Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 265 Kamu Harus Mengendalikan Dirimu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Keringat, semakin lama semakin banyak di wajah kedua orang itu.


AC di dalam mobil dihidupkan, tapi, suhu di dalam mobil justru semakin naik sedikit demi sedikit.


Hello! Im an artic!


Kedua tangan Gu Anran ditahan di atas dada Jiang Nan. Meskipun dilapisi selapis kemeja yang tipis, tapi masih bisa merasakannya, suhu tubuh di bawah telapak tangannya terus semakin tinggi.


Dia sungguh menyesal dengan mulutnya yang tidak bisa diatur ini. Kalau tahu begini, harusnya dia tidak membicarakan hal ini dengannya.


Tidak ada satu pria pun yang bisa tidak tergerak ketika menghadapi keraguan seperti ini.


Hanya saja dia tidak menduga, dia akan marah sampai seperti ini!


Hello! Im an artic!


“Jiang Nan……”


Tiba-tiba, pinggangnya menjadi berat, dirinya ditarik ke bawah olehnya.


Gu Anran sangat terkejut, memberontak dengan panik, “Jiang Nan, kamu harus mengendalikan dirimu!”


“Kenapa aku harus mengendalikan diri? Kamu……” Jiang Nan menghela nafas pendek sekali, membisik dengan suara kecil, “Bukan lagi wanita siapapun.”


“Tidak, juga bukan wanitamu!” lengannya sedikit ramping, tenaganya hanya begitu kecil, sudah hampir tidak bisa menahannya lagi.


Jiang Nan menutup mata, awalnya hanya tidak ingin melihat wajahnya, dengan begitu mungkin akan bisa mengendalikan dirinya.


Tapi tak disangka, setelah menutup mata, semua pikirannya penuh dengan gambaran diri mungilnya yang terbaring dibawah tubuhnya dan ditindas olehnya.


Sekali memikirkan ini, tubuhnya menjadi semakin erat, keringat di keningnya semakin banyak.


“Aku sedikit……” Tubuhnya ditekan oleh tubuh kecilnya, dia……sudah tidak dapat menahannya!


Kelima jarinya semakin dieratkan di belakang tubuhnya, ketika mau menarik dia ke arahnya, tiba-tiba, terlintas sebuah wajah yang dingin di kepalanya.


Jiang Nan tiba-tiba membuka matanya, yang masuk dalam matanya adalah wajah kecil Gu Anran yang memberontak dengan takut.


Dia dikejutkan oleh dirinya yang hilang kendali itu, tangannya sedikit dilonggarkan, Gu Anran langsung berdiri dari tubuhnya, membuka pintu dengan satu tangan.


Tubuh yang mungil ini, melarikan diri dalam sekejap.


Jiang Nan menundukkan kepala dan melihat dirinya sendiri, celananya terengangkan dengan sangat ketat!


“Sialan!” Dia memaki dengan suara kecil, tidak keluar untuk mengejarnya, tapi hanya bersandar di punggung kursi, menutup matanya.


Dada yang mendidih masih terus naik turun, suara nafas yang terengah-engah ini, membuat malam ini berubah menjadi sedikit tidak jelas.


Kenapa dia bisa bertindak ceroboh pada Gu Anran si anak kecil itu? Wanita gila seperti ini, tipe yang tidak dia sukai dari dulu.


Tapi, tubuh tidak akan membohongi orang. Kecerobohan tadi, apakah membuatnya sangat terkejut?


Dia tidak mengerti ada apa dengan dirinya. Apakah karena, tidak pernah berhubungan dengan wanita?


Apakah sekarang, sekali menyentuh dan tubuh keduanya tersandar menjadi satu, akan membuatnya hilang kendali?

__ADS_1


Apakah dia harus mencari seorang wanita dan berpacaran, untuk membuatnya dirinya lebih normal?


Kalau tidak, dia akan terus teringat wanita ini. Bahkan saat bekerja, terkadang juga bisa memikirkannya, ini benar-benar bukan hal yang baik.


Pasti karena tidak pernah bersama dengan wanita, pikirannya baru bisa dikacaukan dengan gampang seperti ini.


Di saat membuka mata untuk kedua kali, hasratnya sudah kembali tenang sebagian.


Dia menutup pintu mobil, menghidupkan mobil, mengejar ke sana.


Gu Anran berjalan di pinggir jalan, sedang berencana kembali ke gedung kantor Agensi Jiu Yue.


Tapi taman Grup Jiang sangat besar. Di tengah malam, juga tidak ada bus pariwisata yang lewat.


Berjalan dengan mengandalkan kedua kakinya, jarak yang sejauh ini, pasti tidak akan sampai jika tidak menghabiskan waktu setengah jam.


Dari belakangnya, mobil semakin lambat. Ketika sampai di sampingnya, kaca jendelanya diturunkan, wajah Jiang Nan yang sudah tenang muncul di depannya.


“Naiklah.” Suaranya masih terdengar serak, tapi, dirinya sudah tenang.


Gu Anran melihatnya, amat ragu.


“Kamu yang sembarangan bicara, itu hukumanmu!” Wajah Jiang Nan juga tidak begitu senang.


Terjadi hal seperti ini, sekarang bukan dia yang rugi, tapi dirinya sendiri, tahu?


Dia mana ada menindasnya? Justru dia yang sungguh malu.


Gu Anran masih sedikit ragu, “Kamu yakin, kamu tidak akan bertindak sembarangan?”


“Kamu kira kamu itu Bunda Maria?” Jiang Nan mengeluh, sedikit tidak senang, “Apa semua pria akan punya khayalan buruk terhadapmu?”


“Karena dibuat marah olehmu!” Jiang Nan sedikit marah, semua kesan bagus yang dilakukan di depannya, sudah mau runtuh total!


Jelas-jelas dia adalah Tuan Muda Kedua Jiang yang dipuja oleh seluruh wanita di Bei Ling, jelas-jelas dia adalah anak orang kaya, tapi kenapa saat di depannya, selalu begitu mudah marah?


Gu Anran ingin menyangkal, tetapi jika dipikir-pikir lagi, bagian pria itu dicurigai bermasalah oleh dirinya, sepertinya memang lumayan membuat orang marah.


Sepertinya Jiang Nan tidak ada kesabaran lagi, melirik dia sekali lagi untuk terakhir kali, “Mau naik atau tidak? Kalau tidak naik, kamu jalan sendiri.”


Kakinya ditaruh di atas pedal gas, sedang bersiap untuk menambah kecepatan dan pergi.


“Naik!” Gu Anran langsung menjawab.


Akhirnya mobil berhenti, dia membuka pintu mobil, langsung melangkahkan kaki masuk ke mobil.


Tapi kali ini, dia naik ke tempat duduk bagian belakang, tidak mau duduk di depan bersamanya.


Kalau nanti dia mulai gila lagi, bagaimana?


Ketika hampir sampai di gedung Agensi Jiu Yue, Gu Anran tidak dapat menahan untuk membungkukkan badan ke kursi bagian depan, melihat wajah bagian samping Jiang Nan.


“Tapi sebenarnya, Tuan Muda Kedua Jiang, selama bertahun-tahun ini kamu sungguh tidak punya satu pacar pun?”


“Wanita identik dengan hal merepotkan.” Jadi, kenapa mau?


Tanpa sadar pandangan mata Gu Anran melirik ke tubuhnya, sedikit penasaran.

__ADS_1


“Apa sampai sekarang kamu……masih……tidak berpengalaman?”


“Gu Anran!”


“Aku salah! Baiklah, aku akan turun!”


……


Sebenarnya suasana hati Gu Anran malam ini tidak begitu baik. Tapi, setelah dibuat begitu heboh oleh Tuan Muda Kedua Jiang, tak disangka seperti ada keajaiban, dirinya menjadi ceria.


Pada kenyataannya, kehidupan itu pahit dan pendek. Senang, berlalu sehari, tidak senang, juga berlalu sehari.


Setelah lewat sehari, kehidupannya akan berkurang satu hari. Jadi kenapa harus menyulitkan diri sendiri?


Dia masuk dari luar dengan menyenandungkan sebuah lagu, setelah melihat dia masuk ke dalam, Jiang Nan pun pergi.


Lagipula semua orang di dalam gedung kantor ini adalah orang sendiri, kembali sampai sini, tidak akan ada bahaya apapun, dia juga tidak perlu menjaganya.


Bagaimanapun juga dirinya adalah tokoh penting yang sangat terkenal di Bei Ling, sekarang, malah jadi seperti seorang pengasuh.


Hanya dengan pesan asal-asalan dari seseorang, bahkan sampai membuatnya tidak menyelesaikan makan malamnya, melempar sumpit dan langsung kemari.


Takut Mu Zhenan akan bersikap tidak pantas pada anak kecil ini, dirinya datang untuk melidunginya. Kenapa membuatnya jadi pelindung seorang wanita?


Dia sangat sibuk, tahu tidak?


Keluhan Tuan Muda Kedua Jiang ini, tentu saja tidak diketahui oleh Gu Anran.


Saat itu dia mencarinya, katanya hanya kebetulan lewat atau sejalan.


Tapi siapa yang tahu bahwa ternyata kelokan di pertengahan jalannya begitu banyak?


Su Xiaomi dan Qin Zhizhou masih bekerja di kantor. Meskipun gedung kantor ini tidak kecil, tapi, mereka sudah terbiasa berbagi dan memakai satu ruangan kantor.


Melihat Gu Anran kembali dengan menyenandungkan lagu, mata Su Xiaomi menjadi bercahaya dalam seketika.


“Ran Ran, akhirnya suasana hatimu sudah bagus?”


Tidak disangka dengan satu perkataannya ini, membuat semua orang di kantor jadi terdiam.


Semuanya melihat ke arah Gu Anran, takut tiba-tiba dia akan teringat pada hal yang tidak menyenangkan lagi.


Gu Anran menerima pandangan mata semua orang, melihat mereka yang melihatnya dengan kelihatan khawatir, tiba-tiba, hidungnya terasa sedikit sedih.


Orang-orang ini, pasti sudah dikejutkan oleh dirinya yang tidak sadar selama 10 hari 10 malam, kan?


“Aku tidak apa-apa. Malam ini, suasana hatiku lumayan bagus.” Dia berjalan ke sana.


“Karena Tuan Muda Kedua Jiang?” He Lingzhi datang dari luar jendela, “Aku tadi melihat Tuan Muda Kedua Jiang sendiri yang mengantarmu kemari.”


“Ternyata karena pergi kencan dengan Tuan Muda Kedua Jiang, pantas saja suasana hatimu begitu bagus.”


Untung Tian You tidak berada di sini, kalau tidak, akan ada orang yang cemburu.


“Omong kosong apa yang kamu bilang, dia hanya mengantarku kemari karena sejalan.” Gu Anran menaruh tas dan duduk di kursi.


He Lingzhi tidak mempercayainya, “Dia melihatmu masuk, memastikan kamu sudah aman baru pergi. Aku tadi melihatnya dengan sangat jelas dari sini.”

__ADS_1


“Gu Anran, jangan kira kami tidak tahu, kalau kamu berpacaran dengan Tuan Muda Kedua Jiang. Kamu jangan pura-pura bodoh lagi!”


__ADS_2