Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 126 Tidak Pernah Leluasa Di depannya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Permintaan?


“Tidak, tidak, tuan muda Mu, aku tidak memintanya, sungguh tidak ada, tuan muda Mu …”


Hello! Im an artic!


Tuhan! Dia sudah hampir gila!


Bukankah tuan muda Mu paling benci dengan wanita yang agresif? Dia sekarang begitu agresif, tetapi dia justru… masuk dalam jebakan?


“Tuan muda Mu, tidak … tunggu sebentar, aku, aku masih sakit …”


Telapak tangan besar yang membuatnya gemetar terhenti seketika, dia menundukan kepala dan memandang wajah yang berkeringat karena gugup itu, sambil menaikan alisnya.


Hello! Im an artic!


“Jika sudah tahu sakit, kenapa masih menggodaku?”


“Aku …” Gu Anran tidak bisa berkata sepatah katapun, barusan, bukankah dia sengaja berakting di depannya dan ingin membuat dia membenci dirinya?


Sungguh tak terduga, ternyata hasilnya malah seperti ini.


“Jadi, barusan kamu hanya sedang berakting di depanku?” Suara pria itu menjadi rendah.


Udara di sekitarnya dalam seketika seperti embun yang telah membeku.


Hati Gu Anran merasa tak karuan, ia mengangkat kepala untuk memandangnya, tetapi tidak terlihat sedikitpun amarah di matanya.


Tadi dia begitu gegabah, namun mata ini malah terdiam seperti embun.


Dia … sudah tahu dari awal?


Gu Anran mengeratkan tangan kecilnya, dari matanya yang tenang itu, masih tidak kelihatan apa yang sebenarnya sedang dipikirkan olehnya.


Tapi satu hal yang dapat di pastikan adalah dia memang sudah menyadari aktingnya barusan.


“Jadi kamu tidak ingin bersamaku?” Suara Mu Zhanbei sangat pelan, dan terasa sedikit menakutkan.


” Apakah kamu tidak suka dengan teknik ku yang tidak melayani kamu dengan baik?”


“Bukan.” Dia tidak pernah punya pria lain, bagaimana bisa tahu teknik apa yang bagus?


“Kalau begitu karena apa?”


Gu Anran agak kesal. Apa maksudnya “karena apa”?


Mereka hanya terikat sebuah perjanjian, bukankah itu hal yang wajar jika dia menolaknya?


“Dalam perjanjian tidak ada syarat ini.” Lantas, apakah dia masih perlu alasan untuk menolaknya?


Perjanjian.


Kata ini tiba-tiba menembus hati Mu Zhanbei.


Ternyata dari awal hingga sekarang, wanita ini menganggap hubungan diantara mereka hanya sebuah hubungan karena perjanjian saja!

__ADS_1


Tapi apa yang sebenarnya yang dia harapkan?


Dia mengaku bahwa dia tidak senang, tetapi mengapa dia tidak senang, alasannya agak tidak jelas.


Hubungan perjanjian ini ditentukan olehnya sejak awal.


Sekarang, dia sepenuhnya mematuhi apa yang ada di dalam perjanjian itu, tidak mencampuri kehidupan pribadinya, dan tidak menggangunya, bukankah itu sudah benar?


Gu Anran sungguh tidak bisa menebak apa yang tuan muda Mu pikirkan, napasnya stabil seperti air yang mengalir, namun tetap saja membuat orang tegang.


Jelas-jelas dia merasa bahwa dia tidak melakukan kesalahan apapun, tetapi saat ia memandangnya, dia akan merasa bahwa dia memang sudah melakukan kesalahan.


Bebannya sangat besar.


“Tuan muda Mu …”


“Apakah aku telah mengizinkanmu memanggilku seperti itu?” Dalam perjanjian, bukankah hubungan mereka adalah calon suami istri?


Calon istri mana yang memanggil prianya seperti ini?


Gu Anran bingung sejenak, bukankah dia selalu memanggilnya seperti ini?


“Kalau begitu, tuan muda Mu …” Tatapan matanya mendadak menjadi dingin, membuatnya tak tahan dan mundur perlahan.


Baiklah, dia juga tidak suka dengan panggilan tuan muda Mu, kalau begitu … “Tuan muda?”


Semua orang memanggilnya seperti itu, jika dirinya juga memanggilnya seperti itu. pasti tidak akan salah lagi.


Tak terduga, ekspresi Mu Zhanbei lebih suram dari sebelumnya, seketika dia bangun dari atas tubuhnya dan mengacuhkannya.


Gu Anran juga tidak tahu bagaimana dia telah menyinggung perasaannya, pokoknya sudah sangat jelas bahwa dia sudah menyinggungnya.


Hati pria itu seperti jarum di dasar laut, tidak terlihat dan sulit untuk ditebak.


Dia merapikan bajunya dan duduk, lalu melihat ke punggungnya: “Tuan muda Mu, ada masalah apa malam-malam begini mencari aku?”


Dia tidak ingin berbicara, jika tidak ada masalah memangnya dia tidak boleh mencarinya?


Gu Anran tampaknya semakin memahami sifat Mu Zhanbei, intinya seluruh vila itu adalah miliknya.


Dia bebas muncul dimana pun dia suka, dan tidak memerlukan alasan apapun.


Anak laki-laki polos apaan, huh! Jelas-jelas itu adalah seekor macan yang berbahaya!


Dia akan lebih aman jika berada jauh dari pria ini.


“Tuan muda Mu, aku akan pergi mandi, kamu … silahkan melakukan apa yang kamu mau.”


“Mandi bersama?”


“Tidak!” Gu Anran mengambil satu stel baju tidur dan bergegas ke kamar mandi.


Kamar mandi terkunci dari dalam, dan dia baru merasa aman!


Pokonya dia tidak bersedia bersama dengannya, seolah-olah ia adalah ular berbisa atau binatang buas lainya!


Ketika Mu Zhanbei memiringkan badannya, dia kebetulan melihat sosok bayangnya di pot bunga kristal yang tidak jauh dari sana.

__ADS_1


Dulu ketika wanita-wanita lain melihatnya , itu seperti lebah yang telah melihat bunga, dan akan tergila-gila dengannya.


Sekarang, ketika gadis ini melihatnya, mengapa selalu berpikir bagaimana caranya melarikan diri darinya?


Apakah pesonanya sudah hilang?


Didepannya kenapa ia tidak bisa seperti wanita lain, yang berharap untuk bisa mendekatinya?


Mu Zhanbei berdiri, berjalan keluar dari jendela kearah balkon, dan memandang langit malam di kejauhan.


Ketika Gu Anran keluar, hanya tersisa dia sendiri di kamar.


Kebetulan telepon berdering, dia pergi mengambilnya, sekali melihat layar panggilan masuk, alisnya miring seketika: “Tian You …”


Tidak tahu apa yang dibicarakan oleh pria itu , dan hanya terlihat Gu Anran sedang duduk bersila di tempat tidur, tertawa dengan nyaring.


“Hahaha, si bodoh itu, ha … tidak, biar kuberitahu padamu, itu sungguh bukan masalah Xiaomi, tapi kamu dan Yang Yi terkadang memang bodoh, hahaha …”


“Gadis itu menyukaimu, kamu malah memberikan barang yang dikasih olehnya ke Xiaomi, kamu sungguh ingin mencelakai Xiaomi?”


“… Aku tahu kamu tidak suka, iya aku mengerti, jangan terlalu serius, kalau tidak suka ya sudah, tidak apa-apa, ada aku, aku akan membantumu untuk mengatasinya.”


“Hei, bukan ingin membicarakan masalah ini? Lalu apa yang ingin kamu bicarakan? Tentang klub, Xiaomi yang sudah memberitahumu? Tidak masalah, aku bisa mengatasinya.”


“Ngomong-ngomong, kamu sungguh tidak menyukai gadis itu? Orangnya cukup lumayan dan juga… Oke, Oke, aku salah, Tianyou, Tianyou sayang, aku salah, oke?”


“Tapi orangnya memang lumayan cantik, hahaha …”


Di luar jendela, pria itu memandang gadis yang duduk di tempat tidur melalui tirai tipis itu.


Gaya duduk dia sangat santai, bahkan saking santainya hingga agak kurang ajar.


Saat berada di depannya dia tidak pernah duduk seperti itu.


Dia selalu duduk dengan sopan, punggungnya begitu tegak dan sama sekali tidak leluasa.


Sekarang, dia tertawa hingga membungkukkan punggungnya, kedua kakinya terkadang duduk bersila, terkadang merentangkan kakinya, bahkan terkadang duduk seperti anak laki-laki.


Senyumannya yang sangat bebas, sangat cemerlang, tanpa ditutup-tutupi, dan sama sekali tidak perduli dengan citra dirinya.


Ini semua tidak pernah ditampilkan didepannya.


Senyuman dibibirnya menghilang seketika disaat Gu Anran merasakan ada seseorang yang sedang memandangnya dengan tatapan yang dingin.


Di luar jendela berdiri tegak seorang sosok berbadan ramping, sudah jelas dia memandangnya lewat tirai jendela yang tipis itu.


Disaat keluar barusan dia tidak melihat tuan muda Mu di dalam kamar.


Ditambah lagi lampu di kamar itu terang dan lampu di luar jendela cukup redup, sehingga dia memang tidak bisa melihat dengan jelas ternyata di balkon masih ada orang.


Jadi, dia mengira ia telah pergi, sungguh tidak menyangka bahwa dia belum pergi dari kamar ini.


Baru sadar dirinya masih melentangkan kaki, Gu Anran buru-buru merapatkan betisnya dan merapikan pakaiannya, lalu duduk dengan tegap.


Jari-jari tangan yang sedang memegang telepon juga agak dieratkan, bahkan suara tawanya itu juga ikut menghilang.


“Tiayou, aku masih harus mengurus sesuatu, nanti baru bicarakan lagi, bye.”

__ADS_1


__ADS_2