Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 327 Anakku, Dimana Kamu Sekarang?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Gu Anran kembali ke depan pintu hotel, tidak sampai lima menit, masuk telefon dari Jiangnan.


Dia langsung sampai di depan pintu hotel tempat mereka menyantap makanan, dua menit kemudian, dengan sigap naik ke atas mobil Jiangnan.


Hello! Im an artic!


Perasaanya malam ini pada awalnya terasa tidak mengenakan, tapi, setelah menyelamatkan orang tua tadi, semangatnya bangkit kembali.


“Pergi kemana?” Jiangnan melihat pakaiannya yang sedikit lusuh, bahkan rambutnya pun terlihat acak-acakan, dia mengkerutkan dahi.


Namun, tidak terlihat ada yang tidak beres, maka, kekhawatirannya tadi, sepertinya tidak begitu penting.


Sedikit takut, alasan dia tidak pulang semalaman, karena bertemu dengan Mu Zhanbei.


Hello! Im an artic!


“Tadi melihat orang tua yang tersendat makanan, hampir saja tidak bisa bernafas, maka aku turun tangan untuk menolongnya.”


Suara Gu Anran terdengar sedikit serak, namun terlihat sangat bersemangat, tidak terlihat seperti baru saja mengalami hal yang mengerikan.


Jiangnan menghela nafas, meliriknya sekilas, baru menyalakan dan melajukan kendaraannya.


“Kamu masih bisa menolong orang?”


“Tentu saja, aku pernah mempelajari beberapa tahun pengobatan tradisional, aku berhasil mempelajarinya sendiri!”


Tidak peduli menolong orang atau melatih obat-obatannya, di kehidupan sebelumnya dia adalah ahlinya.


Hanya saja, sang ahli ini tidak pernah sombong, malahan Gu Weizi si wanita jahat yang tidak bisa berbuat apa-apa itu, setiap kali mengaku-ngaku perbuatan yang diperbuat olehnya.


Namun, ini sudah menjadi hal di kehidupan lampau.


Jika diingat-ingat sekarang, sepertinya, benar-benar keterlaluan.


“Kamu pernah mempelajari beberapa tahun pengobatan tradisional cina? Mengapa aku tidak tahu?” Jiangnan menolehkan kepala, meliriknya sekilas.


Bocah ini baru berumur berapa tahun? Delapan belas tahun, berbicara seperti ini tidak takut giginya patah kali.


“Kalau tidak percaya ya sudah.” Gu Anran tahu, ada beberapa pengalaman yang pernah ia lalui, jika dikatakan kepada setiap orang pasti tidak ada yang mempercayainya.


Tentu saja, dia tidak ingin menjelaskannya.


Reinkarnasi? Hal yang tidak mungkin terjadi, orang-orang hanya akan menganggapnya sebagai orang gila.


Walaupun Jiangnan tidak merendahkannya, namun takutnya, dia akan dibawa untuk melihat psikiater.


Reinkarnasi? Apa tidak terlalu berfantasi?


Dia bersandar di kursi, memejamkan mata.


Terlalu banyak pertanyaan di dalam hati Jiangnan, jelas-jelas merasa ada yang tidak beres padanya, dengan pakaian lusuh, dan rambutnya yang sedikit kacau.


Namun, suasana hatinya begitu baik, membuat siapapun tidak bisa melihat peristiwa buruk yang baru saja ia alami.


Tetapi kerutan dahinya, masih sedikit terlihat kegusaran…

__ADS_1


Hanya saja, Jiangnan tidak mendapat kesempatan untuk bertanya lagi.


Setelah Gu Anran memejamkan mata, terdengar sedikit gumam suara, terbangun seketika.


Pukul dua belas lewat malam hari, ternyata, benar-benar sudah larut malam.


Karena dia berkata barusan tadi menolong orang tua, mungkin dirinya yang terlihat berantakan dan kacau saat ini, dikarenakan peristiwa yang barusan tadi terjadi?


Dia selalu berbaik hati seperti ini, melihat orang lain mengalami kesulitan, sudah pasti akan membantu tanpa memperdulikan apapun…


Melihat beberapa helai rambut yang terjatuh di wajahnya, Jiangnan mengulurkan tangan, membantu menyisihkan rambutnya kebelakang telinga.


Namun, tangannya belum sempat menyentuh wajah dirinya, menarik tangannya kembali.


Jika perlakuannya terlalu mesra, akan mengejutkannya.


Menarik kembali tangannya, melihat ke depan ruas jalan, mengendarai mobil dengan tenang.



Hampir pukul satu dini hari, seharusnya, adalah waktu untuk tidur dan istrahat.


Namun karena ada orang tua yang merasa sangat panik, maka, pukul satu dini hari, pintu rumah kediaman keluarga Gu dibuka.


Dengan marga keluarga Gu yang sama, tetapi, keluarga Gu ini berasal dari Lingzhou.


Dan keluarga Gu yang berasal dari Lingzhou, dan keluarga Gu yang berasal dari Beiling, memiliki perbedaan bagaikan langit dan bumi.


Walaupun sama-sama bermarga Gu, namun mereka sama sekali tidak memiliki hubungan kekeluargaan.


Keluarga Gu yang berasal dari Beiling. Hanya keluarga kaya biasa, bahkan kelas sosialita rentetan atas di Beilingpun, sangat sulit untuk mereka tempati.


Di dalam empat keluarga besar di Lingzhou, sudah pasti ditempati oleh keluarga Gu salah satunya.


Di hadapannya ini, adalah kakek dari keluarga Gu yang berasal dari Lingzhou, di Lingzhou, cukup dengan hentakan kakinya pun dapat membuat jantung seluruh warga Lingzhou berdebar-debar!


Gu Minghao tidak tahu mengapa mereka datang kemari, mereka dari keluarga Gu golongan kecil, sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga Gu Lingzhou.


Ye Shuixin menemani Gu Minghao turun ke lantai bawah, setelah mendengar yang datang kemari adalah kakek dari keluarga Gu Lingzhou, hampir membuatnya jantungnya copot.


“Minghao, apa akhir-akhir ini kamu sedang mengurus proyek besar?” Ye Shuixi bertanya beberapa kali, saat mereka turun ke lantai bawah.


Minghao yang sedang tergesah-gesah membetulkan dasi menggelengkan kepala: “Tidak ada.”


Lagi pula, jika memang sedang menggarap proyek besar, tidak mungkin ada hubungannya dengan keluarga Gu Lingzhou, bagaimana mungkin mereka bisa memandang perusahaan kecil mereka?


Bagaikan keluarga Gu mereka yang berharap dapat berbisnis dengan keluarga Mu, jelas-jelas adalah sesuatu yang mustahil!


“Kalau begitu….. ada apa sebenarnya?”


Tengah malam begini, tiba-tiba dibangunkan dari tempat tidur, mata Ye Shuixin saat ini masih sangat mengantuk.


“Mana aku tahu? Coba lihat dulu!” Gu Minghao juga merasa sangat gelisah dan gugup.


Dua orang ini saat berada di belokan tangga dekat dengan vas bunga yang terbuat dari Kristal, melihat sosok seseorang.


Gu Minghao dengan cepat memasukan dan merapikan kemejanya yang belum cukup rapi ke dalam celana, Ye Shuixin seketika panik : “Aku, aku belum berdandan!”

__ADS_1


Tuhan! Di hadapan sosok hebat seperti ini, berani-beraninya bertemu dengan seseorang hebat dalam keadaan seperti ini, terlalu menakutkan!


“Dandan apanya? Orang sudah menunggu! Jika membiarkan orang menunggu lagi, bagaimana jika dia tersinggung?”


Mendekati tangga lantai bawah, suara Gu Minghao mengecil perlahan, takut di dengar oleh orang yang telah menunggu di bawah.


Setelah Ye Shuixin mendengar ucapan ini, mana berani kembali untuk berdandan lagi?


Jika memang membuat orang marah, kelak jika melakukan sedikit hal saja, apa perusahaan kecil keluarga mereka akan lenyap menjadi abu?


Ruang tamu di lantai bawah, para tamu menjamu dan melayani kakek keluarga Gu dan cucu keluarga Gu dengan penuh rasa hormat.


Seluruh pelayan berkumpul, dengan sopan, seakan sedang dalam sebuah perayaan besar.


Ini bukan karena kakek keluarga Gu susah dilayani, namun kenyataannya, nama baik keluarga Gu Lingzhou, terlalu populer dan dahsyat!


“Tuan besar Gu, tuan besar Gu apa kabar!”


Gu Minghao baru saja turun, langsung menghampiri dan menyambut, membungkukan badan, dengan penuh hormat.


Ye Shuixin berada disampingnya, juga menyapa kakek Gu, takut terlihat tidak menghormati.


“Cepat, cepat seduhkan teh kemari, cepat!”


Melihat teh di atas meja teh, Gu Minghao panik :” Di kamarku, di lemari teh terbaik, cepat!”


“Baik baik baik!” Pelayan dengan cepat berlari ke lantai atas.


Gu Jingyuan melambaikan tangan, berkata dengan tenang: “Tidak perlu, sudah begitu malam, tidak baik untuk meminum teh, jangan sungkan.”


“Benar, benar!”


Orang sudah mengatakan tidak baik meminum teh, bagaimana mungkin Gu Minghao berani bermacam-macam?


Hanya bisa berdiri di hadapan kakek keluarga Gu dan cucu keluarga Gu, dengan wajah gugup, dan tangan yang tidak tahu harus ia letakan dimana.


“Duduk saja, untuk apa berdiri?” kakek Gu terlihat lebih ramah dibandingkan cucu keluarga Gu.


Dengan senyum ramah di wajahnya, menatap Gu Minghao dan Ye Shuixin: “Cepat duduk!”


Dua orang ini saling bertatapan, dengan penuh hormat dan segan duduk di atas kursi.


Ye Shuixin diam-diam menyentuh pinggang Gu Minghao, Gu Minghao dengan sangat berhati-hati, melihat kakek Gu: “Itu… itu tuan Gu…”


“Aku ingin bertanya, apa Sangqing pernah tinggal disini beberapa lama sebelumnya?”


Sangqing?


Gu Minghao dan Ye shuixin saling bertatap mata.


Mengapa, mengapa tiba-tiba menanyakan perihal Sangqing?


“Itu, Sangqing dia…” Gu Minghao melirik sekilas sang istri.


Satu bulan yang lalu, Ye Shuixin sudah menceritakan beberapa kejadian kepadanya, membuatnya terkejut bukan kepalang sampai dengan saat ini.


Saat ini, kakek dari keluarga Gu Lingzhou, sosok yang sangat amat penting, bisa-bisanya datang untuk mencari Sangqing?

__ADS_1


“Beberapa tahun yang lalu, memang… memang pernah tinggal disini.”


Tatapan kakek Gu seketika berbinar, Gu Jingyuan langsung bertanya: “Saat dia datang, apa sudah dalam keadaan hamil, dimana anak ini sekarang?”


__ADS_2