
Disaat mereka hendak menghajar Yoki lagi, tiba-tiba saja datang seseorang yang menolongnya, orang itu langsung menghalau mereka yang sedang menghajar Yoki. Kini mata Yoki dan Gaia menatap punggung siswa itu, rambut hitam dari siswa itu berkilau terkena sinar matahari senja. Karena saat itu, masih pukul tiga sore di sekolah Yoki.
”Kamu kan Kenichi, kenapa kamu menolong kami?”
Pertanyaan Yoki dilayangkan untuk membersihkan kebingungannya. Dalam pikirannya, ia benar-benar tidak percaya, kalau siswa yang terkenal akan kejahilannya, kini mau membantunya.
Tentu saja, argumennya diikuti dengan kecurigaan jika Kenichi akan mengambil keuntungan darinya, jika ia berhasil menolong mereka berdua.
”Hal itu ... nanti saja kita bahas, sekarang aku mau membersihkan para sampah ini terlebih dulu.”
Balasan Kenichi terdengar tenang. Sangat cocok bagi anak yang suka mencari masalah.
Sesaat, mata hitamnya berbalik ke belakang menatap Yoki dan Gaia. Diiringi dengan senyum yang terlihat tulus untuk membantu mereka berdua, mungkin itu ia lakukan untuk memastikan keadaan orang yang ia lindungi.
Lalu berbalik lagi, menatap tajam Terasaka dan teman-temannya yang masih terdiam.
”CIHK … ada lagi yang mau cari masalah denganku,” kesal Terasaka. ”Oh yah, aku juga masih mempunyai urusan denganmu yang belum kita selesaikan,” lanjutnya.
”Ohh tentang masalah berapa hargamu dipasaran itu. Tenang kok, bisa kita servis emang kamu mau pake plastik apa?” sindir Kenichi dengan nada yang terkekeh-kekeh.
”Bukan itu tol*l!!! sekarang habislah kau denganku.”
Dari jawaban Terasaka, terdengar kalau saat ini amarahnya bergejolak karena perkataan Kenichi tadi.
Tangan Terasaka di genggam kuat, dengan wajah yang garang ditambah dengan bekas luka di pipi kanannya.
Penampilan Terasaka saat ini, sudah terlihat siap untuk membunuh siapapun yang telah menghinanya.
Sedangkan di sisi yang berlawanan dengan hadapannya, Kenichi hanya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Terlihat, jika ia sedang meremehkan Terasaka dan teman-temannya.
”Kita lihat saja nanti tiang listrik!!!” celetuk Kenichi sambil berlari ke arah Terasaka.
Matanya masih santai menatap lawannya dengan teman-teman Terasaka serta Yoki dan Gaia yang menjadi penonton.
”KENICHI!!!” balas Terasaka yang juga berlari ke arah Kenichi.
Ketika mereka sudah saling berhadapan, Terasaka yang masih diliputi amarah langsung mengarahkan tinjunya ke arah muka Kenichi dengan cepat. Ekspresi Kenichi tidak berubah saat melihat arah serangan dari Terasaka.
”Dasar amatir,” sindir Kenichi sambil menghindar dan menangkap tinju Terasaka dengan mudah, lalu Kenichi pun menendang kedua kaki Terasaka yang membuat posisinya menjadi berlutut di hadapan Kenichi.
”Hei … Hei … Hei, kenapa kamu malah merendah diri kepadaku hihihi ...,” ledek Kenichi.
”CIHK … habislah kau sekarang,” Terasaka yang merasa tersinggung dengan ucapan Kenichi langsung melontarkan tangan satunya lagi untuk meninju muka Kenichi.
Tapi sayangnya, dengan mudah tangan Terasaka lagi-lagi berhasil ditangkap oleh Kenichi. Teman-teman Terasaka terkejut saat mengetahui kalau setiap serangan Terasaka dapat dengan mudah ditangkis oleh Kenichi.
”Bagaimana bisa ia menangkap kedua tinju Terasaka hanya dengan menggunakan 2 tangan saja, padahal aku yakin tinju Terasaka itu sangatlah kuat,“ Yoki menjadi heran karena itu.
”Aduh ... aduh, jangan merusak wajah mulusku ini dong, iri bilang,” ledek Kenichi.
”BERISIKKKKK!!!” Terasaka pun langsung bangkit berdiri dari posisi berlutut dengan posisi tangan yang masih ditangkap Kenichi. Dengan amarahnya, Terasaka langsung melayangkan tendangannya ke perut Kenichi.
Tapi, sayangnya dapat ditahan Kenichi menggunakan telapak kakinya. Lalu tanpa basa basi lagi, Kenichi pun langsung menghentak kaki Terasaka yang masih berada di bawah telapak kaki Kenichi ke tanah.
”Awwwwwwwww … SAKIT!!!” jerit Terasaka yang kesakitan.
__ADS_1
”Aduh … Aduh jadi sepatu gepeng deh hehehe ....”
Sambil mengatakannya, ia pun langsung memelintir dan menarik kedua tangan Terasaka lalu membantingnya dengan keras ke tanah. Mereka semua yang melihatnya dibuat keheranan oleh kejadian itu.
“BOS … BOS! aduh gimana ini, kenapa bisa ia membanting Bos Terasaka dengan begitu kuat,” ujar teman-teman Terasaka dengan herannya.
“Apa! bagaimana mungkin perbandingan besar badan yang cukup jauh antara Terasaka dan Kenichi bisa dengan mudah dibanting Kenichi ke tanah ?!” tanya Yoki keheranan.
”Gimana sudah menyerah? aku juga udah capek bermain denganmu,” tanya Kenichi tanda ingin mengakhiri pertarungannya.
"Menyerah dalam mimpimu, ayo teman-teman maju!"
Seperti biasa, teman-teman Terasaka menuruti perintah bosnya dan mulai maju berbarengan untuk berhadapan dengan Kenichi.
"Ahh padahal aku ingin mengakhiri pertarungan ini, tapi ... kalau itu maumu," sembari meregangkan lehernya dengan seringai kecil di mulutnya.
"Aku akan meladeninya!"
Kenichi yang bersemangat menerima tantangan mereka, dengan mulai maju berlari ke arah teman-teman Terasaka yang juga maju ke arahnya.
"Mari kita lihat, sampai sejauh mana kau akan bertahan hahahaha ...," ucap Terasaka dengan yakin bahwa dirinya akan menang kali ini.
Sejenak Kenichi terdiam dengan mata yang ditutup, fokusnya beralih ke pendengaran dan dengan helaan nafas ia akan melancarkan serangan andalannya.
"Lima orang berada di depanku, baiklah ... teknik andalan ... ketenangan!"
Kenichi langsung berlari mengarah ke teman-teman Terasaka yang juga berlari ke arah Kenichi.
Matanya masih tertutup sedangkan telinganya masih tajam mendengarkan setiap langkah dan gerakan yang dibuat oleh teman-teman Terasaka.
"A-apa!"
Mata Terasaka terbelalak ketika melihat satu persatu temannya mulai tumbang di tangan Kenichi. Dengan lincahnya Kenichi berhasil melewati setiap serangan yang dilayangkan padanya, ketika Yoki melihat setiap gerakan yang dikeluarkan Kenichi.
"Gerakan itu lentur sekali, dia bahkan bisa menggunakan waktu yang sangat tepat walaupun jarak serang dari lawan sangatlah dekat, gerakan serta pukulannya mengalir seperti mengikuti irama yang tidak pernah terputus," gumam Yoki dalam hati, ia mencoba untuk lebih mendalami pikirannya.
"Kalian berdua, aku benar-benar berterima kasih. Aku hanya bisa menjadi penonton saja di belakang kalian, hanya bisa melihat perjuangan kalian yang telah melindungiku walau kita baru pertama kali bertemu.
Maafkan aku Yoki, Kenichi," sementara itu, di belakang Yoki Gaia sedang menggumamkan ketidak berdayaannya karena karena hanya bisa pasrah saja menonton pertarungan Yoki dan Kenichi.
setelah beberapa saat sejak Kenichi memulai pertarungannya dengan teman-teman Terasaka ....
Sebuah suara pukulan terdengar mengenai salah seorang teman Terasaka yang terakhir berdiri. Setelah semua teman Terasaka berhasil ia tumbangkan, kini ia mulai berjalan ke arah Terasaka yang sedang berdiri kaku menatapnya.
"Bagaimana Terasaka masih mau dilanjutkan?" tanya Kenichi yang kembali meregangkan pergelangan lehernya dan membuka kembali kedua matanya.
”Payah! ini belum berakhir. Awas kau yah, akan ku balas perbuatanmu suatu hari nanti,” tanpa berlama-lama, Terasaka dan teman-temannya yang sudah kalah langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.
Sekarang tinggal mereka bertiga yang berada di tempat itu. ”Kenichi terima kasih yah, karena sudah membantu kami. Tapi kalau aku boleh tahu, kenapa kamu mau membantu kami berdua?” tanya Yoki keheranan.
”Ya … sebenarnya alasan aku ingin membantu, karena aku ingin berteman dengan kalian,” jawabnya.
”A-apa! kenapa kamu mau berteman ...."
"Sudahlah, ini sudah mau malam sebaiknya kalian pulang terlebih dulu, besok akan ku jelaskan semuanya,” potong Kenichi.
__ADS_1
mereka pun segera membubarkan diri. Kenichi langsung pergi dan Yoki menawarkan untuk pulang bersama dengan Gaia. Gaia pun menerima tawarannya dan pulang bersama Yoki.
Saat Yoki dan Gaia berada di dalam bus untuk pulang ke Rumah mereka ....
"Kamu gak papa Gaia?" tanya Yoki memastikan dengan suasana bus yang sepi karena sudah larut malam.
"A-aku gak papa," balas Gaia dengan gugup.
"Syukurlah kalau kamu gak papa, lain kali aku saranin kalau kamu mau pulang ke rumah, lebih baik ditemani karena suatu saat kelompok Terasaka pasti akan kembali lagi untuk membalaskan dendamnya kepada mu," saran Yoki.
"Ii-iya," balas Gaia yang masih terlihat gugup.
"Ehmm ... yoki," ucap Gaia yang tiba-tiba menyahut Yoki.
"Iya kenapa? wah tumben sekali kamu memulai percakapan."
"Ehmm ... begini ... ehmm ... anu ... bolehkah aku jadi ...," Gaia yang gugup pun, mencoba berani untuk mengatakannya.
"Ngomong aja gaia ada apa?" tanya Yoki.
"Ehmm ... bolehkah aku jadi temanmu Yoo-ki," jawab Gaia yang memberanikan dirinya.
"Ohh kamu mau jadi temanku ehmm."
"Maaf ... maaf, kalau kamu gak mau gak papa," potong Gaia.
"Enggak aku mau menerima kamu menjadi temanku, asal ada syaratnya," ujar Yoki.
"Maaf apa syaratnya yah Yoki?"
"Kalau kamu mau menjadi temanku, kamu harus menjadi diri mu sendiri bagaimana?" tanya Yoki.
"Baiklah terima kasih Yoki, aku akan berusaha menjadi diriku sendiri sekali lagi terima kasih," Gaia pun sangat senang mendengarnya.
"Yosh sudah sampai halte nih, aku pulang dulu yah ... dah."
Yoki pun turun dari bus lalu melambaikan satu tangannya ke arah Gaia sebagai tanda perpisahan mereka. Diikuti dengan langkah yang berjalan pulang kembali ke rumahnya.
"Ternyata pamanku salah, manusia bumi itu sangat baik kepadaku."
Setelah menunggu sekitar 5 menit, Gaia turun juga dari bus dan pulang kembali ke rumahnya, dengan berjalan di belakang Yoki yang sudah terlebih dulu mendahuluinya.
Mungkin dia masih canggung untuk berjalan bersama dengan teman pertamanya.
Dalam perjalanan pulang Kenichi ke rumahnya ....
"Akhirnya aku membuat satu langkah yang bagus, sekarang yang harus aku lakukan adalah mengungkap perasaanku yang sejujurnya pada Yoki," gumamnya sembari berjalan ke arah tempat tinggalnya.
Di depan warung tua yang terbengkalai, duduklah Terasaka beserta teman-temannya di sebuah kursi panjang yang sudah tersedia di depan warung. Beberapa teman Terasaka menghampiri Terasaka, hendak melihat keadaannya.
"Bos kau tidak papa Bos?" tanya salah seorang temannya memastikan.
TUKKKK ... terdengar suara temannya dengan kepalanya yang tertekek Terasaka.
"Tol*l! ya iyalah aku sakit, malah nanya," geram Terasaka pada temannya itu.
__ADS_1
Mereka bertiga sudah saling menyapa dan berinteraksi satu sama lain. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah, pertemanan mereka akan utuh.