RISE OF CHIMERA: The Beginning Of This Story

RISE OF CHIMERA: The Beginning Of This Story
~PERTANGGUNG JAWABAN~


__ADS_3

“Kita sudahi dulu percakapannya dan biarkan besi-besi ini yang berbicara.”


Percakapan mereka diakhiri dengan tantangan Kenichi yang juga menjadi tanda mulainya pertarungan.


Teman-teman Terasaka sudah bersedia memulai pertarungan untuk maju terlebih dahulu.


Dengan wajah serius, Terasaka mengangkat satu tangannya lalu diturunkan. Menjadi tanda bagi teman-temannya untuk maju.


Suara besi bergemerincing hebat, karena pipa besi yang mereka bawa, mereka seret di tanah. saling beradu dengan permukaan tanah. Mungkin karena sedikit berat, karena yang memegang kayu saja hanya diangkat tanpa harus diseret.


Saat sudah dekat dengan target, mereka mengangkat kembali pipa besinya, untuk diayunkan pada Kenichi.


Kenichi hanya menanggapi mereka dengan tenang saja, tanda bahwa dia pun telah siap untuk meladeni mereka semua. Dengan membungkuk, dia mengambil segenggam tanah dengan kedua tangannya.


Saat teman-teman Terasaka yang berjumlah sepuluh orang sudah mengerubunginya, Kenichi juga ikut maju dan melemparkan tanah tadi ke arah mereka membuat mata mereka menjadi rabun seketika.


Jaraknya pas, sekitar 1,5 meter. Tentu, lemparan mengenai kesepuluh musuh dan itu dapat memberi jeda waktu bagi Kenichi.


Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Kenichi, dia langsung menyikut perut salah seorang teman Terasaka yang maju. Lalu melemparkannya ke teman-teman Terasaka yang lain.


Serangan itu berhasil dan menyebabkan tiga orang tumbang, bersamaan dengan itu dua orang lainnya mengayunkan pipa besi ke arah Kenichi, Kenichi pun menangkap kedua pipa itu lalu dia melompat dan menendang perut kedua orang itu menggunakan kedua kakinya, menyebabkan keduanya terpental jauh.


Sekarang lima orang langsung menyerang, dengan cekatan Kenichi berhasil menangkap seorang dari antara mereka lalu orang itu menjadi tameng untuk melindunginya.


Ketika mereka berempat memukulkan pipa dan kayunya ke arah Kenichi secara bersamaan yang kena bukanlah Kenichi tapi orang yang menjadi tameng baginya. Lalu, Kenichi pun mendorong orang tadi kepada mereka dan berhasil mengenai dua orang.


Ketika sudah tersampaikan dan membuat tameng itu menghalangi mereka berdua, Kenichi pun berputar dan langsung menendang bagian belakang orang yang tadi didorongnya, menyebabkan mereka bertiga terpental jauh.


“A-pa?! kenapa dia masih bisa bertahan dalam kondisi yang seperti itu?”


Terasaka bergumam dengan mata yang terbelalak dan raut wajah yang kesal seperti tidak percaya akan apa yang telah ia lihat.


Saat Kenichi sudah menjatuhkan ketiga orang tadi, dua orang sisanya langsung menyerang Kenichi, Kenichi yang tidak dalam keadaan siap pun mencoba untuk menahan serangan kedua orang itu tetapi tetap saja Kenichi terkena serangan mereka, namun dampak bagi Kenichi hanyalah tubuhnya yang bergeser beberapa sentimeter.


“Dasar ibu-ibu!”


Ucapan Kenichi begitu ketus. Namun dengan luwesnya, Kenichi langsung melakukan tendangan berputar ke arah mereka hingga membuat mereka berdua tumbang.


Terasaka yang melihat itu semakin panik,“CIKH ... bagaimana ini, kalau seperti ini terus bisa-bisa aku akan kalah di hadapannya.”


Ini memicunya untuk memutar otak dan membuat sebuah strategi agar Kenichi dapat dikalahkan. Keunggulan Kenichi terlalu tinggi dan besar, tapi Terasaka tetap percaya pada dirinya sendiri. Yah, komitmen yang diambil ternyata tepat.


Sekarang dia sudah mendapatkan sebuah ide, Ide yang didapat ketika dia melihat Yoki yang diam seperti layaknya penonton yang berlindung di balik Kenichi.

__ADS_1


Membuat raut wajahnya berseri, senyuman itu terasa sangat kejam dan keji. Dia sudah mempunyai sebuah rencana dan sekarang dia akan menjalankannya.


“Waktunya menjalankan rencana cadangan.”


Tatapan Terasaka begitu licik. Itu semua hasil dari kemarahan yang ia pendam dalam-dalam, sehingga dia tidak bisa lagi berpikir normal.


Terasaka berancang-ancang dengan menggenggam kuat pipa besi sebagai bekalnya untuk melawan Kenichi. Lalu, dengan pipa besinya dia langsung berlari ke arah Kenichi yang sedang meladeni teman-temannya.


Ketika sudah berada cukup dekat dengannya, Kenichi tersentak karena tiba-tiba saja datang Terasaka yang langsung menghampirinya dari balik teman-teman Terasaka yang kini sedang ia ladeni.


“Te-Terasaka!”


“Kena kau sekarang.”


Suara pipa besi milik Terasaka beradu dengan permukaan tanah, karena Kenichi berhasil menghindari serangan tersebut. Terasaka yang melihat hal itu pun tak kehabisan akal dan sekarang ia kembali meluncurkan serangan berikutnya menggunakan kaki.


“Kendalikan emosimu Terasaka, buka matamu!”


Kenichi kembali meloncat lincah menghindari tendangan Terasaka yang melayang ke arahnya dan mendarat jauh dari tempat di mana Terasaka berada.


“Jangan banyak omong Kenichi ... aku ingin bertanya satu hal padamu, kamu tahu gak perbedaan antara orang yang mempunyai tubuh tinggi dengan orang yang memiliki tubuh yang pendek?”


Jarak mereka berdua sangatlah dekat, sedangkan teman-teman Terasaka jatuh bergelimpangan di belakang Kenichi. Tapi ada yang aneh dari mata mereka, itu semua berawal dari mata mereka yang menatap mata pemimpin mereka yang mengedipkan mata.


Bukan telepati atau apa, tapi itu semua karena rencana dan hubungan mereka dengan pemimpinnya.


“Karena orang yang bertubuh tinggi bisa berlari dan melompat lebih tinggi dari orang yang bertubuh pendek.”


Terasaka berbalik badan dan satu kakinya di sentak ke belakang. Tanpa basa-basi lagi, Terasaka pun langsung berlari ke arah Yoki yang kini sudah tidak berada dalam perlindungan Kenichi lagi.


“Jangan-jangan! ... Yoki awa ....”


Belum sempat menyelesaikan perkataannya tiba-tiba terdengar suara pukulan dari arah belakang yang mengenai tengkuk milik Kenichi, menyebabkannya jatuh tersungkur di tanah.


Yoki juga sempat sadar jika Terasaka kini sedang berlari ke arahnya. Tapi sayang, sabetan tangan Terasaka jauh lebih cepat dari elakan Yoki. Terasaka kini sudah berdiri di belakang Yoki dan menawannya dengan pipa besi yang mengekang leher.


“Payah ini jebakan ... alasannya untuk langsung menghadapiku adalah untuk menjauhkanku dari Yoki agar dia tidak berada dalam perlindunganku lagi.”


Membuat kesimpulan, namun sayangnya Kenichi sudah terlambat. Jika ditanya mengapa? Itu karena sedari awal pertarungannya dengan teman-teman Terasaka. Bahkan dengan Terasaka itu sendiri, Kenichi terus merasa bersalah dan tidak ingin membebani diri dalam menganalisa pertarungan.


Dia tidak bisa mengontrol pikiran, jika bertemu dengan orang yang sudah dia kecewakan.


Yah pada akhirnya memang sudah terlambat, tapi mau bilang apa. Kenichi berusaha untuk bangkit, tapi sayang sudah terlambat baginya untuk menghentikan Terasaka yang kini sudah berhasil menawan Yoki.

__ADS_1


“Bagaimana kenichi, sekarang temanmu ini sudah berada dalam genggamanku hahaha ....”


Terasaka tertawa penuh kemenangan. Dia bahkan sangat menikmatinya, dengan menggenggam tangan Yoki dengan sangat kuat. Tentu, respon yang diberikan adalah erangan kesakitan Yoki yang amat keras.


“CIKH ... payah, kau benar-benar ....”


Lagi-lagi Kenichi berusaha untuk bangkit berdiri walaupun kesadarannya mulai hilang akibat pukulan tadi dan saat dia ingin berlari ke arah Terasaka, dari belakang teman-teman Terasaka sudah berhasil menahan pergerakan Kenichi, mereka semua langsung memegangi seluruh tubuh Kenichi yang menyebabkan tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.


“Dasar bodoh! ... sekarang di mana orang yang bernama Kenichi yang terkenal paling cerdas di sekolah HAH!!! bahkan, sekarang kau pun tidak bisa bergerak sama sekali hahaha ....”


Ucapan Terasaka begitu terkekeh-kekeh, terdengar ketus dan terasa sangat puas dalam setiap kata yang ia ucapkan. Yah, sepertinya berhasil menjatuhkan Kenichi memang merupakan suatu kebanggaan bagi Terasaka.


Sementara itu, di rumah Gaia ….


“Haaah, entah kenapa perasaanku jadi tidak enak ya?”


Gaia saat ini sedang menunggu airnya mendidih. Dia ingin menyeduh teh hangat, di kala menghadapi sore hari yang dingin.


“Moga-moga, mereka berdua baik-baik saja.”


Saat ini air yang ditunggu sudah mendidih, dia langsung menuangkannya ke dalam teh. Air dan teh bercampur dan menjadi campuran homogen.


Dia meniup perlahan, agar suhu teh itu menurun. Setelah dirasa cukup, barulah dia hendak meneguknya. Tapi, kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Pegangan pada cangkir terlepas dan membuat cangkir beserta isinya jatuh.


Hasilnya, pecahan cangkir dan air teh yang bertemu dengan lantai.


“Akhhh ….”


Ternyata bukan hanya itu saja yang terjadi padanya. Sekarang kepalanya tiba-tiba sakit. Ini bukan kehendaknya, tapi dia harus bisa bertahan.


“Kenichi!”


Suara pertama yang muncul adalah suara Yoki yang memanggil Kenichi.


“Yoki!”


Suara kedua yang muncul adalah suara Kenichi yang memanggil Yoki.


“Tuanku, aku akan datang menjengukmu hahaha ….”


Dan suara terakhir adalah bentuk dari kengerian yang selama ini menghantui Gaia. Suara yang begitu menggoda dan penuh dengan hasrat kegelapan.


“Ada apa ini? Pertama suara Yoki, kedua Kenichi dan terakhir itu adalah ….”

__ADS_1


Mata terbelalak, saat mengingat suara yang terakhir kali memanggil. Sepertinya kata “tuan” merujuk pada Gaia.


“Sosok yang pernah aku lihat di onsen dan pernah aku temui di toilet.”


__ADS_2