RISE OF CHIMERA: The Beginning Of This Story

RISE OF CHIMERA: The Beginning Of This Story
~KEHANCURAN ATAU PENGORBANAN~


__ADS_3

Izinkanlah Aku menceritakan sebuah kisah kepada kalian. Sebuah kisah tentang ikatan yang dapat mengubah dunia.Tapi sebelum itu, Aku akan menceritakan awal mula dari kisah persahabatan mereka. Ikatan lama yang akan diganti dengan ikatan yang baru.


Di masa lalu, Zaman Lima Ras Tahun 9900, Periode Gelap ....


Sebuah kerajaan megah yang kokoh berdiri, runtuh tenggelam ke dasar laut akibat hantaman kekuatan otoritas Dewa milik kedua kakak beradik yang sedang bertempur.


Hantaman kekuatannya bahkan membuat lempeng-lempeng benua yang berada di bawahnya ikut bergemeretak hebat.


Selain itu, terdengarlah suara benturan antar lempeng yang menyebabkan terukirnya sebuah retakan yang mulai menjalar ke seluruh dunia menghancurkan apapun yang berada di atas jalannya.


Ketika kerajaan yang tenggelam itu sudah mencapai dasar lautan, tekanan air yang begitu tinggi melucut ke atas permukaan membentuk sebuah gelombang bencana atau bisa disebut sebagai Tsunami yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter menjulang tinggi. Menguras lautan tempat asalnya dan menyapu bersih setiap tempat yang disinggahinya.


“Wahai kakakku, apa begitu besar kebencianmu pada seluruh dunia? Apa begitu besar keinginan jahatmu?”


Pertanyaan itu datang dari seseorang yang memakai pakaian bangsawan berwarna hitam dengan rambut berwarna putih dan dua tanduk sebagai pelengkap, dihiasi dengan mata berwarna ungu yang menyala.


Tubuhnya jatuh ke dasar lautan yang sudah terkuras habis isinya dengan mata tajam yang menatap seseorang yang tengah berdiri membelakangi bulan.


"Time Stop!"


Tiba-tiba saja waktu di seluruh dunia berhenti berjalan. Semua makhluk hidup yang tersebar di penjuru dunia, beserta bencana yang beriringan bersamanya berhenti seketika. Menyisakan dirinya dengan pria yang tengah berdiri di atas daratan.


Disaat mereka berdua sedang bertarung, di atas daratan muncul sebuah lubang hitam yang darisana lah keluar seorang pria tua. Tidak ada yang menyadari itu.


Pria tua itu membawa sebuah tongkat untuk menopang tubuhnya dan satu tangan yang memegangi sebuah bola yang berwarna seperti hamparan luar angkasa.


“Disaat-saat genting ini, aku malah terlambat. Disaat di mana dunia ini sedang dipertaruhkan aku malah terdiam. Pertarungan dahsyat ini tidak akan pernah berhenti. Jika sudah sampai sejauh ini, hanya ada dua pillihan bagi Abyss, menghancurkan dunia atau berkorban.”


Saat selesai mengungkapkan kegelisahan hatinya, tubuh pria tua itu gentar dengan pegangan tongkat yang bergetar ke kanan dan kiri. Tubuhnya tidak kuat untuk menatap akhir dari pertarungan ini.


"Hentikan Ajin, cukup! kita bisa membawa dunia ini menuju kiamatnya!"


"Ini belum cukup Abyss, belum cukup sampai kau mati di tanganku. Tahta yang seharusnya aku dapatkan harus aku rebut kembali, karena aku adalah kakakmu!"


Setelah mengatakannya, pria bernama Ajin itu langsung terjun ke dasar lautan dan mendarat dengan kedua kakinya yang mantap. Sayap hitamnya masih dikembangkan, bersamaan dengan langkah kaki cepat yang menuju ke arah Abyss.


"CIKH ... kau pikir jalan untuk menjadi seorang raja hanyalah sebatas hubungan kakak beradik saja. Apakah pantas bagi seorang raja untuk mengorbankan banyak nyawa demi kebangkitan ras iblis terdahulu!"


"Memangnya kenapa?! aku hanya ingin agar kaum kita menjadi terkenal seperti dulu, agar kaum kita menjadi ras yang paling ditakuti oleh dunia lagi."


Abyss menjadi semakin geram dengan perilaku Ajin, ia sebenarnya masih ingin terus berdebat dengan kakaknya. Tapi, ia tidak bisa melakukannya sekarang karena jaraknya dengan kakaknya sudah semakin dekat.


"Kalau itu maumu, wahai ras Iblis dan ras Dewa beserta keempat ras yang hidup berdampingan di dunia ini.  Hari ini akan aku ikrarkan sebuah pembalasan, pembalasan akan keserakahan kalian akan segalanya ... sihir tipe summon Chimera!"


Dari dalam permukaan muncul seekor monster berkepala lima. Tiga di kepala dan dua di ekor yang menjulang tinggi sekitar 300 meter. Monster itu bangkit berdiri dengan Abyss yang berada di atas kepalanya.


"Sepertinya engkau ingin mengakhiri pertarungan kita dengan true story, baiklah. Kemanakah setiap kehidupan akan berakhir, kemanakah setiap dosa dan doa akan bermuara. Hari ini aku memanggilmu, sang kesia-siaan yang dikhianati karena doanya ... sihir tipe summon Lucifer!"


Dari atas langit muncul sesosok seperti malaikat kematian dengan sebuah sabit bertongkat yang erat di dalam genggamannya.

__ADS_1


Gambaran seorang malaikat sebagai tanda sembahnya pada pemimpin tertinggi dari keenam raja iblis tua.


"END!"


Summon Ajin menuruti perintah tuannya dan mengayunkan sabitnya ke bawah dengan menjadikan bumi sebagai target tebasannya.


"Aku rasa tidak ada pilihan lain, aku harus memilih karena nasib dunia ada di tanganku. Apakah aku akan melawannya dan mengorbankan dunia ini atau ... Re-Creator!" perintah Abyss pada sang Chimera.


Disaat sabit raksasa milik summon Ajin hendak menebas bumi, summon milik Abyss mengeluarkan cahaya putih terang dan cahaya itu mulai menyebar ke segala penjuru bumi.


"Hari ini adalah akhir bagimu dan dunia ini!"


"Heeeh ... kau pikir ocehanmu bisa menggertak diriku!"


Tanpa mereka berdua sadari, pertempuran ini akan berujung pada tenggelam zaman lima ras ke dalam Era Kegelepan. Era yang akan membawa kehancuran karena kejahatan satu orang.


Setelah puluhan abad sesudah pertempuran tersebut, di masa depan, Zaman Manusia tahun 2018, Periode Modern ....


Ada seorang anak yang bernama Yoki, lengkapnya Yoki Mamoru. Yoki berasal dari keluarga miskin yang tinggal di Kota Saiki, Jepang. Dia tinggal bersama ayah dan ibunya yang bekerja serabutan di kota.


Walaupun keluarga Yoki miskin tapi mereka masih bisa membiayai semua kebutuhan sekolah dan biaya keperluannya sehari hari.


Hidup Yoki sebenarnya bahagia bersama orang tuanya, sampai suatu saat ketika Yoki lulus SMP saat dia sudah menerima raportnya.


Walaupun, tidak ditemani oleh kedua orang tuanya. Tapi itu bukanlah masalah bagi dia yang sedari kecil sudah diajari untuk hidup mandiri, karena orang tuanya yang kadangkala pulang terlambat.


Sambil keluar sekolah, dengan membopong rapornya. Yoki kecil langsung pergi ke tempat di mana ayah dan ibunya bekerja untuk menyampaikan kabar gembira ini. Setidaknya nilai raport Yoki tidak buruk dan tidak bagus, hanya tengah-tengah dibandingkan dengan murid lain di kelasnya.


Sesampainya di sana, Yoki mendengar sebuah jeritan yang sangat keras yang terdengar seperti suara orang tuanya yang berteriak meminta ampun kepada seseorang dari dalam rumah tersebut.


"Ayah ... Ibu!"


Yoki berteriak sembari membuka pagar rumah yang tidak terkunci dan berlari ke dalamnya.


Ketika melihat apa yang sedang terjadi di rumah itu, matanya terbelalak dan tubuhnya kaku seperti patung ketika melihat kedua orang tuanya dimarahi dan dipukul oleh majikannya hingga lebam dan luka berat telah menjadi hiasan yang ada di sekujur tubuh mereka.


Saat melihat hal yang semiris itu, tiba-tiba saja hati Yoki serasa terbakar, seperti ada sesuatu yang mau keluar dan perlahan-lahan Yoki mulai kehilangan kesadaran. Dengan ditandai oleh kedua bola mata yang sudah tertutup sepenuhnya. Bisa dikatakan, dia pingsan dengan posisi berdiri.


“Hahaha ... ternyata dugaanku benar, anak dari bawahanku adalah seekor hewan kotor yang layak untuk dimusnahkan. Hari ini aku akan membunuh kalian berdua beserta anak kalian, serta membawa pulang seorang putri yang telah menjelajahi waktu untuk kembali lagi ke zamannya.”


“Ja-jadi kau adalah ....”


“Yah, aku adalah seorang ras Iblis dan jika aku bisa menjalankan misi ini maka aku akan diterima lagi untuk menjadi salah satu dari Titah Kegelapan hahaha ....”


Kedua orang tua Yoki menatap kuatir anaknya, tanpa memperdulikan luka dan lebam mereka. Sedangkan, si pengusaha daging langsung berubah wujud.


Wujudnya begitu menyeramkan dengan tubuh putih yang berhiaskan dua buah tanduk di kepala dan kedua sayap hitam di punggungnya.


*************

__ADS_1


Tujuh jam setelahnya, Yoki pun tersadar dari pingsannya. Tapi, Yoki seperti bingung dia sedang berada di mana. Yoki menolehkan wajahnya ke samping untuk mengingat kembali memori yang telah hilang dari otaknya.


Sesaat setelah ia menoleh, raut wajahnya tiba-tiba berubah. Seperti ketakutan setengah mati saat melihat ayah dan ibunya tergeletak tak bernyawa di lantai dengan tubuhnya yang seperti terkoyak dan darah berlumuran di mana-mana, sontak Yoki yang tidak kuasa melihat kejadian itu langsung syok dan pingsan seketika.


Ketika Yoki terbangun dia sudah berada di rumah sakit. Samar-samar Yoki seperti lupa kejadian yang telah menimpanya dan persis di sampingnya, berdiri seorang bapak yang sedari tadi sedang menunggunya siuman.


“Permisi nak maaf mengganggu, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu namaku Mashashi Minamoto. Saya adalah seorang detektif dari kepolisian setempat. Saya datang ke sini dengan maksud untuk menanyakan beberapa informasi yang mungkin anda tahu tentang peristiwa yang telah menimpa orang tua anda?” tanya bapak itu meminta kejelasan dari peristiwa yang terjadi kemarin.


“Memang peristiwa apa yang telah menimpa orang tua saya pak?” balas Yoki dengan ekspresi yang menampilkan kebingungan.


“Ah mungkin anda sedang syok saat melihat keadaan orang tua anda yang meninggal secara mengenaskan itu sehingga anda pingsan dan tidak ingat apa-apa, kalau begitu izinkan saya agar dapat menceritakan apa yang terjadi di sana,” ujar bapak itu meminta izin kepadanya.


“I-iya,” jawabnya dengan wajah yang berkerut kebingungan.


Mereka mulai bercerita dari alasan mereka tahu tentang kejadian ini. Sebuah laporan yang disampaikan warga, berisi kecurigaan warga setelah mendengar suara teriakan dari dalam rumah pengusaha daging.


Ketika mereka sudah berada di TKP, mereka menemukan dua orang mayat tergeletak di lantai dan Yoki yang pingsan di samping mereka. Kata warga setempat harusnya ada satu orang lagi yaitu si pengusaha daging yang berada di TKP. Tapi saat diperiksa di segala penjuru rumah, mereka sama sekali tidak menemukan apa-apa.


Menunda pencarian itu, mereka melanjutkan pemeriksaan mayat yang tergeletak di lantai. Keadaan kedua orang tua itu sudah sangat mengenaskan dengan tubuh yang terkoyak dan darah yang berceceran di mana-mana.


Identifikasi dilakukan dan hasilnya, kedua orang paruh baya itu adalah orang tua Yoki.


Dugaan sementara menyatakan kalau pembunuhan ini dilakukan oleh si pengusaha daging, karena banyak warga setempat yang berkata sering mendengar tangisan di rumah tersebut, walaupun mereka sebenarnya tidak yakin dengan apa pengusaha daging itu membunuh kedua orang tua Yoki.


Ada juga keterangan yang membingungkan mereka, ada beberapa warga yang seperti mendengar rauman binatang buas yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.


Tapi, mereka mengabaikan keterangan itu dan tetap pada keterangan bahwa yang melakukannya adalah si pengusaha daging.


"Nah, karena Anda lah satu satunya yang berada di tempat itu. Apakah Anda bisa memberikan beberapa informasi yang bisa membantu kami dalam menyelesaikan permasalahan ini?" tanya bapak itu.


“Ayah … Ibu ... daging terkoyak dan darah berceceran di mana mana …,” seketika Yoki mulai mengingat jelas semua kejadian itu dan dia tidak kuasa menahan emosinya.


“Kenapa ... kenapa … ini terjadi kepadaku ... kenapa terjadi di saat yang baik ini ... kenapa … kenapa … KENAPAA!!!”


Yoki sangat histeris, dia seperti ditimpa oleh beban yang sangat berat. Matanya melotot dan bergetar, begitu pula dengan tangan dan gerakan tubuhnya.


“Maaf nak kejadian ini pasti ironis sekali bagimu, oleh karena itu aku akan membiarkan dirimu tenang dulu.” kata bapak itu sambil meninggalkan ruangan.


“Apa yang harus aku lakukan tanpa adanya kedua orang tuaku …,” Yoki pun tidak bisa membendung tangisan yang mulai mengalir deras dari matanya.


Hingga dia berhenti menangis dan merenung sejenak.


“Andai aku bisa memutar ulang waktu.”


Itulah awal dari sebuah kisah yang akan terukir di kemudian hari.



Note Author#

__ADS_1


Arc pertama ini adalah permulaan cerita (latar belakang) dari arc kedua dan seterusnya. Karena arc 1 dan 2 serta seterusnya memiliki latar tempat yang berbeda.


Kalau kakak-kakak ingin melihat arc dua, bisa langsung dilihat di profil. Saya belum melanjutkan arc 2 karena ingin menyelesaikan arc 1, tapi kalau diminta untuk melanjutkan arc maka akan saya lanjutkan. Terima kasih


__ADS_2