
Hello! Im an artic!
Mu Zhanbei menatapnya dengan acuh tak acuh, Nan Gongyu seketika merasa dirinya terperangkap di dalam gudang es.
Gudang es yang tidak akan pernah meleleh, yang dinginnya bisa membuat gigi gemetar.
Hello! Im an artic!
“A-a-aku, aku…… aku hanya bercanda, hehe……”
Astaga! Ada apa dengan kakak tertua malam ini?
Tadi saat mendengar kakak kedua mau membawa keluarga kemari, gelas bir pecah satu.
Sekarang, dikatakan kakak kedua merebut wanitanya, ekspresinya berubah menjadi seperti ingin membunuh orang.
Hello! Im an artic!
Atau jangan-jangan, kakak kedua benar-benar…… merebut wanitanya?
Atau jangan-jangan, pacar kakak kedua adalah…… dari kakak tertua……
Nan Gongyu menggosok hidungnya, tidak berani berpikir, tidak berani bertanya.
Dia hanya diam-diam menggeser, mengambil remote AC di atas meja, diam-diam meninggikan suhu udara ruangan.
Suhu dingin seperti ini, mau buat orang kedinginan ya?
Ruangan yang mereka sewa ini ada di sebelah timur, di sekitar sini hanya ada satu ruangan. Biasanya tidak akan ada orang lain yang berlalu-lalang selain pelayan dan mereka sendiri.
Saat ini, terdengar suara langkah kaki dari luar pintu, jelas ini adalah langkah kaki Jiang Nan membawa pacarnya.
Nan Gongyu tiba-tiba gugup, dirinya juga tidak tahu kenapa dirinya panik.
Pokoknya, panik.
Sepertinya akan ada hal mengerikan yang akan segera terjadi.
Di luar pintu, ada pelayan yang melayani Jiang Nan dan Gu Anran untuk masuk dalam ruangan.
Perkumpulan 4 tamu VIP, dan ini pertama kali salah satu dari mereka membawa wanita. Mereka juga sangat penasaran dengan kehadiran pacar Jiang Nan ini.
Namun meski penasaran, siapa pun tidak berani banyak berpikir, atau pun bertanya.
Pelayan-pelayan itu melayani mereka, memberi hormat: “Tuan muda kedua Jiang, dan nona ini, silakan masuk!”
Gu Anran merangkul lengan Jiang Nan, tubuhnya agak gemetar.
Jiang Nan mengulurkan tangan, dan menepuk tangannya pelan, menundukkan kepala menatap wajah yang gugup itu.
Jika tidak sanggup, maka mereka tidak aka masuk.
Gu Anran mengangkat kepala menatapnya, menggelengkan kepala.
__ADS_1
Mereka sudah tiba di lokasi. Jika ketakutan di saat ini, bukankah sudah sangat terlambat?
Karena ingin memutuskan hubungan ini, maka harus putus dengan jelas.
Agar tuan muda Mu tahu bahwa dirinya sudah bersama dengan Jiang Nan. Dengan begini, tuan muda Mu pasti tidak akan pernah mencarinya lagi.
Dan, tidak akan berbuat hal yang mengerikan lagi, terhadapnya.
“Baik, ayo masuk.” kata Jiang Nan dengan suara pelan.
Gu Anran menarik nafas dalam, mengangguk kepala. Setelah pelayan membukakan pintu, dia memegang erat tangannya, dan masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan, hati Nan Gongyu semakin gugup bersamaan dengan langkah mereka masuk ke dalam ruangan.
Dia sangat takut, takut pemikirannya itu menjadi nyata, takut wanita yang masuk bersama Jiang Nan itu adalah calon istri kakak tertua.
Tapi saat melihat wajah Gu Anran yang hampir sempurna itu, dia segera menarik nafas lega.
Untung saja, bukan calon istri kakak tertua yang jelek itu, untung saja!
Namun, rupa wanita ini, kenapa terlihat familiar?
Lu Qing mendengus, dia mengambil gelas bir, lalu meminum dalam seteguk.
Meskipun biasanya adik keempat juga sangat menyukai minum bir, tapi, minum bir dalam seteguk bukanlah hal biasa.
Mu Zhanbei tidak berekspresi. Tapi Nan Gongyu dapat merasakan, sejak Jiang Nan dan pacarnya masuk, hawa sekitar tubuh Mu Zhanbei dingin, hingga membuat orang merasa tidak tahan berada di sekitarnya.
Hawa seperti ini, kenapa rasanya seperti wanita ini pernah menyinggungnya?
Orang yang barusan datang ini adalah tamu, selain saudara mereka sendiri, satu lagi adalah orang yang baru pertama kali dibawa datang.
Orang-orang ini terlihat dingin, apa tidak khawatir membuat wanita ini ketakutan?
Namun, kenapa wajah wanita ini semakin terlihat familiar?
Tapi, secantik ini, seharusnya tidak pernah bertemu.
“Tidakkah seharusnya kamu perkenalkan dia?” Nan Gongyu menatap Jiang Nan, memaksakan senyuman yang rasanya santai.
Jiang Nan mempersilakan Gu Anran duduk, kemudian diam-diam menekan tangannya, lalu memperkenalkannya: “Dia adalah pacarku, Gu Anran.”
Bermarga Gu lagi? Wanita yang disukai kakak tertua dan kakak kedua memiliki marga yang sama?
Tunggu sebentar, Gu Anran?
Nan Gongyu biasanya tidak terlalu menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan wanita, tapi, nama ini…… nama ini!
Segera, Nan Gongyu berdiri, menundukkan kepala melihat Gu Anran yang duduk tidak jauh darinya, menunjuknya, tangan yang menunjuknya itu bergetar.
“Gu Anran, Keluarga Gu…… Nona ketiga, kakak tertua, kamu adalah kakak tertua punya……”
Dia tidak menyelesaikan kata-kata di belakang, tapi, siapa yang tidak mengerti maksudnya?
__ADS_1
Benar! Siapa yang tidak tahu? Siapa yang tidak tahu bahwa Gu Anran adalah calon istri kakak tertua dulu?
Meskipun kakak tertua tidak menginginkan wanita itu, tapi, dia tetaplah wanita milik kakak tertua dulu!
Dia…… dia telah menjadi milik kakak tertua! Lalu apa yang dilakukan kakak kedua? Mengapa dia menjadikan wanita milik kakak tertua sebagai milik sendiri?
Apa maksudnya?
Gu Anran terus mengopek jari tangannya sendiri, setelah rasa gugupnya berkurang, dia mengusahakan diri agar dapat tenang.
Dia mengangkat kepala menatap Nan Gongyu, lawan bicara ini terlihat terkejut, sedangkan dirinya tampak berlapang dada.
“Benar, aku adalah Gu Anran, nona ketiga keluarga Gu. Anda adalah tuan muda ketiga Nan Gong, ‘kan? Senang berjumpa denganmu!”
“S-senang berjumpa denganmu……” Wanita itu, tidak terlihat menyebalkan.
Nan Gongyu juga akhirnya teringat, mengapa dia terlihat begitu familiar, tapi tidak ingat jelas siapa dia.
Itu karena, saat dia bertemu dengannya, wajahnya itu tidak seperti ini, dulu itu jelas di wajahnya ada banyak flek, dan terlihat kusam.
Namun sekarang, wajahnya ini bersih cantik meski tanpa kosmetik.
Meskipun dia terlihat agak pucat, tapi, kepucatan ini tidak mempengaruhi kecantikannya, justru malah membuat pria merasa ingin melindungi wanita lemah.
Dia berubah menjadi lebih dan lebih cantik sekarang.
Secantik apa pun, dia tetaplah hanya seorang wanita. Apakah kakak kedua tetap menginginkan dia yang sudah pernah dimainkan oleh kakak tertua?
Nan Gongyu tidak mengerti, bukankah ini jelas dia menampar wajah kakak tertua?
Gu Anran duduk di sisi Jiang Nan, dia bukannya tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan semua orang.
Tapi, dia telah membuat pilihan, jadi tidak perlu takut-takut lagi.
Pada akhirnya, ini semua tetap harus dihadapi.
Tatapan mata Jiang Nan terhenti di tubuh Mu Zhanbei: “Kakak tertua, bagaimana kabarmu belakangan ini?”
“Cukup baik.” Mu Zhanbei meletakkan gelas kosong itu, lalu mengambil botol bir di samping, sambil mengayunkannya.
Jiang Nan menerimanya, mengangkatnya, lalu meminum habis sebotol anggur merah itu.
Gu Anran menatap dia, sebotol anggur merah diminum habis, tapi wajahnya tidak memerah sedikit pun.
Karena, dia biasanya tidak suka meminum bir saat bersama dirinya.
Jiang Nan meletakkan botol kosong itu, lalu menatap lagi Mu Zhanbei: “Terima kasih!”
Lu Qing juga ikut mengambilkan sebotol anggur, Jiang Nan mengambilnya lagi.
Gu Anran sedikit khawatir, dia menarik-narik lengan Jiang Nan pelan.
Semua gerakan kecil ini masuk ke dalam mata Mu Zhanbei.
__ADS_1
Tatapan dingin itu, menyimpan perasaan yang tidak berani dilihat siapa pun, dia tiba-tiba tertawa: “Adik kedua, wanita yang sudah pernah kugunakan, bagaimana rasanya?”