Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 174 Menyuapi Obat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Gu Anran tertegun, dia sama sekali tidak menduga Tuan Muda Mu akan berbicara seperti ini.


Bukankah ini seperti anak kecil yang sedang memperebutkan permen?


Hello! Im an artic!


Kepala Tuan Muda Mu hari ini sudah terkena benturan, tidak benar-benar terbentur sampai rusak, kan?


Kenapa semakin terlihat seperti seorang anak kecil yang tidak masuk akal?


Mungkin karena menyadari bahwa ucapannya sedikit kekanak-kanakan, Mu Zhanbei berjalan ke tempat tidur dengan wajah dingin dan terduduk di sana, mengabaikan Gu Anran.


Gu Anran menggosok pelipisnya, ternyata Tuan Muda Mu sudah bersikap kekanak-kanakan dan malah menjadi marah karena malu sendiri?


Hello! Im an artic!


Tapi Gu Anran tidak mengatakan apa-apa padanya, bersikap kekanak-kanakan ya sudah. Lagu pula, bukan untuk pertama kalinya dalam hari ini.


“Aku tahu kamu sedang sakit, bukankah aku sudah menjagamu sepanjang hari?”


“Kamu mau pergi menjaga pria itu?” Mu Zhanbei mendengus dan tampak tidak senang.


Seorang pria dewasa, hanya demam saja, untuk apa dijaga? Tidak akan sampai mati, kan?


Gu Anran tahu apa yang dia pikirkan hanya dengan melirik wajahnya.


Demam memang tidak bisa membuat orang mati, tapi terkadang juga sangat parah.


Selain itu, jika harus mengatakan penyakit mematikan baru butuh dijaga orang, maka dia sekarang… sepertinya juga tidak terlalu parah, bukan?


“Apa maksud dari tatapan matamu ini?” Mu Zhanbei menatapnya dan wajahnya menjadi dingin.


“Aku tidak perlu dijaga orang, kamu boleh kembali ke kampus sekarang.”


Mulai lagi, apa dia sedang marah?


“Benar-benar ingin aku pergi?” Gu Anran menghela napas dan bangkit berdiri, berpura-pura berjalan ke arah pintu.


“Baiklah, karena Tuan Muda Mu sudah sembuh, maka…aku masih ada urusan, aku pergi dulu.”


Mu Zhanbei benar-benar jengkel pada gadis ini, apa tidak dengar ucapannya itu hanya karena dia marah saja?


Siapa yang membiarkan dia pergi? Apa tidak boleh bercanda?


Gadis ini, benar-benar telah berjalan sampai pintu kamar! Bahkan tidak menoleh ke belakang!


Mu Zhanbei begitu cemas hingga ingin segera menariknya kembali, melemparkannya ke tempat tidur dan memberikannya hukuman yang berat.


Tapi dia sekarang masih seorang yang sakit. Kalau tindakannya begitu lincah dan kasar, gadis ini pasti akan curiga kalau dia telah dibohongi.


“Tuan Muda Mu, aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik.”


Akhirnya dia menoleh!


Mu Zhanbei tiba-tiba jatuh ke tempat tidur dan kedua matanya kosong.


“……” Bukankah tadi baik-baik saja?


Gu Anran mulai menyadari cara kerja pria ini. Apa ini artinya dia tidak menginginkan Gu Anran pergi?


Ah, sekarang sudah tidak tahu pria ini yang menjahili Gu Anran, atau Gu Anran yang membuat pria itu senang.


“Tidak enak badan lagi?” Gu Anran berjalan perlahan kembali ke sisi tempat tidur.


Sebenarnya suasana hatinya malam ini sedikit berat. Lagi pula, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di studio dan memang sedang khawatir.

__ADS_1


Tapi pria ini sungguh sangat imut. Tuan Muda Mu yang begitu imut, seketika membuatnya merasa senang.


“Sudah, aku tidak pergi sudah boleh, kan? Bisakah kamu sedikit lebih ‘sadar’?”


Mu Zhanbei menatapnya, matanya sedikit sedih.


Apa maksud ucapan ini? Mengatakan dia pura-pura sakit?


Dia ini Tuan Muda Mu yang bermartabat, apa mungkin dia akan begitu rendah menggunakan trik berpura-pura sakit?


“Hmph!”


“Waktunya minum obat.”


Hanya beberapa kata, tapi sukses membuat wajah Tuan Muda Mu menegang. Tadi sedang merajuk, sekarang adalah penolakan.


“Tidak usah memasang ekspresi seperti ini padaku. Obat ini harus dimakan. Kalau tidak, aku akan menyuruh perawat untuk melayanimu di sini.”


Mu Zhanbei memelototi dia dengan ekspresi tidak senang.


Gadis ini, sudah berani mempelajari cara ini untuk mengancam.


Gu Anran mengabaikan protesnya, mengeluarkan obat dari nakas dan membukanya, lalu menuangkan segelas air hangat.


Dia menatap pria di atas tempat tidur, “Mau kubantu untuk bangun?”


“Hmph!”


“Kamu mendengus, tapi kamu masih mengulurkan tangan?” Tidakkah ini lucu? Tuan Muda Mu, apa kamu benar-benar normal seperti ini?


Mu Zhanbei memelototinya, sangat geram!” Kamu yang memohon padaku untuk membantuku.”


“Iya, iya. Aku yang memohon padamu agar membiarkanku tetap tinggal, memohon padamu agar aku membantumu, memohon padamu untuk minum obat. Oke?”


Gu Anran tidak senang, membantunya duduk di atas tempat tidur.


“Hmph!”


“Anak baik!”


“……” Mu Zhanbei masih memasang wajah tegas, tapi pipinya tidak bisa ditahan untuk sedikit terasa panas.


Gadis ini bahkan berani menertawakannya! Beraninya gadis ini!


“Kamu… mmm!”


Pil itu dilemparkan ke dalam mulutnya seperti itu dan dia sedang lengah.


Setelah itu, segelas air diantarkan kemari dan didekatkan ke sisi bibirnya.


Karena rasa di mulutnya terlalu pahit, Mu Zhanbei tidak banyak berpikir lagi dan segera minum beberapa teguk air.


Jadi, obat dengan begitulah masuk ke dalam kerongkongannya bersama dengan air, lalu melalui sepanjang kerongkongan untuk masuk ke perutnya.


Obat, bukankah sudah dimakan? Berhasil dalam sekejap!


Mu Zhanbei hanya merasakan pahit di dalam mulut dan perutnya, pahit yang tidak tertahankan.


Wajahnya luar biasa suram dan sungguh akan meledak!


Sudahlah kalau tadi dia disuntik, tapi masih harus memaksanya minum obat!


Obat yang sepahit ini, begitu saja dimasukkan ke dalam mulutnya tanpa persetujuannya terlebih dulu!


“Kamu jangan berlebih… kamu!”


Entah apalagi yang dimasukkan ke dalam mulutnya, rasanya sedikit asin dan manis.

__ADS_1


Mu Zhanbei secara naluriah ingin memuntahkan benda itu, tapi Gu Anran tiba-tiba mendekat dan mengecup lembut di bibirnya.


Wajah Gu Anran memerah, tapi melihat ekspresi pria itu yang begitu dingin, dia tahu dirinya telah berhasil.


“Makan pelan-pelan. Ini plum manis, sangat enak. Dapat menutupi rasa pahit dari obat, kan?”


Mu Zhanbei tidak tahu apa yang dia makan di dalam mulutnya. Dia hanya tahu, ada aroma manis dari gadis itu yang masih tertinggal di bibirnya.


Dia tidak bisa menahan diri untuk menjulurkan ujung lidahnya dan menyapu lembut pada bibirnya.


Gerakan menyihir ini sungguh mengejutkan hati Gu Anran, wajahnya seketika memerah.


Hal terburuk adalah, setelah melihat gerakan refleksnya ini, rasanya sangat ingin mengambur pada pria itu dan…menelannya hidup-hidup!


Gu Anran tidak bisa menahan dirinya untuk menelan air liar dan segera mengalihkan pandangan dari bibir tipis pria itu yang sangat menawan.


Siapa yang bisa menyangka, hanya bibir saja bisa memiliki pesona yang begitu besar?


Rasanya kalau dilihat lebih lama, setiap menit dan detik dapat terjadi masalah.


“Ba.. bagaimana? Enak tidak?” Gu Anran bertanya dengan suara rendah.


“Lumayan.” Pria itu sekali lagi menyapu bibirnya dengan lembut.


Sekarang tampaknya, makan obat bukan hal yang tidak bisa dia terima.


Kalau ke depannya setiap makan obat seperti ini, maka… makan dua kali lebih banyak juga tidak apa-apa.


“Masih ada?”


“Kamu masih mau plum manis?”Gu Anran segera mengeluarkan setoples plum manis dari nakas, “masih.”


“Maksudku, apa aku masih harus minum obat?”


“Hmm?” Gu Anran sedikit tidak mengerti, ini maksudnya… dia berinisiatif ingin makan obat?


“Masih ada…”


Hati Mu Zhanbei seketika bersorak senang, menunggu Gu Anran untuk menyuapkan obat padanya.


Tapi gadis itu malah berkata, “Besok pagi, siang, dan malam masih harus makan.”


Tentu saja dokter tidak hanya meresepkan obat untuk satu kali, obat ini harus dimakan selama tiga hari.


“Malam ini sudah tidak ada lagi?” Mu Zhanbei sedikit kecewa, bukankah ini artinya tidak ada lagi si gadis ini berinisiatif untuk memberinya ciuman?


“Tidak ada lagi. Jangan khawatir, besok pagi baru ada lagi.”


Karena dia masih menolak, Gu Anran tersenyum padanya sebagai sebuah bentuk penghiburan.


Gu Anran membereskan semua obat di nakas.


Mu Zhanbei mengerutkan kening dan menatap obat itu, “Sebenarnya… aku bisa menghabiskan semuanya sekaligus.”


“Dihabiskan sekaligus?” Teori macam apa ini?


“Lagi pula, besok juga harus makan. Sekarang saja habiskan obat untuk besok dan lusa.”


Jika begitu, malam ini boleh mencium lebih banyak…


Dahi Gu Anran secara bertahap ditutupi oleh garis hitam.


Bocah ini, kenapa tiba-tiba menjadi begitu ingin makan obat? Apa supaya dicium lagi?


Kalau tidak, pria ini dari tadi terus menatap bibirnya seperti orang cabul itu apa maksudnya?


Demi berciuman, apa harus menghabiskan semua obat untuk besok dan lusa? Tidakkah dia berpikir terlalu banyak?

__ADS_1


__ADS_2