Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 186 Pernikahanku Kuputuskan Sendiri


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Siang tadi sudah sadar. Sekarang kondisinya sangat stabil, hanya sedikit lemah.”


Gu Anran masih mengkhawatirkan nyonya besar, Li Ye masih merasa bersyukur.


Hello! Im an artic!


Tapi, percobaan bunuh diri Gu Weizi yang tidak berhasil, nyonya muda tampaknya tidak menyebutkan masalah ini sama sekali.


Dia sangat dingin terhadap Gu Weizi.


Meski Li Ye tidak terlalu menyukai Gu Weizi, tapi setelah kebakaran di rumah belakang, bahkan dia tidak bisa tidak menyukai gadis itu lagi dan hanya bisa menghormati Gu Weizi.


Seorang penyelamat nyonya besar adalah tamu mutlak bagi seluruh Keluarga Mu!


Hello! Im an artic!


Terlebih lagi, kondisi gadis itu masih seperti sekarang ini.


“Nyonya muda, Nona Kedua Gu ada di Paviliun Wangjiang. Apa Anda ingin pergi melihat keadaannya?”


“Dia sudah mati?” tanya Gu Anran.


Li Ye tertegun, menghela napas dengan tidak berdaya, “Nyonya, dia bukan sedang main-main. Kali ini… dia benar-benar bunuh diri hingga hampir mati.”


“Kalau begitu aku akan pergi menemuinya.” Li Ye bilang dia bukan main-main, Gu Anran juga sangat ingin pergi melihatnya. Gu Weizi ingin lihat apa kemampuan aktingnya telah mencapai level yang baru.


Tanpa diduga, bahkan Li Ye dan Mu Zhanbei saja tidak bisa melihat bahwa gadis itu pura-pura mau bunuh diri?


Tapi, melihat penampilan Gu Weizi saat ini, Gu Anran masih terpana.


Wajahnya pucat, napasnya lemah, seperti orang yang sudah hampir mati.


Ini bukan akting, hanya saja, dia memang benar-benar kehilangan banyak darah dan hampir mati.


Ye Han bilang saat pelayan menemukan dia bunuh diri, Gu Weizi sudah dalam kondisi syok.


Kalau ditemukan beberapa menit lebih lambat, mungkin akan sulit diselamatkan.


Gu Anran tidak mengerti. Dipikir seperti apa pun dia tidak mengerti.


Menyelamatkan nenek itu nyata, bunuh diri juga nyata, apa ini masih Gu Weizi yang dia kenal?


“Sekarang kamu masih berpikir kalau dia itu akting?”


Pria yang berdiri di depan pintu bertanya dengan santai.


Gu Anran tiba-tiba ingin tertawa.


Benar, dia masih merasa Gu Weizi sedang akting. Tapi kali ini, tidak ada kesalahan sedikit pun!


Bagaimana bisa seorang Gu Weizi yang sedang merencanakan segala sesuatu untuk merebut prianya, hingga pada akhirnya mengatur pembunuh untuk membunuh dirinya, bisa tiba-tiba menjadi begitu lemah?


Apa gadis ini bahkan tidak takut pada kematian lagi?


“Benar, aku masih merasa dia sedang akting. Aku tidak memiliki sedikit pun simpati padanya.”


Gu Anran menoleh, tatapannya bertemu dengan Mu Zhanbei. Keras kepala, bahkan bisa dikatakan luar biasa keras kepala!

__ADS_1


Mu Zhanbei tidak menjawab, matanya yang tajam itu tertuju pada Gu Anran.


Dan yang menarik perhatiannya, selain sepasang mata yang tanpa kehangatan itu, masih ada luka di dahi pria itu.


Waktu sehari rasanya seperti sudah seumur hidup.


Dia bahkan sedikit lupa, bagaimana mereka berdua menghabiskan malam.


“Aku kembali dulu untuk beristirahat.” Gu Anran melewati Mu Zhanbei dan berjalan melewati sisinya.


Mu Zhanbei tidak mempersulit, jadi Gu Anran pun kembali ke kamarnya dengan mulus.


Dan Tuan Muda Mu, masih berdiri di depan kamar rawat Hantu Weizi itu, entah sedang menatap wanita itu sambil melamun atau tidak.


Setelah mengunci kamarnya sendiri, duduk di bawah pancuran air hangat, Gu Anran memeluk lututnya. Tiba-tiba dia merasa sedih dan ingin menangis.


Kalau dia tahu di mana masalahnya, meski ada ribuan rintangan, dia juga akan mengkonfirmasi dan mengungkapnya!


Tapi kali ini, dia sama sekali tidak bisa melihat di mananya yang tidak beres.


Semuanya tampak seperti sudah semestinya dan begitu terstruktur.


Mereka semakin mengira Gu Weizi adalah orang yang baik. Sekarang, bahkan Tuan Muda Mu juga mulai mengasihani Gu Weizi, bukan?


Gu Anran memang tidak pernah berpikir untuk bersama dengan Mu Zhanbei, tapi dia tidak rela!


Tidak rela orang yang di kehidupan sebelumnya menyuruh orang menabrak mati dirinya, bisa mewujudkan keinginannya begitu saja untuk berada di sisi Tuan Muda Mu.


Dan Gu Anran sendiri dan pria itu… hehe, hatinya sungguh sedih.


Perasaan itu memang tampaknya seperti tidak ada. Setiap Gu Anran ingin memastikan benar-benar ada atau tidaknya, perasaan itu sudah terbang pergi.


Perasaan yang dingin terus merasuk sampai ke lubuk hatinya.


……


Mu Zhanbei saat ini tidak berada di kamar rawat Gu Weizi.


Tak lama setelah Gu Anran pergi, dia juga pergi. Hanya saja, malam ini di Paviliun Wangjiang telah kedatangan seorang tamu tambahan.


Setelah pelayan mengantarkan teh, tuan besar melambaikan tangannya dan meminta semua pelayan di ruang tamu agar segera undur diri.


Tuan besar ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan tuan muda pertama. Orang yang tidak berkepentingan, siapa yang masih berani tetap tinggal?


Bahkan Li Ye juga undur diri.


Mu Zhanbei duduk sampai memegang cangkir, jari-jarinya yang panjang mengelus tepian cangkir dengan lembut, sungguh tidak ada keinginan untuk meminumnya.


Cucu ini, sungguh luar biasa.


Tenang, kalem, dan agung. Seperti pangeran, tapi juga seperti seorang raja.


Bahkan saat tuan besar melihatnya, tanpa sadar ada rasa kagum yang terlintas di matanya.


Asal tahu saja, dalam hidup Tuan Besar Mu, dia hampir tidak pernah mengagumi siapa pun.


“Bagaimana hubunganmu dengan Nona Ketiga Gu?” tanya Tuan Besar tiba-tiba.


“Baik.” Mu Zhanbei menjawab dengan santai. Hanya saja, tidak tahu hal itu sungguhan atau bohongan.

__ADS_1


“Kalau memang baik, pikirkan cara untuk membiarkan dia kembali ke rumahnya.”


Tuan besar langsung masuk ke topik pembicaraan Dia menatap mata Mu Zhanbei dengan tajam.


“Berapa banyak ganti rugi yang dia mau, berikan padanya. Nenekmu sekarang tidak akan keberatan. DI hatinya sudah ada kandidat yang lebih baik.”


“Nenek yang mengatakan padamu?” Mu Zhanbei tidak menanggapi ucapannya.


Dia mengangkat tangannya dan meminum semua teh di cangkir tersebut.


Gelas kosong dia remas di telapak tangannya untuk dimainkan, gerakan seperti ini tampak seperti semua ada di bawah kendalinya.


“Sejak dia bersedia tinggal bersama Gu Weizi, kamu harusnya sudah bisa lihat kalau dia lebih menyukai Gu Weizi.”


Ucapan Tuan Besar, Mu Zhanbei tidak membantah.


Dia tidak tahu kenapa nyonya besar menyukai Gu Weizi, tapi dia tahu hal itu dalam hatinya.


Gu Weizi adalah cucu nyonya besar, nyonya besar bukan menyukainya, dia hanya merasa bertanggung jawab.


“Jadi pernikahanku, harus dilakukan dengan mengikuti keinginan kalian?” Mu Zhanbei tertawa, tawa itu sedikit dingin.


Tuan besar memahami hal ini, Mu Zhanbei pasti akan tidak suka.


Tapi, dia masih punya alasannya sendiri.


“Awalnya kamu bertunangan bukankah demi membuatnya senang? Sekarang, aku ingin kamu bersama dengan Gu Weizi, mengirim Nona Ketiga Gu pulang, ini juga demi membuat nenekmu senang.”


Ketika tuan besar mengatakan hal ini, sama sekali tidak ada sedikit pun keramahan.


Tentu saja bagi dia, keramahan ini sama sekali tidak sebanding dengan uang.


“Terlebih lagi sekarang Gu Weizi sudah menjadi penolong Keluarga Mu kita. Kebaikan ini harus kita balas.”


“Kalau begitu biarkan Mu Zhenan bertunangan dengannya dan membayar dengan seumur hidupnya.”


Mu Zhanbei meletakkan gelas di meja, pergerakan tangannya sedikit keras hingga mengeluarkan suara beradu saat gelas itu bertemu dengan meja.


Tuan besar mengerutkan kening dan sedikit tidak senang, “Kamu sudah punya perasaan terhadap Nona Ketiga Gu?”


Mu Zhanbei tidak menjawab. Kehidupan pribadinya, tidak perlu melapor pada tuan besar.


Wajah tuan besar berubah menjadi suram dan kedua matanya dingin, “Kamu harus tahu, sebuah perasaan bagi Keluarga Mu kita ini sama sekali tidak ada harganya.”


“Lalu apa arti nenek bagimu?”


“Tanggung jawab.”


Mu Zhanbei tidak berbicara lagi. Dia paham karakter tuan besar, mungkin memang benar-benar hanya tanggung jawab.


Tapi dia selalu menjadi orang yang bertanggung jawab. Karena memang tanggung jawab, maka harus dijaga seumur hidup.


Maka sekarang, nyonya besar terlihat sangat bahagia. Lagi pula, ada seorang suami yang begitu menyayanginya.


Namun Mu Zhanbei, tidak ingin hanya karena tanggung jawab, harus menjalani hidup yang terikat selamanya.


“Pernikahanku, aku buat keputusan sendiri. Dua tahun lagi apa aku akan menikah dengan Gu Anran atau bukan, itu juga urusanku sendiri.”


Sikapnya sangat tegas, juga sangat jelas.

__ADS_1


“Mulai sekarang, siapa pun jangan berharap untuk ikut campur dalam pernikahanku.”


__ADS_2