
Hello! Im an artic!
Jiang Nan mengira, dengan menjelaskan masalah ini mungkin kakak tertua tetap tidak bisa terima, tapi setidaknya, dia tidak lagi semarah itu.
Meskipun maksud dari Gu Anran tidak ingin kembali ke sisi Mu Zhanbei lagi.
Hello! Im an artic!
Kenyataannya dia memahami kekhawatiran Gu Anran, dia tidak ingin hal yang sama terulang lagi, apalagi Mu Zhanbei selalu membuatnya merasa hidup di ujung kehidupan atau kematian.
Dia menatap Mu Zhanbei, berkata dengan tulis: “Sebenarnya orang yang dia suka adalah kamu. Meskipun dia setuju untuk hidup bersamaku, tapi orang yang tinggal di dalam hatinya tidak akan pernah berubah.”
“Kakak tertua, dia memang tidak memiliki kekuatan untuk hidup berdampingan denganmu. Sedangkan kamu 3-4kali berjuang demi dia, bahkan nyawa hampir melayang. Sebagai seorang wanita, dia mana berani untuk tetap berada di sisimu?”
“Hal yang bisa dia lakukan hanyalah menjauh darimu. Selain itu, tidak ada lagi cara terbaik agar kamu terhindar dari bahaya.”
Hello! Im an artic!
Mu Zhanbei hanya menghisap rokoknya dengan santai. Dilihat dari tatapan matanya, dia tidak tergoyahkan sedikipun oleh kata-katanya.
Jiang Nan sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dipikirkannya.
Dia bukan lagi kakak tertua seperti dulu, dia sekarang menjadi lebih dingin, memikul beban berat, dan semakin tidak bisa didekati!
“Kakak tertua……”
“Sudah selesai bicara?” Mu Zhanbei mengetuk puntung rokok, tersenyum dingin, membuat orang merasa tidak tenang.
“Kamu…… tidak mau percaya?” Jiang Nan muram, marah. “Jika kamu tidak percaya, kamu bisa pergi cari tahu di rekam medis rumah sakit! Dia sendiri yang meminta untuk mengaborsi anak. Di rumah sakit ada catatan yang menuliskan ini semua dengan sangat jelas.”
Lu Qing dan Nan Gongyu menatap Mu Zhanbei. JIka masalah ini semua hanyalah sebuah kesalahpahaman……
Tapi, ada apa dengan kakak kedua? Sikapnya seperti ini, rela merendah demi seorang wanita, ini bukanlah sifat aslinya!
Hubungan dia dan Gu Anran akrab hingga tahap ini!
Bahkan, semakin dia rela merendah demi wanita itu, Lu Qing dan Nan Gongyu semakin merasa tidak tenang.
Seorang wanita, dua pria. Cinta segitiga ini jika terus dilanjutkan tidak akan menghasilkan akhir yang sempurna.
Tidak peduli kakak tertua atau kakak kedua, mereka sama-sama bukan orang yang mudah jatuh cinta.
Begitu jatuh cinta, maka akan sulit untuk menghapus itu kembali.
Mu Zhanbei memadamkan rokok di asbak, mengambil gelas, dan meminumnya.
Dia tidak melihat Jiang Nan, tatapan dingin itu tetap tidak berubah.
“Kamu sebagai tuan muda kedua Jiang ingin memodifikasi rekam media rumah sakit, tidak sulit kan?”
__ADS_1
“Kakak tertua!” Jiang Nan seketika sangat emosi. Dia tidak percaya dengan Gu Anran, juga tidak percaya pada dirinya!
Mu Zhanbei tidak inging melihatnya lagi. Dia menggoyang bir yang ada di tangannya. Terakhir, dia mengangkat tangan dan meminum bir itu dalam seteguk.
Kemudian sosok itu berdiri, melangkah menuju pintu keluar.
“Kakak tertua, kamu mau pergi begitu saja?” Nan Gongyu juga ikut berdiri, dia juga kebingungan melihat situasi seperti ini.
Persahabatan selama ini, menjadi kacau hanya karena seorang wanita.
Meskipun tidak sampai titik saling mencelakai, bahkan sekarang semarah apa pun kakak tertua, jika kakak kedua dalam bahaya, kakak tertua juga tetap akan membantunya sepenuh hati.
Namun sekarang ada pembatas di antara persahabatan mereka. Jika masih ingin berdiskusi yang ada tidak sebebas dulu lagi.
“Ayo pergi.” Mu Zhanbei sekali lagi menyalakan sebuah rokok. Dia berjalan menuju pintu keluar, lalu menoleh kepala menatap Jiang Nan.
Dia tiba-tiba meringkuk bibir, tersenyum menyeringai: “Jika kamu bisa menerima kekasihmu sesekali dimainkan oleh pria lain, maka, silakan saja kamu hidup bersamanya.”
“Mu Zhanbei!”
Jiang Nan mendorong Lu Qing dengan kuat, tapi Lu Qing tetap menghalanginya, tidak memberikannya kesempatan untuk menyerang Mu Zhanbei.
Jiang Nan memegang erat telapak tangan, marah: “Kamu jangan keterlaluan!”
“Apanya yang keterlaluan?” Mu Zhanbei tertawa dingin, dingin hingga ke dalam tulang: “Hanya saja aku belum puas bermain.”
Jiang Nan menatap Lu Qing, tatapan dingin Lu Qing pun perlahan menghilang.
“Jangan bersaing dengan kakak tertua, dia kali ini…… serius.”
Lu Qing tidak paham dengan masalah percintaan seperti ini. Tapi seluruh perilaku yang dilakukan kakak tertua ini membuatnya memahami satu hal.
Yaitu, jika ingin kakak tertua melepaskan Gu Anran, maka itu sama saja kakak tertua menyerah untuk hidup.
Tidak peduli itu cinta, atau pun benci, ini semua demi wanita itu.
Lepaskan tangan, bagaimana mungkin?
“Awas.” Jiangn Nan tidak ingin memukulnya. Tapi, ucapan Mu Zhanbei tadi tiba-tiba membuatnya merasa takut.
Dia bilang, dia belum puas bermain.
Lu Qing seperti sedang terpikir sesuatu, pada akhirnya, dia membiarkan Jiang Nan menyelip keluar.
Sosok Jiang Nan pun seketika menghilang dari depan pintu ruangan.
Bahkan Nan Gongyu yang biasanya paling suka berbicara itu saat ini hanya terdiam.
“Mau lanjut minum bir atau bubar masing-masing?” Tanya dia, entah sedang bertanya pada Lu Qing, atau bertanya pada diri sendiri.
__ADS_1
Lu Qing kembali duduk di sofa, mengambil anggur merah yang belum diminumnya, kemudian meneguk.
Dulu, empat orang bersama. Meski tidak bicara, tapi suasananya sangat seru.
Sekarang, setiap orang banyak bicara, dan setiap kata mengandung duri.
Pertemanan seperti dulu, apakah akan kembali lagi suatu hari?
……
Gu Anran merasa dirinya tidak ada harapan lagi.
Dia tidak mengerti mengapa dirinya selalu tidak bisa terhindar dari ini semua!
Dia belum keluar dari KTV, namun dia ditarik keluar melalui pintu belakang, dan langsung dilempar ke atas mobil.
Ini mobilnya Mu Zhanbei. Di dalam sana ada aroma tobacco yang dia sukai!
Tidak lama setelah itu, pintu mobil terbuka, sosok yang bisa membuat orang ketakutan itu hadir di hadapannya.
“Apa yang kamu mau dariku? Lepaskan!”
Tidak ada bedanya dengan yang sebelumnya, sepasang tangannya diikat di atas kepala.
Desain mewah mobil ini seperti sangkar kawat emas yang dibuat dengan penuh niat, mewah tetapi sangat dingin.
“Aku sudah bilang, aku belum puas bermain denganmu. Mengapa aku harus melepaskanmu?”
Mu Zhanbei otomatis menutup pintu mobil, duduk di sampingnya.
Gambaran yang terjadi kemarin malam sekali lagi muncul di benaknya.
Gu Anran ketakutan hingga merinding. Saat jari tangannya yang panjang itu diletakkan di bajunya, dia kesal dan marah: “Aku akan segera tunangan dengan Jiang Nan! Jika, kamu tidak keberatan menggunakan tubuh yang sudah pernah digunakan orang lain!”
“Ha! Tidak apa, nafsuku sudah berubah menjadi lebih buruk. Apakah kamu tidak tahu?”
Mu Zhanbei menundukkan kepala, mata yang hitam dan berkilap itu memancarkan cahaya yang membuatnya merasa asing.
Cahaya itu seperti cahaya mata serigala di malam gelap!
Tubuhnya terus merinding, dia melihat dengan jelas kancing bajunya dibuka satu per satu, namun tidak berdaya.
“Mengapa kamu memperlakukanku seperti ini?” Gu Anran seketika terisak, namun memaksakan diri untuk tidak menangis di hadapannya.
Mu Zhanbei tidak menjawab pertanyaan ini. Seperti merasa ucapannya itu tidak ada artinya.
Hawa dingin tiba-tiba menyebar ke seluruh tubuhnya, membuat tubuhnya yang langsing itu semakin gemetar.
Tatapan dingin Mu Zhanbei itu terhenti di tubuhnya, jari tangan panjang itu meluncur ke tali pinggangnya, piak suara sesuatu terbuka……
__ADS_1