merebut kembali botol, lalu mengangkatnya untuk minum.


Tapi botol bir itu kosong, dia meminumnya cukup lama, tapi setetes pun tidak keluar, seketika dia marah.


“Kenapa masih diam saja? Cepat ambilkan bir untukku!”


Shu Ran dengan kuat merebut botol bir dan melemparkannya.


“Anakku, kamu lihat siapa yang datang?”


“Tidak! Ambilkan bir untukku!” Mu Zhenan teriak dengan suara serak, rambutnya berantakkan dan kumisnya juga memenuhi wajahnya.


Ini pertama kalinya Gu Anran melihat dia hancur seperti ini.


Kelihatannya masalah tentang penggantian posisi Direktur oleh Tuan Muda, benar-benar sudah membawa pengaruh besar baginya.


Hanya saja, dia sedikitpun tidak punya kesan yang baik terhadap Mu Zhenan, jadi, dia sama sekali tidak kasihan melihat Mu Zhenan hancur seperti ini.


Shu Ran merasa sangat sedih melihat ekspresi Gu Anran yang seperti ini.


Tidak ada pilihan lain, hanya dia yang bisa sedih melihat keadaan anaknya.


Dia mendorong-dorong Mu Zhenan, dengan lembut berkata, “Zhe Nan, bukankah kamu ingin bertemu dengan Gu Anran? Ibu sudah membawanya ke sini, kamu lihat.”


Wanita di pintu dengan gaun warna putih, rambut panjangnya terhelai di belakang kepala, dengan wajah yang bersih dan putih, halus dan cantik.


“Malaikat……” Tidur beberapa jam, walaupun Mu Zhenan sebelumnya tidur cukup lama, tapi saat ini dia terlihat lebih sadar.


Ditambah dia melihat wanita yang disukainya, seketika aroma bir hilang sebagian.


Dia dengan segera bangun dan berjalan ke arah Gu Anran.


Shu Ran sedikit menghela nafas, anak ini, benar-benar sangat suka pada Gu Anran.


Dia yang ibunya ini sepenuhnya sudah diabaikan, kasihan atau tidak?


Anak yang dirawat hingga besar tetap akan menjadi milik orang lain!


Mu Zhenan berjalan ke depan Gu Anran, berpikir untuk mengulurkan tangan menyentuh dia.


Gu Anran mundur selangkah, menatap dia, sedikit menghina, “Jangan sentuh aku, kotor.”


Mu Zhenan terdiam, menundukkan kepala melihat dirinya sendiri, tubuhnya penuh dengan aroma bir.


Dia tiba-tiba menjadi tidak nyaman, berdiri di depan Gu Anran membuat dia menjadi bingung.


Sangat ingin menyentuh dia, tapi dia menghinanya kotor……


“Zhe Nan, tubuhmu benar-benar…… sedikit kotor.”


Shu Ran melihat anaknya yang sudah sadar dengan segera menghampirinya, tersenyum berkata, “Pergi mandi dulu, jangan biarkan dia menghinamu.”

__ADS_1


“Mandi?” Mu Zhenan belum sepenuhnya sadar.


Melihat sekilas Shu Ran, lalu melihat Gu Anran.


Berpikir untuk menghampiri Gu Anran, tapi Gu Anran mundur lagi, Mu Zhenan kemudian langsung sadar.


“Baik, Aku…… aku pergi mandi, tapi……”


Dia merasa sedikit ragu dan tidak tenang saat melihat Gu Anran.


Shu Ran tahu maksud anaknya lalu berkata, “Ibu akan menjaga dia, dia tidak akan pergi, tapi kalau kamu tidak mandi bersih mungkin dia akan beneran lari ketakutan.”


“Aku…… aku akan segera mandi bersih, sangat cepat! Tunggu aku!”


Mu Zhenan tidak pernah tegang seperti ini, mencium dirinya sendiri, benar-benar bau!”


Sudah dua hari tidak mandi, bagaimana bisa dia bertemu dengan orang lain?


Dan ini bertemu dengan malaikatnya! Tidak bisa!


Mu Zhenan segera berjalan ke kamar mandi, saat ingin menutup pintu, dia tidak lupa untuk mengingatkan Shu Ran, “Ibu, kamu…… kamu temeni dia.”


“Ibu tahu, aku akan menjaga dia dengan baik-baik, cepat pergi mandi.”


Untung saja tadi anaknya sempat tidur sebentar, kalau tidak Shu Ran tidak akan tenang membiarkan dia mandi sendiri.


Tunggu sampai Mu Zhenan masuk ke dalam kamar mandi, Shu Ran dengan segera meminta pembantu masuk untuk membereskan kamar dengan cepat.


Ranjang, selimut dan yang lainnya diganti.


Walaupun sampai sekarang Gu Anran tidak suka dengan Shu Ran, tapi setidaknya ada satu sisi yang terlihat jelas olehnya.


Yaitu, Shu Ran sangat sayang pada anaknya ini, sangat sangat sayang.


Dan hari ini dia membawanya bertemu dengan Mu Zhenan, hanya ingin agar Mu Zhenan bisa pulih kembali, tidak ada pemikiran lain.


“Kamu sudah lihat, keadaan dia sekarang, selain kamu, dia tidak ingin mendengarkan siapapun.”


Setelah meminta pembantu membereskan kamar, Shu Ran berjalan ke depan Gu Anran, berkata, “Ran Ran, bisakah kamu nanti berbicara sesuatu yang baik padanya.”


“Aku tidak mungkin setuju untuk berhubungan dengan dia.” Walaupun tersentuh dengan kasih sayang ibunya, tapi untuk hal ini Gu Anran tidak bisa setuju.


“Aku tahu!” Shu Ran mengangguk, dan langsung menjelaskan, “Hanya berharap kamu bisa memikirkan sebuah ide agar dia bisa pulih kembali, dia sekarang seperti ini……”


Dia berbalik melihat ke arah kamar mandi, pandangannya terlihat suram.


“Tuan Besar dan Shi Ru 2 hari ini tidak berada di sini, masih belum melihat dia hancur seperti ini, jika melihatnya, Tuan Besar dia…… tidak akan senang.”


“Imbalannya?” Gu Anran masih sedikit bersikap dingin.


Shu Ran juga tidak menyalahkan dia yang bersikap dingin pada dirinya, seorang wanita yang sudah pernah mengalami begitu banyak masalah yang menyeramkan, tentu saja akan bersikap berhati-hati.


Jika Gu Anran sekarang terlihat bodoh dan imut, maka dia tidak hanya bodoh, tapi juga idiot.


Shu Ran menghela nafas dan menatapnya.


“Yang terpenting anakku bisa pulih kembali, kamu boleh kapanpun masuk ke kamar belakang nenek.”

__ADS_1


__ADS_2