RISE OF CHIMERA: The Beginning Of This Story

RISE OF CHIMERA: The Beginning Of This Story
~MELANJUTKAN PERTANDINGAN RIVAL~


__ADS_3

Kenichi bergumam, wajah bergidik geram pada orang yang pernah mengganggu masa SMA nya yang damai.


“Bagaimana kalau kita adakan turnamen adu otot dengan panco? Siapa tahu, Anda merasa tertantang dengan saran saya.”


Wajah Terasaka meremehkan Takao. Senyum Terasaka dikeluarkan, karena puas pada ucapannya. Sedangkan hatinya hanya memandang rendah pada otot-otot Takao yang terlihat lebih kecil dari punyanya. Itu juga bisa menjadi senjata bagi Takao, karena secara tidak langsung reputasinya sedang diuji.


“Saran yang bagus,” sejenak Takao mencubit-cubit dagunya, dengan senyum aneh yang membuat senyuman Terasaka menurun tiba-tiba, “Baiklah karena waktu yang singkat juga, peserta yang akan mengikuti pertandingan ini hanya empat. Aku, Kenichi, dan anak yang memberi saran. Oh yah, siapa namamu?”


“Terasaka.”


Takao mengangguk, lalu mengalihkan pandang ke Kenichi, “Dan satu lagi, kamu yang tentukan.”


Kenichi masih malas menatapnya. Tapi acara ini hanya sebentar saja, jadi Kenichi tidak ingin berlama-lama dan menambah alasan keberadaan Takao di sini lebih lama. Yah, ia ingin agar Takao cepat-cepat pergi dari sekolahnya.


“Aku pilih Yoki.”


Kenichi langsung menunjuk orang yang ada di barisan ketiga, tanpa melihat ke barisan yang lain. Sepertinya, Kenichi sudah menarget Yoki untuk ikut ambil andil dalam acara ini.


Yoki yang ditunjuk langsung gugup. Dia tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang. Pertama ia melirik ke sekeliling, menatap orang-orang yang menjadikannya pusat perhatian. Lalu, Kenichi menegaskan lagi namanya sehingga Yoki langsung menatap Kenichi.


“Ba-baik.”


Dengan rasa gugup yang dialami, Yoki tetap berdiri. Berjalan melewati kerumunan murid, sambil menguatkan mentalnya.


“Baiklah, keempat peserta telah berkumpul.”


Takao mengalihkan pandang ke samping kanan.


“Apa ada meja untuk kami bertanding panco? Dan, kursi buat duduk?”


Pak guru yang merasa dipandang langsung menjawab, “Ya,” dan bergegas pergi untuk mengambil barang yang diminta Takao.


“Baiklah, pertandingan pertama adalah aku melawan Terasaka.”


Sebelumnya, urutan mereka sudah ditentukan melalui lempar koin. Siswa yang mendapat sisi koin, akan melawan siswa yang mendapatkan sisi koin yang sama dengannya.


Pertandingan dimulai, setelah aba-aba diberikan oleh guru. Dengan percaya diri, Terasaka mendorong tangan Takao sekuat tenaga. Namun, tangan Takao tidak bergidik.


Wajahnya saja hanya menunjukkan kebosanan. Bahkan, diperjelas dengan tangan yang menutup mulutnya yang menguap.


“Payah!”


Terasaka terintimidasi dengan ejekan itu. Wajahnya bertambah merah, memaksimalkan kekuatan lengannya. Hingga pada satu titik, Terasaka sudah kehilangan kekuatan. Semakin lama, pegangan tangannya semakin melemah.


Melihatnya, Takao hanya tertawa kecil dan dengan santai mendorong tangan Terasaka.


“Dengar ini amatir, aku dan Kenichi bukan rival dalam urusan otak. Tapi, kami rival dalam urusan fisik.”


Terasaka sudah tak berdaya untuk membalasnya, dia hanya diam. Semakin lama, Takao semakin mendekati kemenangan. Gerakan yang santai ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan perbedaan di antara mereka berdua.


“Pemenangnya adalah Takao.”


Guru yang menjadi wasit sudah memutuskan pemenang dari pertandingan ini. Mereka berdua beranjak keluar dari bangku. Terasaka kembali duduk dan Takao berdiri di tempatnya semula.


Selanjutnya adalah pertandingan antara Kenichi dan Yoki. Mereka sudah duduk, Yoki memasang ekspresi tegang dan Kenichi hanya memasang muka datar.

__ADS_1


“Kenapa kau membawaku dalam urusan seperti ini?”


“Haaah … begini saja, kalau kamu menang aku akan menuruti satu permintaanmu. Bagaimana?”


Yoki berpikir sejenak dan saat sudah diputuskan, ia sedikit bergumam, “Dengan ini aku akan memintanya untuk mentraktirku hehe.”


Menegakkan lagi kepalanya, menyetujui saran Kenichi. Yoki kembali dengan semangat yang sudah ada. Jika tidak ada tujuan, mungkin Yoki tidak akan bersemangat.


“Baiklah mari kita mulai pertandingannya.”


“Yosh, mari kita mulai.”


“Pemenangnya adalah Kenichi.”


Baru satu detik dan Kenichi langsung mengakhiri pertandingan secara langsung. Kemenangan ini malah membawa perasaan heran di mata para hadirin. Tapi tidak begitu dengan Takao.


Sedangkan untuk pihak yang kalah, satu matanya agak bergidik. Kesal dan kesal dikeluarkan pada hasil pertandingan. Walaupun Kenichi tidak ada maksud menghina Yoki, namun tetap saja ini dicerna sebagai sebuah ejekan.


Yoki berdiri, tertunduk lesuh saat kembali ke tempatnya.


“Hehe, rival mari kita lanjutkan penorehan skor kita. Poin kita masih sama kok. Ada di angka 99, dan ini akan menjadi penentu siapa yang menjadi siswa paling jahil dan nakal di antara kita.”


Sekarang adalah pertarungan final, mempertemukan kedua rival yang telah berpisah semenjak lulus SMP.


Tapi, Kenichi malah semakin malas saat mendengarnya. Skor itu buatan Takao sendiri, dan bisa-bisanya ada yang mengimbangi Kenichi dari segi kejahilan. Makanya dia menjadi malas bersaing lagi dengan Takao, walau sebenarnya dia tidak mau kalah.


“Mungkin ini adalah pertarungan terakhir kita, jadi bagaimana … mau bertarung untuk menentukan hasil akhir pertarungan kita?”


Tawaran Takao menarik minat Kenichi, senyumnya dimiringkan. Dibalas pula dengan senyum dari Takao.


“Hehe, segitu kejamnya dirimu padaku rival. Berkat diriku, kejahilanmu yang ada sejak SD sudah memiliki tantangan tersendiri bukan?”


“CIKH, kejahilan itu bukan untuk dilombakan, tapi untuk dinikmati.”


“Hahaha, tidak usah banyak omong.”


Tangan mereka berdua saling bertemu dan pertandingan pun dimulai. Sangat sengit, bahkan telapak tangan mereka tidak bergeser sedikit pun. Kenichi masih terus menegang otot, begitu juga dengan Takao. Sedangkan murid-murid masih memperhatikan pertandingan ini dengan tegang.


Sedikit demi sedikit tangan Takao berhasil mengungguli Kenichi. Semakin lama tangan Kenichi semakin terdorong dan saat sudah hampir mencapai kekalahannya, Kenichi memberi jarak antar telapak tangannya dan telapak tangan Takao.


Semula Takao tidak sadar, karena bangga akan keunggulannya dengan melihat ke arah lain. Tapi setelah melihat tindakan Kenichi yang ganjil baginya, ia sudah terlambat menyadarinya.


Semula tangan Kenichi memang sengaja tidak diberikan kekuatan maksimal, dia ingin menipu Takao. Kenichi sangat mengetahui perilaku sombong Takao yang berlebihan dan itulah yang menjadi senjata Kenichi untuk membuat kesombongan Takao meningkat.


Saat Takao unggul dan lengah karena kesombongannya, Kenichi memberi jarak agar membuat ruang. Saat sudah pada waktunya, Kenichi mengungguli ruang itu dengan daya ledak tangannya yang sangat cepat. Alhasil, akibat keunggulan ruang dan kekuatan daya ledak yang sangat cepatlah yang membuat tangan Takao tergelepar di meja. Benar-benar tidak bisa digerakkan sementara olehnya karena sangat keras saat terbentur meja.


“Benar-benar tidak terduga, kau baru menunjukkan kekuatan tadi.”


“Hahaha, mau bagaimana lagi. Untuk menambah kecepatanku, aku perlu ruang karena kecepatan memiliki jeda waktu.”


Takao mengangguk dan berdiri.


“Baiklah dengan begini, persaingan kita berakhir dengan kau yang keluar sebagai pemenangnya.”


Kenichi mengangguk dan tersenyum saat mendengarnya. Setelahnya, Takao memalingkan kepala ke semua penonton.

__ADS_1


“Di keluargaku dikenal dengan harga dirinya. Oleh karena itu, hanya kelas Kenichilah yang akan aku beri hadiah jalan-jalan. Sedangkan yang lain akan mendapatkan makanan dan uang saku sebagai hadiahnya.”


Semula murid-murid yang bukan kelas Kenichi kecewa. Tapi makanan dan uang saku, tidak terlalu buruk bagi mereka, yang penting dapat daripada tidak sama sekali.


“Oh yah, bicara tentang liburan. Aku sudah mengatur acara kalian agar terlaksana pada saat kalian menjalani liburan musim panas nanti.”


Merasa selesai, Takao pergi meninggalkan tempat dan menuju ke ruang guru. Bel masuk juga sudah berdenting, pertanda waktu istirahat yang sudah habis. Semua murid berdiri dan mulai meninggalkan ruangan secara serempak, sehingga mereka semua saling berdesakan.


“Yo Yoki.”


“Ahh, kenapa kau mengikutiku. Kau membuatku malu.”


“Hehe … apalagi kalau Gaia masuk sekolah.”


Hanya ada satu murid dari kelas Yoki yang tidak menerima informasi ini, dia adalah Gaia yang hari ini sedang absen dari sekolahnya. Mereka berdua tidak mau sampai mengabaikannya.


Oleh karena itu, besoknya mereka mengambil inisiatif untuk memberitahu Gaia.


Di kelas, keesokan harinya ….


“Gaia, apa kamu tahu informasi tentang liburan kita nanti?”


Yoki mengambil inisiatif dengan badan yang duduk di kursi. Maklum, dia duduk di belakang Gaia. Jadi dengan hanya satu tepukan saja, maka Gaia akan berpaling ke arahnya. Hal itu pun berlaku pada Kenichi yang duduk di samping Yoki.


“Uhmm, informasi apa?”


Yoki mulai bercerita, mulai dari kedatangan Takao sampai kemenangan Kenichi yang telah membawakan satu tiket liburan gratis bagi kelas mereka.


“Ehmmm, wajib kah?”


“Sebenarnya sih ngak, soalnya itu diadakan waktu liburan dan guru yang mendampingi kami adalah guru-guru yang secara secara sukarela menemani kami di perjalanan. Yah, mungkin mereka sangat kuatir pada kita.”


“Begitu.”


Kenichi yang melihat eskpresi Gaia, mulai merasa heran dan curiga padanya. Hal ini nampak dari satu alis matanya yang dinaikkan, beserta wajah serius yang dipajang.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?”


Akhirnya Kenichi mengeluarkan pertanyaan tersebut, dia sekarang sudah merasa lega.


“Sebenarnya, aku tidak tahu bisa ikut atau enggak,” sambil melihat ke luar jendela kelas, “Karena, ada sebuah urusan yang harus aku pastikan.”


“Haaah, apa urusan itu sangat penting?”


“Iya.”


Yakin pada jawaban yang pertanyaannya diberikan Yoki, Gaia tidak mau mundur lagi. Dia menganggap urusannya jauh lebih penting, bahkan lebih dari teman-temannya.


“Tapi, aku mohon usahain kamu datang yah?”


Pertama Gaia mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Kenichi.


“Akan ku usahakan.”


Percakapan mereka langsung berakhir, karena bel masuk sekolah sudah berbunyi. Semua murid langsung memberi hormat dengan berdiri, pada guru yang berjalan masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


__ADS_2