Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 338 Kemarin Malam


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Wanita yang sudah pernah digunakan dia……


Masalah ini, semua orang di dalam ruangan ini tidak ada yang tidak tahu.


Hello! Im an artic!


Tapi, jika dikatakan terus terang seperti ini, seketika membuat suhu ruangan menjadi rendah.


Meskipun sudah diketahui dari awal bahwa dia akan bertemu dengan tuan muda Mu, dirinya harus benar-benar mempersiapkan keberanian dalam menghadapinya.


Tapi, Gu Anran tetap saja tidak menyangka bahwa suasananya akan secanggung ini.


Jiang Nan juga terdiam sejenak. Setelah itudia menggandeng tangan Gu Anran, menekannya pelan.


Hello! Im an artic!


“Kakak tertua, wanita dinikahi untuk disayang. Soal bagaimana aku memakainya, ini harus ditanyakan langsung pada Gu Anran.”


Dia menunduk kepala melihat wanita di sampingnya, dia tersenyum seperti dulunya: “Gimana? Bagaimana rasanya dipakai? Cukup puas, ‘kan?”


Gu Anran termenung, wajah kecilnya itu seketika memerah.


Bagi wanita, mana mungkin pembahasan ini tidak bisa membuat orang malu?


Dia hanya bisa mengambil minuman di atas meja, meminumnya dengan menunduk kepala, berpura-pura kesal dan tidak mau menjawabnya.


Tapi seketika ini, hatinya menjadi terasa hangat.


Ucapan kakak tertua Mu ini sangat menghina. Tapi, Jiang Nan malah membalik pertanyaan itu menjadi orang yang “memakai”nya itu seolah-olah dia.


Ucapan ini memang memalukan, tapi ini juga yang dapat membuat dirinya merasa dihargai.


Tatapan Nan Gongyu dan Lu Qing serentak ada pada Jiang Nan.


Kakak kedua kali ini terlihat sangat serius.


Tentu saja, wanita yang berani dibawa pulang pasti merupakan orang yang akan diperlakukan dengan baik.


Hanya saja mereka tidak menyangka, tekad kakak kedua bisa hingga seperti ini.


Sebenarnya apa yang berbeda dari sosok wanita ini? Pertama, kakak tertua menginginkannya, sekarang malah kakak kedua juga menginginkannya.


Tentu saja, tuan muda Mu yang sekarang ini, telah memperkuat kekuatan dirinya sendiri setelah pulang dari Ali Khan.


Tapi saat pergi, dia telah melewati rintangan hidup dan mati, sangat berisiko.


Mungkin saja Nan Gongyu belum terlalu jelas soal masalah ini. Lu Qing lah yang sesungguhnya menemani Mu Zhanbei pergi ke Ali Khan.


Dan juga sesungguhnya menyaksikan bagaimana Mu Zhanbei dapat bertahan hidup dari peperangan berdarah.


Sekarang kelihatannya kakak tertua masih marah, sedangkan kakak kedua berniat tulus ingin meminta maaf padanya. Namun, dalam masalah wanita seperti ini…..

__ADS_1


Demi mengurangi tekanan suasana sekitar, Nan Gongyu pun menuangkan bir kepada semua orang, dan dia juga menuangkan minuman ke Gu Anran.


“Kita berempat sudah lama tidak berkumpul lagi. Jarang-jarang kita dapat berkumpul seperti malam ini. Mari jangan bahas yang lain. Minum dulu saja!”


Dia mengangkat gelas, dan meminumnya hingga habis sebagai tanda penghormatan.


Lu Qing tidak berbicara, dia mengambil gelas itu dan meneguk hingga habis. kemudian mulai menghabiskan botol bir miliknya sendiri itu.


Jiang Nan dan Gu Anran saling bertatapan mata, kemudian, Jiang Nan menatap Mu Zhanbei, suaranya pelan: “Kakak tertua, aku ingin…… tunangan dengan Gu Anran, aku harap kamu……”


“Kamu yakin, apakah keluarga Jiang kalian bersedia menginginkan wanita yang telah ditinggalkan oleh keluarga Mu?” Mu Zhanbei mendengus dingin.


Hati Gu Anran menciut. Tuan muda Mu malam ini bersikap keterlaluan.


Tapi, ini semua ada di dalam perkiraan. Kali ini dia hadir bersama Jiang Nan, maka mereka harus menghadapi segalanya bersama.


Dia juga tidak ingin Jiang Nan kehilangan teman terbaiknya hanya karena dirinya.


Dia berkata pelan: “Aku akan berusaha……”


“Berusaha berpenampilan menarik di atas ranjangku, atau, berusaha menyenangkan hati pasangan barumu?”


Jari tangan Gu Anran gemetar, Jiang Nan memegang erat tangannya, lalu menatap kembali Mu Zhanbei.


“Kakak tertua……”


“Mungkin kamu belum tahu ya?” Mu Zhanbei menatapnya, kemudian mementik rokok, dan menghisapnya tanpa peduli apa pun.


“Dia kemarin malam baru saja menemaniku bermain di atas mobilku selama 2 jam. Sekarang kamu memberitahuku bahwa kamu mau tunangan dengan wanita ini?”


Gelas yang ada di tangan Gu Anran tiba-tiba jatuh ke atas meja, minuman yang ada di dalamnya pun tumpah.


Tidak ada orang yang berbicara. Bahkan Nan Gongyu yang biasanya pandai mencairkan suasana pun seketika kehilangan kemampuannya.


Sementara tatapan Lu Qing terhadap Gu Anran sama jengkelnya sejak awal.


Tapi jika dipikirkan lebih dalam lagi, sebenarnya wanita ini ada satu sisi yang membuat orang kasihan.


Di atas mobil kakak tertua…… Sebenarnya masalah ini tidak perlu dipikirkan lama pun bisa ditebak apa yang terjadi.


Tubuh Jiang Nan memancarkan hawa dingin!


Dia bukanlah orang yang ekstrovert, bahkan biasanya dia hanya diam dan tenang. Tapi sekarang, seluruh duri dingin yang ada ditubuhnya akhirnya terbuka lebar.


Masalah ini, dia tidak tahu!


Jika dia mengetahuinya, malam ini, pasti tidak akan membiarkan Gu Anran datang bersamanya!


Pasti, karena dia tidak ingin dia diperlakukan dan dihina seperti itu!


Gu Anran mengira dirinya bisa menghadapi semua ini dengan tenang, tapi setiap kali kata-kata yang dikeluarkan Mu Zhanbei begitu kejam dan menusuk. Dia tahu, dirinya tidak mampu menerima olokan yang begitu besar.


“Gu Anran……”

__ADS_1


“A-Aku masih ada urusan, aku pergi dulu.”


Dia tiba-tiba melepaskan tangan Jiang Nan, lalu berlari keluar dari ruangan itu.


Jiang Nan terburu-buru berdiri, sedangkan Mu Zhanbei mengangkat dagunya. Lu Qing juga melangkah dengan cepat dan menahan Jiang Nan.


“Kamu jelas tahu bahwa dia adalah perempuan milik kakak tertua!” Lu Qing tidak berekspresi, dan tubuhnya yang berotot itu seketika menjadi tegang.


Dia bukannya ingin membantu kakak tertua menghadapi kakak kedua. Mereka adalah teman baik. Di antara mereka, tidak ada yang dimaksud dengan siapa membantu siapa.


Ini semua, karena Gu Anran.


Jika di dunia ini tidak ada wanita seperti ini, segalanya tidak akan ada masalah!


Mu Zhanbei bersandar di sofa, menyilangkan kakinya yang panjang, lalu merokok dengan santai.


“Kakak tertua, sebenarnya apa maumu?” Jiang Nan menoleh kepala menatapnya, jelas dia merasa panik.


Jika ingin keluar, dia harus berhadapan dengan adik keempat. Tapi, sebagai teman terbaik, dia tidak akan melawannya selain saat latihan.


Mereka berempat pernah bersumpah, selamanya tidak akan melawan teman terbaik sendiri.


Tapi Jiang Nan benar-benar panik. Setelah Gu Anran dipermalukan oleh kakak tertua, dia keluar begitu saja. Jiang Nan khawatir dia akan dalam bahaya.


Di tempat seperti ini, tidak kenal dengan orang dan sekitar. Jika terjadi sesuatu bagaimana?


“Bukankah pertanyaan ini seharusnya aku tanyakan padamu?” Tunangan? Apakah bocah ini serius?


“Aku entah sudah berapa kali bermain dengan tubuhnya itu. Bahkan dia telah mengandung anakku……”


Setelah berlalu satu bulan lebih, Mu Zhanbei mengira dirinya akan merasa bosan saat mengungkit masalah ini.


Tapi, anak yang tidak berkesempatan lahir di dunia ini bagaikan pisau yang tajam, seketika melukai hatinya, bahkan hingga bercucuran darah!


Dia menolak untuk memikirkan hal sedih itu, dia hanya menatap Jiang Nan, dan berkata pelan: “Kamu ingin tunangan dengan dia, kamu sengaja?”


“Aku tidak pernah melakukan hal itu dengan sengaja. Kakak tertua, jika kamu menyukai dia, mohon kamu hargai dan hormati dia……”


“Ha? Suka? Memangnya dia pantas?”


“Kakak tertua! Saat itu dia pergi meninggalkanmu, demi kamu sendiri!”


Mu Zhanbei tertawa tidak peduli. Jiang Nan berkata dengan suara rendah: “Anak itu gugur tanpa disengajai saat dia akan kembali. Dan bukan seperti yang dia katakan, sengaja diaborsi!”


Jari tangan Mu Zhanbei agak tegang, rokok di tangannya itu hampir saja jatuh ke lantai.


Segera, dia menjepit erat lagi rokok itu, mengangkat tangan, menghisap pelan.


Dia mengangkat alis, bahkan tampak tidak peduli: “Ha?”


Jiang Nan sebenarnya merasa sakit hati! Dari awal dia juga merasa ragu, tapi semakin banyak keraguan ini membuatnya semakin sakit hati, apalagi saat melihat Gu Anran dipermalukan seperti itu!


Dia berkata dengan suara berat: “Masalah ini, dia sebenarnya tidak ingin mengatakannya. Tapi, kesalahpahamanmu terhadap dia, terlalu dalam!”

__ADS_1


__ADS_2