
Hello! Im an artic!
Kali ini, Gu Anran kembali ke sekolah. Yang dihadapinya bukanlah lagi tatapan menyebalkan. Tatapan semua orang terhadapnya malah terlihat sedikit aneh, ada yang iri, ada yang cemburu, tapi yang lebih banyak adalah tertegun.
Benar, tatapan tertegun itu adalah para pria.
Hello! Im an artic!
Wanita ini, lebih cantik daripada bunga, juga lebih enak dipandang daripada wanita No. 1 di Bei Ling.
Yang terpenting adalah, pakaian yang dipakainya sangatlah sederhana. Wajahnya juga tidak dirias dan bahkan rambutnya tidak diikat atau apapun.
Sebenarnya para pria tidak menyukai wanita yang terlalu banyak pernak-pernik di bagian wajah dan tubuhnya.
Polos tapi cantik, inilah yang namanya sempurna.
Hello! Im an artic!
Gu Anran yang sekarang adalah tipe yang paling disukai para pria.
Saat Su Xiaomi dan He Lingzhi melihatnya, mereka berdua tidak boleh terlalu senang.
Sudah setengah bulan tidak melihat Gu Anran dan terus mengatakan bahwa dia berada di tempat Tuan Kedua Jiang.
Tapi, pada saat ini Tuan Kedua Jiang tidak pernah pergi ke perusahaan dan bahkan semua orang tidak melihatnya.
“Apa yang sebenarnya terjadi waktu itu? Buat kami khawatir saja. Kamu benar-benar diculik?”
“Iya. Mereka ingin menculik Gu Weizi, tapi siapa tahu saat itu aku sedang bersama dengan Gu Weizi dan juga ikut diculik.”
Gu Anran tidak ingin menceritakan lebih lanjut lagi, dia hanya bisa mencari alasan saja.
He Lingzhi tiba-tiba mengomel, “Pasti karena wanita itu terus memamerkan dirinya dengan Tuan Besar Mu makanya diculik.”
“Itu juga karena kesalahannya sendiri. Siapa suruh dia terlalu menyombongkan diri!”
Su Xiaomi tidak memiliki perasaan belas kasih terhadap Gu Weizi, dia bergumam, “Keterlaluan! Bahkan sekarang dia membuat Ran Ran kami lelah seperti ini!”
Gu Anran ingin tertawa. Tapi, ini bukanlah hal baik jika membuat Gu Weizi sebagai kambing hitam.
Tapi, wanita itu memang terlalu menyombongkan diri, menjadikannya sebagai kambing hitam juga tidak masalah bagi dia.
“Benar. Yang paling jahat itu Gu Weizi.”
Ketiga orang saling bertatapan dan tidak dapat menahan tawa masing-masing.
“Ayo. Kelas sudah mau dimulai.”
Tidak disangka, begitu masuk ke koridor sekolah dan belum sempat masuk ke dalam kelas, ada seorang pria yang berjalan kemari.
Wajahnya terlihat malu, dia berjalan menuju ke depan Gu Anran kemudian tiba-tiba memberikan sesuatu dengan kedua tangan kepadanya.
__ADS_1
“Kamu… aku… Gu Anran, aku menyukaimu, semoga kamu bisa menerimanya!”
Dia meletakkan surat tersebut ke dalam tangan Gu Anran kemudian berbalik dan pergi dengan cepat seakan seperti angin yang berhembus.
Sudah bertahun-tahun Gu Anran sekolah dan ini pertama kalinya ia bertemu dengan masalah seperti ini.
Melihat-lihat Su Xiaomi, kemudian melihat lagi He Zhiling dan pada akhirnya membuka surat itu.
“Surat cinta!” Su Xiaomi mencemooh, “Ya ampun! Zaman sekarang masih ada pria yang mengirimkan surat cinta!”
Gu Anran merasa sedikit tidak berdaya. Di umur seperti ini, apakah masih melihat tampang wajah?
Saat dia jelek, semua orang seolah melemparkan batu kepadanya.
Sekarang saat penampilannya kembali seperti semula, menjadi lebih cantik, bukan hanya tatapan yang tertuju padanya menjadi lebih baik, bahkan surat cinta seperti ini pun didapatkannya.
Apakah wajah sangat penting?
Dia meletakkan surat cinta itu ke dalam buku dan tidak melihatnya lagi. Dia tidak menganggap ini sebuah masalah dan ketiga wanita itu berjalan masuk ke dalam kelas.
“Ran Ran, aku sudah siapkan tempat duduk untukmu.” Pria yang duduk di baris kelima berdiri dan melambai ke arah Gu Anran.
Semua murid tahu bahwa baris kelima dan keenam merupakan tempat duduk yang paling bagus di kelas.
Yang di depan terlalu depan, bahkan menguap saja tidak bisa. Sedangkan yang di belakang terlalu belakang sehingga sedikit sulit saat mendengarkan pelajaran.
Bahkan ada yang spontan menyiapkan tempat duduk untuknya! Pelayanan ini, bukankah terlalu baik?
Meskipun telah ditolak, pria itu tidak terlihat marah sama sekali, malah terlihat seperti orang bodoh yang melihat punggung Gu Anran karena senyuman yang tertuju padanya.
Gu Anran juga merasa sangat tidak berdaya. Apakah dia harus belajar kembali merias wajahnya menjadi jelek agar hari-harinya bisa dilewati dengan tenang?
Lihatlah ini. Apa lagi benda yang ada di depannya?
“Ran Ran, aku traktir kamu makan cemilan.” Dua kantong plastik besar diletakkan di atas mejanya. Karena pria itu takut Gu Anran menolaknya, dia langsung pergi setelah meletakkan benda itu.
“Astaga. Bukankah kamu terlalu bahagia?” Su Xiaomi dan He Lingzhi yang duduk tidak jauh itu merasa iri.
“Aku sedang diet, ini kalian makan saja.”
Gu Anran melambai-lambaikan tangan. Tangan Qin Zhizhou sangat panjang, dia langsung bisa memasingkan makanan itu langsung ke tempat duduk Su Xiaomi dan He Lingzhi.
Menggunakan kesempatan sebelum bel sekolah berbunyi, kedua orang itu bergegas makan cemilan tersebut.
Gu Anran melihat Qin Zhizhou, dengan nada kecil bertanya, “Belakangan ini tidak pergi ke kantor. Bagaimana perkembangan proyek terbarunya?”
“Aplikasi Yang Yi sudah selesai dibuat dan sedang dalam masa percobaan. Xiao Mi dan Ling Zhi juga merekut banyak orang. Belakangan ini sering interview.”
Pada kenyataannya, jika saat ini tidak ada kelas, mereka semua pasti akan pergi ke kantor.
Dan kembali ke asrama untuk tidur pada jam 11 sampai 12 malam setiap harinya.
__ADS_1
Kehidupan seperti ini, kelihatannya sangat melelahkan, tapi membosankan sama sekali.
Memiliki teman yang begitu banyak, berjuang bersama, berusaha bersama, bagaimana bisa terasa bosan?
“Tapi, Ran Ran, ada satu hal…”
Qin Zhizhou tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Dia berpikir-pikir dan langsung mengambil secarik kertas desain yang sudah dicetak dari tasnya sendiri.
“Aku sudah melakukan sesuai dengan keinginanmu, melukiskan peran utama si pria dari [My Misterious Husband] dengan tinta hitam.”
“Lukisan yang disebar?” Hanya memerlukan lukisan yang disebar baru bisa menimpanya dengan tinta hitam.
Tidak disangka, bahkan luksan yang disebar sudah keluar dan ini terlalu cepat!
“Sudah keluar. Ini hasil lukisannya.”
Tapi ekspresi Qin Zhizhou masih terlihat aneh, dia meletakkan kertas lukisan itu di atas meja Gu Anran.
“Sesuai dengan yang kamu inginkan. Panjang rambut, bentuk ramut, mata, alis mata, bulu mata, hidung dan mulut. Lekukan dagu ini, bentuk wajah…”
Qin Zhizhou mengelus alisnya dan diam pada akhirnya agar membiarkan Gu Anran sendiri yang melihatnya.
Saat Gu Anran melihat hasil lukisan pertama kalinya, dia langsung tertegun.
“Ini… sungguh sesuai dengan yang kuinginkan?” Dirinya tidak berani percaya.
Qin Zhizhou mengangguk, “Iya. Meskipun tidak 100%, tapi setidaknya ada 95% dan hasilnya seperti ini.”
Tapi, Gu Anran masih tidak berani percaya. I-ini… mungkin hanya kebetulan saja.
“Mungkin, kamu… karena kamu pernah melihatnya, jadi saat gambar sedikit… berbeda…”
“Ran Ran, kamu tidak boleh meragukan keahlianku. Aku ini sangat profesional.”
Masalah mengenai profesional tidak boleh merusak reputasinya Qin Zhizhou.
Qin Zhizhou mengikuti keinginan Gu Anran, tidak ada yang beda. Bahkan panjang rambut juga tidak ada yang beda.
Lagipula, pasti tidak mungkin ada yang diprasangka.
Bel sekolah berbunyi. Qin Zhizhou duduk tegap dan mengeluarkan buku pelajaran serta bersiap untuk mendengar guru.
Gu Anran malah terus melihat ke hasil lukisan di atas meja dan wajahnya terlihat terkejut.
Dia tidak brani percaya, tapi mau tak mau harus mempercayainya. Karena kenyataan ada di depan matanya.
Pantas saja raut wajah Qin Zhizhou terlihat aneh. Pantas saja dia tidak berkata apapun dan malah menampilkan ekspresi yang ingin mengatakan sesuatu.
Kenyataannya, Gu Anran sendiri tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya.
Hasil lukisan itu, alis mata pria menyembunyikan sebuah ekspresi dingin dan hawa yang menawan. Meskipun hanya sebuah lukisan, tapi bisa merasakannya dari kertas itu.
__ADS_1
[My Mysterious Husband] adalah salah satu proyek yang sudah dipersiapkan dan akan diluncurkan beserta dengan komik dan drama online tahun ini. Kenapa penampilan peran utama pria mirip dengan Tuan Besar Mu?