
Hello! Im an artic!
Gu Anran duduk di tanah dengan wajah pucat, tangannya tanpa sadar memegang perutnya.
Perut bagian bawahnya nyeri, tidak terlalu sakit, tidak sebanding dengan sepersepuluh ribu sakit jantung.
Hello! Im an artic!
Gu Weizi dengan bodoh tertawa sedikit, lalu menatapnya tinggi-tinggi dan berkata, “Sudah dengar? Zhan Bei sudah bilang tidak ingin bertemu denganmu lagi.”
Bahkan beberapa hari ini, perasaaannya yang suram berubah menjadi lega.
Sekarang, perasaan Gu Weizi sangat lega sekali!
Tuan Besar Mu terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk berinteraksi dengannya, tapi Gu Anran jelas tidak ingin bertemu dengannya lagi.
Hello! Im an artic!
Perbedaan antara keduanya sangat besar.
Li Ye membungkuk dan mengulurkan tangannya pada Gu Anran, “Nona Ran Ran, kamu baik-baik saja?”
Wajahnya sangat suram, bagaimana bisa dia menjadi begitu pucat? Bukankah dia sudah keluar dari rumah sakit?
“Li Ye, Tuan Muda Pertama sudah mengatakan untuk menyingkirkan wanita ini, apa yang bisa kamu lakukan?”
Gu Weizi melipat tangan di depan dadanya sambil menyipitkan mata ke arah mereka berdua.
“Apa yang bisa dilakukan wanita ini? Bukankah aktingnya bagus? Singkirkan saja dia, membuat berisik saja.”
Dia bisa akting dalam drama ini, dia sendiri tidak tahu sudah akting berapa lama dalam hidupnya, benar bukan!
Li Ye masih tidak tenang, keadaan Gu Anran sekarang sangat tidak baik.
Dia berjongkok dan membantunya, “Nona Ran Ran…”
“Aku baik-baik saja.” Gu Anran ingin berdiri, tapi rasa sakit di perut bagian bawahnya bertambah karena dia bergerak.
Rasa sakit itu membuat dia yang baru saja berdiri menjadi duduk kembali.
Dia mengambil nafas panjang. Dia tidak tahu apa yang dia makan, bagaimana bisa perutnya sakit seperti ini?
“Nona Ran Ran, sepertinya keadaanmu tidak sehat, bagaimana jika aku memanggil Ye Han untuk melihat keadaanmu?”
Wajah kecilnya makin lama makin pucat, Li Ye terkejut melihatnya.
Gu Weizi sudah keterlaluan. Dia berkata, “Li Ye, apakah kamu terlalu malas?”
Mu Zhanbei sudah mengatakan untuk singkirkan wanita ini, tapi dia masih saja berhubungan dengannya.
“Jangan-jangan kamu selingkuh dengan wanita ini…”
“Diam!” Li Ye mengangkat kepalanya, dengan tatapan dingin melihat wanita di atas tangga.
Gu Weizi terkejut melihat pandangan matanya yang tajam, tanpa disadari dia mundur selangkah.
Tidak sengaja dia menabrak tangga dan hampir saja terjatuh.
__ADS_1
Dia terburu-buru meraih pegangan tangga, lalu ekspresinya berubah menjadi sangat marah.
“Li Ye, kamu keterlaluan, kamu membantu orang luar…”
“Nona Gu, jika aku tidak salah ingat, kamu hanya orang luar yang meminjam tempat untuk tinggal di sini!”
Li Ye menahan amarahnya, menatapnya dingin dan berkata, “Kamu bisa memfitnah aku, tapi kamu tidak bisa memfitnah dia! Jika kamu berani berbicara tidak sopan lagi, jangan salahkan aku bersikap kasar padamu!”
“Li Ye! Kamu gila! Kamu memberontak? Zhan Bei tidak akan membiarkanmu!”
Meskipun begitu, dia tidak berani mengungkit masalah mereka berdua selingkuh.
Meskipun dia pemberani, dia masih tahu garis batas seorang pria.
Dia sangat tidak suka dengan Li Ye, tetapi dia adalah orang yang dipercayai Tuan Besar Mu.
Bahkan posisi Li Ye di samping Tuan Besar Mu tidak sebanding dengan Qin Yi.
Selain itu Li Ye bisa memarahinya, paling parah dia tidak akan mendengarkannya.
Jarang sekali ada tatapan mata yang tajam seperti tadi.
Batasnya adalah wanita ****** itu.
Siapa yang percaya mereka tidak punya hubungan apapun?
“Nona Ran Ran, akhir-akhir ini Tuan Besar Mu terlalu sibuk, tidak nyaman jika bertemu denganmu. Aku akan mengantarmu keluar.”
Gu Anran benar-benar tidak bisa berdiri, dia hanya bisa berdiri dengan bantuan Li Ye.
Dia terus menunggu di sini juga tidak tidak akan bisa bertemu dengannya.
Setelah dia berdiri, perut bagian bawahnya berdenyut-denyut.
Gu Anran menarik nafas dalam-dalam, berusaha keras untuk berdiri sendiri, lalu dengan lembut mendorong Li Ye, “Aku bisa sendiri.”
“Aku akan menyuruh Ye Han ke sini, untuk melihat keadaanmu.” Li Ye tidak tenang jika membiarkannya seperti ini.
“Aku baik-baik saja, tidak perlu.” Ye Han adalah bawahan Tuan Besar Mu, bagaimana bisa dia memanggil Ye Han?
Jika bukan karena memeriksa penyebab pembunuhan Nyonya Tua, dia tidak akan kembali benar bukan?
Siapa juga yang ingin bertemu dengan bencana?
Tapi kematian Nyonya Tua harus diperiksa sampai kebenaran terungkap.
Dia membungkuk, menahan rasa sakit di lututnya, dan berjalan selangkah demi selangkah menuju pintu aula.
Gu Weizi berjalan di belakangnya, memastikan dia benar-benar pergi keluar baru dia bisa lega.
Li Ye mengikutinya sepanjang jalan, takut Gu Anran tidak bisa menahan dirinya dan terjatuh.
Meskipun tadi dia terguling di tangga yang tidak terlalu tinggi, seharusnya tidak akan terjadi masalah besar.
Tapi wajah Gu Anran sangat pucat, mungkinkah waktu terguling tadi ada bagian yang terbentur keras?
Dia sepertinya sakit perut…
__ADS_1
Gu Anran berjalan keluar dari aula, tanpa disangka Jiang Nan berdiri di halaman menunggunya.
Dia menggigit bibirnya sambil mencoba menegakkan tubuhnya, karena tidak ingin membuatnya khawatir.
Tapi setiap kali dia melangkah, perut bagian bawahnya sakit. Rasa sakit itu membuat dahinya berkeringat dan wajahnya semakin pucat.
“Ada apa?” Jiang Nan melihat keadaannya yang kacau dan berjalan cepat ke arahnya.
Mu Zhenan juga bergegas ke arahnya. Melihat dahinya yang berkeringat, tanpa sadar dia mengangkat tangan untuk menyeka keringatnya.
Gu Anran menyembunyikan wajahnya di pelukan Jiang Nan.
“Tuan Kedua Mu, aku dijemput temanku. Terima kasih atas bantuanmu hari ini, sampai jumpa lagi.”
Perkataan ini cukup jelas. Malam ini, dia tidak diperlukan.
Mu Zhenan bingung untuk beberapa saat, dia hanya menganggukkan kepala dan melihatnya berjalan bersama Jiang Nan.
“Aku merasa tidak enak.” Baru jalan beberapa langkah, tiba-tiba dia berhenti dan menarik lengan baju Jiang Nan.
Jiang Nan memeluknya tanpa mengatakan apapun.
Kali ini Gu Anran tidak melawan sama sekali, bahkan menyembunyikan kepalanya dalam pelukan dia.
Perutnya sakit sekali, rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan. Lututnya juga sakit sekali. Sedangkan hatinya, lebih sakit.
Waktu dia datang, dirinya sendiri seperti sudah mengapung di atas laut dalam waktu lama, lalu akhirnya melihat papan apung yang bisa menyelamatkan nyawanya.
Hatinya sangat lelah dan seluruh badannya sakit. Setidaknya dia merasa aman saat bersandar dalam pelukannya.
Mu Zhenan melihat sosok mereka berdua, dia merasa terkalahkan.
Jika dulu ada Tuan Besar Mu, maka sekarang Jiang Nan tidak akan bisa melewatinya.
Dia belum pernah melihat Gu Anran bergantung pada seseorang. Bahkan saat kakak laki-lakinya ada di sampingnya, dia menolak kakak laki-lakinya.
Tapi berbeda dengan Jiang Nan.
Ini berarti sebuah kepercayaan, dia sangat percaya kepada orang ini.
Sayangnya, orang ini bukan dirinya sendiri.
Mobilnya sudah pergi, Mu Zhenan berdiri di bawah cahaya sambil melihat mereka pergi, pikirannya berjalan ke mana-mana.
Di bawah malam yang sama dia melihat mereka berdua pergi, tapi masih ada pria di lantai dua.
Dia berdiri di balkon, sosok rampingnya ditarik oleh sinar bulan menjadi bayangan yang tinggi.
Kesepian, kedinginan dan pandangannya kabur.
“Mereka sudah pergi.” Li Ye berjalan dari belakang dan berbicara dengan suara rendah, “Dia mengatakan ada masalah penting yang harus disampaikan Tuan Muda Pertama.”
Pria itu tidak mengatakan apapun, hanya melihat gerbang halaman Paviliun Wangjiang.
Sampai dia tidak bisa melihat bayangan mobil itu, dia berbalik melihat Li Ye dan berkata, “Kamu yang mengatur.”
Mata Li Ye berbinar dan langsung berkata, “Baik.”
__ADS_1